Bisa Kok Beli Rumah Saat Ada Utang Lain, Tapi Pertimbangkan 5 Hal Ini

Siapa sih yang gak pengin punya rumah sendiri? Tentu siapapun, termasuk kamu pasti kepengin. Namun, kadang kala niat buat beli rumah harus terkendala karena kamu punya utang lain. Pasalnya, beli rumah, terutama jika lewat kredit pemilikan rumah (KPR) butuh komitmen pembayaran untuk jangka waktu yang panjang.

Sebenarnya beli rumah saat kamu punya utang gak selalu salah, kok. Yang penting kamu tahu latar belakang utang kamu dan jujur pada kondisi keuangan kamu yang sebenarnya.

Soalnya, bisa aja sebenarnya kamu sanggup buat beli rumah namun kamu tunda karena gak berani buat menurunkan standar hidup. Padahal, sebenarnya uang kamu cukup meskipun kamu punya utang lainnya.

Nah, biar gak bingung lagi, yuk pertimbangkan dulu lewat beberapa poin berikut ini.

1. Utang kamu harus jelas, bukan sekadar buat keinginan semata

Yang pertama, pastikan terlebih dahulu bahwa utang kamu jelas. Punya utang gak salah namun perhatikan apa tujuan utang kamu tersebut.

Bila kamu utang buat usaha, tentu hal tersebut sebenarnya bagus kok. Sebab, dari situ kamu bisa mengolah uang tersebut untuk mendapatkan keuntungan. Namun, kalau kamu punya utang kartu kredit yang menggunung karena kebiasaan konsumtif, itulah yang bikin kamu berat buat beli rumah.

2. Masih dalam persentase yang wajar

Utang-utang yang kamu miliki itu pun harus punya persentase yang wajar. Asal tahu aja, batas wajar persentase utang dari penghasilan kamu haruslah berada di angka 30 persen aja.

Jadi, hitung-hitung dulu apakah jumlah utang kamu dan biaya cicilan rumah nantinya melebihi 30 persen penghasilan kamu. Kalau ternyata bakal lebih dari 30 persen, tunda dulu deh beli rumahnya sampai utang kamu yang lain udah lunas.

3. Biaya sewa tempat tinggal dan transportasi dengan cicilan gak beda jauh

Biaya KPR rumah dan utang kamu yang lain boleh lebih dari 30 persen, tapi ada syaratnya. Apa itu? Pastikan biaya sewa tempat tinggal kamu sekarang dan ongkos transportasi kamu gak beda jauh dengan sebagian besar cicilan rumah kamu nantinya.

Simpelnya gini, dengan punya tempat tinggal, kamu gak perlu sewa kontrakan atau kost lagi kan? Sebagai gantinya, pengeluaran sewa itu dialokasikan untuk sebagian cicilan rumah. Lumayan kan kamu seolah-oleh bayar sewa rumah namun nantinya rumah tersebut jadi milik kamu.

4. Sisihkan sebisa mungkin buat DP rumah

Kalau kamu belum mempunyai bujet untuk membayar down payment (DP) rumah yang kamu perlukan, maka ini saatnya sebisa mungkin sisihkan sebagian dari gaji kamu. Kamu bisa sisihkan buat DP rumah dengan angka yang sama dengan cicilan rumah.

Dengan cara ini, kamu pun bisa berlatih dan mengetahui apakah kamu sanggup buat sediakan dana tersebut setiap bulan dalam jangka waktu panjang.

5. Tekan bujet buat kebutuhan dan keinginan lain

Beli rumah saat kamu punya utang lain pun masih bisa kamu lakukan apabila kamu bisa tekan bujet buat kebutuhan dan keinginan lain.

Ingat lho, cicilan rumah itu merupakan komitmen jangka panjang. Jadi, sebisa mungkin tahan diri buat beli barang-barang atau berlangganan layanan yang gak diperlukan. Bukan begitu?

Nah, udah siap buat beli rumah? Yuk, dari sekarang latih diri buat bikin budgeting yang benar.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →