Ayo Merdeka Finansial! Ini 4 Tips Mengatur Keuangan Biar Gak Kere

Mengatur keuangan menjadi kunci keberhasilan kamu agar #MerdekaFinansial. Hah, merdeka finansial itu apa sih? Merdeka finansial itu bisa diartikan sebagai kondisi di mana kamu udah mandiri secara finansial alias hidup serba berkecukupan. Kamu tentunya mau kan punya hidup kayak gitu?

Di sinilah pentingnya mengatur keuangan. Kalau kamu melakukannya dengan benar, niscaya deh kamu bisa raih kemerdekaan finansial. Gak cuma itu, keuangan kamu tentu jadi lebih sehat kalau dikelola sedemikian rupa. Jadi, gak ada lagi tuh istilah “gak ada duit buat ini itu”. Keluhan itu tinggal mitos aja.

Terus gimana nih cara mengatur keuangan dengan benar? Berikut ini ada beberapa tips yang bisa dicoba biar kamu nantinya ngerasain kemerdekaan finansial. Yuk disimak.

1. Prioritaskan 50 persen gaji buat kebutuhan pokok

Mengatur keuangan
Alokasi kebutuhan pokok

Begitu udah gajian, janganlah dipakai asal-asalan. Idealnya nih kamu harus prioritaskan 50 persen gaji buat kebutuhan pokok dalam mengatur keuangan.

Hindari buat menambahkan alokasi 50 persen itu ya. Misalnya aja kamu tambah 10 persen lagi biar jadi 60 persen. Lebih bagus lagi kalau bisa berkurang. Itu tandanya kamu bisa berhemat.

Supaya definisi kamu mengenai kebutuhan gak melebar ke mana-mana, nih yang termasuk dalam kebutuhan pokok:

  • Biaya makan
  • Belanja kebutuhan sebulan semisal bayar listrik, beli peralatan mandi, dan sebagainya.
  • Angsuran KPR kalau punya.
  • Bayar BPJS atau asuransi kesehatan

2. Cadangkan dana buat keperluan genting

mengatur keuangan
Dana darurat

Jangan sesekali abaikan yang satu ini. Dalam mengatur keuangan, dana darurat itu penting keberadaannya. Soalnya, yang namanya keadaan darurat gak ada yang tahu kapan terjadinya.

Gak enaknya, keperluan yang sifatnya mendesak tersebut muncul saat belum gajian. Ujung-ujungnya sih kamu mau gak mau ambil pinjaman alias berutang.

Kalau kamu gak mau hal itu sampai terjadi, mulai deh sisihkan dana darurat hingga 6 kali pengeluaran kebutuhan pokok bulanan kamu. Sebagai gambaran, gaji kamu Rp 10 juta. Itu berarti 50 persen kebutuhan pokokmu sebesar Rp 5 juta. Artinya, kamu mesti sisihkan dana darurat hingga Rp 30 juta.

Tiap bulannya kamu bisa ambil 20 persen dari gaji bulanan kamu. Jika gajimu Rp 10 juta, itu artinya kamu sebaiknya sisihkan Rp 2 juta tiap bulannya selama 15 bulan. Saat pos dana darurat udah terisi, kamu gak perlu was was keteteran saat harus keluar duit banyak secara tiba-tiba.

3. Jangan lupa berinvestasi

mengatur keuangan
Investasi

Mendengar keuntungan investasi, udah pasti sebagian besar dari kita tertarik pengin melakukannya. Sayangnya, gak sedikit yang menunda-nunda berinvestasi dengan beragam alasan. Padahal, investasi ini penting dalam mengatur keuangan dengan baik.

Asal tahu aja nih. Berinvestasi itu gak seribet yang kamu bayangkan. Pilihannya juga banyak kok. Mulai dari tabungan emas, tabungan saham, deposito, tabungan berjangka, obligasi, hingga reksa dana.

Khawatir dengan risiko? Pilih aja tabungan emas, deposito, atau tabungan berjangka. Emas, sekalipun lama dapat untungnya, nilainya jarang sekali turun. Sementara itu, deposito dan tabungan berjangka bisa kasih bunga 3-6 persen setahun. Ditambah lagi, simpanan deposito dan tabungan berjangka dilindungi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Kalau pengin untung banyak, investasi aja ke saham, obligasi, atau reksa dana. Ogah ribet, kamu bisa kok tempatkan dana di reksa dana. Nantinya danamu dikelola manajer investasi.

Lagi pula sekarang investasi itu sekarang bisa dengan modal minimalis kok. Modal Rp 50 ribu bisa buka rekening tabungan emas. Atau bukan rekening saham dengan modal Rp 100 ribu. Tinggal kamu pilih mana yang sesuai dengan kamu.

4. Tiap belanja mulailah bertanya “Perlu gak ya?”

mengatur keuangan
Belanja

Jaga kesehatan keuangan kamu dengan tips yang satu ini. Saat belanja, tanyakan ini pada dirimu sendiri, “Perlu gak ya?” Dengan mengajukan pertanyaan itu, kamu jadi selektif dalam memilih barang belanjaan. Ditambah lagi, uangmu gak lekas ludes.

Biar makin hemat, cari tahu apakah kebutuhan yang kamu pengin beli lagi itu ada promo diskonnya atau gak. Biasanya, penawaran promo ini lebih banyak diberikan buat yang belanja di toko online atau aplikasi e-commerce. Karena itu, kamu perlu dapat update penawaran promo ini dengan berlangganan newsletter mereka.

Efeknya belum terasa? Saatnya cari penghasilan baru

Setelah melakukan semua langkah tersebut di atas, tapi kamu belum merasakan efeknya? Padahal kamu udah menekan pengeluaran pokok gak sampai melebihi ambang batas 50 persen. Kemudian, kamu udah juga masukin sebagian duitmu buat investasi rutin tiap bulan.

Kalau udah gitu, itu artinya udah saatnya kamu meningkatkan penghasilan kamu. Bisa dengan cara mencari pekerjaan baru dengan gaji yang lebih besar. Lagian juga dengan pengalaman kerja setahun udah cukup kok buat dapat pekerjaan yang lebih baik. Ditambah lagi kalau kamu sering ikut pelatihan skill, itu sih bakal jadi nilai lebih nantinya.

Tapi, kalau masih betah di tempat kerja sekarang karena bisa memenuhi kebutuhan work-life balance, kamu bisa cari penghasilan tambahan. Kamu bisa menjadi freelancer buat mengerjakan proyek-proyek yang membutuhkan skill-mu. Hitung-hitung selain nambah penghasilan, juga bikin bagus reputasimu.

Itu tadi empat tips mengatur keuangan yang bisa bikin #MerdekaFinansial. Mudah-mudahan informasi di atas berguna banget ya buat kamu. Yuk mulai kelola penghasilanmu dari sekarang!

Buat kamu yang mau dapat Smartphone Samsung A6+ dan 20 Voucher Sodexo, yuk ikutan kontes #MerdekaFinansial MoneySmart.id di tautan berikut ini: bit.ly/Merdeka_Finansial

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →