Haruskah Beli Cincin Kawin di Tengah Melambungnya Harga Emas?

Sepasang pengantin memakai cincin kawin

Merebaknya virus corona di banyak negara memberi efek terhadap kenaikan harga emas. Dalam situasi seperti itu, haruskah membeli cincin kawin?

Seperti diketahui, harga emas telah naik cukup signifikan dalam beberapa bulan ini. Terdongkraknya harga logam mulia ini menjadi pertanda ketidakpastian mengenai kondisi ekonomi global di tengah-tengah kasus virus corona.

Dari 2016 – 2018, harga emas berdasarkan data Logam Mulia Antam cukup stabil di kisaran Rp 600 ribuan per gram. Perang dagang antara Amerika Serikat dan China menjadi pemicu harga logam mulia tersebut bergerak naik.

Sekarang virus corona jadi faktornya. Bayangkan saja, harga emas yang sebelumnya Rp 600 ribuan kini berada di kisaran Rp 800 ribuan sejak akhir Februari 2020.

Satu sisi, kemilaunya harga logam mulia tersebut menguntungkan mereka yang berinvestasi emas sejak lama. Di sisi lain, kekhawatiran timbul karena harga emas tersebut bakal bikin harga cincin kawin berbahan emas juga mahal.

Agar semuanya jelas, simak terus yuk ulasan berikut ini:

Selain ketidakpastian ekonomi global, ada faktor-faktor lain yang pengaruhi harga emas

Faktor-faktor lain yang mempengaruhi harga emas

Pergerakan harga emas ternyata gak dipengaruhi satu faktor semata. Situasi ekonomi global yang gak pasti sebagai dampak virus Corona emang merupakan salah satu faktornya.

Mengapa bisa orang-orang merasa adanya ketidakpastian dalam ekonomi global? Pada era globalisasi saat ini, ekonomi antarnegara saling terhubung satu sama lain. Satu negara terdampak maka negara-negara lain ikut merasakan dampaknya.

Contohnya, China. Negara Asia yang menjalin kemitraan dagang dengan banyak negara ini adalah negara yang paling merasakan efek buruk dari virus corona. Pencegahan dengan meliburkan para pekerja justru memperlambat produktivitas, terutama di sektor manufaktur.

Melambatnya produktivitas dipandang bakal memperlambat ekonomi negara tersebut. Ekonomi yang melambat juga dipandang dapat berefek negatif terhadap ekspor impor China. 

Alhasil, para investor merasa gak aman menyimpan uangnya dalam bentuk saham. Mereka pun memilih emas buat mengalihkan kekayaannya agar nilainya tetap terjaga.

Harga emas pun otomatis terdongkrak seiring tingginya permintaan. Nah, selain ketidakpastian ekonomi global, harga emas juga dipengaruhi faktor-faktor berikut ini sebagaimana yang pernah diulas dalam artikel Harga Emas Naik Turun, Ini Faktor-faktor yang Jadi Pemicunya.

Faktor-faktor yang memengaruhi harga emas

  • Kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat, The Fed. Saat The Fed menurunkan suku bunga acuan, saat itu pula harga emas terdorong naik.
  • Kondisi ekonomi Amerika Serikat. Ketika ekonomi lesu, The Fed menurunkan suku bunga acuan sebagai stimulus ekonomi. Akibatnya, harga emas pun naik.
  • Laju inflasi yang bisa diredam bank sentral membuat harga emas naik. Sebab mata uang kalah bernilai dengan emas.
  • Nilai dolar melemah sebagai imbas penurunan suku bunga oleh The Fed bikin harga emas naik.

Ini faktor-faktor yang memengaruhi harga cincin kawin

Faktor lain yang mempengaruhi harga emas

Pergerakan harga emas yang melonjak berefek terhadap naiknya harga cincin kawin berbahan emas. Selain itu, ada faktor-faktor lain yang sebenarnya berdampak pada harga jual cincin kawin.

1. Model cincin

Ketika mengunjungi toko penjual cincin, kamu terlebih dahulu bakal ditanyakan model cincin seperti apa yang diinginkan. Model yang ditawarkan menentukan harga jual cincin tersebut.

Semakin tinggi tingkat kesulitan, semakin tinggi harga jualnya. Begitu juga semakin indah modelnya, semakin tinggi pula harganya.

2. Kandungan karat dalam cincin

Tingginya harga jual cincin juga dipengaruhi kandungan karatnya. Pilihan karat yang tersedia mulai dari:

  • 22 karat,
  • 23 karat, hingga
  • 24 karat.

Mahalnya harga cincin ditunjukkan dengan tingginya kandungan karat. Cincin dengan kandungan 24 karat disebut sebagai cincin berkadar emas murni. 

Menariknya, kebanyakan pasangan di Indonesia sejauh ini memilih cincin kawin dengan kandungan 22 karat.

3. Kadar emas di cincin

Komposisi bahan pembuatan cincin dengan menggunakan bahan emas menjadi pertimbangan dalam menentukan harga jual. Cincin dengan harga jual yang tinggi mencerminkan kadar emas yang banyak di dalamnya.

Kadar dalam sebuah cincin yang ditawarkan penjual, mulai dari:

  • 70 persen,
  • > 70 persen, hingga
  • 99,99 persen.

Buat kadar emas sebesar 99,99 persen, jarang dijadikan pilihan cincin kawin. Pasangan lebih cenderung memilih kadar 70 persen.

4. Berat cincin

Mahalnya suatu cincin juga tergantung dari berat cincin tersebut. Cincin yang semakin berat berarti cincin tersebut semakin mahal. 

Rata-rata berat cincin yang ditawarkan dari 3 – 8 gram. Biasanya cincin yang dipilih pasangan adalah cincin dengan berat sekitar 5 gram.

Gak cuma faktor-faktor di atas, lapisan yang terdapat di cincin juga turut berpengaruh terhadap tingginya harga jual cincin tersebut.

Sebagai contoh harga jual cincin emas putih. Cincin ini gak tampak menguning layaknya cincin emas. Namun, sebenarnya di balik warna silver cincin tersebut, tersembunyi kuningnya emas.

Nah, lapisan putih pada cincin tersebut berbahan titanium. Penambahan lapisan inilah yang bikin harga cincin ini tambah mahal.

Harga cincin kawin di pasaran

Sebagai gambaran, kita mau kasih tahu kamu kisaran harga cincin kawin saat ini di pasaran. Berikut ini kisaran harganya berdasarkan penelusuran Lifepal.

Bahan

Cincin kawin pria

Cincin kawin wanita (dengan berlian)

Emas putih
> Rp 4.000.000-an
> Rp 9.000.000-an
Paladium
> Rp 5.000.000-an

Penggunaan bahan paladium pada cincin pria karena aturan agama Islam yang melarang pria menggunakan cincin berbahan emas.

Sebagai gambaran, ini perbandingan antara emas dan paladium

Emas dan paladium sama-sama logam mulia. Perbedaannya, emas sebagai komoditas lebih likuid diperdagangkan ketimbang paladium.

Di samping itu, harga kedua logam mulia ini pun berbeda. Harga paladium lebih tinggi dibandingkan harga emas. Sebab, jumlah paladium terbatas, sedangkan permintaannya tinggi sehingga harga jualnya tinggi.

Sebagai gambaran, berikut ini grafik pergerakan harga paladium dan harga emas.

Harga emas internasional

Harga emas internasional

Harga paladium internasional

Harga paladium internasional

Kedua harga logam mulia di atas dihitung dengan satuan berat ons dan mata uang dolar. Dengan harga paladium yang lebih tinggi dari harga emas, wajar saja kalau harga jual cincin berbahan paladium itu terbilang mahal.

Kenapa harga paladium bisa lebih mahal dari emas ya? Kamu bisa temukan jawabannya dalam artikel Mengapa Harga Paladium Bisa Begitu Mahal? Ini Sebabnya.

Bijak kah membeli cincin kawin berbahan emas sekarang sebagai bentuk antisipasi?

Bijakkah membeli emas sekarang

Tentu saja membeli cincin kawin saat ini merupakan langkah yang tepat demi mempersiapkan pernikahan sebaik-baiknya. Kalau waktu pernikahannya belum bisa dipastikan, tepat gak membelinya sekarang?

Itu pun gak masalah karena pembelian cincin emas gak melulu untuk pernikahan. Sekadar diketahui, cincin kawin emas yang belum terpakai itu masih punya nilai dan bisa dijual. Jadi, jangan khawatir seandainya cincin tersebut gak terpakai ya!

Meski begitu, jangan berpikir pembelian cincin kawin ini sebagai bentuk investasi ya! Gimana pun juga kalau mau berinvestasi, lebih disarankan di pasar modal ataupun pasar uang.

Emas boleh kok sebagai pilihan investasi. Namun, alangkah baiknya emas dijadikan pilihan buat melindungi nilai kekayaanmu saat kondisi ekonomi sedang gak baik. 

Pasalnya, pertumbuhan harga emas masih kalah tinggi dibandingkan instrumen investasi lain. (Editor: Chaerunnisa)