Beli Rumah Harus Cermat, Tanyakan 7 Pertanyaan Ini Ke Pihak Penjual

Jual beli rumah harus jeli melihat surat-suratnya (Shutterstock).

Beli rumah membutuhkan banyak pertimbangan. Kamu gak bisa asal beli karena persoalan harganya saja, tetapi juga harus mengecek setiap detailnya, apalagi kalau rumah itu bekas. Kenapa harus kamu sedetail mungkin, karena rumah itu menjadi tempat tinggalmu nantinya bersama dengan keluarga. Tentunya harus mencari yang paling nyaman dan aman. 

Selain mengecek secara fisik, kamu jangan malu untuk tanya-tanya ke pemiliknya. Kalau perlu tanya secara detail dan spesifik, agar kamu gak menyesal nantinya. Berikut ini beberapa pertanyaan yang wajib kamu tanyakan ke penjual sebelum memutuskan beli rumah idaman

1. Kenapa rumah ini dijual? 

Rumah dijual (Shutterstock).
Rumah dijual (Shutterstock).

Pertanyaan paling mendasar adalah, kenapa rumah ini dijual? Meskipun bisa aja kamu gak mendapatkan jawaban yang sebenarnya, tapi dari jawaban ini paling tidak bisa memberikan kesempatan untuk kamu dalam menegosiasikan harganya. 

2. Sudah berapa lama rumah ini dipasarkan? 

Jual rumah (Shutterstock).
Jual rumah (Shutterstock).

Dengan mengetahui berapa lama rumah tersebut dijual, ini juga bisa digunakan sebagai pertimbangan untuk negosiasi harga. Biasanya, semakin lama rumah itu gak laku-laku, pemiliknya bakal terbuka untuk bernegosiasi. Tapi kalau rumah itu baru dijual dalam waktu beberapa hari saja, pasti mereka masih menaruh harga yang tinggi. 

3. Apa saja yang termasuk di harga tersebut? 

Perabotan isi rumah (Shutterstock).
Perabotan isi rumah (Shutterstock).

Kamu juga perlu mengetahui, dengan harga yang ditawarkan, apa saja yang bakal kamu dapatkan. Apakah harga tersebut sudah termasuk dengan perabotan-perabotan yang melekat? Atau tidak. 

Hal ini bisa membantumu untuk mempertimbangkan membeli perabotan-perabotan baru nantinya. Misal harga sudah termasuk dengan beberapa lemari, sofa yang masih bersih, dan meja makan, tinggal dimanfaatkan saja kalau kondisinya masih bagus.

4. Bagaimana dengan tetangga sekitar? 

Landscape perumahan elite (Shutterstock).
Landscape perumahan elite (Shutterstock).

Kita hidup juga berdampingan dengan orang lain, jadi untuk itu pastikan kalau lingkungan di sekitarmu turut mendukung terciptanya kehidupan yang nyaman dan tentram. Kamu bisa tanyakan ke penjual, bagaimana dengan tingkah laku tetangga sekitar, termasuk keamanannya. 

Contoh gangguan misalnya, ada tetangga yang sering bertengkar, tetangga yang doyan menyetel musik kencang-kencang tanpa mengenal waktu, atau tetangga yang memiliki anjing peliharaan yang sering menggonggong. Tak lupa juga bertanya soal keamanannya, apakah ada satpam yang keliling di malam hari atau tidak. 

5. Apakah rawan bencana? 

Banjir terjadi di kawasan perumahan (Shutterstock).
Banjir terjadi di kawasan perumahan (Shutterstock).

 

Siapa sih yang mau beli rumah di daerah rawan bencana. Biasanya, bencana yang sering melanda pemukiman adalah banjir dan kebakaran. Kalau kebakaran memang sulit untuk diprediksi, sementara banjir bisa diprediksi dari faktor eksternal seperti curah hujan dan kontur tanah. 

Tapi di sisi penjual, siapa sih yang gak mau rumahnya cepat laku apalagi kalau rumahnya rawan bencana. Misalnya si penjual ogah jujur, kamu bisa bertanya-tanya ke tetangga atau masyarakat sekitar. 

6. Apakah ada yang perlu diperbaiki segera? 

Perbaikan rumah perlu dana besar (Shutterstock).
Perbaikan rumah perlu dana besar (Shutterstock).

Misalnya kamu sudah suka dengan lokasinya dan desain rumahnya, jangan buru-buru langsung beli. Kudu dicek juga kekurangannya, tanyakan kepada penjual kira-kira bagian mana yang rusak dan perlu diperbaiki, entah itu atap yang bocor atau dinding yang retak. 

Dengan bertanya seperti itu, kamu bisa mengetahui kira-kira seberapa renovasi apa yang dibutuhkan oleh rumah ini, apakah renovasi total atau renovasi sebagian. Tentunya hal ini sangat membuat kamu untuk mengkalkulasikan biaya yang harus digelontorkan berikutnya. Kalau harus renovasi total, kamu punya kekuatan untuk menegosiasikan harga agar lebih murah lagi kepada si penjual.

7. Bagaimana dengan surat-suratnya? 

Pembeli rumah sedang memeriksa surat tanahnya (Shutterstock).
Pembeli rumah sedang memeriksa surat tanahnya (Shutterstock).

Terakhir tentunya sebelum beli rumah, tanyakan dulu apakah legalitasnya terpenuhi. Legalitas disini berhubungan dengan surat-surat kepemilikannya. Di Indonesia, sebuah hunian tapak, bisa dikatakan legal bila memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM), transaksi jual beli, sertifikat IMB, surat Pajak Bumi Bangunan, dan sejumlah bukti pembayaran tagihan lainnya. 

Itulah tujuh pertanyaan yang harus kamu tanyakan ke penjual. Karena beli rumah sama dengan investasi untuk masa depan, terlebih harga rumah yang tidak murah, jadi harus cermat dalam memilihnya, daripada menyesal belakangan. (Editor: Winda Destiana Putri).