Begini Nih Cara Tanam Duit Selagi Masih Usia Kepala 2 Biar Masa Tua Gak Merana

masih usia kepala 2

Ketika seseorang berumur 20-an, hidup dan pesta bisa seperti sepasang sumpit: gak terpisahkan. Tiada hari tanpa pesta. Pesta di sini gak selalu berarti jedag-jedug di kelab malam atau pinggir kolam renang.

Buat anak muda, nongkrong semalam suntuk sambil ngudut dan ngobrol ke sana-kemari itu sudah termasuk pesta. Aktivitas yang bikin senang, sekaligus tabungan berkurang.

Pesta boleh saja. Soe Hok Gie, aktivis muda yang terkenal pada zaman Orde Lama itu aja mottonya “pesta, buku, cinta”. Kita-kita yang bukan aktivis jelas juga berhak berpesta.

Tapi pesta tentu butuh biaya. Karena itu, kita mesti menyeimbangkan keduanya. Kan udah kerja, gaji bisa dipakai buat rekreasi. Ada tabungan juga.

Ya, betul, tapi itu jangka pendek. Kita harus memikirkan jangka panjang. Jika memang mau mengisi hidup muda dengan pesta, jangan sampai lupa kita masih butuh biaya saat berusia tua.

Langkah yang bisa diambil adalah tanam duit alias investasi. Kita bisa saja kerja sambil berinvestasi. Sekarang banyak kok cara untuk berinvestasi, termasuk yang ramah buat pemula.

1, Manfaatkan usia

masih usia kepala 2
Mumpung masih muda dan produuktif, manfaatkan semua kesempatan dong! (Wanita Karir / Cosmopolitan)

Selagi usia masih 20-an, manfaatkan betul-betul buat menabung. Ini adalah cara termudah untuk tanam duit. Memang, bunganya gak seberapa. Tapi tetep aja lebih baik ketimbang gak nabung.

Misalnya usia sekarang 25 tahun. Coba nabung Rp 500 ribu per bulan. Setahun bisa dapat Rp 6 juta + bunga 5 persen = Rp 6,3 juta. Ketika umur 60 tahun atau usia pensiun, tabungan mencapai Rp 220.500 ribu.

Itu nabungnya Rp 500 ribu dengan bunga sama terus, lho, hanya untuk contoh. Coba kalau baru mulai nabung rutin usia 30-an. Jelas lebih sedikit yang didapat kelak. Makanya, mumpung masih 20-an segera menabung rutin.

2. Jadi investor

Jika tabungan sudah ada, saatnya mencoba investasi yang lebih serius. Gak perlu langsung terjun ke bursa saham, tiap hari lihat saham mana saja yang naik dan yang turun.

Sebaliknya, cari investasi yang ramah buat pemula. Yang paling aman adalah emas, tapi imbal hasil lebih sedikit. Rata-rata kenaikan harga emas gak menentu. Pernah kenaikannya sampai 20 persen pada periode 2008-2010, tapi setelah itu pernah juga cuma 10 persen per tahun.

Yang disarankan jika ingin mendapat lebih namun gak ribet-ribet amat adalah reksa dana. Hanya dengan modal Rp 500 ribu, kita sudah bisa menjadi investor reksa dana.

Gak paham soal investasi saham dan lain-lain, tenang. Ada manajer investasi yang siap membantu. Tapi bukan berarti kita lepas begitu saja setelah tanam duit.

masih usia kepala 2
Jadi investor di usia muda? Siapa takut! (Investasi / WordPress)

Konsultasi terus dengan si manajer. Pelajari cara-cara investasi. Jika sudah khatam, bisa deh mencoba terjun sendiri. Dipastikan imbal hasilnya lebih besar.

3. Nabung lebih banyak

Usia muda berarti lebih banyak pengeluaran yang bisa diutak-atik. Beda dengan usia lebih tua, apalagi kalau sudah punya keluarga. Ada biaya susu anak, popok, sampai perawatan istri.

Nah, mumpung belum terikat pernikahan, tekan pengeluaran semaksimal mungkin. Di sisi lain, nabunglah lebih banyak.

Kurangi pengeluaran yang gak penting-penting amat. Contohnya ongkos nongkrong. Bisa saja tiap weekend nongkrong, tapi gak selalu harus keluar duit banyak.

4. Agresiflah

Manfaatkan semangat darah muda kita. Agresiflah saat menyisihkan duit buat ditabung dan investasi. Ambil langkah yang ekstrem kalau perlu.

Misalnya punya kebiasaan merokok. Tahu dong, kalau gak merokok, pasti duit di dompet lebih banyak. Kenapa gak coba berhenti merokok?

Jika sehari biasa beli sebungkus rokok Rp 15 ribu, lihat berapa tambahan buat pundi-pundi. Rp 15 ribu x 30 = Rp 450 ribu! Lumayan kalau dijadiin tambahan buat ditabung.

masih usia kepala 2
Coba kurangin budget rokok lalu dialokasiin ke tabungan deh, bakalan surprise sama hasilnya (Batang Rokok / Blogspot)

Menanam duit selagi muda, hasilnya nanti bisa kita petik saat tua. Ketika sudah pensiun, gak akan pusing mikirin biaya hidup karena sudah tercover dana yang telah dikumpulkan sedari dini.

Ikut program pensiun seperti BPJS Ketenagakerjaan, DPLK, serta asuransi juga penting. Semua itu untuk menjamin hidup kita saat sudah berusia senja. Gak mau kan, sudah tua tapi hidup merana karena gak ada biaya.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Untuk Pemula, Begini Lah Cara Kerja Investasi Reksa Dana dan Simulasinya Secara Sederhana]

[Baca: Selalu Terima Ajakan ke Tempat Nongkrong Weekend Kenapa Nggak? Tapi Perhatikan Dulu Tips Ini]

[Baca: Cara Menambah Duit dari Rokok. Iya, Serius, Rokok!]

[Baca: DPLK, Reksa Dana untuk Pensiun yang Bisa Dipakai Keliling Indonesia]