Punya 2 Kartu BPJS Ketenagakerjaan, Bisakah Dicairkan?

Cara cairkan punya 2 Kartu BPJS Ketenagakerjaan

Kalau punya 2 kartu BPJS Ketenagakerjaan, apakah keduanya bisa dicairkan? Bagaimanakah cara mencairkan kedua kartu BPJS TK tersebut?

BPJS Ketenagakerjaan merupakan salah satu program pemerintah untuk menjamin masa tua para pekerja lewat Jaminan Hari Tua (JHT).

Buat menikmati fasilitas BPJS Ketenagakerjaan ini, para peserta JHT wajib membayar iuran setiap bulan. Uang bisa dicairkan dengan syarat peserta lagi gak bekerja.

Konsepnya hampir sama dengan asuransi jiwa. Akan tetapi, asuransi jiwa biasanya menawarkan pertanggungan yang variatif dibandingkan BPJS Ketenagakerjaan.

Ada promo premi hemat hingga 25% jika kamu membeli asuransi jiwa di Lifepal.

Selain hasil akumulasi, dana juga bakal ditambahkan dari hasil pengembangan (bunga) yang selalu berada di atas bunga deposito bank pemerintah.

Sementara itu, iuran yang harus dibayar para peserta BPJS Ketenagakerjaan adalah sebagai berikut.

  • Penerima upah: 5,7 persen per bulan dari upah yang dilaporkan dengan pembagian dua persen dari upah pekerja dan 3,7 persen dari perusahaan.
  • Bukan penerima upah: sebesar dua persen per bulan dari penghasilan yang dilaporkan.
  • Pekerja migran Indonesia: sebesar Rp105 ribu – Rp600 ribu per bulan.

Standar upahnya itu sendiri berdasarkan upah pokok dan tunjangan tetap yang diterima peserta.

Selain iuran, ada beberapa hal yang sering menjadi pertanyaan banyak orang. Salah satunya adalah jika memiliki 2 kartu BPJS Ketenagakerjaan, apakah bisa mencairkan keduanya?

Buat kamu yang mengalami ini, gak perlu khawatir deh. Soalnya dana dari 2 kartu BPJS Ketenagakerjaan tetap bisa dicairkan asalkan udah memenuhi persyaratan klaim JHT.

Apa saja syaratnya?

1. Walaupun punya 2 kartu BPJS Ketenagakerjaan, setiap kartu harus memiliki paklaring

Salah satu syarat biar dana JHT BPJS Ketenagakerjaan bisa cair adalah harus memiliki surat paklaring atau surat keterangan yang menyatakan kalau kamu pernah bekerja di sebuah perusahaan dengan posisi dan jabatan, serta jangka watunya.

Pastikan kalau biodata yang terdapat paklaring seperti tanggal berhenti bekerja gak boleh berbeda dengan yang kantor laporkan ke BPJS.

Jadi, semua data harus sama persis. Selain itu, surat paklaring harus ditandatangani dan dilegalisasi perusahaan.

Kalau ada perbedaan atau gak sesuai persyaratan, klaim dana JHT bakal ditolak. Percuma aja kan punya 2 kartu BPJS Ketenagakerjaan, tapi gak bisa dicairkan.

2. Setiap kartu statusnya udah nonaktif

Selain surat paklaring, syarat klaim dana JHT adalah kamu harus berstatus sedang gak bekerja. Karena itu, pastikan setiap kartu BPJS statusnya nonaktif.

Banyak kasus yang mana karyawan udah keluar dari perusahaan, tapi status kartu ternyata masih aktif. Hal tersebut biasanya disebabkan karena perusahaan masih memiliki tunggakan iuran.

Selama tunggakan belum dilunasi, sampai kapan pun klaim dana JHT bakal ditolak. Jadi, buat kamu yang punya 2 kartu BPJS Ketenegakerjaan, pastikan keduanya nonaktif ketika hendak mencairkannya.

3. Peserta dalam keadaan gak bekerja minimal satu bulan

Jika peserta masih dalam status bekerja, gak dapat melakukan klaim dana JHT. Seperti yang telah disebutkan di atas, kartu BPJS Ketenagakerjaan harus nonaktif dulu untuk bisa dicairkan.

Selain itu, kamu juga baru bisa melakukan pencairan dana apabila udah gak bekerja di perusahaan terakhir minimal satu bulan. Kurang dari itu gak bisa.

4. Berkas persyaratan pencairan harus lengkap dan benar

Syarat lainnya biar dana JHT bisa dicairkan adalah dengan memastikan kalau semua data sudah lengkap.

Jadi, kalau ada yang gak sesuai antara yang tercantum di surat paklaring dan kartu identitas seperti nama peserta dan tanggal berhenti bekerja, klaim pencairan pasti bakal ditolak.

Itulah kenapa perlunya melengkapi data pencairan JHT dari setiap kartu BPJS Ketenagakerjaan milikmu. Apalagi kalau punya 2 kartu BPJS Ketenegakerjaan, keduanya harus dilengkapi.

5. Persyaratan tambahan

Persyaratan tambahan ini dikhususkan buat para peserta yang berhenti bekerja per 1 September 2015, yaitu:

  1. Berhenti kerja karena mengundurkan diri atau resign, harus menyertakan dokumen tambahan, yaitu fotokopi surat keterangan mengundurkan diri dari perusahaan yang telah dilaporkan ke Dinas Ketenagakerjaan setempat yang kemudian bakal ditembuskan ke BPJS Ketenagakerjaan.
  2. Jika berhenti kerja karena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), beberapa dokumen tambahan yang diperlukan adalah Bukti Pendaftaran Bersama yang dikeluarkan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).

Jika dokumen tambahan tersebut gak dilengkapi, klaim pencairan dana JHT juga bisa ditolak BPJS.

Maksimalkan benefit BPJS Ketenagakerjaan dengan benefit asuransi jiwa hingga Rp1,5 miliar, cukup bayar premi dari Rp120 ribu.

Cara cek saldo BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK)

Cukup banyak dari mereka yang belum tahu dan ada juga yang mendapat informasi keliru mengenai cek saldo BPJS Ketenagakerjaan.

Kalau begini ceritanya, bisa-bisa malah gak tahu nih berapa saldo BPJS Ketenagakerjaan yang udah terkumpul.

Wajar aja kalau ada yang sampai keliru mendapat informasi cara cek saldo BPJSTK ini. Kalau dicari di mesin pencarian Google, kamu bakal menemukan banyak informasi cara cek tersebut.

Di sinilah kamu harus memilah mana artikel yang menyajikan informasi yang benar. Nah, daripada ribet cari-cari infonya, Lifepal udah bikin daftar cara cek saldo BPJS Ketenagakerjaan ini buat kamu. Yuk, dicek.

1. Cek saldo BPJS Ketenagakerjaan di website

Cara cek saldo BPJSTK ini terbilang mudah. Soalnya kamu bisa mengakses informasinya lewat website BPJS Ketenagakerjaan.

Berikut ini langkah-langkah buat cek saldo BPJS Ketenagakerjaan di website.

  • Buka website BPJS Ketenagakerjaan.
  • Geser ke bawah kemudian pilih Layanan Peserta Tenaga Kerja. Klik tombol Masuk.
  • Pilih BPJSTKU.
  • Buat akunnya dan begitu selesainya kamu udah bisa login buat cari tahu informasi besaran saldo BPJS Ketenagakerjaan.

2. Cara cek saldo BPJS Ketenagakerjaan lewat SMS

Pakai cara cek saldo BPJSTK ini juga mudah lho. Soalnya kamu cukup mengirimkan pesan SMS dan menunggu balasannya berupa informasi saldo BPJS Ketenagakerjaan kamu.

Gini langkah-langkah cek saldo BPJS Ketenagakerjaan lewat SMS.

  • Pertama, kamu harus daftarkan diri dulu buat gunakan layanan SMS dengan kirim pesan berformat: DAFTAR <spasi> SALDO#Nomor KTP#Tanggal Lahir (DD-MM-YYYY)#No Peserta#Email (kalau ada). Kemudian kirim ke 2757.
  • Kalau udah terdaftar, kamu bisa kirim pesan buat mengetahui berapa saldo BPJS Ketenagakerjaan kamu. Format SMS-nya: SALDO <Nomor Peserta lalu kirim ke 2757.

3. Cara cek saldo BPJS Ketenagakerjaan di BPJSTKU Mobile

Enaknya lagi kamu bisa cek saldo BPJSTK di BPJSTKU Mobile. Buat lakukan cara cek saldo BPJSTK ini, kamu harus lebih dulu install aplikasinya.

Kamu bisa temukan aplikasi BPJSTKU Mobile di Play Store atau App Store. Gimana langkah-langkah cek saldo BPJSTK di aplikasi?

  • Install aplikasi BPJSTKU Mobile yang bisa diunduh dari Play Store atau App Store.
  • Kalau belum punya akun, daftarkan diri terlebih dahulu atau kamu bisa langsung login dengan akun Gmail.
  • Nanti kamu harus memasukkan kode verifikasi yang dikirim ke email kamu.
  • Masukkan PIN Aktivasi dari email milikmu.
  • Masukkan PIN buat masuk ke akun.
  • Masukkan nama sesuai KTP.
  • Masukkan tanggal lahir.
  • Masukkan KTP.
  • Masukkan Nomor KPJ atau kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
  • Masukkan nomor handphone milikmu.
  • Masukkan kode verifikasi yang dikirim lewat SMS.
  • Setelah itu, cek saldo BPJS Ketenagakerjaan udah bisa dilakukan.

4. Cek saldo di Kantor BPJS Ketenagakerjaan

Walaupun terkesan konvensional, cara cek saldo BPJS Ketenagakerjaan ini masih jadi andalan banyak orang. Mudah aja melakukan cara ini.

Kamu cukup mencari kantor BPJSTK dan mendatanginya dengan membawa kartu BPJS Ketenagakerjaan.

Di sana kamu bertemu petugas BPJS Ketenagakerjaan dan diminta buat melakukan pengecekan saldo dengan menunjukkan kartu BPJS. Petugas nantinya bakal membantu kamu buat mengecek saldo dalam akun kamu.

Buat kamu yang belum tahu di mana kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat, kamu bisa mengeceknya di website BPJS Ketenagakerjaan.

Iuran BPJS Ketenagakerjaan tiap bulan buat apa aja?

Di Indonesia setiap pekerjanya wajib menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Ada beberapa hak yang menjadi keuntungan para peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Buat dapatkan haknya tersebut, para peserta tiap bulannya harus setor iuran.

Apa aja hak-hak yang didapatkan peserta BPJS Ketenagakerjaan?

1. Jaminan Hari Tua (JHT)

Setorannya sebesar 5,7 persen dari gaji bulanan: 2 persen dari pekerja dan 3,7 persen dari perusahaan. Buat orang yang bukan penerima upah, setorannya 2 persen per bulan.

Sementara pekerja migran, setorannya Rp105 ribu – Rp600 ribu per bulan.

Tanpa menunggu pensiun, JHT bisa kamu cairkan lho. Sebelumnya, PP No. 46 Tahun 2015 mengatur peserta bisa mencairkan JHT dengan syarat berusia 56 tahun, mengalami cacat tetap, dan meninggal dunia.

Aturan yang telah direvisi tersebut memperbolehkan peserta mencairkan JHT dengan kondisi berhenti bekerja, pemutusan hubungan kerja (PHK), atau peserta pergi ke luar negeri atau gak tinggal lagi di Indonesia.

2. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

Perlindungan peserta dari risiko kecelakaan kerja ini mengutip iuran dengan besaran:

  • Penerima upah: 0,24 – 1,74 persen
  • Bukan penerima upah: 1 persen
  • Jasa konstruksi: 0,21 persen
  • Pekerja migran: Rp 370 ribu

3. Jaminan Kematian

Hak BPJS Ketenagakerjaan yang ini adalah pemberian uang tunai kepada ahli waris kalau peserta meninggal dunia. Besaran iurannya:

  • Penerima upah: 0,3 persen
  • Bukan penerima upah: Rp 6.800 per bulan
  • Jasa konstruksi: mulai dari 0,21 persen
  • Pekerja migran: Rp 370 ribu

4. Jaminan pensiun

Kalau ini, kamu pastinya udah tahu ditujukan buat apa. Setoran buat jaminan pensiun sebesar 1 persen dari pekerja dan 2 persen dari perusahaan.

Sampai sini udah paham dong gimana cara cek saldo BPJS Ketenagakerjaan? Satu hal nih yang perlu diingat.

Karena hak yang kamu klaim ini ditujukan buat menjamin hari tua nanti, ada baiknya dipertimbangkan benar-benar ya sebelum memutuskan buat mencairkannya.

Itu dia beberapa cara yang harus dilakukan buat dapat mencairkan dua atau lebih kartu BPJS Ketenagakerjaan.

Bagi kamu yang punya kartu BPJS lebih dari satu dan saat ini masih dalam status bekerja, disarankan buat menggabungkan aja dua kartu itu.

Lebih bijak kalau kamu menggunakan hak kamu itu buat investasi di masa tua atau hal-hal yang sifatnya produktif. Dengan begitu, pundi-pundi keuangan bisa bertambah besar nantinya. Setuju?

Buat kamu yang mau tahu lebih banyak tentang keuangan? Lihat pertanyaan populer seputar keuangan di Tanya Lifepal.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →