Cara Investasi di Bareksa Reksadana [Plus Keunggulannya]

bareksa reksadana

Bareksa Reksadana adalah platform teknologi finansial (fintech) yang menjadi marketplace investasi keuangan, khususnya reksadana. Sebagai swalayan investasi, Bareksa juga merambah bonds atau obligasi.

Sebelum berinvestasi di Bareksa, kita harus tahu dulu apa saja yang disediakan Bareksa. Produk investasi yang tersedia adalah reksadana yaitu wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor) untuk diinvestasikan manajer investasi ke beberapa instrumen investasi, seperti:

Reksadana di Bareksa terdiri atas beberapa jenis yang bisa dipilih. Misalnya, reksadana saham yang 80 persen dana dibelikan ke saham, reksadana pendapatan tetap yang dananya digunakan untuk membeli obligasi, dan masih ada beberapa reksadana campuran.

Sebagai salah satu marketplace reksadana berbasis teknologi, calon investor diberi kemudahan untuk memilih reksadana yang sesuai. Kita juga bisa membandingkan beragam produk secara online di aplikasinya.

Cara berinvestasi Bareksa Reksadana

Seperti platform pembelian reksadana lainnya, Bareksa memberi kemudahan bagi investor untuk membeli reksadana ataupun SBN yaitu secara online

Sementara bagi yang ragu-ragu untuk membeli online, bisa langsung mendatangi kantor cabang Bareksa.

Membeli via online sebenarnya cukup mudah. Bahkan, dari survei Bareksa, investor kelompok millenial atau yang juga disebut Generasi X mendominasi pembelian reksadana online

Agar tahu cara investasi online di Bareksa, cek langkah-langkahnya di bawah ini.

1. Cara beli reksadana online di Bareksa

Kalau kamu sudah memutuskan membeli reksadana jenis apa, maka kamu perlu memperhatikan tahapan membeli reksadana online di platform ini. Berikut prosedur pembelian online di Bareksa.

1. Klik reksadana dan buka account

Setelah membuka situs resmi Bareksa, kamu bisa langsung klik reksadana. Kamu akan diarahkan ke tampilan dashboard seperti di bawah ini. Lalu, klik ‘buka account’ untuk memulai langkah pendaftaran.

2. Isi data diri dan tanda tangan digital

Isi formulir pembukaan rekening (FPR) secara online dan bubuhkan tanda tanganmu dengan menggunakan tanda tangan digital. 

Kini pendaftaran akun reksadana melalui Bareksa sudah dilengkapi dengan tanda tangan digital. 

Hal tersebut memungkinkan nasabah tidak perlu print out kembali dan mengirimkannya melalui pos.

3. Aktivasi akun

Setelah selesai mengisi formulir, kamu akan diminta untuk aktivasi akun melalui link yang akan dikirimkan Bareksa ke email yang kamu daftarkan. Setelah memiliki akun, kamu sudah bisa bertransaksi.

4. Login akun Bareksa

Setelah akun berhasil diaktivasi, kamu sudah dapat membeli investasi reksadana di Bareksa. Yuk, ikuti langkah-langkah membeli reksadana melalui Bareksa agar tidak salah langkah! Kamu hanya perlu menggunakan surel dan kata sandi yang terdaftar di Bareksa.

Asuransi & Investasi
Asuransi & Investasi

5. Beli reksadana

Di bagian kanan atas, kamu bisa klik tombol ‘reksadana online’. Lalu, pilih ‘Beli reksadana’.

6. Tentukan jenis, manajer investasi, dan nama reksadana

Selanjutnya kamu bisa menentukan jenis, manajer investasi, dan nama reksadana sesuai yang kamu inginkan. Ingat juga untuk menyesuaikan dengan profil risiko investasi ya.

7. Beri checklist pada kolom persetujuan

Pada kolom persetujuan, jangan lupa untuk menambahkan checklist persetujuan sebagai tanda bahwa kamu telah menyetujui semuanya dan akan segera memulai investasi.

8. Menentukan nilai pembelian

Tentukanlah harga beli yang kamu inginkan. Sebagai contoh, jika kamu ingin berinvestasi sebesar Rp100 ribu, input angka tersebut dan masukkan ke dalam kolom yang tersedia.

9. Pilih metode pembayaran dan transfer dana

Pilih metode pembayaran yang diinginkan, semisal transfer bank. Selanjutnya, kamu harus konfirmasi pembelian sebagai tanda bahwa kamu akan melanjutkan proses pembelian. 

Klik ‘Konfirmasi’ dan nanti akan keluar nomor rekening tujuan transfer. Pastikan nama rekening tersebut adalah nama reksadana yang kamu beli, ya.

10. Transfer uang

Segera transfer uang sebelum 1 x 24 jam ke rekening reksadana yang sudah tersedia. Kemudian, harap cantumkan nomor order di berita transfer.

11. Konfirmasi pembayaran

Setelah melakukan transfer sejumlah nominal yang diinginkan, kamu harus melakukan konfirmasi pembayaran dengan cara klik link yang dikirim Bareksa melalui surel atau klik ‘Portofolio’ kemudian klik ‘Order’.

Bukti transfer dapat kamu scan atau foto dan attach pada halaman Konfirmasi Pembayaran seperti contoh pada gambar di atas. 

Ingat, pembelianmu akan diproses maksimal dalam waktu 1 x 24 jam hari kerja setelah melakukan konfirmasi pembayaran.

2. Cara beli SBN di Bareksa

Membeli SBN di Bareksa hanya perlu mengikuti tiga tahap mudah yaitu daftar, pembelian, dan pembayaran. Agar lebih jelas, berikut tahapannya.

  • Daftar di halaman utama SBN Online Bareksa. Jika sudah pernah mendaftar hanya perlu login.
  • Mengisi kelengkapan data termasuk Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan rekening bank. Sekadar catatan, transaksi SBN Ritel hanya bisa dilakukan dengan rekening Bank BCA, Mandiri, BNI, BRI, dan CIMB Niaga.
  • Pembelian sudah bisa dilakukan pada masa yang ditentukan pemerintah (saat penawaran SBN). masa penawaran hanya dua pekan saja.
  • Setelah memilih, bayar SBN yang dibeli lewat ATM, internet banking, dan teller bank-bank yang terdaftar sebagai bank persepsi (bank yang ditunjuk pemerintah untuk menerima setoran penerimaan negara).
  • Setelah itu, notifikasi mengenai pembelian SBN akan dikirim.

Keunggulan dan kekurangan Bareksa Reksadana

Sebagai salah satu platform pertama reksadana online, Bareksa punya berbagai keunggulan. Salah satunya adalah keberagaman produk reksadana yang ditawarkan. 

Namun, tetap ada kekurangannya. Simak ulasan berikut sebagai pertimbangan kamu sebelum berinvestasi di Bareksa.

Keunggulan

Selain nominal awal investasi yang terjangkau, yaitu Rp10 ribu, ada poin lain yang jadi keunggulan Bareksa. 

Berikut ini tiga poin utama yang menjadi keunggulan Bareksa dan patut kamu pertimbangkan.

Asuransi & Investasi
Asuransi & Investasi

1. Tidak dibebankan biaya (fee) transaksi

Investor tidak dibebankan biaya (fee) transaksi dalam pembelian produk reksadana yang dijual di Marketplace reksadana Bareksa. 

Sementara jika kamu membeli reksadana melalui Manajer Investasi, pada umumnya investor akan dibebankan fee pembelian atau penjualan yang besarnya maksimal 2 persen dari nilai transaksi.

2. Membeli beberapa produk reksadana hanya dalam satu akun

Bagaikan supermarket reksadana, Marketplace reksadana Bareksa menyediakan beragam jenis produk reksadana dari beberapa manajer investasi. 

Hal ini memberikan banyak pilihan bagi investor dalam menentukan produk reksadana mana yang ingin dibeli dan sesuai dengan tujuan investasi serta profil risikonya masing-masing hanya dalam satu akun saja.

Tentunya ini jadi kemudahan bagi kamu karena tidak harus repot untuk mendatangi atau membuka akun kembali pada setiap manajer investasi untuk membeli produk reksadana yang dikelolanya.

3. Tersedia fitur dan alat investasi yang mendukung

Pada marketplace reksadana ini juga tersedia beberapa tools yang dapat digunakan dalam memilih reksadana seperti Simulator Bareksa, Kalkulator Investasi, serta data dan artikel reksadana yang dapat memberikan berbagai informasi kepada investor.

Kekurangan

Bareksa dianggap sebagai kompetitor Bibit yang terkenal dengan Robo Advisor sebagai teknologi untuk mengenal profil risiko investor. 

Namun, kecanggihan yang dimiliki Bibit kalah dalam varian reksadana yang ditawarkan. Itu sebabnya, Bareksa yang lebih dulu berdiri cukup unggul.

Hanya saja, Bareksa agak kurang dari sisi pembayaran. Ketika melakukan pembelian reksadana, pembayaran dilakukan melalui transfer bank dan tetap harus konfirmasi pembayaran secara manual (mengunggah bukti transfer di aplikasi).

Jenis-jenis reksadana di Bareksa

Dalam laman Bareksa terdapat 195 reksadana dari berbagai jenis, mulai dari reksadana saham, campuran, syariah, dan lainnya.

Sama dengan marketplace reksadana lainnya, Bareksa menyediakan jenis reksadana lengkap. Terdapat lima jenis reksadana yaitu reksadana saham, reksadana pasar uang, reksadana campuran, reksadana pendapatan tetap, dan reksadana syariah.

Khusus untuk reksadana syariah, Bareksa membuat inovasi bagi investor yang ingin umrah bernama Bareksa Umroh. Produk ini menginvestasikan dana kita di sektor syariah dan bisa digunakan untuk umroh.

Berikut jenis produk investasi yang tersedia di Bareksa.

1. Reksadana pasar uang

Reksadana pasar uang adalah jenis reksadana yang investasinya ditempatkan 100 persen pada instrumen pasar uang seperti obligasi yang jatuh tempo kurang dari satu tahun, deposito, dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI).

Dengan menjaga periode waktu yang singkat, jenis reksadana ini mampu mengurangi risiko. Reksadana pasar uang paling aman jika dibanding jenis lainnya. 

Namun, pastinya keuntungannya juga paling kecil dari pada yang lain. Return reksadana pasar uang tetap lebih tinggi ketimbang deposito.

2. Reksadana pendapatan tetap

Reksadana pendapatan tetap adalah salah satu produk investasi yang dikelola manajer investasi. 

Pengertian reksadana pendapatan tetap secara sederhana yaitu investasi yang penempatan mayoritasnya (80 persen) pada obligasi atau sukuk berbasis utang. Sisanya (20 persen) diinvestasikan ke instrumen pasar uang lain.

3. Reksadana saham

Reksadana saham adalah reksadana yang komposisi terbesarnya (80 persen) dialokasikan pada efek saham dan sisanya pada surat utang atau pasar uang. 

Alokasi mayoritas pada saham membuat portofolio ini paling berisiko ketimbang reksadana lainnya.

Namun, potensi keuntungannya juga paling besar. Itu sebabnya reksadana saham ini paling cocok untuk investasi jangka menengah-panjang, ya!

4. Reksadana campuran

Reksadana campuran adalah reksadana yang terdiri terdiri atas gabungan saham, obligasi (surat utang), dan pasar uang. 

Komposisi reksadana yang dikenal dengan nama hybrid funds ini merupakan kombinasi antara efek ekuitas (saham) dan efek utang (obligasi) tidak ada yang melebihi 79 persen.

5. Reksadana indeks & ETF

Reksadana indeks adalah produk reksadana yang bertujuan mendapatkan hasil investasi mengikuti performa indeks acuannya, baik itu indeks saham maupun indeks obligasi. 

Berbeda dengan reksadana konvensional yang berusaha mengalahkan kinerja indeks acuannya, justru target dari reksadana indeks adalah menyamainya.

Arti dari Indeks disini adalah sekumpulan saham atau obligasi yang sudah dipilih dengan kriteria tertentu sesuai dengan kriteria indeks yang dibuat. 

Ini berarti kinerja dari suatu indeks hanya dipengaruhi oleh kinerja saham/obligasi yang tergabung didalamnya.

ETF atau exchange traded fund adalah reksadana yang berbentuk kontrak investasi kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa efek. 

Meskipun ETF pada dasarnya adalah reksadana, produk ini diperdagangkan seperti saham-saham yang ada di bursa efek.

 ETF merupakan penggabungan antara unsur reksadana dalam pengelolaan dana dengan mekanisme saham dalam transaksi jual maupun beli.

Pilihan investasi lain di Bareksa

Selain reksadana, Bareksa menawarkan tiga pilihan investasi lain. Kamu yang tertarik dengan Surat Berharga Negara (SBN), emas, atau menabung untuk umrah bisa menemukannya di Bareksa. Berikut ulasannya!

1. SBN

SBN adalah surat berharga yang diterbitkan pemerintah untuk membiayai anggaran negara dan bisa menjadi instrumen investasi bagi pemegangnya (investor) karena bisa memberikan imbal hasil atau keuntungan.

Pembelian produk SBN dapat dilakukan pada aplikasi Bareksa jika sedang terdapat masa penawaran SBN. 

Untuk melakukan pembelian, kamu hanya perlu memilih produk SBN yang ingin kamu beli lalu memasukkan nominal yang ingin diinvestasikan. Terakhir, lakukan proses pembayaran.

2. Emas

BareksaEmas adalah fitur transaksi jual-beli emas secara online dengan fasilitas penitipan yang terdapat pada aplikasi Bareksa. 

Pembelian hanya tersedia di aplikasi Android & IOS. Kamu perlu mengunduh aplikasi Bareksa untuk mendapatkan pengalaman berinvestasi yang lebih nyaman. Produk logam mulia dengan kadar 99.99% milik ANTAM dan UBS.

3. Umroh

Bareksa Umroh merupakan salah satu inovasi Bareksa yang menyediakan layanan rencana investasi reksadana dengan tujuan keberangkatan umroh. 

Produk investasi reksadana yang disediakan yaitu pasar uang syariah. Bareksa menggandeng agen perjalanan Al-Qadri dalam memfasilitasi perjalanan ibadah tersebut.

Platform lain yang menjual reksadana online

Kalau kamu belum yakin berinvestasi lewat Bareksa, Lifepal punya rekomendasi platform reksadana online yang gak kalah keren dari sisi teknologi, kemudahan, dan nominal awal berinvestasi. 

Apa saja? Yuk, simak ulasan kompetitor Bareksa berikut!

1. Bibit

Bibit Reksadana adalah aplikasi penyedia reksadana untuk membantu investor pemula mulai berinvestasi. 

Melalui Bibit, investor bisa langsung investasi secara optimal dengan level risiko yang bisa disesuaikan dengan profil risiko masing-masing.

Hal tersebut diterapkan Bibit lewat teknologi yang memenangkan Nobel Prize, yaitu Modern Portfolio Theory. 

Teknologi ini membantu investor pemula mengenali profil risikonya yang dikategorikan dari beberapa indikator, seperti usia, toleransi risiko, hingga kondisi finansial.

Bibit merupakan agen penjual efek reksadana (APERD) yang didirikan pada Januari 2019. Bibit juga telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang melegalkan Bibit sebagai penjual reksadana.

2. IpotFund

Diluncurkan pada tahun 2014, IpotFund yang dibesut oleh PT Indo Premier Securities, diklaim sebagai supermarket reksadana online pertama di Indonesia.

Bisa dibilang, IpotFund menjadi tempat beli reksadana online terlengkap di Indonesia. Pasalnya, IpotFund sudah menggandeng 80 manajer investasi dengan jumlah dana pengelolaan mencapai ratusan miliar rupiah.

Ada empat jenis reksadana yang disediakan IpotFund, yaitu reksadana saham, campuran, pendapatan tetap dan pasar uang.

Seperti halnya Bareksa, mendaftar di IpotFund pun cukup mudah. Kamu bisa membuka situs resmi Indo Premier lalu mengisi formulir pendaftaran.

Setelah lengkap, isi formulir bisa di-print dan ditandatangani (dengan materai) untuk selanjutnya dikirim ke Indo Premier dengan menyertakan KTP, NPWP, dan fotokopi buku tabungan halaman depan. Dokumen bisa dititipkan ke cabang Indo Premier terdekat.

Proses approval hanya membutuhkan waktu 3-5 hari kerja sejak dokumen diterima. Setelahnya, kamu akan mendapatkan user id, password, dan PIN transaksi.

Yang menarik dari IpotFund yaitu tidak ada biaya bulanan atau administrasi, serta biaya transaksi beli dan jual.

3. Bukareksa (Bukalapak)

Sepintas kok namanya kayak Bareksa ya? Betul, Bukareksa merupakan hasil kerjasama antara e-marketplace Bukalapak dengan Bareksa itu sendiri. Telah berdiri sejak tahun 2017.

Bukareksa menawarkan user experience yang mudah seperti saat kita berbelanja online. Selain itu, keunggulan menariknya yaitu kamu bisa berinvestasi mulai dari Rp10 ribu saja. 

Nominal tersebut terbilang sangat murah karena platform lain umumnya mematok harga sebesar Rp100 ribu.

Bukareksa juga terbilang berkembang dengan pesat. Pasalnya, Bukareksa sudah menyediakan 10 manajer investasi dari awal peluncuran yang hanya tersedia satu, yaitu CIMB-Principal Bukareksa Pasar Uang.

Untuk pendaftarannya pun cukup mudah, kamu hanya perlu membuka website Bukalapak dan mengikuti arahan selanjutnya.

4. Tokopedia

Mengikuti jejak Bukalapak, Tokopedia juga meluncurkan fitur investasi reksadana online, yaitu Tokopedia ReksaDana yang diluncurkan sejak Februari 2018. 

Tokopedia Reksadana bekerja sama dengan Bareksa sebagai agen Penjual Efek Reksadana (APERD).

Kini, Tokopedia Reksadana sudah menyediakan dua pilihan reksadana untuk kamu, yaitu Syailendra Dana Kas (reksadana konvensional) dan Mandiri Pasar Uang Syariah Ekstra (reksadana syariah). 

Seperti Bukareksa yang mematok harga sebesar Rp10 ribu saja, Tokopedia Reksadana pun demikian.

Selain prosesnya yang cepat dan mudah, Tokopedia Reksadana juga memiliki layanan dompet elektronik TokoCash. 

Dengan begitu, kamu bisa berinvestasi reksadana dengan mudah, dan reksadanamu pun nanti bisa dicairkan dengan mudah pula saat dananya ingin digunakan.

Dengan menabung di Tokopedia Reksadana, risiko terbilang sangat rendah dan likuid karena investasi tersebut dapat dicairkan secara instan, kapan saja dan di mana saja melalui aplikasi Tokopedia.

Perbedaan reksadana dan unit link

Dalam proses investasi, perbedaan antara reksadana dan unit link langsung terlihat. Namun, sebelum cari perbedaan besarnya, kamu harus mengetahui apa itu unit link.

Unit link adalah asuransi jiwa yang disertai investasi. Jadi, nasabah asuransi yang membeli produk ini akan mendapatkan proteksi jiwa dan juga hasil investasi.

Agar makin paham, simak perbedaan dua produk investasi berikut ini:

Perbedaan Unit Link Reksadana
Jumlah dan waktu Nominal berkisar Rp400 ribu/bulan dan harus membayar setiap bulan Nominal bebas (rata-rata minimal Rp100 ribu) dan tidak ada setoran bulanan
Manajer investasi Tidak bisa ganti Bisa ganti kapan saja
Biaya beli dan jual (fee) Sekitar 5% sekali top up 0-2%
Pencairan Bisa diambil kapan saja jika nilai investasi telah terbentuk Setiap saat, tidak ada batas waktu
Nominal Rp400 ribu/bulan Rp100 ribu
Hasil investasi Setelah tahun ke-2 Bisa dicairkan sejak hari pertama
Proteksi asuransi Ada Tidak ada

Pertanyaan-pertanyaan seputar Bareksa

Berikut ini sejumlah pertanyaan yang sering diajukan calon investor dan investor terkait Bareksa Reksadana.

Menurut UU Pasar Modal No. 8 Tahun 1995 Pasal 1 ayat 27, Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal dan untuk selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi.

Bareksa merupakan portal investasi terintegrasi pertama di Indonesia, yang didirikan pada 17 Februari 2013 di bawah naungan PT Bareksa Portal Investasi. Bareksa memiliki berbagai macam produk pilihan investasi, yaitu reksadana, emas, SBN, dan umroh. Selain itu, Bareksa juga memberikan layanan data dan alat investasi, berita dan analisis, dan komunitas investor.

Produk investasi yang tersedia di Bareksa terdiri atas empat jenis yaitu reksadana, emas, SBN, dan tabungan umrah. Reksadana sendiri terdiri atas berbagai macam yaitu reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran, reksadana indeks, dan ETF.

Proses pendaftaran di Bareksa memerlukan waktu kurang lebih 10 menit, kemudian dilanjutkan dengan proses verifikasi akun oleh pihak Bareksa selama 1-2 hari kerja.

Untuk mulai berinvestasi di Bareksa, calon investor bisa mulai dengan Rp10 ribu. Bahkan, kamu bisa menggunakan kalkulator simulasi yang disediakan untuk mengetahui nilai investasi yang akan kamu terima dengan nominal yang kamu investasikan.

Untuk mencairkan alias menjual reksadana, kamu hanya perlu membuka halaman portofolio. Setelah itu pilih produk reksadana yang ingin kamu jual. Masukkan nominal yang ingin kamu cairkan dan pilih rekening bank penerima.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →