Berkenalan dengan 4 Pesawat Buatan Indonesia yang Bujet Produksinya Triliunan

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) memang sedang menggalang dana yang gak sedikit untuk pembuatan salah satu pesawat buatan Indonesia yaitu R80. Tapi gimana ya kabar dari pesawat-pesawat Indonesia lainnya, termasuk yang dirancang Habibie?

Bicara soal biaya pembuatan pesawat, tentu saja biaya yang harus dikeluarkan PT Dirgantara Indonesia tidaklah sedikit. Walau saat ini sudah terkumpul Rp 9 miliaran, ternyata biayanya masih kurang lho.

Pengin tahu tentang biaya pembuatan pesawat-pesawat Indonesia lainnya? Berikut ulasan lengkapnya.

1. N-250

Pesawat N250. (Shutterstock)
Pesawat N250. (Shutterstock)

Prototipe pesawat buatan Indonesia ini diluncurkan pertama kali pada 1995 untuk N-250 PA-1 Gatotkaca dan N-250 PA-2 Krincing Wesi (1996). Pesawat ini punya kapasitas maksimal 50 orang, menggunakan mesin turboprop buatan lokal.

Pesawat berbaling baling 6 bilah ini mampu terbang dengan kecepatan maksimal 610 km/jam (330 mil/jam) dan kecepatan ekonomis 555 km/jam lho.

Untuk melanjutkan produksi pesawat ini, Indonesia butuh modal Rp 13 triliunan pada masanya! Sementara itu di tahun 1997 Indonesia juga dilanda krisis ekonomi, dan atas rekomendasi Dana Moneter Internasional (IMF), proyek N-250 terpaksa disuntik mati.

Saat ini, dua prototipe pesawat N250 itu cuma jadi besi tua saja di PTDI. Sementara itu, insinyur-insinyur di balik proyek ini juga sudah pensiun.

2. N-219

Pesawat N219. (Jabarprov.go.id)
Pesawat N219. (Jabarprov.go.id)

Pesawat N-219 sejatinya merupakan hasil kerjasama dari PTDI dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Akan tetapi, pesawat ini kurang disukai Habibie.

Hal itu disebabkan karena N-250 kapasitasnya jauh lebih besar dari N-219. Oleh karena itu, N-219 sering disebut pesawat mainan oleh Habibie.

Prototipe pesawat dengan kapasitas maksimal 19 orang ini, menggunakan mesin Pratt and Whitney PT6A-52. Pesawat ini memiliki kemampuan 850 TK dan daya jelajahnya 1580 NM dengan kecepatan maksimum 213 knot. Karena ukurannya yang kecil, N-219 cukup nyaman digunakan menjelajahi wilayah terpencil.

N-219 juga menggunakan teknologi avionik canggih Garmin G-1000 dengan Flight Management System. Di dalamnya terdapat Global Positioning System (GPS), sistem Autopilot dan Terrain Awareness and Warning System. Kira-kira cukup canggih untuk dikelasnya.

Prototipe pesawat yang sukses melakukan penerbangan perdana pada Agustus 2017 ini dibangun dengan bujet US$ 80 juta, atau setara dengan Rp 1 triliun pada masanya. Jelas banget, biaya ini lebih murah ketimbang merakit N-250.

Kabarnya, pesawat ini mulai diproduksi masal pada 2019 mendatang dan dijual Rp 90 miliaran. Pastinya bakal ditawarkan pada maskapai yang berminat membeli pesawat ini. Do’akan saja deh mudah-mudahan pesawat ini gak cuma jadi besi tua.

3. N-245

N-245 (militermeter.com)

Selain N-219 dan N-250, ada pula pesawat buatan Indonesia yang bernama N-245. Prototipe pesawat ini belum jadi, karena PTDI dan LAPAN masih butuh pendanaan.

N-245 merupakan pengembangan dari pesawat CN235. Perbedaannya, N245 dimodifikasi dengan menghilangkan ramp door di bagian belakang pesawat untuk menampung lebih banyak penumpang hingga 50-54 orang. Lumayan oke juga nih, mirip-mirip N-250.

Tapi menurut kabar di media, PTDI butuh dana kurang lebih US$ 200 juta atau setara dengan Rp 2,9 triliun, untuk membuat tiga prototipe. Dan terhitung sejak Agustus 2017, belum ada investor yang tertarik untuk menanamkan modal membangun pesawat ini.

4. R80

Pesawat R80 rancangan BJ Habibie. (MoneySmart.id/Pramdia Arhando)
Pesawat R80 rancangan BJ Habibie. (MoneySmart.id/Pramdia Arhando)

Pesawat R80 merupakan pesawat buatan Indonesia yang dirancang langsung oleh BJ Habibie dan putranya, Ilham Habibie, di bawah naungan PT Regio Aviasi Industri.

Kebutuhan dana dalam membuat desain hingga purwarupa atau prototipe pesawat R80 menghabiskan dana sebesar Rp 200 Miliar, sedangkan pengembangan usaha mencapai Rp 20 Triliun! Mahal banget!

Prototipe pesawat ini ditargetkan rampung pada 2022 mendatang. Setelah itu, R80 akan menjalani proses sertifikasi dan uji coba. Kabarnya, R80 mampu mengangkut 80-90 penumpang. Pesawat ini juga didesain dengan desain kokpit modern dan menjamin kenyamanan penumpang selama mengudara seperti minimnya kebisingan suara mesin.

R80 juga mampu melesat hingga 330 knots atau sekitar 611 kilometer per jam. Sedangkan kecepatan ekonomisnya mencapai 290 knots atau sekitar 537 kilometer per jam.

Tertarik untuk ikut menyukseskan penggalangan dana pembuatan prototipe pesawat ini? Kamu bisa berdonasi melalui https://m.kitabisa.com/pesawatr80 dengan uang minimal Rp 100 ribu. Nantinya, fotomu bakal dipampang di badan pesawat itu.

Itulah empat pesawat buatan Indonesia yang bujet perakitan prototipenya mencapai triliunan Rupiah. Ternyata masih ada dua yang prototipenya belum jadi, dan kita bisa membantu mensukseskan pembuatan itu lho.

Tentunya, bangga juga dong kalau pesawat itu nantinya bakal diproduksi massal dan laris dijual di pelbagai maskapai.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →