Beli Logam Mulia 10 Tahun Lalu, Jual Sekarang Bisa Cuan Banyak?

Emas Antam (Shutterstock).

Investasi logam mulia atau emas memang menjadi pilihan yang tepat bagi investor yang ingin menyimpan dana dalam bentuk emas. Pasalnya mereka tidak memiliki waktu dan kemampuan untuk berinvestasi saham ataupun instrumen lainnya.

Emas juga menjadi salah satu instrumen yang tahan banting terhadap laju inflasi setiap bulan dan juga minim terkena sentimen negatif dari gejolak-gejolak ekonomi global. Bahkan emas sendiri telah menjadi sarana investasi tradisional sejak zaman dahulu kala. Hal itu akibat dari kemudahan dalam investasi emas itu sendiri yang tidak membutuhkan prosedur rumit. Transaksinya mudah dilakukan oleh siapapun, penyimpanan yang cukup mudah hanya memerlukan tempat yang aman.

Selain itu, emas juga termasuk investasi yang bisa dengan mudah diuangkan kembali dalam jangka waktu dekat.  Tidak seperti jenis investasi lain, contohnya properti, yang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menemukan  pembeli atau penyewa. Dalam hitungan menit ataupun jam emas dapat dikonversikan menjadi uang ketika dibutuhkan.

Dari sisi nilai, meski kadang mengalami penurunan, akan tetapi harga emas selalu konsisten setiap tahunnya mengalami kenaikan yang bervariasi dari tahun ke tahun. Itu berdasarkan kondisi perekonomian global dan juga domestik, dari data kenaikan emas setiap tahun alami kenaikan 5 sampai 20 persen. Dengan nilai yang terus naik secara konsisten, maka dari itu emas cocok dijadikan investasi jangka panjang karena tergolong jenis investasi yang low risk.

Investasi emas dianggap aman atau risk free bagi orang awam yang ingin berinvestasi tetapi tidak mau mengambil risiko.  Hal ini menjawab pertanyaan akan banyaknya masyarakat yang senang menyimpan emas mereka untuk investasi di kemudian hari dibandingkan untuk terjun langsung ke investasi saham ataupun obligasi.

Seiring dengan perkembangan era teknologi informasi seperti saat ini, investasi emas juga masih kian populer, hanya saja saat ini banyak pelaku bisnis e-commerce atau marketplace yang menyediakan layanan atau fitur tabungan emas online atau digital yang bekerjasama dengan Pegadaian ataupun produsen emas, dalam hal ini pastinya yang sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Populernya investasi emas online pada saat ini karena adanya kelebihan dan kemudahan dalam hal pembelian.  Investasi emas online juga dipilih karena praktis, dan juga harga yang bersaing, sebut saja Tokopedia yang sudah menyediakan fitur juaI-beli emas secara online melalui aplikasi Tokopedia. Kemudian ada juga Bukalapak yang membuka layanan Buka Emas kerja sama antara Bukalapak dengan PT Sinar Rezeki Handal (Indogold)  dan PT Aneka Tambang Tbk. (Antam).

Pergerakan Harga Emas

Investasi emas kali ini banyak diminati para milenial (Shutterstock).
Investasi emas kali ini banyak diminati para milenial (Shutterstock).

Dari sisi pergerakan harga emas di Indonesia, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) memaparkan,  pada tahun 2000 harga emas mencapai RP 71.875 per gram, kemudian naik menjadi Rp 206.667 pada tahun 2007, pada tahun 2010 mencapai Rp 360.000 per gram, dan pada tahun 2014 saat tahun politik mencapai Rp 478.402 per gram.

Dengan laju kenaikan harga emas yang terus meningkat, sebenarnya terdapat beberapa hal yang memicu hal tersebut. Faktor yang paling mendasari penyebab kenaikan harga emas adalah ketidakpastian kondisi global, baik dari segi ekonomi, keamanan, politik, maupun kesehatan.

Maka gak heran, banyak investor emas meraup cuan ketika kondisi global sedang tidak baik, bahkan dalam kondisi ekonomi yang kacau dan politik yang sedang memanas seperti kejadian 1998 silam di Indonesia, emas sering kali disebut sebagai penyelamat. Karena itulah harga emas kerap melonjak tajam saat terjadi krisis ekonomi, gejolak politik.

Gak cuma itu, kenaikan harga emas juga mengikuti hukum ekonomi berupa supply and demand, atau pasokan dan permintaan. Ketika permintaan meningkat maka harga juga akan meningkat. Sebaliknya jika permintaan pasar menurun, maka harga juga ikut menurun. 

Kemudian hal yang menarik juga adalah emas merupakan komoditas alam yang jumlahnya sangat terbatas. Ada dua versi hasil hitung dari total emas yang ada di dunia. Versi pertama dari Thomson Reuters GFMS yang  menyebut angka totalnya mencapai 171.300 ton. Sementara versi kedua dari James Turk, pendiri Gold Money, yang memperkirakan jumlahnya mencapai 155.244 ton.

Pergerakan harga emas juga bergantung pada kebijakan moneter terutama bank sentral Amerika Serikat atau biasa disebut The Fed. Kebijakan moneter ini berupa perubahan suku bunga, ketika suku bunga diturunkan, maka harga emas berpotensi mengalami kenaikan. Sebab dolar menjadi gak menarik sebagai pilihan investasi dan orang-orang cenderung menempatkan uangnya dalam bentuk emas dibandingkan dolar.

Jadi Berapa Keuntungan Investasi Emas saat ini?

Emas Antam (Shutterstock).
Emas Antam (Shutterstock).

Adanya wabah virus Corona atau saat ini dikenal dengan (Covid-19) membuat ekonomi berbagai negara di dunia alami pergerakan. Hal ini akibat dari kekhawatiran banyak negara yang telah terdampak virus dari China ini, dampaknya pun tidak main-main

beberapa pekan terakhir bursa saham berbagai negara termasuk Indonesia mengalami pelemahan signifikan. Akibatnya banyak investor yang melakukan aksi jual untuk menarik dana investasinya.

Dari sisi kesehatan, China sebagai tempat awal penyebaran virus kini melaporkan penurunan jumlah kasus baru di negaranya. Namun lonjakan kasus justru terjadi di luar China terutama di Korea Selatan (6.088 kasus), Italia (3.858 kasus) dan Iran (3.513 kasus) yang kini menjadi episentrum penyebaran virus.

Lonjakan kasus juga terjadi di Amerika Serikat. Jumlah pasien meninggal akibat virus ini meningkat  menjadi 12 orang dan terparah ada di King County dengan 10 kasus kematian. Dengan adanya kejadian luar biasa ini membuat pergerakan harga emas semakin meningkat.

Saat ini, tercatat Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk pada Senin (9/3/2020) berada di angka Rp  851.000 per gram. Angka tersebut naik Rp 9.000 jika dibandingkan harga emas pada Minggu (8/3/2020). 

Sementara itu, harga buyback atau harga yang didapat jika pemegang emas Antam ingin menjual emas batangan  tersebut berada di harga Rp 776.000 per gram. Harga tersebut naik Rp 11.000 jika dibandingkan sebelumnya.

Dengan asumsi membeli emas pada tahun 2010 sebesar 50 gram dengan besaran harga Rp 360.000 per gram membutuhkan biaya sebesar Rp 18 juta. Kemudian jika dijual pada tahun 2020 atau saat ini dengan besaran harga jual kembali atau buyback  per gram mencapai Rp 776.000, maka akan mendapatkan dana sebesar Rp 33.800.000.

Dengan dana investasi tahun 2010 sebesar Rp 18 juta untuk 50 gram emas logam mulia. Kemudian dijual pada tahun 2020 atau saat ini dengan besaran harga jual kembali atau buyback  per gram mencapai Rp 776.000, maka akan mendapatkan dana sebesar Rp 33.800.000 dan memiliki selisih hingga Rp 20.800.000, akan tetapi dengan catatan menyimpan emas logam mulia selama 10 tahun.

Jika membandingkan dengan imbal hasil bursa saham, maka akan sangat tidak seimbang, sebab investasi saham merupakan investasi yang tinggi risiko dan tinggi juga imbal hasilnya. Sedangkan investasi emas merupakan investasi yang minim risiko. Jadi intinya, pilihlah instrumen investasi sesuai dengan karakter dan profil risiko yang bisa dihadapi jika ingin berinvestasi dengan nyaman. (Editor: Winda Destiana Putri)