Mengenal Asuransi Nelayan, Manfaat, dan Cara Dapatkannya

Asuransi nelayan

Indonesia memiliki asuransi nelayan. Seperti apa manfaat dari asuransi nelayan ini dan bagaimana cara mendapatkannya?

Sebagai negara kepulauan, tidak mengherankan apabila Indonesia memiliki kekayaan laut yang melimpah. Kekayaan laut yang melimpah tersebut pun salah satunya terlihat dari hasil lautnya sendiri.

Bukan tanpa perjuangan, hasil laut tersebut dapat dinikmati oleh masyarakat karena kerja keras para nelayan mengarungi lautan. Tanpa perjuangan para nelayan ini, Anda pasti tidak bisa menemukan ikan-ikan atau seafood nan lezat.

Namun, pernahkah Anda terpikir mengenai keselamatan para nelayan saat bekerja keras di lautan? Sama halnya dengan profesi lainnya yang memiliki risiko, nelayan apalagi. Oleh karena itu, sudah seharusnya para pejuang laut tersebut pun mendapatkan perlindungan berupa asuransi nelayan.

Maka dari itu, KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) di bawah naungan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia mencanangkan asuransi nelayan bagi para nelayan di seluruh Indonesia. Program ini bagian dari program perlindungan nelayan yaitu BPAN (Bantuan Premi Asuransi bagi Nelayan).

Bagaimana mekanisme asuransi nelayan ini, mari simak penjelasannya di bawah ini.

Untuk siapakah asuransi nelayan?

Program ini dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam.

Keputusan ini juga didasari oleh Nawacita kelima, yaitu sebuah agenda prioritas yang dibuat oleh Presiden dan Wakil Presiden RI, Ir. Joko Widodo dan Drs. Jusuf Kalla,  tentang meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.

Lalu, siapa saja yang berhak menerima asuransi nelayan? Meski namanya asuransi nelayan tetapi cakupannya tidak hanya terbatas pada profesi nelayan saja:

  • Nelayan, mencakup nelayan kecil dan nelayan tradisional
  • Pembudidaya ikan, mencakup pembudidaya ikan kecil
  • Petambak garam, mencakup petambak garam kecil

Pada tahun 2017, KPP menargetkan program BPAN diberikan kepada 500.000 nelayan untuk mendapatkan manfaat asuransi ini. Apa saja cakupan manfaat asuransi nelayan tersebut?

Manfaat yang diperoleh dari asuransi nelayan

Asuransi nelayan

Rincian manfaat asuransi nelayan sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2016 tentang Jaminan Perlindungan Atas Risiko Kepada Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam. Berikut tabel rincian manfaatnya secara perorangan:

  • Santunan Kematian akibat aktivitas penangkapan ikan, sebesar Rp200 juta.
  • Santunan Kecelakaan akibat aktivitas penangkapan ikan yang menyebabkan kematian, sebesar Rp160 juta.
  • Santunan Kecelakaan selain akibat aktivitas penangkapan ikan yang menyebabkan cacat tetap, sebesar Rp100 juta.
  • Biaya Pengobatan, sebesar Rp20 juta.

Syarat penerima manfaat asuransi nelayan

Lantas, apa saja yang syarat untuk mendapatkan asuransi ini? Bukan semua nelayan atau pembudidaya ikan bisa memperoleh asuransi dari pemerintah ini.

Berikut kriteria dan persyaratannya yang sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2016.

  • Nelayan berusia maksimal 65 tahun
  • Memiliki Kartu Nelayan
  • Tidak pernah mendapatkan program asuransi dari Kementerian, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, atau pernah mendapatkan program asuransi dari pihak Kementerian, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota yang masa pertanggungannya sudah selesai atau jenis risiko yang ditanggung berbeda.
  • Tidak menggunakan alat penangkapan ikan terlarang
  • Menggunakan kapal penangkap ikan dengan ukuran paling besar 10 GT (Gross Tonnage)
  • Mendaftar diri lewat situs satudata.kkp.go.id

Adapun tahap-tahap penerimaan asuransi ini yang dimulai dari Persiapan, Sosialisasi, Pendataan dan Verifikasi, Pengusulan Calon Penerimaan Asuransi, Validasi, Penetapan Penerima Asuransi, dan Pengajuan dan Pembayaran Klaim.

Cara mendapatkan kartu asuransi nelayan

Memiliki kartu asuransi nelayan menandakan nelayan berhak mendapatkan perlindungan dari risiko melaut. Untuk memilikinya, nelayan harus lebih dahulu mendaftarkan dirinya menjadi peserta. 

Saat ini ada tiga cara untuk mendaftarkan diri dalam asuransi nelayan:

  • Daftar lewat Dinas Perikanan setempat.
  • Daftar lewat penyuluh perikanan.
  • Daftar secara online.

Dalam kondisi saat ini yang telah serba digital, tentu cara pendaftaran online lebih praktis dan sangat baik. Sebab akan terarsip lebih lama dan mudah dicari jika dokumen sewaktu-waktu dibutuhkan.

Bagi yang berencana untuk mendaftar asuransi nelayan dan mendapatkan kartu asuransi nelayan tersebut, berikut ini panduan teknisnya dari KKP.

  • Pendaftaran dilakukan lewat website resmi KKP di satudata.kkp.go.id
  • Isi data pendaftaran.
  • Verifikasi akun melalui email.
  • Akan muncul tampilan aplikasi Kusuka & BP setelah akun terverifikasi.
  • Selanjutnya pilih kategori untuk pemohon perseorangan jika memang mendaftar perseorangan.
  • Bila NIK tidak ditemukan, maka klik daftar Kusuka.
  • Mengisi data di form KUSUKA.
  • Mengisi data blok khusus nelayan kemudian kirim.
  • Lanjutkan pengajuan dengan kembali membuka aplikasi BP.
  • Pilih permohonan perseorangan.
  • Isi 16 digit NIK kemudian cek NIK.
  • Klim permohonan bantuan dan pilih bantuan Premi Asuransi Nelayan untuk mengajukan, klik tombol ajukan.
  • Blok ‘Alokasi Bantuan Pemohon’ isi ‘Daftar Paket’ centrang kotak ‘Premi Asuransi Bagi Nelayan’ dan klik tombol OK.
  • Klik tombol Simpan untuk mengirimkan pengajuan bantuan ke unit eselon teknis terkait.
  • Pantau proses pengajuan bantuan Anda pada menu ‘Riwayat Pengajuan’.
  • Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi penyuluh dan atau Dinas Kelautan dan Perikanan yang ada di wilayah.

Pencapaian Program Asuransi Nelayan

Perusahaan asuransi di Indonesia
Perusahaan asuransi di Indonesia dalam lifepal.co.id

Melalui data KPP pada bulan Desember 2016, telah tercatat 143.600 nelayan telah memiliki polis asuransi nelayan. Kemudian pada bulan Maret 2017, penerima manfaat asuransi nelayan sudah mencapai 409.800 jiwa.

Jadi, untuk mencapai target 500 ribu nelayan yang disebutkan sebelumnya, pasti akan tercapai dalam waktu dekat. Sebagai informasi, jumlah tersebut sudah tersebar hingga ke-34 provinsi di seluruh Indonesia.

Wah, salut untuk pemerintah atas pencapaian program asuransi nelayan ini! Kita patut apresiasi inisiasi positif dari pemerintah tersebut.

Sebab-sebab asuransi nelayan belum dimiliki banyak nelayan

Menyasar nelayan sebagai penerima manfaat menjadi tantangan bagi pemerintah untuk mendorong nelayan melek finansial atau minimal sadar untuk mendapatkan perlindungan bila terjadi musibah. 

Sebab tidak mudah untuk mengedukasi nelayan atau pemberi usaha kerja di sektor kelautan akan pentingnya asuransi.

Ini terjadi karena faktor-faktor lingkungan serta kurang tersosialisasinya manfaat yang diterima jika memiliki perlindungan jiwa dan perlindungan risiko pekerjaan. 

Berikut sejumlah faktor yang membuat penetrasi asuransi nelayan masih sangat kecil dari jumlah nelayan saat ini. 

1. Kesadaran rendah berasuransi

Seperti diketahui, penetrasi masyarakat Indonesia akan asuransi dari jumlah penduduknya saat ini masih di bawah 5 persen.

Artinya, jumlah masyarakat yang memiliki asuransi masih sangat kecil. Tak heran jika program asuransi nelayan belum mendapatkan tempat di hati mereka yang menjadi sasaran. 

2. Berharap bantuan premi dari pemerintah

Para nelayan mendapatkan bantuan premi dari pemerintah untuk satu bulan. Setelahnya, nelayan harus membayar sendiri premi asuransi yang dimilikinya.

Inilah yang membuat program asuransi nelayan mandek atau tidak berjalan dengan baik. Padahal, kunci dari asuransi untuk mendapatkan manfaat yang maksimal adalah disiplin membayarkan premi. 

3. Kurang sosialisasi

Meski nelayan telah memiliki kesadaran untuk memiliki asuransi, masih banyak yang enggan untuk mendaftar atau membayar premi karena masih ragu.

Ini terjadi karena tidak semua mengetahui manfaat dari memiliki asuransi nelayan tersebut. Belum lagi kekhawatiran tentang klaim yang tidak bisa dicairkan menambah keenganan nelayan memiliki asuransi. 

4. Persoalan aturan

Penyaluran program asuransi nelayan dinilai lamban karena adanya peraturan yang membingungkan bagi nelayan. Berpindahnya kewenangan pengelolaan laut kurang dari 12 mil dari pemerintah kabupaten/kota ke pemerintah provinsi membuat pendaftaran peserta asuransi lamban. 

Ini merujuk pada aturan Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Akibat perpindahan tersebut, kinerja Dinas Kelautan dan Perikanan di tingkat kabupaten/ kota mengalami penurunan dalam melakukan pendaftaran untuk menjadi peserta asuransi.

5. Syarat yang dinilai sulit dipenuhi

Syarat administrasi semisal rekening bank, e-ktp, kartu keluarga, dan kartu nelayan sulit dipenuhi para nelayan. Ini terjadi karena urusan administrasi, para nelayan kerap tidak memilikinya.

Wajar aja kalau banyak yang tidak mendaftar karena syarat administrasinya tidak bisa dipenuhi. Sebagai informasi, tidak semua nelayan masuk dalam kondisi bankable

Itu tadi informasi seputar asuransi nelayan di Indonesia. Semoga program perlindungan seperti ini tentu menjadi pemacu semangat para nelayan untuk menjalani profesinya.

Tentu saja selain sebagai pemacu semangat, nelayan pun merasa tenang. Karena, saat mereka harus bekerja, mereka mendapatkan jaminan perlindungan untuk diri mereka dan keluarga apabila terjadi risiko yang tidak diinginkan.

Yuk, dukung pemerintah agar senantiasa lancar menyalurkan pemberian manfaat asuransi nelayan ini!

Sebab dengan program perlindungan seperti ini tentu menjadi pemacu semangat para nelayan untuk menjalani profesinya.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →