Apa Saja Sih Persiapan Sebelum bisnis Online? 10 Hal Ini Bisa Kamu Terapkan

bisnis online syariah

Bisnis online susah-susah gampang. Ada yang bilang tinggal modal Internet, bisnis bisa dijalankan.

Betul juga sih. Bisnis jalan. Tapi, dijamin jalan terus enggak? Apa malah jalan mundur?

Sama saja kayak bisnis offline alias di dunia nyata, ada beberapa hal yang dibutuhkan sebelum berbisnis online. Gak hanya Internet dan laptop.

Apa saja sih persiapan sebelum bisnis online yang dibutuhkan? 10 hal ini bisa kamu terapkan:

1. Pakai “alat” pemasaran

Di dunia Internet, banyak alat yang bisa dipakai buat promosi dan pemasaran. Di antaranya media sosial semacam Facebook dan situs jual-beli misalnya Tokopedia.

Jadi, gak hanya bermodal situs online shop. Bahkan tanpa situs pun bisa berbisnis online dengan media sosial dan situs jual-beli. Dengan alat ini, jangkauan pemasaran bisa lebih luas.

2. Jelas

Kejelasan adalah salah satu cara menarik konsumen. Mau jual apa pun kalau yang dijual gak jelas ya pelanggan emoh beli.

Misalnya jual sepatu tapi gak menyertakan ukuran. Lha gimana pembeli bisa tahu ukuran sepatu itu pas dengan kakinya?

Karena itu, bikin produk yang dijual sejelas mungkin. Sertakan gambar dan detail dari ukuran, warna, sampai cocok dipakai buat apa itu produk.

3. Perhatian

Melupakan masa lalu dengan mantan itu boleh-boleh saja. Tapi produk yang dijual lama dan stoknya habis jangan dilupakan. Kalau produk itu masih terpajang dan mau dibeli gimana?

Pembeli akan kecewa setelah diberi tahu stok habis. Mending, stok yang udah habis dihapus dari daftar dagangan. Kalaupun stok habis dan akan distok ulang, beri penjelasan kapan barang itu udah bisa tersedia.

4. Orisinal

Kalau jualan baju, ya foto baju dagangan itu yang di-upload ke situs. Bukan baju milik lapak lain. Meski barangnya sama, hindari praktik ini, ya.

Sebab bisa-bisa kita dituntut orang yang punya barang. Yang lebih parah, nama toko online kita jadi jelek dan ditinggal pembeli gara-gara perbuatan ini.

5. Promosi

Jangan sampai pelit menebar promosi dan diskon. Tapi jangan keseringan juga, biar gak rugi.

Pilih waktu khusus untuk promosi, misalnya tiap Sabtu. Bisa juga saat hari khusus, kayak Hari Kartini buat promosi produk ibu-ibu. Promosi dan diskon bakal menarik konsumen tentunya.

6. Jujur

Berani jujur, hebat! Begitu slogan Komisi Pemberantasan Korupsi. Penjual yang jujur pasti dipercaya pelanggannya.

Kalau duit transfer kelebihan, kembalikan. Kalau produk ada sedikit cacat, kasih tahu. Dengan begitu, tak ada omongan di belakang yang bisa menjatuhkan reputasi kita.

7. Tulis alamat

Orang sering ragu untuk belanja online kalau penjualnya gak nulis alamat dengan jelas. Itu wajar, karena takut terjadi penipuan.

Dengan menulis alamat yang jelas, kita bisa membuktikan bahwa kita gak niat nipu. Kalau nipu, bisa didatangi ke alamat yang dimaksud. Tunjukkan juga foto alamat tersebut biar pembeli semakin yakin.

8. Ramah

Siapa sih yang gak suka orang ramah? Kadang kita temui penjual online nulis dengan huruf kapital, “JADILAH PEMBELI YANG CERDAS.” Ini jadi kayak menggurui.

Mending pilih kata-kata yang lebih bijak, misalnya “Mohon Baca Syarat dan Ketentuan dengan Teliti untuk Menghindari Kesalahpahaman.” Lebih enak dibaca, to?

9. Komunikatif

Dengan terjun berbisnis online, kita bisa menjalani multiperan. Pemilik usaha, sales, sampai petugas call center.

Saat jadi sales dan penerima telepon, kita mesti komunikatif dengan pelanggan agar mereka gak kabur. Jika ada kesalahan, jelaskan dengan hati dan kepala dingin. Bukan balas membentak.

10. Catat penjualan

Saat satu barang terjual, catat. Begitu juga saat barang lainnya laku. Catat semuanya agar keuangan bisa ditata dengan lebih baik.

Kalau gak ada catatan, kita gak bisa menetapkan target untuk meraih sukses lebih besar. Catatan ini bisa jadi patokan untuk meningkatkan usaha pada periode penjualan berikutnya.

Selain kesepuluh hal tersebut, mungkin ada beberapa hal lain yang dibutuhkan sebelum berbisnis online. Jangan lupa, bisnis online tetap butuh modal meski terhitung lebih kecil ketimbang bisnis offline.

Gak mau dong modal untuk bisnis itu menguap begitu saja? Jadi, selalu pertimbangkan langkah matang-matang sebelum terjun jadi pengusaha entah offline entah online.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →