Ada Asuransi Corona, Berapa Banyak Orang yang Mencarinya?

Di tengah kekhawatiran orang-orang mengenai merebaknya virus corona, muncullah penawaran proteksi baru dari perusahaan asuransi, yaitu asuransi corona. Sejauh manakah manfaat perlindungan asuransi ini? Berapa banyak kah orang yang mencarinya?

Virus corona seketika menjadi populer sejak pemberitaannya yang begitu gencar di banyak media. Awalnya, orang belum terlalu khawatir, tapi masih membicarakannya.

Namun, semuanya berubah setelah virus corona memakan korban di banyak negara. Rasa cemas orang-orang pun meningkat seiring bertambahnya negara yang mengonfirmasi keberadaan korban yang menunjukkan gejala-gejala terdampak Covid-19.

Indonesia (yang hingga Februari 2020 belum mengonfirmasi temuan corona) dikejutkan dengan laporan pasien yang mengaku berinteraksi dengan korban Covid-19 asal Jepang. Pemerintah Indonesia (sejak tulisan ini dibuat) telah mengumumkan 117 pengidap virus ini.

Jumlah korban virus corona tembus 168 ribuan sejak mewabah di China

asuransi corona

China menjadi negara di mana virus corona bersumber. Kemunculan virus yang kemudian dinamai COVID-19 oleh World Health Organization (WHO) pertama kali terkonfirmasi keberadaannya di Kota Wuhan, Provinsi Hubei.

Pemerintah China mengabarkan naiknya jumlah orang yang terinfeksi pneumonia secara mendadak pada 31 Desember 2019 sebagai kasus pertama virus corona. 

Usut punya usut, virus ini mulai berkembang di Pasar Huanan Seafood yang berlokasi di Kota Wuhan.

Penyebaran virus yang diduga kuat berasal dari hewan hidup ini pun begitu cepat. Pemerintah China mau gak mau mengambil keputusan lockdown Kota Wuhan sebagai langkah preventif walaupun memberi dampak negatif terhadap ekonomi kota tersebut dan sekitarnya.

WHO pun terus memantau perkembangan penularan corona di China. Singkat cerita, penularan virus yang terbilang cepat telah mendorong WHO menaikkan statusnya menjadi epidemi dan kini menjadi pandemi.

Status pandemi menandakan penularan virus corona telah meluas secara global. Itu berarti banyak negara yang warganya telah tertular virus ini. 

Sejauh ini, jumlah orang yang terdampak Covid-19 telah mencapai 168 ribuan jiwa dari data Mapping 2019-nCoV Johns Hopkins University. Sementara jumlah korban meninggal mencapai 6.479 jiwa dan pasien-pasien yang sembuh mencapai 77.235 jiwa.

Di tengah kegelisahan banyak orang, asuransi Corona muncul dan memberi jaminan proteksi

Di tengah kegelisahan banyak orang, asuransi Corona muncul dan memberi jaminan proteksi

Sakit penyakit yang disebabkan virus corona sejauh ini diupayakan penyembuhannya oleh Pemerintah dengan menyediakan fasilitas-fasilitas kesehatan yang memadai. 

Pengalaman Indonesia dalam menangani pasien-pasien SARS dan flu burung menjadi bukti kesiapan Pemerintah. RSPI Sulianti Saroso adalah salah satu rumah sakit yang diandalkan buat memberi penanganan pasien yang positif memiliki virus corona.

Dari informasi yang Kementerian Kesehatan, sebanyak 132 rumah sakit telah ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan. Ini masih ditambah dengan 109 rumah sakit Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Kabar terakhir menyebutkan penanganan yang diberikan telah membuahkan hasil dengan delapan orang pasien sembuh. Sementara lima pasien lainnya dinyatakan meninggal dunia.

Meski Pemerintah telah menyiapkan fasilitas-fasilitas kesehatan buat menanggulangi penyakit infeksi yang disebabkan virus corona, gak sedikit orang yang bertanya mengenai biaya perawatan.

Apakah seluruh biaya perawatan terkait virus corona menjadi tanggungan pasien? Jawabannya adalah tidak.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menanggung seluruh biaya perawatan pasien yang terinfeksi viru corona. Bahkan, sejak berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) pun, seluruh biayanya ditanggung negara.

Seakan gak mau ketinggalan, perusahaan asuransi pun juga memberi kepastian buat orang-orang agar gak perlu takut dengan biaya pemeriksaan hingga perawatan akibat virus corona.

Asuransi corona pun ditawarkan sebagai bentuk tambahan proteksi finansial buat menanggung risiko yang disebabkan virus corona. 

Tercatat, ada beberapa perusahaan asuransi di Indonesia menawarkan manfaat tambahan asuransi terkait virus corona, mulai dari FWD, Sun Life, Generali, AIA, Prudential, Manulife, hingga AXA Mandiri .

Proteksi seperti apa yang ditawarkan asuransi Corona?

Proteksi seperti apa yang ditawarkan asuransi Corona?

Bentuk proteksi yang ditawarkan perusahaan asuransi kepada nasabahnya terdiri dari manfaat tambahan dalam polis asuransi yang telah dimiliki ataupun perlindungan (cover) menyeluruh tanpa terkecuali.

Perlu diketahui, WHO telah menetapkan infeksi virus corona sebagai pandemi. Klausul pengecualian asuransi memasukkan epidemi ataupun pandemi sebagai risiko bukan tanggungan perusahaan asuransi (tidak di-cover).

Walaupun ada klausul pengecualian tersebut, keputusan tetap ada di tangan perusahaan asuransi. Buktinya aja manfaat proteksi di bawah ini diberikan perusahaan asuransi, seperti:

  • Manfaat khusus COVID-19 dari FWD yang meliputi Manfaat Tunai Harian Rp 1 juta (30 hari), Manfaat Tunai Sekaligus Rp 10 juta, Manfaat Karantina, hingga Manfaat Meninggal Tambahan Rp 50 juta.

  • Perlindungan Tambahan dari Sun Life berupa Manfaat Tunai sebesar Rp 10 juta.

  • Generali menjamin dan menanggung pengobatan terkait virus Corona (selama penyakitnya masuk dalam pertanggungan polis).

  • Manfaat khusus COVID-19 dari AIA berupa dana tunai Rp 1,5 juta (30 hari).

  • Manfaat Tunai Tambahan dari Prudential berupa uang tunai Rp 1 juta (30 hari).

  • Manulife Indonesia menjamin perlindungan menyeluruh, termasuk risiko virus Corona.

  • Jaminan pertanggungan asuransi kesehatan Corona dari AXA Mandiri ditambah dengan pemberian layanan hotline 24 jam.

Sejauh ini berapa banyak yang mencari asuransi Corona?

Sejauh ini berapa banyak yang mencari asuransi Corona?

Dengan tawaran tambahan perlindungan, pastinya gak sedikit yang tertarik buat memiliki asuransi. 

Malahan mereka yang pegang polis asuransi dari perusahaan-perusahaan di atas sepertinya bisa bernapas lega karena keuangan mereka aman di tengah ancaman corona.

Lalu, berapa banyak orang yang mencari asuransi corona? Melakukan pencarian secara online menjadi cara termudah mendapatkan informasi seputar asuransi corona. Selain mencari, seseorang bahkan bisa membeli polis asuransi kesehatan atau jiwa secara online.

Nah, berdasarkan data Google Trends, pencarian dengan kata kunci “Asuransi Corona” terakhir mencapai 100 kali. Pencarian pertama (26 Januari – 1 Februari) sebanyak 48 kali. Pencarian (1 – 7 Maret) sebanyak 84 kali. Hingga, puncak pencarian mencapai 100 kali (8 – 14 Maret).

Orang-orang yang mencari asuransi corona tersebar di enam provinsi Indonesia. Tercatat, Provinsi Banten sebanyak 100 kali, Jakarta sebanyak 93 kali, Sumatera Utara sebanyak 71 kali, Jawa Barat sebanyak 28 kali, Jawa Tengah sebanyak 22 kali, dan Jawa Timur sebanyak 21 kali. (Editor: Chaerunnisa)