Jadi Korban Perang Dagang AS-China, Apple Kini Merana

Apple menjadi korban perang dagang yang mengganas antara Amerika Serikat (AS) dan China. Perusahaan raksasa itu kini merana karena aksi pemboikotan pengadilan China.

Hubungan AS dan China masih panas terkait perang dagang. Keduanya saling menaikkan bea masuk produk, hingga memblokade produk masing-masing negara.

Seperti China yang belakangan melarang penjualan produk Apple di negaranya. Keputusan ini diambil setelah Pengadilan China menemukan sengketa paten antara produsen iPhone, Apple, dan pembuat chip Qualcomm.

Alhasil, Apple pun kini diminta untuk menghentikan penjualan iPhone 6S hingga iPhone teranyar iPhone X yang menggunakan sistem operasi iOS versi lama.

Akibatnya, penjualan iPhone di China mengalami penurunan drastis. Manajemen Apple juga mengatakan memprediksi terjadinya penurunan pendapatan di kuartal I 2019 karena ketegangan perang dagang AS-China yang tak kunjung usai.

Sikap pesimis ditambah dengan pencekalan di China membuat saham Apple turun drastis sebesar 10%, dengan kerugian mencapai lebih dari US$ 55 miliar.

Iphone dilarang di China

Apple
Apple

China merupakan pasar Apple terbesar setelah Eropa dan Amerika Serikat. Itu sebabnya, ketika pemboikotan produk terjadi di Negeri Tirai Bambu, Apple otomatis akan mengalami penurunan pendapatan.

Pada kuartal IV 2018, Apple berhasil mendapat keuntungan Rp 162 triliun dari China. Tapi, kini pendapatan tersebut telah berkurang menyusul ketegangan antara keduanya yang tak kunjung selesai.

Padahal, produk-produk Apple selama ini juga dirakit di China. Pelarangan tersebut diputuskan usai pengadilan di China melarang penjualan Apple dengan iOS versi terbaru.

Latar belakangnya, karena ada sengketa paten antara Apple dengan produsen chip Qualcomm.

Baca juga:

Apple Sumbang Rp 15 M untuk Korban Gempa Palu dan Donggala

Produksi iPhone berkurang

Apple
Apple

Menurunnya nilai saham Apple ditambah dengan merosotnya penjualan di China membuat Apple mesti putar otak.

Seperti dilansir dari CNBC, Apple bahkan rela mengurangi tingkat produksi iPhone-nya untuk tiga bulan ke depan.  

Pengurangan produksi itu juga tidak main-main, mencapai 10 persen. Jika biasanya mereka memproduksi 48 juta unit, kini menjadi 40 juta unit hingga 43 juta unit. Berlaku untuk seluruh model iPhone terbaru seperti XS, XS Max, dan XR.

Padahal, penjualan iPhone penyumbang terbesar pendapatan perusahaan Apple dibandingkan produk-produk lainnya seperti Mac, Apple Watch, atau iPad.

Baca juga:

Ternyata, Produk Apple Termahal Ada di Negara-Negara Ini

Pemilik saham Apple terancam rugi

Apple
Apple

Miliarder Warren Buffet merupakan salah satu pemilik saham Apple. Warren memiliki 252,5 juta saham Apple dengan harga US$ 157,92 per saham. Akibat penurunan saham dan penjualan Apple, dia terancam mengalami kerugian yang cukup besar.

Warren terancam menelan kerugian sebesar US$ 2,8 miliar atau Rp 40,6 triliun.

Nah, itu dia fakta menarik tentang raksasa Apple yang menjadi korban perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Semoga informasi ini bermanfaat untuk kamu, ya! (Editor: Chaerunnisa)