Apa Itu Emiten dan Perannya di Pasar Modal? [Plus Contoh]

apa itu emiten

Kamu mungkin sudah tidak asing dengan kata emiten, tapi tahukah kamu apa itu emiten? Kemudian apa kaitannya dengan pasar modal? 

Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 53/PJOK.04/2017, pengertian emiten adalah pihak yang melakukan penawaran umum. 

Pihak yang dimaksud bisa berupa perseorangan, perusahaan, usaha bersama, asosiasi, dan kelompok terorganisasi. 

Penawaran yang diberikan adalah penawaran menjual efek kepada masyarakat melalui tata cara yang telah diatur dalam peraturan pasar modal dan perundang-undangan yang berlaku. 

Efek yang diperjualkan adalah surat berharga bisa berupa surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, sukuk dan tanda bukti utang. 

Perusahaan emiten akan tercatatkan namanya di pasar modal dengan kode saham untuk memudahkan investor membeli saham mereka. 

Contohnya Gudang Garam memiliki kode saham GGRM. Apabila kamu masih belum jelas tentang apa itu emiten, simak ulasan Lifepal berikut ini! 

Perbedaan emiten skala kecil dan menengah

Emiten sendiri bisa dibagi menjadi dua macam, yaitu emiten skala kecil dan emiten skala menengah. Apa itu emiten skala kecil dan apa itu emiten skala menengah?

Pengertian keduanya sudah tercantumkan dengan jelas di dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 53/PJOK.04/2017. 

Emiten skala kecil 

Apa itu emiten skala kecil? Emiten skala kecil adalah emiten yang berbentuk badan hukum yang didirikan di Indonesia dengan aset yang tidak lebih dari Rp50 miliar. 

Selain itu, emiten skala kecil juga tidak dikendalikan perusahaan publik dengan aset skala menengah atau lebih dari Rp250 miliar. 

Emiten skala menengah 

Apa itu emiten skala menengah? Emiten skala menengah adalah emiten yang berbentuk badan hukum yang didirikan di Indonesia, tapi memiliki aset setara atau lebih dari Rp50 miliar – Rp250 miliar rupiah. 

Ciri lainnya sama dengan emiten skala kecil, emiten skala menengah juga tidak dikendalikan, baik langsung maupun tidak langsung, oleh perusahaan publik yang memiliki aset lebih dari Rp250 miliar. 

[Baca: Investasi dan Asuransi Sama Pentingnya untuk Masa Depan. Lihat Asuransi Jiwa Terbaik dengan Santunan Meninggal Dunia hingga Rp500 Juta di Sini]

Alasan perusahaan menjadi emiten 

Setelah mengetahui apa itu emiten, lantas kamu mungkin bertanya-tanya, kenapa perusahaan tersebut memutuskan untuk menjadi emiten atau melantai di pasar modal? 

Asuransi & Investasi
Asuransi & Investasi

Perusahaan yang memutuskan untuk menjadi emiten bukanlah tanpa alasan. Mereka ingin mendapatkan keuntungan demi pengembangan dan keberlangsungan perusahaan kelak. 

Adapun keuntungan yang didapatkan bila menjadi emiten, antara lain: 

1. Nilai perusahaan menjadi meningkat 

Dengan menjadi emiten dan terdaftar di pasar modal, nilai perusahaan akan meningkat. Peningkatan ini juga akan memberikan pengaruh terhadap kepercayaan publik. 

Jika perusahaan memiliki nilai yang terus meningkat, publik akan percaya dan tertarik untuk menanamkan dananya ke perusahaan tersebut. Artinya, semakin banyak suntikan dana ke perusahaan. 

Dana yang didapatkan dari para investor itu kemudian bisa digunakan untuk mendukung keputusan langkah-langkah strategis perusahaan, misalnya ekspansi bisnis. 

2. Citra perusahaan meningkat 

Jika sebuah perusahaan telah tercatat di pasar modal, bisa dibilang perusahaan tersebut terpercaya dan citranya telah diakui publik. 

Segala informasi tentang perusahaan bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat sebagai bukti bahwa perusahaan ini bisa dipercaya. 

3. Keberlangsungan usaha jadi lebih terjamin

Dengan menjadi emiten, perusahaan tersebut berpeluang mendapatkan suntikan dana dari para investor. Dana tersebut bisa dijadikan sebagai modal untuk keberlangsungan usaha di kemudian hari. 

4. Mendapatkan insentif pajak 

Peraturan Pemerintah No. 56 Tahun 2015 menyebut perusahaan berbentuk Perseroan Terbuka bisa mendapatkan insentif Pajak Penghasilan sebesar 5 persen lebih rendah dari Pajak Penghasilan badan dalam negeri. 

Peran emiten di pasar modal

Pasar modal merupakan tempat bertemunya investor dengan emiten. Jadi, keduanya saling berhubungan. 

Emiten memiliki peranan yang penting di dalam pasar modal dan juga perekonomian negara. Tidak hanya bagi para investor, tetapi juga bagi perusahaan emiten itu sendiri. 

Peran utama emiten bagi pasar modal tentu saja menyediakan sarana kepada para investor, baik dalam negeri maupun asing untuk menanamkan modal mereka. 

Berikut ini peran emiten yang wajib kamu ketahui: 

  • Membantu investor yang hendak menanamkan modalnya di pasar modal. 
  • Meramaikan pasar modal dengan berbagai pilihan perusahaan. 
  • Membuka kesempatan orang asing untuk menanamkan modalnya. 
  • Membuat perusahaan mendapatkan modal dari investor.

Syarat sebuah perusahaan bisa menjadi emiten

Apabila perusahaan ingin menjadi emiten, harus ada beberapa persyaratan yang dipenuhi. Di antaranya: 

  • Mempersiapkan efek yang akan ditawarkan atau diperjual belikan kepada investor di pasar modal. 
  • Sebuah perusahaan yang ingin menjadi emiten harus menjamin efek yang diterbitkannya telah sah secara hukum. 
  • Perusahaan harus memberikan informasi selengkap-lengkapnya dan bisa dipertanggungjawabkan. 

Selain ketiga hal di atas, sebuah perusahaan yang ingin menjadi emiten wajib menyerahkan beberapa dokumen, di antaranya: 

  • Laporan keuangan perusahaan yang telah diaudit akuntan publik. 
  • Pendapat dari segi hukum. 
  • Riwayat hidup dewan komisaris atau direksi atau posisi lain yang setara. 
  • Perjanjian dengan Penjamin Emisi Efek. 
  • Pernyataan dari profesi penunjang pasar modal. 
  • Pernyataan tentang komitmen emiten untuk memenuhi ketentuan.
  • Dokumen yang memuat informasi lain sesuai dengan permintaan Otoritas Jasa keuangan.

Persyaratan dokumen di atas berlaku sebagai persyaratan untuk emiten skala kecil dan emiten skala menengah.

Contoh emiten 

Mungkin beberapa dari kamu ada yang masih bingung meski sudah dijelaskan tentang apa itu emiten. 

Agar tidak bingung, Lifepal memberikan beberapa contoh emiten yang telah terdaftar di pasar modal dan tergabung di dalam indeks IDX30.

IDX30 merupakan sekumpulan emiten yang berjumlah 30 yang dipilah dari indeks LQ45. 

Keseluruhan 30 emiten tersebut dinilai memiliki kinerja saham yang baik dan kapitalisasi pasar yang besar. Dengan kata lain, IDX30 boleh menjadi acuan para investor untuk membeli saham.  

Berikut ini daftar emiten dan kode saham IDX30.

Emiten Kode Saham 
Unilever Indonesia Tbk.  UNVR
United Tractors Tbk. UNTR
Sarana Menara Nusantara Tbk. TOWR
Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. TLKM
Semen Indonesia (Persero) Tbk. SMGR
Bukit Asam Tbk. PTBA
Perusahaan Gas Negara Tbk. PGAS
Media Nusantara Citra Tbk. MNCN
Kalbe Farma Tbk. KLBF
Japfa Comfeed Indonesia Tbk. JPFA
Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. INTP
Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. INKP
Indofood Sukses Makmur Tbk. INDF
Vale Indonesia Tbk. INCO
Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. ICBP
H.M. Sampoerna Tbk. HMSP
Gudang Garam Tbk. GGRM
XL Axiata Tbk. EXCL
Erajaya Swasembada Tbk. ERAA
Charoen Pokphand Indonesia Tbk CPIN
Bank BTPN Syariah Tbk. BTPS
Bank Mandiri (Persero) Tbk. BMRI
Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. BBTN
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. BBRI
Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. BBNI
Bank Central Asia Tbk. BBCA
Astra International Tbk. ASII
Aneka Tambang Tbk. ANTM
Adaro Energy Tbk. ADRO
Ace Hardware Indonesia Tbk. ACES

Perbedaan emiten dan perusahaan publik

Setelah membaca apa itu emiten, kamu mungkin bertanya, apa bedanya dengan perusahaan publik? Keduanya ternyata berbeda.

Umumnya seluruh perusahaan publik itu emiten, tetapi tidak semua emiten itu perusahaan publik. 

Emiten diwajibkan untuk menyampaikan pernyataan pendaftaran untuk melakukan penawaran umum. Sementara perusahaan publik diwajibkan melakukan pendaftaran sebagai perusahaan publik. 

Untuk lebih jelasnya, kamu harus mengetahui lebih lanjut tentang pengertian perusahaan publik itu sendiri. 

Pengertian perusahaan publik

Perusahaan publik adalah perseroan terbatas yang sahamnya telah dimiliki sekurang-kurangnya 300 investor atau pemegang saham. 

Selain itu, perusahaan publik paling tidak harus memiliki modal yang disetor ke pasar modal minimal Rp3 miliar.

Jika perusahaan publik adalah perseroan terbatas, emiten adalah pihak, baik swasta maupun pemerintah, yang melakukan penawaran efek ke pasar modal.

Asuransi & Investasi
Asuransi & Investasi

Bisa dikatakan seluruh perusahaan publik itu adalah emiten, tetapi tidak seluruh emiten itu perusahaan publik. 

Sebab tidak semua emiten melepas sahamnya ke publik. Bisa saja emiten tersebut memilih menerbitkan obligasi untuk mendapatkan modal segar.

Sekian informasi singkat mengenai apa itu emiten dan peranannya di pasar modal, semoga bisa memberikan pengetahuan lebih kepada kamu yang ingin memulai investasi saham.

Jika kamu memiliki pertanyaan lainnya seputar hal-hal berkaitan dengan investasi, bisnis, dan masalah keuangan lainnya, silahkan tanyakan ke para ahli di Tanya Lifepal!

Pertanyaan-pertanyaan terkait apa itu emiten 

Berikut ini sejumlah pertanyaan-pertanyaan tentang apa itu emiten dan perannya di pasar modal. 

Apa itu emiten bisa dilihat di dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 53/PJOK.04/2017.

Peraturan tersebut menjelaskan bahwa emiten adalah pihak yang melakukan penawaran umum. Emiten bisa juga disebut perusahaan yang menjual efek.

Efek merupakan surat berharga yang bisa berbentuk obligasi, saham, surat utang, surat pengakuan utang, hingga tanda bukti utang.

Emiten adalah perusahaan yang menjual efek di pasar modal. Contoh emiten adalah perusahaan publik ataupun perusahaan milik pemerintah yang telah terdaftar di bursa.

Contoh dari emiten semisal Bank Rakyat Indonesia dengan kode saham BBRI.

Selain itu, ada Bank Mandiri dengan kode BMRI, Bank BNI dengan kode BBNI, Gudang Garam dengan kode saham GGRM, Unilever dengan kode UNVR, dan masih banyak lagi.

Emiten tersebut biasanya telah tercatat di dalam indeks bursa efek.

Dalam pasar modal, emiten memiliki peran yang sangat penting, yaitu sebagai penyedia sarana kepada para investor dalam maupun luar negeri untuk menanamkan modal yang mereka miliki.

Selain itu, emiten juga berperan untuk meramaikan pasar modal dengan berbagai pilihan perusahaan dan menyeimbangkan modal asing dan dalam negeri.

Tanpa adanya pasar modal, tentu emiten tidak akan ada. Pasar modal memiliki manfaat yang penting bagi emiten karena bisa mempertemukan pencari modal (emiten) dan investor.

Modal yang diinvestasikan ke emiten itu kemudian bisa digunakan emiten untuk mengembangkan bisnis mereka.

Selain itu, pasar modal juga bermanfaat untuk memperkenalkan perusahaan emiten ke khalayak yang lebih luas, tidak cuma di dalam negeri bahkan di pasar investor asing.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →