Apa Yang Harus Dilakukan Kalau Jadi Korban Bullying di Kantor?

bullying di kantor

Meski sudah banyak makan korban, bullying alias perisakan masih sering terjadi. Bahkan gak cuma di sekolah. Di kantor juga ada bullying.

 

Khusus di tempat kerja, perbuatan bullying itu makin berbeda tipis dengan bercanda. Niatnya mungkin bercanda, tapi mungkin kebablasan sehingga yang diajak bercanda jadi tersinggung.

 

Misalnya tas disembunyikan sampai jam pulang kantor. Kalau cuma beberapa saat sih mungkin gak apa-apa. Tapi kalau sampai waktunya pulang, itu sudah kebangetan.

 

Bahkan ada bullying yang lebih menyakitkan, yaitu lewat kata-kata alias verbal. Ini bukan bercanda lagi, tapi sudah jelas bullying.

 

Contohnya dikatain lemot alias lemah otak terus-menerus. Masak, gak sakit hati dibilang begitu?

 

Kalau kita termasuk orang yang sering jadi target bercanda berlebihan atau bahkan bullying di kantor, sudah saatnya kita melawan. Bullying itu termasuk kekerasan, gak layak didiamkan saja.

 

Bullying ini bisa berdampak terhadap kinerja kita, lho. Kalau kinerja jeblok, karier dipastikan mentok. Bukan naik gaji, bisa-bisa malah jabatan dipreteli.

 

Mau bayar cicilan pakai apa coba kalau dipecat? Mungkin duit pesangon bisa dipakai sementara untuk bertahan hidup, tapi tetap saja kita mendapat kesusahan.

 

[Baca: Gak Ada yang Abadi, Kalau Dipecat dari Pekerjaan 5 Hal Ini Bisa Membantumu Bertahan]

 

Tapi, bagaimana melawan bullying. Itu yang menjadi pertanyaan. Mukul orangnya? Njambak? Itu sama saja melakukan kekerasan juga.

 

Ada cara yang lebih elegan untuk melawan bullying di kantor. Sebab, bullying di kantor dilakukan oleh orang dewasa.

 

bullying di kantor

Bullying di kantor memang macam-macam bentuknya

 

 

Pastinya orang dewasa punya kendali emosi yang lebih baik ketimbang anak sekolah, dong. Jadi, kita pun mesti bersikap dewasa untuk menghadapinya.

 

Cara Melawan Bullying di Kantor

Setidaknya ada 4 cara melawan bullying di kantor. Cara-cara ini bisa dipraktikkan jika kita apes jadi korban bullying di kantor.

 

1. Meningkatkan kepercayaan diri

Kepercayaan diri adalah modal utama untuk tampil prima di tempat kerja. Jangan biarkan bullying mempengaruhi kinerja.

 

Caranya, selalu berfokus pada kerjaan. Coba selesaikan pekerjaan sebaik mungkin. Bullying memang mengganggu, tapi selalu ingat: kalau dipecat mau bayar cicilan pakai apa? Biar jadi motivasi.

 

[Baca: Stress Terlilit Utang Bank? Jangan Panik, Begini Opsi Penyelesaiannya]

 

2. Bicarakan dengan kolega

Dalam satu kantor, gak mungkin dong semuanya mem-bully kita. Pasti ada kolega yang masih mau berbaik hati.

 

bullying di kantor

Tingkatkan kepercayaan diri dan bangun komunikasi dengan kolega

 

 

Sahabat di kantor, misalnya. Coba bicarakan masalah ini dengannya. Dengan berbagi cerita, beban jadi lebih ringan.

 

Siapa tahu dia juga mau membantu kita melawan para bully. Bagaimanapun, bullying bukanlah faktor yang bisa membuat nyaman situasi kerja.

 

3. Temui atasan

Kalau bullying makin parah, saatnya kita ambil langkah yang lebih serius. Temui atasan langsung untuk mengungkapkan masalah yang kita hadapi.

 

Atasan yang baik pasti mau mendengarkan keluh-kesah bawahannya. Apalagi jika kita termasuk pegawai yang berkinerja baik.

 

Dalam pembicaraan itu, coba tawarkan solusi yang mungkin bisa diambil. Misalnya menegur langsung si bully. Atau mungkin memindahkan kita ke divisi lain agar gak sekelompok lagi dengan si bully.

 

4. Resign

Cara ini adalah yang terakhir bisa ditempuh jika cara-cara lain gak manjur. Ketimbang kerja menanggung beban, lebih baik memulai kehidupan baru di tempat lain.

 

Tapi kita mesti memikirkan matang-matang keputusan ini. Jika memungkinkan, cari pekerjaan dulu sebelum memutuskan resign. Jadi, gak luntang-lantung setelah resign.

 

bullying di kantor

Jangan asal resign, mantapkan diri dan rencanakan dengan matang

 

 

Atau mungkin mau buka usaha sendiri? Itu lebih baik. Namun perlu dipikirkan modal untuk usaha tersebut.

 

Langkah nomor empat bisa diambil jika sudah sangat terdesak. Siapa tahu dengan buka usaha sendiri kita malah lebih sukses?

 

Bisa jadi bos buat diri sendiri, lagi. Tapi ingat, setelah jadi bos, jangan biarkan bullying terjadi di tempat kerja yang kita punyai.

 

[Baca: Mau Buka Usaha Kecil-Kecilan dengan Modal Gak Lebih dari Rp 10 Juta, Tapi Tabungan Gaji Jadi Karyawan Gak Cukup, Gimana Dong?]

 

 

 

Image credit:

  • http://id.jobsdb.com/id-id/wp-content/uploads/sites/3/2014/10/bully-740x340B.jpg
  • http://blog.jobsmart.co.id/wp-content/uploads/2016/03/Screenshot_19.png
  • http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com/medias/679616/big/Pria+menangis+di+tempat+kerja.jpg