Beli Rumah dengan Gaji Rp 5 Juta? Gini Caranya Biar Bisa Nyicil KPR

Bohong jika ada orang yang bilang gak pengin punya rumah. Setiap orang di dunia ini pasti ingin punya rumah sendiri. Apalagi bagi orang yang belum pernah memilikinya. Tentu gak mau dong kalau terus menerus kudu ngontrak, nyewa, atau numpang di rumah orang lain?

Masalahnya, punya rumah sendiri sekarang ini susahnya minta ampun. Butuh duit gede buat beli rumah atau sekadar mencicil.

Bermimpi punya rumah sendiri sih boleh aja. Asal disertai dengan usaha maksimal. Tapi dari mana duit untuk membeli rumahnya? Toh, gaji yang didapat per bulan selama kerja maksimal cuma dapat Rp 5 juta.

Jangan bingung dulu. Siapapun berhak punya rumah. Termasuk yang punya pendapatan Rp 5 juta per bulan. Jumlah gaji tersebut relatif lebih besar dibandingkan dengan gaji di daerah lain lho.

Maka, bagi yang punya pendapatan Rp 5 juta per bulan, masih ada peluang besar buat beli rumah sendiri. Tentu caranya dengan memanfaatkan kredit pemilikan rumah (KPR). Berikut beberapa tipsnya:

[Baca: Para Pekerja Jakarta, Gini Caranya Kalau Mau Beli Rumah Murah]

1. Tentukan kemampuan keuangan terlebih dahulu

Langkah awal untuk beli rumah adalah memastikan harga yang sesuai. Tentunya harus mengukur kemampuan keuangan sendiri.

Dari gaji yang kamu peroleh Rp 5 juta per bulan, hitung dulu berapa pengeluaran dan tetek bengeknya.

beli rumah
Hitung dulu keuangan kita sebelum nyicil rumah (Republika.co.id)

Sebagai contoh, Atang kerja di salah satu perusahaan di Jakarta. Setiap bulan dia memeroleh gaji Rp 5 juta. Dalam sebulan, berikut rincian kebutuhannya:

Makan + transportasi = Rp 2 juta
Bayar kosan = Rp 500.000
Investasi dan tabungan = Rp 250.000
Kebutuhan lain-lain = Rp 500.000
Total = Rp 3,25 juta

Nah, ada sisa dari gaji Atang Rp 1,75 juta (35 persen dari gaji). Sebaiknya sisa uang tersebut disisihkan atau ditabung khusus untuk dana awal atau uang muka cicilan KPR nanti.

[Baca: Hai Para Karyawan, Simak Nih 9 Jurus Ampuh Menabung untuk Membeli Rumah Idaman]

Misalnya Atang konsisten menabung Rp1,75 juta selama tiga tahun. Itu artinya Atang akan mempunyai Rp 63 juta (Rp 1,75 juta x 36 bulan) dari hasil tabungan tersebut.

Secara prinsip keuangan, pengelolaan uang Atang sudah masuk zona aman. Apalagi dia sudah bisa menyisihkan 35 persen uang dari gaji yang diperolehnya per bulan.

Jika 35 persen dari gaji Atang itu ditetapkan untuk kemampuan angsuran cicilan KPR nanti, tampaknya bank akan menyetujuinya. Sebab, bank akan menolak pengajuan KPR jika angsurannya melebihi 40 persen dari gaji.

Sekarang kita simulasikan seperti apa kemampuan Atang dalam mempersiapkan cicilan rumah:

Tabungan yang dimiliki Atang untuk uang muka alias DP rumah adalah Rp 63 juta. Uang cicilan rumah yang disanggupi Atang Rp 1,75 juta per bulan.

Atang punya beberapa pilihan harga rumah yang bisa diajukan untuk KPR:

1. Jika jangka waktu pinjaman 10 tahun: (Rp 1,75 juta) x (10x12bulan) = Rp 210 juta
2. Jika jangka waktu pinjaman 15 tahun: (Rp 1,75 juta) x (15x12bulan) = Rp 315 juta
3. Jika jangka waktu pinjaman 20 tahun: (Rp 1,75 juta) x (20x12bulan) = Rp 525 juta

Tapi ingat ya, uang DP Rp 63 juta itu belum termasuk biaya lain-lain yang menyertai proses KPR, seperti biaya booking fee, administrasi, sampai biaya notaris. Jadi baiknya, siapkan uang muka lebih untuk biaya-biaya tersebut ketika akan mengajukan KPR.

[Baca: Video DuitPintar: 3 Biaya KPR yang Wajib Kamu Siapkan Saat Beli Rumah]

2. Tentukan harga rumah yang akan dibeli

Di atas telah dihitung simulasi kemampuan Atang mempersiapkan biaya uang muka KPR. Dia juga punya pilihan harga rumah yang bisa dibeli dengan mencicil sesuai kemampuan.

Jika Atang memilih beli rumah dengan harga maksimal Rp 315 juta, itu artinya dia bisa melunasi rumah tersebut dalam jangka waktu 15 tahun.

Atang sendiri bahkan telah mampu menyiapkan uang muka 20 persen dari harga properti atau Rp 63 juta dari total Rp 315 juta. Jika sudah oke memilih rumah dengan harga tersebut, Atang harus siap mencicil KPR selama 15 tahun dengan asumsi cicilian konsisten Rp 1,75 juta per bulan.

Hitungan tersebut masih kasar. Itu tergantung dia memilih jenis KPR juga. Sebagai saran, baiknya pilih KPR dengan cicilan flat di awal. Dengan begitu, kamu bisa nyiapin tabungan lagi untuk cicilan bunga floating yang akan berlaku di tahun-tahun mendatang.

[Baca: Biar Ga Salah Pilih KPR, Kenalan Dulu Yuk Sama Jenis-Jenis Bunganya]

3. Tentukan lokasi rumah yang akan dibeli

Memilih lokasi rumah yang akan dibeli adalah bagian yang sering bikin galau. Kata orang, nyari rumah yang cocok, sama kayak nyari jodoh. Kadang kita cari jauh-jauh, eh nemunya malah teman sekolah dulu.

beli rumah
Tentukan lokasi rumah yang sesuai (Carirumah.net)

Begitu juga dengan memilih lokasi rumah. Udah hunting ke sana ke mari, lokasi rumah yang cocok malah yang dekat. Gak bisa diprediksi emang.

Tapi sebagai saran, jika tempat kerjamu di Jakarta seperti Atang, ada baiknya pilih lokasi di pinggiran Jakarta saja. Misalnya, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Bodetabek).

Banyak kok rumah di kawasan Bodetabek yang dijual dengan harga Rp 300 jutaan. Asal rajin-rajin aja hunting lokasi, tipe, dan harga yang cocok.

Dan tentunya pilih lokasi yang paling mudah diakses transportasi umum seperti KRL, bus, dan lainnya.

4. Atur ulang pengeluaran

Setelah mendapatkan rumah yang cocok dengan harga, tipe, dan lokasi, tentu ada kebiasaan perlu diubah dalam pengelolaan keuangan. Sebab ada cicilan rutin yang harus dibayarkan per bulan sesuai tenor yang disepakati.

Belum lagi jika rumah yang dibeli ingin direnovasi. Atau ingin membeli perabotan rumah seperti sofa, lemari, kulkas, televisi, dan lainnya. Pastinya ada biaya lain yang harus disiapkan.

Makanya kalau udah memutuskan untuk menyicil rumah, pengelolaan keuangan kita harus diatur ulang. Paling tidak harus ada yang dipangkas dari pengeluaran bulanan. Misalnya, memangkas uang jajan, uang hiburan, dan biaya gaya hidup lainnya yang suka bikin boros.

5. Cari penghasilan tambahan

Punya rumah sendiri sama saja dengan menambah pengeluaran baru. Ada biaya bulanan yang harus dibayar seperti listrik, uang sampah, keamanan, air pam dan biaya lainnya.

Jika mengandalkan dari gaji bulanan yang sebesar Rp 5 juta, tentu bisa mencukupi bisa juga tidak. Tapi ada baiknya kita mencari penghasilan tambahan untuk lebih leluasa mengatur keuangan.

beli rumah
Nyari usaha sampingan biar buat nambah penghasilan (bisnisukm.com)

Banyak cara kok buat nyari penghasilan tambahan yang bisa kita lakukan. Mulai dari jualan pulsa, bisnis via online, dan bisnis-bisnis sampingan lainnya yang tidak mengganggu pekerjaan utama.

[Baca: 6 Pekerjaan Sampingan Ini Bakal Cepat Menghasilkan Uang]

Semakin rajin mencari peluang usaha sampingan, semakin besar penghasilan tambahan yang bisa didapat. Gaji bulanan pun gak akan terganggu. Malah bisa makin bertambah dan untung.

So, buat kamu yang pengin banget beli rumah tapi gaji cuma Rp 5 juta per bulan, gak usah takut. Tips-tips di atas bisa dicoba. Yuk, berburu rumah.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →