Apa Itu Pasar Saham? Ini yang Investor Pemula Wajib Tahu

Seorang pria tengah memperhatikan pergerakan saham (Shutterstock).

Berinvestasi saham tanpa mengenal apa itu pasar saham dapat menyebabkan investor berada dalam kebingungan. Malahan investor yang minim pengetahuan cuma ikut-ikutan aja dalam memilih saham yang mau dibeli.

Indonesia menurut data yang dirilis PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah memiliki jumlah investor sebanyak 1.858.803 berdasarkan kepemilikan Single Investor Identification (SID).

Dari banyaknya orang Indonesia yang terdaftar punya SID, sebanyak 933.050 SID menurut Laporan Kinerja 2016 – 2019 tersebut tercatat memiliki aset saham. SID adalah nomor tunggal identitas nasabah (investor) yang diberikan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Jumlah kepemilikan SID tersebut meningkat dibanding tahun 2018 yang jumlahnya mencapai 1.619.372. Kemudahan membuka rekening efek secara online hingga terjangkaunya modal berinvestasi dimulai dari Rp 100 ribu menarik minat banyak orang buat terjun ke saham.

Pencapaian ini tentu aja perlu diapresiasi, apalagi Bursa Efek Indonesia sedang giat-giatnya mengajak orang-orang buat menjadi investor saham. Namun, bukan berarti orang-orang yang telah tergabung paham sepenuhnya lho soal pasar saham.

Istilah Bullish ataupun Bearish aja masih ada yang belum tahu, padahal mereka telah memiliki SID sebagai investor saham. Kalau kamu menjadi salah satu investor yang belum mengerti pasar saham, ulasan berikut ini bakal membantumu memahaminya.

Apa itu pasar saham? Ini dasar-dasar yang perlu diketahui

Pasar saham (Shutterstock)
Pasar saham (Shutterstock)

Pertama-tama, setiap investor yang baru atau hendak investasi saham harus terlebih dahulu memahami definisi pasar saham. Apa itu?

Pasar saham adalah tempat di mana para investor terhubung buat transaksi jual beli saham perusahaan publik, baik melalui bursa maupun di luar bursa. Seperti kegiatan keuangan lainnya, kegiatan ini juga diatur dalam regulasi yang dibuat Pemerintah.

Salah satu regulasi menjadi acuan berjalannya kegiatan ini adalah Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Undang-undang tersebut berisikan aturan dan ketentuan mengenai aktivitas di pasar modal.

Beda pasar saham dan bursa efek

Cukup banyak orang yang keliru dalam memahami pasar saham. Ada anggapan kalau pasar saham itu sama dengan bursa efek layaknya Bursa Efek Indonesia (BEI). Padahal, pasar saham itu merupakan bagian dari bursa efek.

Bursa efek adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan/atau sarana buat mempertemukan penawaran jual dan beli efek pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan efek di antara mereka.

Sementara efek adalah surat berharga, meliputi surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek, dan setiap derivatif dari efek.

Dengan kata lain, di bursa efek investor gak cuma bisa membeli atau menjual saham, tetapi juga bisa membeli atau menjual surat berharga ataupun obligasi. Bursa efek juga memberi informasi mengenai permintaan ataupun penawaran saham.

Investor perorangan difasilitasi perusahaan sekuritas dalam jual beli saham

Jangan bayangkan pasar saham itu seperti pasar pada umumnya di mana para investor saling bertemu buat melakukan transaksi saham. Kamu yang telah memiliki SID alias menjadi investor perorangan difasilitasi perusahaan sekuritas buat jual beli saham.

Tiap-tiap perusahaan sekuritas menyediakan aplikasi online trading bagi orang-orang yang mendaftarkan diri buat mendapat SID melaluinya. Di aplikasi online trading tersebut tiap pemilik SID dapat membeli saham ataupun menjual saham yang dimilikinya.

Transaksi saham dimulai ketika jam perdagangan saham dimulai. Jam perdagangan saham di BEI:

  • Senin – Kamis: pukul 09.00.00 – 12.00.00 dan 13.30.00 – 15:49:59
  • Jumat: pukul 09:00:00 – 11:30:00 dan 14:00:00 – 15:49:59.

Memahami pasar saham dengan melihat indeks harga saham

Indeks pergerakan saham
Indeks pergerakan saham

Harga saham bergerak gak menentu. Terkadang harga saham per lembar itu naik, terkadang harga saham per lembarnya turun.

Perubahan harga saham tercermin dalam suatu indeks harga saham. Indeks harga saham adalah indikator atau ukuran yang mengukur perubahan harga dari suatu pasar saham atau sebagian pasar.

Ketika indeks harga saham bergerak naik, sebagian besar saham yang masuk indeks tersebut bergerak naik. Begitu juga sebaliknya. Waktu indeks harga saham bergerak turun, sebagian besar saham yang ada di indeks bergerak turun.

Di pasar saham Indonesia, ada banyak indeks yang dapat digunakan investor saham sebagai pedoman dalam berinvestasi. Berikut ini daftarnya.

 

Indeks harga saham Deskripsi
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indeks yang digunakan dalam mengukur pergerakan semua saham di BEI.
Indeks LQ45 Indeks yang digunakan buat mengukur pergerakan harga 45 saham terpilih dengan likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar besar, dan ditunjang fundamental yang baik.
Indeks IDX30 Indeks yang digunakan buat mengukur pergerakan harga 30 saham yang punya likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar besar, dan ditunjang fundamental yang baik.
Indeks IDX80 Indeks yang digunakan buat mengukur pergerakan harga 80 saham yang punya likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar besar, dan ditunjang fundamental yang baik.
Indeks IDX Value30 (IDXV30) Indeks yang mengukur pergerakan harga 30 saham yang punya valuasi harga yang rendah dengan likuiditas serta keuangan yang baik. 
Indeks IDX Growth30 (IDXG30) Indeks yang mengukur pergerakan harga 30 saham yang punya tren pertumbuhan laba bersih dan pendapatan relatif terhadap harga dengan likuiditas transaksi serta keuangan yang baik.

 

Daftar di atas merupakan sebagian dari indeks harga saham yang ada. Sebenarnya, masih banyak indeks yang bisa dijadikan acuan dalam melihat perkembangan pasar saham, seperti Indeks KOMPAS100, Jakarta Islamic Index (JII), Indeks Bisnis-27, hingga Indeks PEFINDO25.

Seputar trading saham yang sebaiknya diketahui

Trading saham (Shutterstock).
Trading saham (Shutterstock).

Selain investasi saham, ada juga istilah trading saham di pasar saham. Investasi saham bersifat jangka panjang. Sementara trading saham bersifat jangka pendek.

Terus pelaku dalam investasi saham dikenal sebagai investor. Sementara pelaku dalam trading saham adalah trader.

Aksi trading saham dilakukan supaya bisa memperoleh keuntungan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya (jangka pendek). Sebagian trader aktif dalam jual beli saham dalam waktu harian. Sebagian trader lainnya aktif membeli saham dan memegangnya selama sebulan.

Perbedaan lainnya adalah pelaku trading saham melakukan jual beli saham dengan mengacu pada hasil analisis teknikal. Berbagai indikator teknikal dari moving average hingga stochastic digunakan dalam mengambil keputusan, apakah waktunya membeli atau menjual.

Informasi yang diberikan perusahaan sekuritas, termasuk laporan analisis, riset saham, dan charting tools juga dipergunakan dalam mengambil keputusan trading saham.

Analisis fundamental vs analisis teknikal

Pertarungan saham sungguh sengit (Shutterstock).
Pertarungan saham sungguh sengit (Shutterstock).

Menentukan saham mana yang layak dibeli dapat dilakukan dengan cara melakukan analisis, baik analisis fundamental maupun analisis teknikal. Kedua analisis ini boleh digunakan sendiri-sendiri ataupun dipakai bersamaan.

Analisis fundamental adalah metode yang menentukan kelayakan beli suatu saham dengan menimbang faktor ekonomi dan kondisi keuangan suatu perusahaan.

Sementara analisis teknikal adalah metode dalam menentukan saham mana yang harganya berpeluang naik dengan melihat statistik dari aktivitas perdagangan.

Benjamin Graham, yang terkenal sebagai penulis The Intelligent Investor sekaligus gurunya Warren Buffett, menekankan betapa pentingnya analisis fundamental dalam berinvestasi. 

Dalam bukunya, Benjamin Graham menyebut perlunya melihat sejumlah faktor dalam melakukan analisis fundamental, seperti:

  • Sektor perusahaan.
  • Pendapatan atau revenue yang diperoleh.
  • Current ratio.
  • Utang yang dimiliki perusahaan.
  • Earning per share atau EPS.
  • Price to earning ratio.
  • Pembayaran dividen yang dilakukan perusahaan.

Lain lagi dengan analisis teknikal. Ada alat dengan sejumlah indikator buat melihat kecenderungan pergerakan harga saham, apakah naik ataupun turun, dan alat tersebut yang dipakai dalam melakukan analisis teknikal.

Sejumlah indikator cukup populer digunakan dalam melakukan analisis teknikal, seperti:

  • Trend, yang mencakup pemakaian indikator Moving Average, Moving Average Convergence Divergence (MACD), hingga parabolic SAR.
  • Momentum, yang mencakup pemakaian indikator Relative Strength Index (RSI), Stochastics, hingga Commodity Channel Index.
  • Volatility, yang mencakup pemakaian indikator bollinger bands, envelopes, average true range, volatility channels indicator, volatility chaikin, dan projection oscillator.
  • Volume, yang mencakup pemakaian indikator ease of movement, chaikin money flow, on balance volume, demand index, dan force index.

Itu tadi informasi mengenai pasar saham yang investor pemula sebaiknya ketahui. Masih banyak lagi informasi lainnya terkait pasar saham yang bisa kamu temukan lebih banyak lagi di Lifepal Media. (Editor: Winda Destiana Putri).