Bangun Bisnis Ekstrak Vanila Bermodalkan Rp 50 Ribu, Lidya Raih Omzet Ratusan Juta

Lidya Angelina bisnis ekstrak vanila

Ide bisnis terkadang bisa datang dari mana pun dan kapan saja, bisa dari hobi diri sendiri, bisa juga dari inspirasi pengusaha yang sudah sukses, hingga dari membaca buku, atau bahkan dari melihat peluang.

Namun, banyak persoalan yang dihadapi para pemilik ide bisnis adalah eksklusi dari ide usaha itu sendiri. 

Ini karena kurangnya pengalaman dan pengetahuan, belum memiliki mental yang siap, tidak memiliki jaringan atau networking yang cukup, hingga masalah klasik persoalan modal usaha.

Padahal, sebaiknya jika memiliki ide bisnis, hal yang harus dilakukan segera adalah menjalankannya secepat mungkin, biarkan selama proses perjalanan bisnis menjadi pembelajaran untuk menambah pengetahuan, pengalaman, dan keahlian.

Namun, tak banyak orang yang mau dan berani mengambil risiko tersebut. Akibatnya, banyak yang terjebak hanya sebatas ide bisnis semata tanpa adanya eksekusi.

Seperti yang dilakukan Lidya Angelina Rinaldi, wanita kelahiran Bandar Lampung, November 1987 ini mulai menggeluti bisnis ekstrak vanila akibat dirinya suka membuat kue dan kesulitan mencari bahan baku ekstrak vanila halal di Indonesia. 

Berawal dari kesulitannya mencari ekstrak vanila yang halal, Lidya memberanikan diri membuat ekstrak vanila untuk keperluan pribadi.

“Saya mulai usaha ini di saat vanila indonesia berada di titik terendah, karena harga jatuh, semua petani menebang habis kebun vanila. Hanya ada sisa-sisa mgkn satu atau dua petani,” kata Lidya kepada Lifepal Media.

Merintis bisnis ekstrak vanila memang tidak mudah. Selain karena sangat tergantung dengan bahan baku utama dari petani, harga jual komoditas ini pun terbilang sulit ditebak.

Sehingga banyak petani vanila yang mengurungkan niatnya untuk terus membudidayakan vanila. Padahal Indonesia merupakan salah satu negara terbesar produsen komoditas vanila.

Ketika harga vanila jatuh dan banyak petani yang alih profesi, Lidya harus melakukan kerja ekstra, yaitu harus turun gunung mencari para petani vanila dan meyakinkan mereka untuk kembali menanam vanila.

“Ini tidak mudah, karena harganya jatuh, saya ajak untuk menanam kembali. Dan saya bilang Insya Allah saya bisa kembalikan harga vanila sesuai dengan harga pasar dunia,” kata Lidya.

Penuh tantangan

Penuh tantangan bisnis

Selain persoalan bahan baku yang sulit, dan berupaya mengajak kembali para petani untuk bercocok tanam kembali, Lidya harus memberikan sosialisasi produk kepada masyarakat Indonesia.

Pasalnya, banyak sekali masyarakat Indonesia yang belum mengetahui seperti apa ekstrak vanila yang asli dan halal.

Bahkan, sebagai negara penghasil komoditas vanila terbesar di dunia, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum melihat buah vanila asli seperti apa.

“Satu sampai dua bulan jualan enggak ada yang beli, karena orang tidak paham ini produk apa, orang tahunya vanila itu putih,” jelas Lidya.

Dengan fakta tersebut, Lidya harus lebih giat melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai produk ekstrak vanila halal tersebut. 

Tujuannya agar masyarakat lebih paham bagaimana produk ekstrak vanila yang halal dan asli dari buah vanila.

Modal Rp 50 ribu raih omzet ratusan juta

Modal Rp 50 ribu untuk bisnis meraih omzet ratusan juta

Dari sisi modal usaha, Lidya mengaku, saat awal merintis bisnis ini hanya mengeluarkan modal Rp 50.000. 

Kini usahanya berkembang pesat. Dalam satu bulan, Lidya mampu memproduksi hingga 1.000 liter ekstrak vanila, bahkan bisa lebih tergantung musim dan kebutuhan.

“Produk La Dame Vanilla sudah hampir ke seluruh Indonesia, pasar ekspor skala besar belum, karena masih skala kecil dan banyak persyaratannya. Semoga nanti ada program dari pemerintah untuk bisa support brand lokal yang potensial. Tetapi kalau retail Alhamdulillah sudah banyak ke negara tetangga, dan ke Eropa juga,” kata Lidya.

Dari sisi omzet penjualan di Indonesia, Lidya mengatakan, bisa mencapai Rp 100 juta. Bahkan, jika sedang ramai bisa tembus Rp 200 juta sampai RP 300 juta. 

Dalam penjualannya, Lidya menggunakan platform jual beli online atau marketplace seperti Tokopedia, Blibli, dan Shopee.

Kiat sukses

Kiat sukses bisnis

Lidya menceritakan, bisnis ekstrak vanila ini merupakan bisnis yang melibatkan banyak pihak, mulai dari petani sebagai produsen utama vanila, kemudian La Dame Vanilla milik Lidya sebagai pengolah atau produsen ekstrak vanila, distributor, reseller, hingga konsumen. 

Dengan banyak pihak yang terlibat ini, Lidya lebih mengedepankan prinsip kebaikan dan keberkahan dalam setiap proses bisnisnya.

Selain itu, harus dengan keyakinan dan niat yang kuat dalam menjalani bisnis. Dia juga mendapat restu dari kedua orangtua yang dapat memberikan dampak positif bagi setiap langkah perkembangan bisnisnya.

“Harus bisa berbagi rezeki sesulit apapun kita. Dengan bisnis ini petani harus maju dan berkembang, dan semuanya harus bermanfaat bagi orang banyak,” tandasnya.

Itulah kisah Lidya Angelina membangun bisnis La Dame Vanilla. Meski tak mengeluarkan modal besar, dia bisa berhasil dengan bisnisnya itu. (Editor: Chaerunnisa)