Apa Sih Paklaring yang Jadi Syarat Wajib Klaim BPJS Ketenagakerjaan?

[TEMPO/STR/Hariandi Hafid]

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Ketenagakerjaan merupakan salah satu program pemerintah untuk memberikan jaminan hari tua buat masyarakat.

Untuk menikmati fasilitas yang ditawarkan oleh BPJS Ketenagakerjaan, kita perlu menjadi pesertanya terlebih dahulu. Baik sebagai penerima upah dan bukan penerima upah.

Terlebih lagi kini dana JHT BPJS Ketenagakerjaan sudah dapat dicairkan hingga 100 persen tanpa perlu menunggu usia 10 tahun kepesertaan.

Hal itu berdasarkan Peraturan Pemerintah No 60 tahun 2015 yang mulai berlaku sejak 1 September 2015.

Namun untuk dapat mencairkan dana JHT BPJS Ketenagakerjaan, kita harus memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan oleh BPJS, seperti:

  • Harus berstatus tidak sedang bekerja.
  • Fotocopy dan Asli KTP atau SIM.
  • Fotocopy dan Asli kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan.
  • Fotocopy dan Asli Kartu Keluarga (KK).
  • Fotocopy dan Asli Paklaring (surat keterangan berhenti bekerja).
  • Fotocopy dan Asli buku tabungan bank.
  • Pas foto 3×4 dan 4×6 masing-masing 4 rangkap.

Apabila dokumen-dokumen di atas sudah disiapkan,maka kita sudah bisa datang langsung ke kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat untuk melakukan pencairan.

Pengajuan klaim juga harus dilakukan melalui situs resmi BPJS Ketenagakerjaan dan melakukan pendaftaran online e-klaim.

Beberapa dokumen di atas harus dilengkapi agar pencairan dana dapat berjalan lancar, termasuk salah satunya surat paklaring yang memberikan keterangan kalau kita memang sudah berhenti bekerja.

Sayangnya, gak sedikit orang yang surat paklaringnya salah atau tidak sesuai dengan ketentuan dari pihak BPJS. Jadi, membuat mereka harus bolak-balik mengurus surat paklaring.

Ya, kalau kantor lamanya masih satu kota, lah kalau beda gimana? Terus kalau kantornya udah tutup gimana? Duh, bakalan ribet banget gak sih?

Tapi sebelum itu, pahami dulu yuk apa sih surat paklaring dan kenapa dibutuhkan untuk klaim dana JHT BPJS Ketenagakerjaan.

Apa itu paklaring?

Paklaring adalah sebuah surat keterangan yang menyatakan kalau seseorang pernah bekerja di sebuah perusahaan atau lembaga dengan posisi dan jabatan, serta jangka waktu tertentu.

Di dalam surat itu biasanya tertulis kapan kita mulai kerja hingga akhir masa kerja. Nah, surat paklaring itu biasanya dikeluarkan oleh perusahaan saat masa kerja telah berakhir.

Salah satu syarat seseorang bisa mendapatkan paklaring adalah masa kerja minimal satu tahun. Jadi, jika seseorang sudah bekerja lebih dari setahun, maka ia berhak mendapatkan paklaring saat resign atau mengundurkan diri.

Meski hanya berisi keterangan, tapi paklaring memiliki fungsi yang luar biasa lho, yaitu untuk mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan.

Contoh paklaring

Saat menerima surat paklaring, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dan tidak boleh salah. Contohnya, tanggal berhenti kerja tidak boleh berbeda dengan yang kantor laporkan ke BPJS.

Jadi, harus sama persis. Kalau gak, harus membuat ulang menjadi tanggal yang sama. Selain itu, surat paklaring juga harus ditandatangani dan dilegalisir oleh perusahaan.

Nah, itu dia contoh paklaring yang benar dan sesuai dengan ketentuan BPJS Ketenagakerjaan untuk klaim dana JHT-mu. Apabila kamu ingin tahu lebih lengkap contoh paklaring dan apa saja manfaat lain paklaring secara umum, silakan baca di artikel contoh paklaring sebagai Bukti Pengalaman Kerja.