Biar Ga Salah Pilih KPR, Kenalan Dulu Yuk Sama Jenis-Jenis Bunganya

Salah Pilih KPR

Siapa yang ga mau punya rumah? Tentunya punya hunian sendiri sudah jadi impian banyak orang, terlebih buat kita yang penghasilannya pas-pasan. Tapi sering kali punya rumah pribadi cuma jadi angan-angan semata karena harganya yang selangit.

salah pilih KPR
Punya rumah jangan hanya jadi mimpi ayo wujudkan! (mimpi punya rumah / htmtgservicesllc)

Buat yang senasib, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bisa jadi jawaban paling tepat. Ga perlu nabung sampai dana menggunung, cukup kumpulin uang buat DP (down payment), rumah pun sudah bisa ditinggali.

Tapi tunggu dulu. Sebelum mutusin untuk ngajuin KPR, kita perlu tahu bibit-bebet-bobotnya soal produk ini. Pasti ga mau kan kalau cicilan KPR akhirnya malah ngebebanin keuangan kamu tiap bulan?

Nah, apa aja yang mesti diperhatiin sebelum ngambil KPR? Salah satunya adalah soal bunga. Ini penting, soalnya berdampak buat besarnya cicilan KPR kamu.

Jadi, apa aja sih jenis-jenis bunga KPR yang ditawarin bank-bank sekarang? Simak ulasannya berikut ini.

Suku Bunga Fix

Fixed rate atau bunga fix atau bunga tetap artinya bank mengenakan suku bunga yang sama untuk KPR kamu selama masa pinjaman. Jenis bunga ini ga terpengaruh sama besarnya suku bunga acuan yang ditetapkan Bank Indonesia (BI 7-Day Repo Rate).

Misalnya bunga KPR kamu ditentuin 7 persen pas awal pinjaman. Nah, pas suku bunga BI naik jadi 10 persen, obunga KPR kamu bakal tetap 7 persen. Begitu pun pas suku bunga turun jadi 6 persen, bunga KPR kamu tetap 7 persen.

salah pilih KPR
Meski suku bunga BI naik turun suku bungan fix akan tetap sesuai kesepakatan di awal (persentase / mortgagechoice)

Tapi, pada kenyataannya, bank biasanya cuma memberlakukan bunga tetap kayak gini pas masa awal pinjaman, misalnya tiga atau lima tahun. Untuk sisa masa pinjaman, kamu biasanya bakal dikenakan suku bunga floating. Ini kita bahas di poin berikutnya ya.

Suku Bunga Floating

Floating rate atau bunga mengambang artinya bunga pinjaman kamu ngikutin besarnya suku bunga acuan. Nah, suku bunga acuannya ini bisa beda-beda. Ada yang ngikutin suku bunga BI, suku bunga dasar kredit (SBDK), dan suku bunga sertifikat Bank Indonesia (SBI).

Secara singkat, SBDK adalah suku bunga acuan yang ditetapkan perbankan untuk memberikan kredit kepada debitur. Tiap bank menetapkan SBDK yang berbeda-beda, yang bisa kamu cek di situs BI secara berkala.

Sementara itu, SBI adalah surat berharga yang dikeluarkan BI sebagai pengakuan utang jangka pendek dengan sistem bunga. Suku bunga SBI merupakan suku bunga acuan yang ditentukan dari mekanisme pasar berdasarkan sistem lelang untuk SBI periode tertentu. Besarannya pun selalu berubah dari waktu ke waktu.

Nah, tipe bunga kayak gini nih yang bakal bikin kamu was-was. Soalnya besar cicilan kamu tiap bulan bakal ditentuin dari besarnya suku bunga BI. Kok BI? Iya, karena besaran SBDK tiap bank dan suku bunga SBI bakal selalu menyesuaikan dengan suku bunga BI. Tapi, selalu pastikan suku bunga acuan untuk produk KPR kamu ya, supaya kamu bisa estimasi besar cicilan dan ga kaget pas bayar tiap bulan.

Buat kamu yang berani ngambil risiko, memilih KPR dengan suku bunga floating bisa dijadikan pertimbangan. Apalagi, kalau tren ekonomi lagi bagus. Siapa tahu baru menginjak dua tahun masa cicilan, SBDK bank kamu atau suku bunga SBI diturunin sampai 100 basis poin. Untung kan?

Suku Bunga Fix + Floating

Nah, suku bunga jenis ini yang paling sering ditemuin di bank-bank. Kenapa? Karena bank bisa menarik calon debitur dengan iming-iming bunga tetap untuk masa-masa awal cicilan. Tapi di sisi lain, bank juga bisa main aman dengan menetapkan bunga floating yang ngikutin suku bunga acuan selama periode bunga fix berakhir.

Misalnya, kamu ngambil KPR dengan bunga fix + floating di Bank ABC. Skemanya:

Tahun 1-5 = bunga fix 8%

Tahun 6-dst = bunga floating ngikutin SBDK Bank ABC

Artinya, selama lima tahun pertama cicilan, bunga KPR kamu ga akan bergerak. Meskipun SBDK Bank ABC naik sampai 10%, bunga KPR kemu tetap 8%. Begitupun sebaliknya, kalau SBDK turun jadi 5%, bunga kamu tetap 8%.

Selanjutnya, untuk sisa masa cicilan, kamu akan dikenakan bunga floating yang mengikuti SBDK bank kamu.

Nah, buat yang suka dengan kepastian untuk tahun-tahun awal cicilan, baiknya milih bunga KPR jenis ini. Kamu juga bisa manfaatin waktu tersebut untuk menyimpan dana lebih, karena siapa tahu BI rate naik di masa depan.

salah pilih KPR
Tarik nafas dulu dalam-dalam, yuk lanjut baca lagi (biar ga ngantuk / gambarfotovideo)

Suku Bunga Cap (dibaca: ‘Kep’)

Karena yang nyediain KPR sekarang makin banyak, bank juga ga mau kalah pinter nih. Buat menarik calon peminjam, sekarang bank juga nyediain suku bunga cap. Apa sih bunga cap ini?

Sebenarnya, bunga cap setipe sama bunga floating. Bedanya, untuk bunga cap, bank ngasih batasan maksimum. Misalnya, bunga cap KPR kamu dipatok 10 persen. Artinya, bunga KPR kamu tetap floating ngikutin SBDK, tapi maksimal di angka 10 persen aja. Jadi kalau SBDK kamu naik sampai 12 persen, bunga KPR kamu tetap 10 persen.

Tapi, sama kayak suku bunga fix, bunga cap ini biasanya cuma berlaku dalam periode waktu tertentu, misalnya pas lima tahun pertama cicilan. Kalau cicilan KPR kamu 15 tahun, maka 10 tahun sisanya, bunga KPR kamu ya floating ngikutin SBDK tanpa batas maksimum.

Suku Bunga Fix & Cap

Suku bunga fix & cap adalah cara penetapan bunga yang menggabungkan bunga fix dan bunga cap. Misalnya, kamu mengambil KPR di bank XYZ dengan suku bunga fix & cap selama lima tahun pertama:

Tahun 1-2 = bunga fix 7%

Tahun 3-5 = bunga cap 10%

Berarti selama dua tahun pertama, bunga KPR kamu akan selalu tetap 7%, tanpa naik-turun. Untuk tiga tahun berikutnya, bunga KPR floating mengikuti SBDK tapi tidak akan melebihi 10%.

Terus gimana untuk tahun-tahun berikutnya? Nah, biasanya bank akan mengenakan kamu suku bunga floating yang besarannya terus berubah sesuai dengan SBDK.

Sekarang udah tahu kan jenis-jenis bunga KPR? Ini harus kamu pertimbangkan waktu mau milih produk KPR nanti, supaya keuangan kamu tiap bulan ga kebobolan. Selamat memilih!

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Jangan Ajuin KPR Sebelum Punya 4 Hal Ini]

[Baca: Tak Kenal Maka Tak Sayang Kenalan Dulu Yuk Sama KPR]

[Baca: Baru Rencana Ngajuin Pinjaman? Ketahui Dulu Jenis Bunga Kredit Bank dan Cara Hitungnya]

 

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →