Belajar Investasi di Reksa Dana untuk Pemula: Gak Ribet, Gak Bikin Pusing

tips investasi reksadana

Siapa sih orang yang gak pingin masa depannya cerah? Pasti semua orang mau. Masalahnya, banyak yang sekadar pingin alias gak berbuat sesuatu untuk merengkuh hal itu.

Padahal banyak jalan terbentang di depan kita. Salah satunya lewat investasi reksa dana.

Pingin beli rumah? Atau pensiun dengan dana lebih dari cukup? Atau mungkin mau nyiapin dana buat menikah? Semuanya bisa lewat reksa dana.

Belajar investasi di reksa dana untuk pemula gak serumit yang dibayangkan orang. Tapi kalau sudah mendengar kata “belajar”, yang ada di benak kebanyakan orang biasanya males, suntuk, bosen, ribet, pusing, dan kawan-kawan.

Apalagi kalau diminta belajar investasi. “Udaaah, nabung saja, itu kan juga investasi.” Begitu mungkin jawaban yang diberikan.

Tunggu dulu. Ya, tabungan bisa dibilang sebagai investasi buat sebagian orang. Tapi banyak juga yang mengatakan tabungan itu bukanlah investasi. Alasannya, hasil menabung itu seiprit!

Tabungan vs Reksa Dana

Menurut Otoritas Jasa Keuangan, reksa dana merupakan wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dan masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan ke portofolio efek. Portofolio efek di sini antara lain obligasi, saham, dan deposito.

Gak cuma pekerja berdasi, mahasiswa dan ibu-ibu juga bisa berinvestasi reksa dana. Sebab nilai minimal investasinya hanya Rp 100 ribu.

Rata-rata imbal hasil (return) reksa dana bisa sampai 20 persen per tahun. Bandingkan dengan bunga tabungan, yang rata-rata cuma 1-2 persen per tahun.

Misalnya kita mau investasi reksa dana Rp 100 ribu per bulan. Dalam setahun dana itu bisa beranak pinak menjadi:

  • Rp 100 ribu x 12 bulan= Rp 1,2 juta
  • Return:  20 persen x Rp 1,2 juta=Rp 240 ribu
  • Total dana: Rp 1,2 juta + Rp 240 ribu= 1.440.000
  • Tapi kalau tabungan biasa, dana Rp 100 ribu per bulan itu hanya akan menjadi Rp 1.224.000. Perhitungannya:
  • Bunga: 2 persen x Rp 1,2 juta= Rp 24 ribu
  • Total dana: Rp 1,2 juta + Rp 24 ribu= Rp 1.224.000

Begitu juga kalau dibandingkan dengan deposito, yang bunganya lebih tinggi ketimbang tabungan biasa. Rata-rata bunga tabungan deposito 6 persen per tahun, tetap lebih rendah ketimbang return reksa dana yang bisa mencapai 20 persen. Apalagi nilai minimal investasi deposito lebih besar, yaitu rata-rata Rp 10 juta.

Tapi tentu saja iming-iming imbal hasil yang besar dari reksa dana bukan tanpa syarat. Yang namanya investasi, ada risiko yang datang menyertai.

Prinspinya, semakin tinggi potensi return, semakin tinggi pula risikonya. Makanya reksa dana lebih direkomendasikan buat mereka yang berinvestasi jangka panjang untuk meminimalkan risiko.

Risiko reksa dana antara lain:

  1. Berkurangnya nilai unit penyertaan karena berbagai sebab, misalnya kinerja perusahaan yang sahamnya dibeli menurun, sehingga harga sahamnya pun anjlok.
  2. Adanya kebijakan politik dan ekonomi pemerintah yang membuat pasar reksa dana terkena dampak negatif
  3. Manajer investasi gagal memberikan return yang diharapkan karena tidak jeli melihat peluang pasar.

Risiko ini beda dengan tabungan dan deposito, yang bisa dibilang cocok buat mereka yang mau nambah duit dengan cara main aman. Dengan catatan, nambahnya keciiil banget.

Jenis Reksa Dana

Kalau kamu berpikir reksa dana cuma satu jenis doang, itu keliru. Makanya belajar investasi di reksa dana untuk pemula itu penting, agar paham seluk beluk tentang reksa dana.

Secara umum, reksa dana konvensional dibagi menjadi:

1. Reksa dana pasar uang

Dana investasi di reksa dana ini diolah ke portofolio yang terdiri atas deposito, sertifikat Bank Indonesia, dan obligasi. Biasanya buat investasi jangka pendek, rata-rata 1 tahun.

2. Reksa dana pendapatan tetap

Dana investasi di reksa dana ini diolah ke portofolio yang terdiri atas obligasi (sebagian besar) dan saham. Biasanya buat investasi jangka menengah (1-3 tahun).

3. Reksa dana saham

Dana investasi di reksa dana ini diolah ke portofolio yang terdiri atas saham (sebagian besar) dan pasar uang serta pendapatan tetap . Biasanya buat investasi jangka panjang (di atas 5 tahun)

4. Reksa dana campuran

Dana investasi di reksa dana ini diolah ke portofolio yang terdiri atas saham dan obligasi secara berimbang. Biasanya buat investasi jangka menengah-panjang (3-di atas  5 tahun)

Selain itu, ada pula jenis reksa dana lain yang lebih kompleks, yaitu:

1. Reksa dana penyertaan terbatas

Jenis reksa dana ini mengalokasikan dana investasi ke proyek sektor riil, seperti pembangunan infrastruktur. Dana investasinya besar, tapi pesertanya dibatasi sampai 50 pihak saja.

2. Reksa dana indeks dan ETF

Reksa dana indeks dan ETF (Exchange Traded Fund) menjadikan indeks pasar sebagai acuan. Unit penyertaannya bisa ditransaksikan di bursa.

3. Reksa dana terproteksi

Reksa dana terproteksi bisa dibilang mirip dengan deposito dalam hal karakter. Tapi proteksi di sini bukanlah jaminan bahwa dana pokok investasi bakal tetap saat jatuh tempo, berbeda dengan deposito.

4. Reksa dana DPLK

Sesuai namanya, Dana Pensiun Lembaga Keuangan diperuntukkan bagi mereka yang mau nyiapin dana buat pensiun. Banyak yang bilang DPLK sama dengan reksa dana karena cara mainnya kurang-lebih seperti reksa dana.

5. Kontrak Investasi DIRE

DIRE alias Dana Investasi Real Estate dikhususkan untuk yang mau berinvestasi di bidang properti. Di luar negeri, DIRE disebut REITs alias Real Estate Investment Trusts.

Investasi reksa dana bisa dimulai kapan saja. Caranya, kita bisa menghubungi perusahaan manajer investasi. Pastikan nama perusahaan itu terdaftar di situs Bapepam-LK.

Kalau di kotamu gak ada perusahaan manajer investasi atau jumlahnya terbatas, bisa juga investasi reksa dana lewat bank. Bisa autodebet dari rekening lagi, jadi gak usah ribet setor tiap bulan.

Baik lewat bank maupun perusahaan manajer investasi, kita bisa sekalian berkonsultasi soal jenis reksa dana yang tepat untuk kita pilih sesuai dengan kemampuan kita. Jadi gak perlu takut gak paham. Bank dan perusahaan itu bisa jadi asisten kita buat berinvestasi.

Kalau takut risiko, itu wajar. Tapi kalau takut terus gak berani menentukan keputusan, itu sama saja gak mau maju. Pengusaha bisa kaya rasa karena berani ambil risiko, gak duduk tenang ujuk-ujuk duit datang sendiri.

Nelson Mandela pernah berkata, “Semua hal sepertinya mustahil dikerjakan, sampai kamu mengerjakannya.” Gimana tahu kita bakal gagal dalam investasi reksa dana kalau gak pernah melakukannya?