Kunci Kesuksesan Investasi, Ikuti 5 Nasihat ini Agar Cuan Mengalir Deras!

Kunci kesuksesan (Shutterstock).

Belajar investor menjadi salah satu poin penting yang perlu dilakukan oleh para investor, khususnya pemula agar dapat menghasilkan cuan besar. Pasalnya seperti yang diketahui kalau investasi itu memiliki risiko yang bahkan bisa bikin uang kamu ludes dalam sekejap. Salah satu instrumennya adalah investasi saham.

Meski begitu investasi juga bisa bikin kamu tajir melintir. Contohnya saja orang terkaya ke-3 di dunia versi Forbes, yakni Warren Buffett yang sudah mulai terjun berinvestasi sejak usianya 11 tahun. Gak heran kalau kini, Buffett memiliki total kekayaan mencapai US$ 89,5 miliar yang jika dirupiahkan sekitar Rp 1.222 triliun.

Namun kamu tentu perlu mengetahui seluk beluk mengenai jenis investasi yang akan kamu pilih. Mulai dari cara kerjanya hingga seberapa besar risiko yang akan kamu tanggung. Ya, istilahnya belajar investasi.

Tujuannya sudah jelas yakni untuk meminimalisir risiko bangkrut karena tidak memahami tentang investasi tersebut.

Misalnya, investasi saham dengan reksadana saham itu berbeda lho. Meski sama-sama meraup uang dari pasar saham, tapi cara kerja dan risikonya juga beda. Kalau saham langsung itu, kamu mengelola uang sendiri. Sedangkan reksadana saham, dana kamu akan dikelola oleh manajer investasi yang memang sudah ahli di bidangnya.

Tapi selain itu, kunci lain kesuksesan sebuah investasi adalah sabar dan konsisten. Pasalnya, investasi yang menguntungkan itu adalah investasi jangka panjang dan tentu saja harus konsisten menggelontorkan uang setiap bulan untuk investasi.

Sayangnya, tak sedikit orang yang panik saat melihat saham yang ia beli turun dan langsung buru-buru jual karena takut kerugiannya semakin besar. Padahal investasinya aja baru hitungan bulan.

Nah, biar investasi kamu berjalan lancar dan hasilkan cuan gede. Gak ada salahnya kalau kamu mengikuti beberapa nasihat investasi sebagai motivasi. Apa saja? Berikut lima di antaranya:

1. Jangan investasi pada sesuatu yang tidak kamu pahami

Belajar investasi (Shutterstock).
Belajar investasi (Shutterstock).

Warren Buffett kalau tak sedikit orang yang gak berpikir panjang saat memulai investasi. Seperti tidak mengetahui cara kerja dan seberapa besar risikonya. Padahal saat kamu memutuskan untuk investasi, maka kamu harus mempertimbangkan dengan matang karena berurusan dengan uang.

Alhasil banyak dari mereka yang mengalami kegagalan dan akhirnya menyerah berinvestasi. Karena itu, Buffett menyarankan agar jangan pernah menggelontorkan uang di investasi pada sesuatu yang tidak kamu pahami.

2. Fokus pada nilai bukan harga

Bursa Saham (Shutterstock).
Bursa Saham (Shutterstock).

Tak bisa dipungkiri kalau tujuan utama kamu berinvestasi adalah untuk meraup cuan besar yang bisa bikin kamu kaya raya. Namun, sangat investasi jangan hanya berpatok pada harga tapi justru harus dari nilai investasi itu sendiri.

Sederhananya, saat kamu ingin membeli saham, jangan hanya melihat dari harga per lotnya yang murah, kamu justru harus mematoknya dari performa perusahaan yang sahamnya akan kamu beli tersebut.

3. Perhatikan biaya-biaya investasi

Belajar investasi saham (Shutterstock).
Belajar investasi saham (Shutterstock).

Investasi itu bukan hanya soal cuan dan risiko saja. Tapi juga ada biaya-biaya yang perlu kamu keluarkan. Beberapa biaya investasi yakni biaya pembayaran pajak, biaya saat dana cair, biaya broker dan lainnya.

Jadi sebelum memutuskan untuk investasi, pastikan kalau biaya-biaya tersebut tidak akan membebani kamu. Pasalnya kalau biayanya terlalu besar, tentu akan mengurangi uang investasi dan imbal hasil yang kamu dapatkan.

4. Hindari rasa panik berlebihan

Seorang pria tengah belajar investasi (Shutterstock).
Seorang pria tengah belajar investasi (Shutterstock).

Investasi memang dikenal dengan return dan risknya. Jadi semakin tinggi keuntungan yang kamu dapatkan, maka semakin besar pun risiko yang harus kamu tanggung.

Untuk itu, para ahli menyarankan agar kamu mengetahui profil risiko kamu terlebih dahulu sebelum investasi untuk menghindari terjadinya panik berlebihan saat kondisi pasar sedang anjlok. Karena kalau kamu gampang panik maka dapat berisiko kerugian yang lebih besar.

5. Lakukan diversifikasi investasi

diversifikasi investasi (Shutterstock).
diversifikasi investasi (Shutterstock).

Para investor tentu sudah gak asing lagi dengan istilah “Don’t put your eggs in one basket“, artinya jangan meletakkan telur-telurmu dalam satu keranjang. Karena istilahnya kalau kamu menaruh semua telur dalam satu keranjang dan keranjang itu jatuh, maka semua telur akan pecah semua.

Hal itu juga berlaku untuk investasi, jangan mengalokasikan semua dana kamu di satu instrumen investasi saja tapi ke beberapa investasi yang berbeda. Itulah yang disebut dengan diversifikasi investasi.

Tujuannya adalah untuk mengurangi risiko kerugian dari investasi. Jadi dengan menempatkan investasi ke beberapa instrumen, jika salah satu investasi milikmu anjlok, masih ada instrumen lain yang menopangmu. Dengan begitu uang kamu tidak akan benar-benar habis karena masih tetap mendapatkan keuntungan dari produk investasi yang lain.

Nah, itu dia lima nasihat investasi yang perlu kamu pahami agar cuan yang kamu dapatkan terus beranak pinak. Jadi udah gak ragu lagi kan menjadi investor? (Editor: Winda Destiana Putri).

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis