KPR Refinancing, Cara Memanfaatkan dan Simulasi Perhitungannya

kpr refinancing

KPR refinancing dikhususkan untuk kamu yang merasa kesulitan menyelesaikan utang KPR yang sudah berjalan. Dengan program ini, kamu bisa “memindahkan” sisa angsuran KPR di bank lama ke lembaga keuangan atau bank yang baru. 

Artinya, bank yang baru akan langsung melunasi angsuran di bank lama, dan kamu tinggal mencicil sisa angsuran tersebut di tempat baru dengan bunga yang lebih rendah.

Tujuan refinancing adalah menggunakan pinjaman baru untuk melunasi utang yang lama, hanya saja pinjaman yang baru ini memiliki ketentuan yang lebih meringankan dibanding utang yang lama, misalnya bunga yang lebih rendah. 

Biasanya dengan melakukan refinancing, bunga bisa lebih rendah dan cicilan per bulan bisa lebih rendah. Kamu juga bisa mendapatkan uang tunai pada jenis-jenis tertentu.

Apa itu KPR refinancing?

KPR refinancing adalah proses nasabah KPR mengajukan tambahan dana menggunakan agunan KPR yang masih berjalan atau belum lunas. 

Mengapa mengambil KPR refinancing?

Proses refinancing relatif lebih mudah dan lebih cepat dibandingkan dengan pengajuan pinjaman baru. Sebab, bank sudah mengenal dan tahu track-record pinjaman sebelumnya.

Bunga KPR refinancing lebih murah dibandingkan mengambil, misalnya, kredit multiguna atau KTA. Pasalnya, melanjutkan pinjaman KPR yang sudah ada.

Dengan refinancing, kamu tidak perlu pindah jaminan ke bank. Pindah jaminan ke bank lain membutuhkan proses yang tidak mudah karena pinjaman harus dilunasi dulu supaya dokumen jaminan bisa diambil.

Selain itu, tenor pinjaman KPR refinancing bisa panjang, paling tidak 10 sampai 20 tahun. Berbeda dengan KTA dana tunai yang tenor paling lama tiga tahun atau maksimum lima tahun, yang membuat plafon KTA tidak bisa besar dan cicilan per bulan cukup tinggi.

Produk ini biasanya diajukan masyarakat yang lagi nyicil KPR dengan tiga alasan berikut.

  1. Butuh dana segar dalam jumlah besar
  2. Kesulitan bayar cicilan
  3. Tertarik KPR di bank lain karena fasilitas lebih banyak

Butuh dana segar dalam jumlah besar

Program ini akan tepat digunakan ketika kamu memang tengah butuh dana dalam jumlah cukup besar, yaitu untuk biaya kuliah anak atau mungkin butuh biaya untuk melakukan renovasi rumah karena anak-anak sudah harus punya kamar masing-masing.

Dana segar tersebut akan didapat dari selisih nilai jual rumah saat ini dibandingkan harga saat pertama kali mengajukan KPR. Karena nilai rumah normalnya akan bertambah tinggi seiring berjalannya waktu.

Misalnya, kamu membeli rumah seharga Rp600 juta. Setelah 4 tahun, nilai rumah tersebut sudah mencapai Rp900 juta. Selisih tersebut yang bisa kamu ambil melalui refinancing.

Ketika kamu mengajukan program KPR ini, tim appraisal bank akan melihat dan menilai harga jual rumah pada saat pengajuan refinancing.

Bila menurut bank rumahmu sudah berharga Rp1 miliar setelah lima tahun dihuni. Artinya ada selisih Rp400 juta yang akan diperoleh dari hasil refinancing. Bank memang hanya akan menyetujui sekitar 80 % dari harga jual, tapi sudah bisa memberikan dana segar yang kamu butuhkan.

Setidaknya, kamu bisa kembali mengatur keuangan dengan baik ketika gaji yang diterima tidak sebesar saat pertama kali mengajukan KPR. Sehingga kamu bisa kembali menata kehidupan keluarga dengan lebih tenang.

Kesulitan bayar cicilan

Di tengah perjalanan mencicil KPR, kamu mengalami pengurangan gaji karena Covid-19 atau menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). 

Meski kemudian bisa mendapat pekerjaan baru, tapi gaji yang didapat tidak sebesar di tempat lama. Itu membuatmu akan merasa kesulitan membagi gaji dengan jumlah cicilan KPR yang sama.

Saat itulah kamu butuh mengambil program ini. Untuk lebih mudahnya, kamu bisa mengajukan proses refinancing ke bank pemberi KPR.

Memang dengan melakukan refinancing, proses cicilan akan kembali dari awal lagi. Tapi setidaknya jumlah angsuran yang harus dibayar tiap bulan bisa disesuaikan dengan penghasilan terbarumu. 

Tertarik KPR di bank lain karena fasilitas lebih banyak

Dalam sebuah hitungan cicilan KPR yang berlangsung selama 10 tahun, perbedaan bunga 0,5 % -1 % saja akan cukup terasa. Karena selisih yang didapat dari perbedaan bunga tersebut akan cukup besar ketika diakumulasi selama kamu mencicil KPR.

Kondisi ini membuat kamu tertarik pindah KPR di bank lain karena menawarkan fasilitas yang lebih banyak.

Contohnya, kamu harus membayar cicilan KPR sebesar Rp3.950.000 per bulan dengan tenor 10 tahun dan bunga 10%. Saat ada bank lain yang memberi bunga 9% dengan tenor yang sama, maka cicilanmu bisa turun menjadi Rp3.545.000 per bulan.

Dengan kondisi tersebut, berarti ada selisih Rp405.000 per bulan yang bisa kamu tabung. Jika dikalikan selama 120 bulan, maka kamu bisa menyimpan dana hingga Rp48.600.000. Jumlah selisih yang lebih dari lumayan meski berbeda bunga 1% saja.

Keuntungan KPR refinancing

Ada beberapa keuntungan KPR refinancing yang tentunya bisa dimanfaatkan. Kamu bisa memindahkan sisa cicilan ke pihak lain dengan bunga yang lebih rendah. Dengan bunga yang lebih rendah, itu berarti kamu juga memiliki cicilan yang lebih rendah juga, di saat seperti ini kamu pun bisa memanfaatkan kesempatan dengan menghemat lebih banyak lagi. 

Sisa uang yang berhasil dihemat tentunya bisa ditabung dan dimanfaatkan untuk pengeluaran lain yang juga membutuhkan.

Kelebihan lainnya, kamu bisa mendapatkan dana segar. Sebab, ada jenis program KPR ini yang memungkinkan kamu memindahkan sekaligus mengajukan pinjaman tambahan, yang bisa dimanfaatkan untuk beragam kebutuhan lain.

Risiko KPR refinancing

Ada keuntungan, tentunya ada juga kekurangan yang wajib diperhatikan. Saat berencana untuk mengambil program ini, sebaiknya perhatikan kontrak yang sudah berlangsung dengan bank yang menerbitkan kredit pemilikan rumahmu. 

Apakah ada sistem penalti yang akan dikenakan terhadap nasabah yang bersangkutan?

Biasanya penalti muncul dalam nominal yang tidak kecil, sehingga hal tersebut juga perlu diperhatikan bagi debitur. Namun, hal ini tidak bisa disama-ratakan. Setiap bank memiliki ketentuan yang berbeda mengenai perhitungan penalti.

Kapan bisa mengajukan KPR refinancing?

Buat kamu yang mau mengajukan KPR refinancing, disarankan melakukannya minimal satu tahun setelah pembelian. 

Pasalnya, harga tanah dan rumah biasanya naik dalam setahun. Apalagi, jika rumahmu berlokasi strategis dan harganya terus naik, kamu pun akan mendapatkan kredit dengan jumlah lebih besar dari harga rumah saat dibeli.

Misalnya, jika kamu pada dua tahun lalu membeli rumah seharga Rp500 juta maka bisa jadi rumah kamu sekarang bernilai lebih dari Rp600 juta. 

KPR refinance akan membuat penyesuaian dengan KPR lama setelah menilai ulang harga rumahmu. KPR baru akan didasarkan pada nilai baru rumah Anda dan bunga kredit baru. Tentu saja setelah dikurangi cicilan KPR yang telah kamu bayarkan sebelumnya.

KPR refinancing BCA

Kamu bisa mengajukan permohonan kredit refinancing ini ke salah satu bank Tanah Air, misalnya Bank Central Asia (BCA).

Perhitungan

Jangka waktu Suku bunga
1 tahun 8%
2 tahun 8,5%
3 tahun 9%
5 tahun 9,5%

*perhitungan suku bunga akan dihitung berdasarkan metode floating setelah melewati jangka waktu yang ditentukan.

Biaya administrasi

Plafon (Rp) Biaya administrasi (Rp)
S.d Rp1 miliar Rp500.000
> Rp1 miliar – Rp3 miliar Rp750.000
> Rp3 miliar Rp1.000.000

Syarat pengajuan KPR refinancing BCA

Berikut syarat pengajuan yang harus dipenuhi:

  • WNI dan bertempat tinggal di Indonesia.
  • Berusia min. 18 Tahun atau telah menikah dan max. 55 (karyawan) atau 65 tahun (profesional/pengusaha).
  • Lama bekerja untuk karyawan min. 1 tahun di perusahaan yang terakhir atau total pengalaman kerja min. 2 tahun. Sedangkan, lama Berusaha/Profesi untuk pengusaha atau profesional min. 2 tahun (bidang yang sama).
  • Pemohon wajib menutup asuransi (jiwa dan kebakaran) dengan syarat banker’s clause.
  • Bersedia menandatangani perjanjian kredit dan APHT (Akta Pembebanan Hak Tanggungan).
  • Menggunakan pembayaran angsuran secara auto debet dari rekening Pemohon yang bersangkutan di BCA.

Tips mengajukan KPR refinancing

Berikut ini tips bagi kamu yang akan mengajukan program ini:

  • Perbaiki rumah agar terlihat bagus di mata tim appraisal Bank. Misalnya dengan mengecat ulang dan menata halaman. Rumah yang terlihat bagus akan dinilai lebih tinggi dibanding rumah yang terlihat tidak terurus.
  • Bandingkan tawaran KPR refinancing dari sejumlah Bank. Lihat dan cermati mana yang memberikan tawaran lebih menarik dan menguntungkan untukmu.
  • Hitung dengan cermat biaya yang harus kamu keluarkan saat melakukan refinancing. Umumnya berkisar antara 0,5 – 3 % dari nilai kredit.
  • Cek ulang dalam klausul KPR lama kamu apakah ada denda jika dilunasi lebih awal atau memilih untuk melakukan refinancing. Mayoritas bank menerapkan denda penalti ketika nasabah melunasi sebelum waktunya. Jika denda ini cukup menguras isi tabungan, sebaiknya kamu berpikir ulang untuk mendapatkan dana secara refinancing.
  • Ketika kamu akhirnya memutuskan untuk melakukan program refinancing, pastikan dana yang akan didapat nanti akan dipergunakan untuk sesuatu yang produktif. Jangan sampai dana hasil refinancing hanya dipakai untuk berlibur atau membeli barang konsumtif.
  • Sebaiknya dana yang didapat diputar sebagai modal usaha. Kalau tidak, bisa dipakai berinvestasi dalam bentuk reksadana atau emas yang saat ini masih cukup menguntungkan.
  • Coba hitung berapa cicilan bulanan KPR yang kamu ambil

Kamu penasaran berapa cicilan KPR bulananmu? Coba hitung estimasinya menggunakan kalkulator bunga flat dari Lifepal berikut.

Hasil perhitungan di atas hanya sebatas kisaran saja ya karena tiap perusahaan bank memiliki ketentuan berapa minimal bayar tagihan KPR per bulan sesuai kebijakan masing-masing.

Lindungi pembayar KPR dengan asuransi jiwa

Asuransi berfungsi sebagai proteksi keuangan, yaitu menjamin kondisi keuangan tetap baik-baik saja sekalipun terjadi risiko yang membebani pengeluaran. 

Kenapa asuransi punya fungsi seperti itu? Sebab asuransi bekerja dengan mengganti biaya kerugian yang ditimbulkan beberapa risiko. 

Karena fungsinya sebagai proteksi itulah, asuransi tersebut dimasukkan dalam komponen biaya KPR oleh bank. Ditambah lagi adanya ketentuan bank memasukkan asuransi jiwa ke dalam biaya KPR telah diatur di Peraturan Menteri Keuangan RI No. 124/PMK.010/2008.

Peraturan tentang Penyelenggaraan Lini Usaha Asuransi Kredit dan Suretyship menjelaskan bahwa “asuransi kredit adalah lini usaha asuransi umum yang memberikan jaminan pemenuhan kewajiban finansial penerima kredit apabila penerima kredit tidak mampu memenuhi kewajibannya sesuai dengan perjanjian kredit.”

Dari bunyi ketentuan di atas, kita bisa menangkap maksud dari adanya asuransi perlindungan jiwa bagi yang tengah memiliki KPR, yaitu sebagai pengganti kewajiban yang semestinya dibayar debitur selama masa cicilan berlangsung (tenor KPR) dengan syarat si debitur gak bisa lagi memenuhi kewajibannya.

Bisa saja selama cicilan belum lunas, si nasabah KPR mengalami risiko yang menyebabkannya gak mampu lagi membayar cicilan KPR sampai selesai. Nah, konsekuensi dari risiko itulah yang kemudian diambil alih oleh perusahaan asuransi.

Jika kamu punya pertanyaan lain tentang asuransi, investasi, bisnis, hukum, gaji dan karier, tanyakan langsung ke pakar rekanan Lifepal lewat Tanya Lifepal

Pertanyaan seputar KPR Refinancing

Apa itu KPR refinancing?

KPR refinancing adalah proses nasabah KPR mengajukan tambahan dana menggunakan agunan KPR yang masih berjalan atau belum lunas.

Apa tujuan refinancing KPR?

Tujuan refinancing mendapatkan dana tunai secara cepat dan mudah dari agunan pinjaman.

Apa alasan melakukan refinancing KPR?

Proses refinancing relatif lebih mudah dan lebih cepat dibandingkan dengan pengajuan pinjaman baru. Mungkin karena bank sudah mengenal dan tahu track-record pinjaman sebelumnya.
Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →