Perbedaan Asuransi Jiwa Murni dan Asuransi Jiwa Investasi

Neraca keuangan

Pernah mendengar cerita orang yang merasa tertipu dengan asuransi dan kesal karena tidak bisa mendapatkan uangnya kembali?

Salah satu kesalahan yang masih umum terjadi saat membeli asuransi adalah kita tidak paham sepenuhnya terkait klausul produk asuransi yang dibeli. Padahal dari klausul, atau biasa disebut dengan polis asuransi, kita seharusnya bisa memahami hak dan kewajiban kita sebagai tertanggung.

Hanya karena agen asuransi yang menawarkan adalah saudara atau sahabat baik, maka dengan mudah kita percaya saja dengan semua yang mereka tawarkan hingga lupa menanyakan kewajiban kita untuk memahami produk asuransi sebelum akhirnya teken premi asuransi.

Di sinilah kita seharusnya memahami yang manakah produk asuransi jiwa yang bermanfaat sekaligus sebagai investasi dan manakah yang bukan. Kita harus bisa membedakan asuransi jiwa investasi dan asuransi jiwa murni.

Jadi untuk mengantisipasi kesalahpahaman semacam itu bagi kita yang ingin membeli asuransi jiwa, namun masih ragu apakah harus memilih produk asuransi jiwa plus investasi atau asuransi jiwa murni; berikut ini Lifepal berikan perbandingan dan ulasan lengkap atas dua produk asuransi tersebut.

Pengertian Asuransi Jiwa Murni dan Pertanggungannya

Mengutip pengertian asuransi jiwa murni dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia atau AAJI, asuransi jiwa murni merupakan suatu usaha untuk mengalihkan risiko ekonomis atas terjadinya musibah kehilangan nyawa atau cacat tetap yang dialami seseorang (nasabah asuransi) yang dipertanggungkan.

Asuransi jiwa sering dianalogikan dengan payung atau jas hujan, yaitu sebuah benda yang sangat dibutuhkan pada saat sedang hujan, tapi sering kali diabaikan saat kondisi cuaca sedang cerah.

Asuransi jiwa umumnya banyak disarankan untuk dimiliki oleh para pencari nafkah utama dalam keluarga karena jika sesuatu terjadi pada dirinya, maka dampaknya adalah kebutuhan keluarga akan terganggu.

Ciri-ciri asuransi jiwa murni sebagai berikut.

  • Program asuransi jiwa memberikan perlindungan selama jangka waktu tertentu. Setelah lewat masa pertanggungan, maka proteksi akan hilang. Masa proteksi biasanya sekitar 5-20 tahun atau sesuai ketentuan di dalam polis.
  • Manfaat meninggal akan diberikan jika tertanggung (nasabah asuransi) meninggal. Kejadian meninggal ini bisa disebabkan oleh sakit tertentu atau kecelakaan
  • Jika selama masa pertanggungan tidak terjadi musibah, premi yang dibayarkan tidak kembali. Tidak ada pengembalian premi alias hangus.

Perlu dicatat, pihak yang nantinya akan mendapat manfaat dari asuransi jiwa murni ini adalah keluarga tertanggung, bukan nasabah sendiri yang membeli premi. Jika bukan keluarga, nasabah dapat menunjuk ahli waris dari pihak lain sebagai penerima manfaat asuransi jiwa murni.

Misalnya, Bapak Alejandro membeli asuransi jiwa, maka nanti yang akan mendapat manfaat dari asuransi tersebut bukan Bapak Alejandro sendiri, melainkan istri dan anaknya atau pihak lain yang sebelumnya telah ditunjuk saat membeli asuransi. Jika sampai masa pertanggungan (misalnya 20 tahun) Bapak Alejandro belum meninggal dunia, maka premi yang dibayarkan selama 20 tahun terakhir akan hangus.

Asuransi jiwa murni juga sering disebut asuransi dasar, karena asuransi ini memang tidak memberikan perlindungan untuk risiko apa pun selain meninggal dunia.

Pengertian Asuransi Jiwa Investasi dan Pertanggungannya

Dalam perkembangannya, asuransi jiwa juga memberikan manfaat tambahan, seperti perlindungan saat sakit dan juga manfaat investasi, yang biasa kita kenal dengan nama asuransi jiwa unit link. Manfaat atau perlindungan asuransi jiwa plus investasi lebih lama, bahkan manfaat perlindungannya bisa seumur hidup atau bahkan mencapai 100 tahun.

Sebagian dari uang premi yang dibayarkan pun bisa ditarik dalam bentuk nilai tunai karena memang premi yang disetorkan nasabah dimasukkan ke dalam pos investasi.

Gambaran mudahnya seperti ini. Tuan Gonzales membeli asuransi jiwa unit link dengan premi bulanan Rp1 juta dengan rasio investasi dan asuransi 60:40. Artinya, dana untuk investasi sebesar Rp600 ribu dan asuransi sebesar Rp400 ribu.

Meskipun begitu, setelah 2 tahun pun, Tuan Gonazales belum tentu akan melihat jumlah dana investasinya sebesar Rp 14,4 juta karena akan ada risiko nilai investasi yang bersifat fluktuatif.

Produk asuransi unit link inilah yang sering membuat nasabah kebingungan. Banyak yang beranggapan jika membeli polis asuransi sebesar Rp1 juta per bulan, maka nanti setelah dua tahun, nasabah akan melihat uang yang diinvestasikan dalam asuransi sama dengan jumlah uang yang mereka bayarkan.

Agar lebih mudah memahami, berikut Lifepal rangkum fakta-fakta terkait asuransi jiwa plus investasi.

  • Uang premi yang dibayarkan tetap dapat kembali sekalipun tidak ada klaim kecelakaan atau meninggal.
  • Perlindungan asuransi bisa sampai tertanggung meninggal dunia atau seumur hidup.
  • Ada manfaat tambahan dalam bentuk investasi.
  • Sebagaimana sebagian dana dialihkan untuk investasi, maka sewajarnya nilai nominal pertanggungan yang diberikan lebih sedikit.
  • Nilai tunai investasi di masa mendatang belum tentu bisa ditentukan secara pasti sejak awal karena adanya naik dan turun tren investasi yang berlaku.
  • Umumnya dilengkapi dengan manfaat tambahan lain, seperti perlindungan atas kecelakaan, cacat sebagian atau total, perlindungan atas penyakit berbahaya, dan lain sebagainya.

Jika berkaitan dengan niat mendapatkan perlindungan dari asuransi, faktor kebutuhan memang sebaiknya menjadi dasar pertimbangan utama. Tapi jangan cemas, agar lebih mudah menyimpulkan dari uraian di atas, berikut ini Lifepal berikan tabel perbandingan antara asuransi jiwa murni dan asuransi jiwa plus investasi yang lebih cermat lagi.

Jadi manakah yang lebih menguntungkan untuk kita?

Apakah asuransi jiwa murni yang menawarkan nilai pertanggungan lebih banyak tetapi premi asuransi hangus atau asuransi jiwa plus investasi yang nilai pertanggungannya lebih sedikit namun menawarkan pengembalian nilai tunai di masa depan?

Sebagai tips tambahan, jika hanya mengharap proteksi ekonomi dari asuransi jiwa, maka asuransi jiwa murni adalah pilihan yang lebih pas untuk kita. Tapi bagaimana jika nanti masa pertanggungan sudah berakhir?

Idealnya jika kita bijak, saat masa pertanggungan maksimal berakhir (setelah 20 tahun) kita tentu sudah pensiun dan mungkin anak-anak kita pun sudah lebih mandiri.

Dengan begitu, proteksi untuk risiko ekonomi kemungkinan juga sudah tidak ada.

Nah, itulah sekilas tentang asuransi jiwa murni vs asuransi jiwa plus investasi. Semoga uraian diatas bermanfaat, ya.

Jika masih membutuhkan penjelasan dan saran lebih lanjut, kita selalu bisa mengunjungi Lifepal.

Di Lifepal, kita bisa berkonsultasi secara gratis dan tetap mendapatkan manfaat informasi semaksimal mungkin. Bahkan, kamu bisa mendapat rekomendasi asuransi jiwa terbaik dengan mengisi kuis berikut ini.

Buat kamu yang mau tahu lebih banyak tentang asuransi jiwa dan topik keuangan lainnya? Lihat pertanyaan populer seputar asuransi jiwa dan topik keuangan lainnya di Tanya Lifepal.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →