Ini Budget Ideal Untuk Belanja Online Sebulan

Shutterstock

Kemudahan belanja online membuat banyak orang keranjingan. Ditambah dengan promo cicilan nol persen hingga gratis ongkos kirim tentunya akan sangat menggoda.

Bahkan, kemudahannya kini ada pada genggaman ponsel pintar. Tinggal membuka aplikasi marketplace atau instagram dan mobile banking seseorang dapat dengan mudah membelanjakan uangnya dengan cepat.

Akan tetapi, banyak yang tidak sadar bahwa kesenangan, kemudahan, dan kepraktisan itu semua bisa berujung pada terganggunya keuangan.

Alih-alih ingin menabung atau investasi, malah penghasilan setiap bulan tak tersisa.

Financial Planner dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andi Nugroho mengatakan, jika seseorang menyukai belanja maka harus tentukan anggaran bulanan khusus.

“Bila kegiatan itu disamakan seperti hobi ataupun kesenangan pribadi, maka anggaran idealnya adalah 10 persen dari penghasilan kita,” ujar Andi kepada Moneysmart.id.

Budget Khusus Belanja Online

Shutterstock
Ilustrasi Budget Belanja Online (Shutterstock)

Misalkan seorang karyawan telah memiliki penghasilan Rp 7 juta per bulan, maka uang atau anggaran untuk belanja online tidak lebih dari Rp 700.000.

Jika dari penghasilan bulanan dan telah dihitung atau dianggarkan kebutuhan setiap bulan, mulai dari konsumsi, ongkos bahan bakar, hingga menabung, maka boleh saja anggaran untuk itu ditambah.

“Bila ternyata pos-pos pengeluaran lain sudah bias tercukupi dan masih banyak lebihnya, boleh aja untuk belanja online lagi,” ungkapnya.

Namun demikian, disarankan untuk membelanjakan uang untuk kebutuhan yang produktif dan menjadi penghasilan tambahan atau pasif income.

“Tetapi yang dibeli sebaiknya barang-barang produktif seperti produk-produk investasi reksadana dan logam mulia,” pungkas Andi.

Namun demikian, bila memang kebiasaan belanja online telah mengganggu keuangan setiap bulan, maka diperlukan tindakan atau menghapus aplikasi marketplace.

Hal ini bisa dilakukan agar aktivitas melihat-lihat toko online hingga promo-promo yang digencarkan marketplace dapat berkurang intensitasnya.

“Cara lain adalah dengan uninstall aplikasi-aplikasi marketplace ataupun unfollow akun pedagang online. Semua itu tujuannya agar kita tisak tergoda untuk belanja barang-barang yang sebenarnya bukan prioritas untuk dibeli,” kata Andi.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →