Kamu Mau Hidup Sukses? Belajar dari Etos Kerja Orang Tua Kita Yuk

mau hidup sukses

‘Waduh telat lagi, ah bodo amat deh!’ Ujar Jono enteng sambil memarkir motornya di halaman sebuah gedung perkantoran. Jono pun berjalan melenggang dengan santai ke dalam. Setelah melakukan absen jari di mesin depan pintu masuk, Jono bersiul santai.

Baru lima langkah, seorang perempuan yang ternyata adalah staf HRD mencegatnya dengan sigap. ‘Bagus ya Jon, telat terus, nih SP 1!’ Jono pun hanya bisa terpana. Mungkin kamu punya teman kayak Jono ya di kantor, atau malah kamu yang kayak gitu? Duh jangan dong bro!

Etos kerja yang kayak gitu adalah salah satu etos yang sangat gak dianjurkan untuk dipertahankan deh. Sudah pasti bakal gak membawa karirmu ke mana-mana. Gak mau dong karir mentok?

Makanya, simak dulu nih etos kerja para orang tua kita dahulu yang patut ditiru biar sukses makin di depan mata.

1. Pekerja keras

Orang tua kita zaman dulu tuh gak seberuntung kita sekarang. Zaman dulu keluarga miskin jumlahnya mendominasi. Kebayang dong betapa sulit kehidupan mereka. Mau makan enak dengan lauk ayam bisa dibilang sesuatu yang mewah.

Mau hidup sukses
Orang tua kita adalah pekerja keras makanya mereka bisa ngehidupin kita. Kalau kamu males kerja keras, ya jangan harap bisa sukse (pria mendorong batu/novonium)

Besar di lingkungan yang serba prihatin, membuat mereka menjadi orang-orang dewasa yang bertekad untuk bekerja keras. Mereka sadar bahwa hidup yang nyaman itu dihasilkan dari kerja keras.

Lebih menghargai pekerjaan yang mereka miliki dengan cara selalu melakukan yang terbaik apapun jenis pekerjaannya. Mulai dari disiplin soal waktu kerja, hingga bersedia jika diminta lembur kapan saja.

2. Sangat mandiri

Orang tua kita kebanyakan datang dari keluarga besar, alias masih menganut paham banyak anak banyak rezeki. Sehingga sifat mandiri dan gak tergantung sama siapapun selain diri sendiri sudah mendarah daging.

Apalagi bagi mereka yang menjadi anak tertua dalam keluarga. Sedari kecil sudah diberikan tanggung jawab menjaga dan membantu merawat adik-adiknya. Gak boleh manja. Beda banget sama anak zaman sekarang yang suka merajuk agar kemauannya dituruti orangtua.

mau hidup sukses
Percaya gak percaya deh, mayoritas dari kita itu anak manja. Hayo ngaku siapa yang waktu SMA nya masih dianter jemput? hehehe (anak menangis/Essentialkids)

Sikap mandiri itu penting di dunia kerja. Akan ada saat di mana semua orang di kantor terlalu sibuk untuk membantu kamu mengerjakan sesuatu. Kamu mesti siap dengan keadaan kayak gitu dan bisa cari solusi sendiri.

3. Punya pendirian teguh

Mendapat didikan yang cukup keras bahkan bisa dibilang semi militer membuat orangtua kita punya karakter yang tegas. Gak mudah galau kayak abege zaman sekarang. Baru dibentak sama atasan sedikit, itupun karena memang salah malah nangis. Galau lalu curhat di medsos.

Penting banget punya sikap yang teguh gak tergoyahkan, apalagi kalau memang kamu yakin benar. Paling gak perjuangkan dulu idealisme kamu yang kamu rasa bisa bikin perusahaan makin maju.

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

Tapi ingat, pendirian teguh di sini bukan yang ‘ngeyel’ dan keras kepala gak jelas ya. Intinya jangan kayak layang-layang yang putus dan ditiup angin, ke sana mau, ke sini mau. Ambil sikap itu penting buat kesuksesan karir atau bisnis loh.

4. Pantang menyerah

Generasi papa dan mama kita emang terbukti lebih tangguh. Tempaan dan ujian yang datang bertubi-tubi di tempat mereka bekerja gak mudah bikin mereka resign. Mereka bukan generasi baper alias bawa perasaan kayak generasi millenial.

mau hidup sukses
Kok bisa ya orang-orang dengan keterbatasan fisik jadi atlet? Bisa dong kan mereka kerja keras dan nggak mudah nyerah (atlet Paralimpic Rusia/The Star)

Mereka selalu berusaha bertahan di satu pekerjaan, kalaupun akhirnya menyerah entah itu resign atau bahkan PHK, mereka gak lantas putus asa dan jadi down. Lihat deh kisah-kisah sukses seperti Bob Sadino, Kolonel Sanders (KFC), Ciputra dan masih banyak lagi.

Sebelum menikmati puncak kesuksesan, mereka berkali-kali mengalami penolakan dan kegagalan. Lihat hasilnya, manis kan?

5. Hemat

Balik lagi ke soal perekonomian yang rata-rata menengah ke bawah bahkan miskin, orang tua kita dulu terbiasa dengan hidup serba prihatin. Saat mereka dewasa dan bekerja, kebiasaan hemat itu terus dipertahankan. Punya gaji gak lantas dihabiskan sekejap buat hal-hal yang cuma memuaskan nafsu beli ina itu.

Walau bentuknya celengan ayam atau Semar yang terbuat dari tanah liat, jangan remehin isinya. Karena gak mau lagi mengalami kehidupan yang serba sulit kayak waktu mereka kecil, mereka jadi rajin menabung dan bijak menggunakan uang.

mau hidup sukses
Kalau dapat duit banyak, duitnya ditabung jangan dipakai dugem mulu (celengan/Bintang)

Uang yang mereka keluarkan biasanya sangat diperhitungkan. Lihat deh, pasti ada tetangga kamu yang udah lansia sekarang tinggal ongkang-ongkang kaki jadi juragan tanah. Itu berkat kegigihan mereka berhemat sewaktu muda dan memanfaatkan uang mereka untuk investasi tanah.

Ada yang bilang ‘Ah beda zaman, beda generasi, gak bisa dibanding-bandingin dong!’ Iya pastinya berbeda, setiap tahun ada yang namanya inflasi. Tapi, paling gak kalau emang ada hal-hal positif yang bisa diambil kenapa gak ditiru? Semoga sukses! 

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: 6 Kebiasaan Jelek Orangtua yang Bisa Bikin Anak Tumbuh Jadi Pribadi yang Boros]

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

[Baca: Cari Cara Jadi Sukses? Yang Penting Gak Pelihara 6 Mental Negatif Ini Sih..]

[Baca: Kalian Mau Jadi Sukses atau Siap Sukses? Ayo Cek di Sini Dulu Deh]

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →