Waspada, Ini 5 Ciri Fintech Pinjaman Online Ilegal

Shutterstock

Maraknya perusahaan financial technology alias fintech pinjam meminjam uang yang memberikan bunga pinjaman tinggi menjadi perhatian Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK Hendrikus Passagi mengatakan, saat ini terdapat lima ciri utama yang harus diketahui masyarakat agar tidak menjadi korban fintech ilegal. Utamanya bagi mereka yang memberikan bunga pinjaman sangat tinggi hingga proses penagihan yang tidak wajar.

1. Direksi Perusahaan Gelap

Ciri pertama dari fintech ilegal adalah jajaran pengelola atau direksi perusahaan tidak jelas, dan cenderung sengaja menyamarkan identitasnya mulai dari nama, hingga alamat.

“Pengelola direksi sengaja menyamarkan identitas diri dan alamatnya sehingga kalau seseorang ingin melaporkan atau menyampaikan gugantan ke polisi mencari alamat orang ini tidak akan pernah ketemu jadi mereka memang sejak awal mendirikan fintech lending ilegal ini memang sudah diniatkan untuk menyamarkan segala identitasnya,” ungkap Hendrikus di Jakarta.

2. Pinjaman Mudah Cair

Ciri kedua perusahaan pinjaman online ilegal adalah mudahnya proses mengajukan pinjaman hingga proses pencairan dana cenderung cepat.

“Mereka ketika memberi pinjaman itu sangat mudah, begitu anda isi, langsung dicairkan dengan tujuan gampang kan? kalau anda gak bayar anda diteror nanti, sangat mudah memberi pinjaman ini yang menggiurkan,” paparnya.

Sedangkan jika perusahaan fintech pending yang legal, proses pencairan dana tidak berlangsung singkat, dan terdapat verifikasi calon peminjamnya secara ketat.

“Kalau fintech lending legal tidak semudah itu anda mengajukan pinjaman, anda mengajukan pinjaman di tanya, kerjamu dimana, slip gajimu mana, kerjamu apa, ini ada proses,” jelasnya.

3. Bunga Tinggi dan Tak Terbatas

Selanjutnya ciri ketiga adalah adanya bunga pinjaman yang tinggi bahkan tak terbatas.

“Fintech ilegal membebankan bunga hitungannya per hari diakumulasi dan tanpa batas, sementara kalau legal ada batasnya 90 hari dan 100 persen itu ciri ketiga, bunga tinggi diakumulasi harian dan tanpa batas,” jelas Hendrikus.

4. Mencuri Data Pelanggan

Ciri keempat dari fintech ilegal adalah melakukan praktik pelanggaran hukum berupa pencurian data pelanggannya, mulai dari data kontak pelanggannya, hingga data-data pribadi.

“Mereka mengakses data phonebook dan data-data pribadi, sehingga ketika anda gagal bayar itulah yang digunakan oleh fintech lending ilegal untuk meneor. Nah ketika anda diteror dan merasa diteror anda melapor ke polisi susah kondisinya nyari orang ini karena alamatnya gak jelas,” ujar Hendirkus.

5. Melakukan Teror

Ciri kelima fintech ilegal adalah melakukan teror terhadap nasabah yang melakukan tunggakan terhadap pinjamannya. Teror ini dilakukan untuk penagihan namun tidak mengindahkan waktu penagihan hingga tengah malam terus dilakukan teror melalui ponsel.

“Dia akan menggunakan data di phonebook untuk teror, sementara kalau legal dilarang akses phonebook atau gambar-gambar pribadi dengan alasan hukum. Kemudian ketika menagih ada code of conduct yang hanya boleh di jam kerja, gak boleh jam 12 malam,” kata Hendrikus.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah