Tanam Duit di Unit Link – Kenali Karakteristik dan Risikonya

kelemahan asuransi unit link

Tanam duit di unit link berarti kamu membeli asuransi jiwa plus investasi. Produk asuransi unit link memang bertujuan memberikan dua manfaat yaitu jaminan santunan meninggal dunia dan nilai investasi jika tertanggung masih hidup hingga masa perlindungan berakhir.

Namun, gak sedikit pihak yang menyebut unit link tidak menguntungkan. Meski banyak yang menganggap unit link merugikan, namun salah satu produk asuransi jiwa ini masih tetap ditawarkan berbagai perusahaan asuransi jiwa.

Lebih-lebih banyak perusahaan asuransi yang mengunggulkan produk yang menggabungkan asuransi dan investasi itu. Padahal di saat bersamaan, unit link pro dan kontra di masyarakat. Terlepas dari penilaian itu, yang jadi pertanyaan kenapa unit link tetap ditawarkan?

Sebelum bahas lebih jauh, apa itu unit link?

Unit link menawarkan dua keuntungan sekaligus. Pertama, memperoleh perisai asuransi untuk melindungi dari kejadian tak terduga di masa depan. Kedua, mendapatkan manfaat investasi yang akan menambah aset.

Hal ini karena di dalam skema produk unit link, uang yang disetorkan nasabah tidak hanya diperuntukkan membayar premi asuransi, tetapi juga diinvestasikan oleh perusahaan asuransi melalui manajer investasi, agar nilainya terus berkembang.

Belakangan, tak sedikit masyarakat yang kecewa menanamkan uangnya di unit link. Rata-rata beralasan unit link sebagai produk yang mahal lantaran komponen biayanya tinggi. Di saat bersamaan, pertumbuhan dana nasabah di unit link sangat lambat.

Mau tahu lebih lanjut tentang berbagai produk asuransi hingga kelebihan dan kekurangannya? Simak ulasan para ahli di Tanya Lifepal!

Karakteristik unit link

Sebelum memutuskan tanam duit di unit link, ada baiknya kamu memahami karakteristik produk asuransi yang satu ini. Kenapa? Biar kamu gak merasa rugi ketika nilai investasi yang kamu dapatkan gak sesuai ilustrasinya.

Yuk, simak karakteristiknya biar kamu paham sebelum tanam duit di unit link!

1. Peningkatan biaya asuransi

Premi unit link itu setiap bulannya kamu bayar sama. Misalnya kamu membayar Rp1 juta setiap bulan, tetapi ada selisih biaya yang dikenakan dan diambil dari nilai polis. Itu sebabnya kamu gak bayar selisih tersebut.

Tentunya pengambilan dari nilai tunai atau investasi ini akan mengurangi hasilnya. Jika pertumbuhan investasi lebih tinggi dari selisih biaya, maka kamu gak merugi. Tapi, jika lebih besar dan investasi sedang turun, kamu perlu top up agar asuransinya tetap aktif.

2. Tambahan berbagai biaya

Membeli asuransi ini juga harus mempertimbangkan karakteristik yang kedua ini. Biaya yang dikenakan ada beberapa dan bisa disebut cukup besar.

Dalam pengelolaannya dilakukan perusahaan asuransi dan kamu punya kewajiban atas biaya pengelolaan tersebut. Biaya itu antara lain biaya akuisisi, komisi agen, dan biaya operasional. Ada pula biaya jual-beli investasi yang dikenakan dari selisihnya.

Itu sebabnya, sebelum memutuskan beli produk ini, sebaiknya hitung dengan cermat bersama agen kamu biaya-biaya tersebut.

3. Cuti premi kurangi nilai investasi

Cuti premi biasa digadang-gadang agen sebagai “keunggulan unit link”. Padahal, cuti premi ini bakal mengurangi nilai investasi kamu.

Selama kamu gak bayar premi, nilai investasi akan digunakan untuk membayar premi asuransinya. Dengan kata lain, kamu yang mengajukan cuti premi tetap bisa klaim karena tetap bayar lewat nilai investasi kamu.

4. Pilihan investasi ternyata dibatasi

Pilihan investasi di unit link terbatas dan kamu gak punya kebebasan gonta-ganti investasi. Biasanya, perusahaan asuransi menggratiskan biaya ganti investasi sebanyak 2x. Setelah itu, kamu akan dikenakan biaya.

Jadi, kalau kamu anggap investasi pilihan kamu rugi dan mau ganti, maka siap-siap keluar biaya untuk ganti investasi kamu!

5. Asuransi tergantung pada investasi

Poin selanjutnya yang harus dipertimbangkan untuk tanak duit di unit link adalah proteksi kamu tergantung pada investasi. Saat kamu bayar premi, uang tersebut akan dipecah ke dua “kantong” berbeda yaitu kantong proteksi dan kantong investasi.

Untuk hasil investasi, akan tergantung pada nilai polis di masa datang. Artinya, ada kemungkinan berkembang dan gak sesuai ekspektasi karena investasi tidak bisa diprediksi.

Hasil investasi ini yang juga akan digunakan untuk biaya asuransi dalam bentuk nilai polis yang bisa ditarik pada akhir masa proteksi. Jadi, jika kinerja baik, maka biaya tersebut bisa di-cover, pun sebaliknya, ya!

6. Unapplied premi mengurangi manfaat

Unapplied premium adalah bagian dari premi yang diinvestasikan lalu dimasukan ke nilai polis. Sekadar informasi, maksimal porsi yang diinvestasikan mencapai 80 persen.

Artinya, jika kamu membayar Rp1 juta per bulan, maka Rp800 ribu untuk investasi dan sisanya untuk proteksi. Pertanyaannya, maksimalkah manfaat yang diperoleh dari Rp200 ribu per bulan?

7. Nihil nilai investasi di tahun ke-1

Karakteristik terakhir dari produk ini sebagai pertimbangan tanam duit di unit link adalah ketiadaan nilai investasi di tahun pertama. Artinya, kamu gak bakal punya investasi selama 12 bulan awal bayar premi.

Kok bisa? Tentu saja karena 70 persen dari premi tahun pertama kamu digunakan untuk mengelola polis. Sisanya, sebesar 30 persen digunakan untuk komisi agen asuransi.

Bahkan, investasi kamu bisa saja belum maksimal hingga tahun kelima. Hal ini dikarenakan biaya akuisisi masih akan ditagih selama kurun waktu tersebut.

Keterbatasan unit link berdasarkan penempatan dana

Pilihan investasi unit link juga terbatas karena ada kriteria tersendiri untuk produk ini. Berdasarkan ketentuannya, unit link dibagi dalam empat jenis berdasarkan penempatan dana yaitu:

  1. Unit link pasar uang (cash fund)
  2. Unit link pendapatan tetap (fixed income)
  3. Unit link campuran (managed fund)
  4. Unit link saham (equity fund)

Jenis-jenis ini juga bisa kamu pertimbangkan sebelum memutuskan tanam duit di unit link. Yuk disimak!

1. Unit link pasar uang

Produk asuransi unit link ini menempatkan seluruh porsi dana investasi di instrumen pasar uang. Adapun produk yang dibelanjakan antara lain deposito berjangka dan surat utang berjangka kurang dari satu tahun.

Risikonya paling rendah namun juga memberikan imbal hasil yang terbatas. Produk ini cocok bagi orang yang tidak berani mengambil risiko yang besar.

2. Unit link pendapatan tetap

Produk asuransi unit link pendapatan tetap ini menempatkan dana investasi sekurang-kurangnya 80 persen di surat utang atau obligasi dan sisanya di pasar uang.

Risiko investasi tanam duit di unit link ini lebih tinggi dari unit link pasar uang, tapi potensi nilai investasi juga lebih tinggi. Produk ini cocok bagi kamu yang punya profil ingin mendapatkan relatif stabil dari tanam duit di unit link.

3. Unit link campuran

Produk unit link ini menempatkan porsi dana investasi di beragam instrumen seperti saham, obligasi, dan pasar uang. Perbandingannya gak sama dengan tanam duit di unit link saham atau unit link pendapatan tetap.

Untuk urusan potensi imbal hasil dan risiko dari tanam duit di unit link ini secara teori bisa lebih besar daripada unit link pendapatan tetap, namun lebih kecil daripada unit link saham.

Produk ini cocok bagi kamu yang pengin mendapatkan pendapatan cukup sambil mengharapkan hasil investasi jangka panjang.

4. Unit link saham

Produk tanam duit di unit link saham ini menempatkan sekurang-kurangnya 80 persen pada portofolio saham. Umumnya, saham memberikan potensi imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan lainnya. Begitupun untuk risiko.

Tanam duit di unit link ini cocok bagi kamu yang mengejar potensi keuntungan tinggi dan punya “bisa berdamai” dengan risiko tinggi.

Unit link saham juga tersedia dengan pilihan syariah, ya!

Kelebihan dan kekurangan tanam duit di unit link

Sebagai produk asuransi yang digabungkan dengan investasi, tentunya ada kelebihan dan kekurangan. Hal ini juga wajib kamu ketahui dan pertimbangkan sebelum tanam duit di unit link.

Simak ulasan lengkapnya di sini.

Kelebihan tanam duit di unit link

Salah satu keunggulan dari unit link adalah kamu gak repot urus investasi karena sudah dikelola oleh perusahaan asuransinya. Jadi, kamu hanya perlu membayar premi setiap bulannya. Berikut kelebihan tanam duit di unit link yang jadi keunggulan:

1. Menawarkan proteksi tambahan

Tanam duit di unit link gak bakal rugi jika kamu bisa membuat komposisi yang tepat antara investasi, manfaat asuransi jiwa (UP jiwa), dan proteksi tambahan (riders).

Salah satu riders yang bisa kamu pilih adalah asuransi kesehatan yang menjamin biaya perawatan di rumah sakit. Dengan begitu, kamu gak hanya membayar premi mahal hanya untuk asuransi jiwa dan investasi.

2. Premi gak hangus

Sama-sama kasih manfaat santunan meninggal dunia, tapi tanam duit di unit link lebih unggul dari asuransi jiwa murni.

Sebab, asuransi jiwa murni bakal hangus jika tidak ada klaim. Sementara, unit link memberikan imbal hasil jika tertanggung hidup hingga akhir masa asuransi.

3. Masa asuransi panjang

Tanam duit di unit link juga menawarkan masa proteksi yang panjang. Biasanya, unit link memberikan manfaat masa pertanggungan hingga tertanggung berusia 75, 80, atau seumur hidup (100 tahun).

Dengan begitu, kamu akan lebih lama terproteksi asuransi. Apalagi jika kamu juga membeli manfaat tambahan seperti proteksi kesehatan.

4. Manfaat ganda

Tanam duit di unit link juga memberikan manfaat ganda. Ini manfaat utamanya yaitu UP jiwa yang diberikan kepada ahli waris dan nilai investasi. Tentu manfaat ini bertambah lagi jika kamu membeli proteksi kesehatan.

Dengan begitu, bukan hanya perlindungan terhadap berbagai risiko yang terjadi pada diri kita saja, tapi ada juga hasil investasi yang bisa dinikmati kelak.

5. Bisa cuti premi

Cuti premi cuma bisa dilakukan nasabah yang tanam duit di unit link. Memang sih fasilitas ini bakal mengurangi nilai investasi kamu, tapi kamu tetap terjaga dan bisa menikmati proteksi jiwa dan kesehatan selama cuti premi.

Kekurangan tanam duit di unit link

Berikut ini beberapa kekurangan dari tanam duit di unit link. Biaya-biaya cukup besar yang bakal dikenakan harus jadi pertimbangan kamu untuk tanam duit di unit link.

1. Banyak biaya yang dikenakan

Berikut beberapa biaya yang dikenakan jika kamu tanam duit di unit link:

  • Biaya administrasi yang besarnya tergantung perusahaan asuransi. Biaya ini dibayar per bulan atau per tahun.
  • Biaya alokasi premi yang biasanya dikenakan pada awal membeli unit link. Ada juga biaya yang dikenakan setiap mengalokasikan produk investasi (ganti).
  • Biaya pengelolaan investasi ada yang besarannya hingga 3 persen per tahun berdasarkan harga unit.

2. Manfaat investasi yang tidak maksimal

Unit link pada dasarnya adalah sebuah layanan asuransi yang bertujuan memberikan proteksi bagi keluarga yang ditinggalkan dan nasabah jika berumur panjang.

Dengan menilik hal tersebut, maka bisa dipastikan manfaat proteksi dan manfaat investasi tidak maksimal karena premi yang kamu bayar setiap bulan dibagi-bagi ke beberapa pos tersebut.

3. Premi mahal

Kekurangan tanam duit di unit link lainnya adalah premi mahal. Pasalnya, kamu gak cuma beli asuransi tapi akuisisi produk investasi.

Selain itu, premi tinggi unit link juga terkait biaya-biaya, komisi agen, dan lainnya. Jadi, premi yang kamu bayar setiap bulannya gak murni cuma buat asuransi.

4. Tanpa jaminan keuntungan

Hampir setiap ilustrasi tanam duit di unit link yang dibuat agen asuransi selalu menggambarkan keuntungan luar biasa. Tentunya, ilustrasi ini gak bisa jadi jaminan keuntungan yang bakal kamu dapat kelak.

Kondisi ekonomi menjadi salah satu pemicu pergerakan nilai investasi kamu.

5. Proteksi kurang maksimal

Proteksi bisa maksimal jika kamu tanam duit di unit link dengan porsi asuransi jauh lebih besar ketimbang investasinya. Namun, rata-rata nasabah menggebu-gebu mendapatkan potensi keuntungan besar, sehingga mengabaikan manfaat asuransinya.

Tips tanam duit di unit link

Biasanya unit link dilirik mereka yang punya riwayat penyakit kritis dan hendak memasuki masa pensiun. Mengapa?

Karena mereka bisa memilih unit link dengan premi tunggal. Kalau ada apa-apa dengan tertanggung maka ahli waris bisa mendapatkan uang pertanggungan (UP) 150 persen dari premi awal.

Misalnya Richard menempatkan dana pensiunnya di unit link dengan premi tunggal Rp500 juta. Ketika meninggal dunia maka uang pertanggungan yang didapat ahli warisnya bisa sebesar Rp500 juta x 150 persen yakni Rp750 juta.

Kemudian, unit link bisa menjadi solusi bagi yang ingin berinvestasi di reksa dana tapi dananya minim di bawah Rp100 ribu. Dengan membeli unit link, seseorang sudah bisa menanamkan uangnya di reksa dana  walau besarannya hanya Rp50 ribu per bulan.

Kalau berhenti di tengah jalan apakah rugi?

Jawaban dari pertanyaan itu sebenarnya kembali lagi pada tujuan awal berinvestasi. Rumus standar berinvestasi adalah tentukan tujuan, jangka waktu investasi, dan yang terpenting mengenal profil risiko diri sendiri.

Saran terakhir, sebaiknya jangan buru-buru menutup unit link kalau belum punya asuransi pengganti. Bagaimana pun asuransi tetap penting sebagai pengalih risiko kepada perusahaan asuransi.

Kuis risiko investasi

Jika kamu tertarik tanam duit di unit link, sebaiknya kamu isi terlebih dahulu Kuis Risiko Investasi dari Lifepal. Dengan mengisi kuis berikut, kamu jadi tahu profil risiko kamu seperti apa.

Mengetahui profil risiko jadi salah satu arah dalam menentukan pilihan investasi yang tepat. Selamat mencoba!

Tanya jawab seputar tanam duit di unit link

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →