Ngajuin KPR di Multifinance? Bisa Kok! Tapi Pahami 4 Hal Ini Ya

mengajukan kpr

Mengajukan KPR atau kredit pemilikan rumah, selain lewat bank, juga bisa melalui perusahaan multifinance.

Salah satu keunggulan mengajukan KPR di perusahaan multifinance adalah persyaratannya yang lebih mudah. Pasti hal itu bikin sebagian dari kamu kepincut mengajukan KPR di sana. Perusahaan multifinance juga bisa kamu jadikan alternatif jika proses pengajuan KPR di bank ditolak melulu karena satu dan lain sebab.

Namun sebelum kamu mendatangi kantor cabang perusahaan multifinance terdekat buat mengajukan KPR, ketahuilah empat hal ini terlebih dulu yuk.

1. DP bisa lebih ringan

mengajukan kpr
Jangan asal ngajuin mentang-mentang prosesnya cepat (pixabay)

Uang muka alias DP rumah yang ditawarkan oleh perusahaan multifinance cukup beragam. Biasanya nih, bisa lebih ringan dari KPR bank. Jangankan 10 persen, uang muka lima persen pun ada.

Tentunya keunggulan ini bisa berguna buat masyarakat berpenghasilan rendah, atau yang berpenghasilan gak tetap.

Tapi harus diingat lho, makin kecil DP yang kamu bayarkan maka makin besar pula pokok utangnya. Tenornya juga bisa jadi makin lama.

2. Proses pengajuan lebih cepat

mengajukan kpr
Besaran DP bisa mempengaruhi cicilan lho (pixabay)

Selain menawarkan kemudahan dalam persyaratan, mengajukan KPR lewat perusahaan multifinance biasanya lebih cepat disetujui.

Beberapa perusahaan multifinance di Indonesia pernah mengklaim mereka bisa memproses persetujuan cuma dalam hitungan tujuh hari alias seminggu.

Walaupun persyaratan pengajuan KPR pada umumnya memiliki standar yang sama, namun perusahaan multifinance pasti punya cara sendiri buat menganalisa calon debiturnya. Mereka juga punya akses yang lebih fleksibel ke masyarakat.

Selain itu, gak sedikit juga perusahaan multifinance yang punya data lengkap calon debitur. Itulah sebabnya mengapa proses pengajuannya bisa lebih cepat daripada bank.

3. Cicilan bisa tetap

Cicilan tetap selama 10 tahun mungkin bukan angan-angan jika kamu mengajukan KPR lewat perusahaan multifinance. Tapi tentunya, beban bunganya jauh lebih besar ketimbang bunga KPR bank konvensional ya.

Besaran bunganya tentu gak jauh beda ketimbang KPR syariah. Atau bisa jadi jauh lebih besar lagi.

Orang-orang yang mengajukan KPR di perusahaan multifinance umumnya adalah mereka yang kreditnya belum disetujui oleh bank. Risiko yang ditanggung perusahaan multifinance dalam KPR ini tentu cukup besar bukan?

Oleh karena itu, jangan kaget kalau mekanisme pengajuannya mudah, DP kecil, cicilannya tetap, tapi beban bunganya besar.

4. Plafon kredit lebih kecil daripada bank

mengajukan kpr
Pahami dulu untung ruginya sebelum mengajukan KPR (Kompas)

Besaran plafon yang ditetapkan perusahaan multifinance biasanya lebih rendah ketimbang KPR bank.

Rata-rata, besaran plafon KPR yang ditawarkan perusahaan multifinance masih di angka ratusan juta aja. Bila pengin yang plafonnya sampai miliaran Rupiah, tentu lebih baik ke bank.

Wajar aja, mereka bukan kan bank yang bisa menghimpun dana dari tabungan atau deposito nasabah. Mereka juga butuh dana buat jangka panjang.

Jadi, itulah empat hal yang mesti kamu perhatikan ketika mengajukan KPR di pihak non-bank, lebih tepatnya ke multifinance company.

Mungkin kamu bertanya, kenapa sih mereka dalam beberapa hal lebih bagus daripada bank? Jawabannya, ya karena merena punya banyak kekurangan. Oleh karena itu, yang bisa mereka tawarkan cuma janji soal kecepatan dan kemudahan.

Buat urusan bunga dan plafon, tampaknya perusahaan-perusahaan ini gak bisa dibandingkan dengan bank.

Sekedar saran aja nih, bila emang kamu tertarik mengajukan KPR, maka datangilah bank terlebih dulu. Kalau bisa dapat bank buat mengajukan KPR sih tentunya lebih baik, bunganya masih lebih terjangkau guys.

Tapi jika emang persyaratan mengajukan KPR berat dan kamu merasa gak bisa memenuhinya, maka baru deh pilihan perusahaan multifinance.

 

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis