Biar Lulus Ujian SIM C? Ini Tips dan Trik Sukses Ikuti Ujian Teori dan Praktik

Biar Lulus Ujian SIM C Begini Trik dan Strateginya (Shutterstock).

Pemilik kendaraan roda dua yang ingin membuat surat izin mengemudi (SIM) sudah pasti wajib mengikuti ujian SIM C, baik ujian teori dan praktik. 

Sayangnya, tidak sedikit pemohon yang tidak lulus baik ketika mengikuti uji teori atau praktik tersebut. Agar tidak salah jawab, perlu banget nih mempelajari materi soal ujian SIM C.

Untuk mempelajarinya cukup mudah, karena banyak toko buku yang menjual soal ujian SIM C. Kamu juga bisa mengakses situs Korlantas Polri untuk mengikuti simulasi ujian teori. 

Bila sudah menguasai ujian teori dan trampil mengendarai sepeda motor, niscaya pemohon bisa mendapatkan SIM kurang lebih hanya satu jam saja.

Materi yang terdapat pada ujian teori yaitu seputar tata cara berperilaku di jalan raya atau lebih ke pengetahuan tentang lalu lintas. 

Waktu yang diberikan hanya 15 menit untuk mengerjakan sejumlah 30 soal. Peserta dinyatakan lulus ujian teori apabila berhasil menjawab 21 soal dengan benar.

Pertanyaan-pertanyaan ujian teori biasanya bersumber dari Undang-Undang No. 22 tentang aturan lalu lintas. Sembari belajar ujian teori, kamu juga semakin memperkaya wawasan soal berlalu lintas di jalan raya. 

Kamu secara tidak langsung diajarkan bagaimana etika berkendara di jalan saat ada kendaraan lain ingin mendahului dan menentukan prioritas di persimpangan.

Dengan persiapan latihan teori dan praktik secara serius, kamu pun bisa lulus ujian SIM C tanpa ‘pelicin’. 

Sudah jamak diketahui, ujian SIM di Indonesia cukup sulit dan banyak orang memanfaatkan ‘kemudahan’ secara ilegal supaya lulus. Kuncinya kamu harus yakin lulus, dan legowo apabila ternyata harus mengulang.

Ini beberapa tahapan sebelum ikutan ujian SIM C

Ujian SIM C
SIM (Shutterstock).

Ada beberapa tahap dalam mengurus SIM C, dimulai dari pendaftaran hingga pengambilan sidik jari, tanda tangan, dan pemotretan. 

Tahap paling sulit biasanya ketika ujian teori dan praktik. Syarat utama dalam pengurusan SIM adalah peserta haruslah seorang Warga Negara Indonesia dengan usia minimal 17 tahun dan telah memiliki KTP.

Pemohon diharuskan mengambil formulir di kantor kepolisian atau secara online melalui situs sim.korlantas.polri.go.id. Untuk pengambilan formulir di kantor polisi, akan dikenai biaya Rp 100 ribu. 

Setelah mengisi formulir, peserta akan mendapatkan informasi mengenai waktu dan tempat ujian SIM.

Saat akan mengikuti ujian SIM, kamu perlu membawa dua dokumen lainnya yaitu fotokopi KTP serta surat keterangan sehat jasmani dan rohani. 

Khusus untuk surat keterangan ini, pemohon SIM dapat memperolehnya di klinik kesehatan kepolisian dengan biaya sekitar Rp 25 ribu atau mengurusnya sendiri ke puskesmas terdekat.

Setelah menyerahkan kepada petugas, kamu kemudian diarahkan ke ruang kelas untuk mengikuti ujian teori untuk SIM. Ingat, kita harus fokus dalam mengerjakan karena waktu ujiannya cuma sebentar.

Sebagai tambahan informasi, berikut ini daftar biaya pembuatan SIM, termasuk pembuatan SIM C, yang perlu disiapkan.

Ujian teori SIM C

Ujian SIM C
Ujian teori pembuatan SIM (Carmudi)

Pengetahuan soal berlalu lintas di jalan raya bisa dibuktikan melalui ujian teori. Soal yang diujikan sebenarnya merupakan wawasan umum berkendara di jalan. 

Materi ujian teori bisa dipelajari dari banyak sumber, bisa dari buku-buku tentang aturan lalu lintas atau mengakses website Korlantas Polri. Sama seperti mengikuti ujian sekolah, kamu harus mempelajari dengan tekun materi ini.

Pada ujian teori ini hanya diberikan waktu selama 15 menit untuk menjawab 30 soal. Untuk itu, pastikan kamu menjawab semuanya dengan teliti dan benar. Sebab, kriteria kelulusan ujian teori ini kamu harus menjawab 21 soal dengan benar, atau hanya menjawab 7 soal yang salah.

Setelah melakukan ujian teori, kamu diminta menunggu oleh tim pengawas. Hasil ujian teori diumumkan sekitar 15 menit setelahnya, apabila lulus maka dipersilakan mengikuti ujian praktek. 

Namun, apabila ternyata gagal, petugas akan meminta kamu untuk kembali datang ke ujian teori sekitar dua pekan berikutnya.

Jika pemohon SIM tidak mau mengulang, tidak datang kembali, atau tidak ada keterangan, uang pendaftaran yang sudah dibayarkan akan dikembalikan.

Ujian praktik SIM C

Ujian SIM C
Ujian praktek pembuatan SIM (Carmudi)

Setelah dinyatakan lulus ujian teori, kamu diminta melanjutkan ke ujian praktik di tempat yang sudah ditentukan. Ada beberapa jenis ujian praktik dalam ujian SIM C yang pastinya menuntut keterampilan berkendara sepeda motor. 

Kamu bisa langsung memilih kendaraan yang disediakan, sebaiknya pilih kendaraan yang menurut kalian paling nyaman, entah itu matic atau motor bebek.

1. Ujian keseimbangan

Ini adalah ujian keseimbangan ketika mengemudi dalam kecepatan rendah.

2. Ujian ketangkasan

Dalam ujian ini, pengendara dites buat melewati tikungan tajam yang terbagi menjadi tiga, yaitu:

  • lintasan slalom, 
  • lintasan angka 8, dan 
  • lintasan putar balik. 

3. Ujian kecekatan

Ujian berkendara ini bertujuan untuk menilai kecakapan pemotor ketika harus mengambil keputusan mendadak saat berkendara.

Nah, ujian praktek ini kelihatannya saja mudah padahal aslinya sulit. Kamu perlu latihan keseimbangan mengendarai motor dengan kecepatan sangat rendah. Saat ujian tersebut, kaki tidak boleh turun menginjak tanah.

Dikutip dari laman NTMC Polri, pemohon SIM kendaraan di wilayah DKI Jakarta juga diperbolehkan latihan sendiri di Satpas Daan Mogot. Waktunya yaitu pada hari Minggu, dengan membawa kendaraan motor sendiri mulai dari jam 08.00-16.00 WIB.

Trik Berkendara di Ujian Praktek SIM C

Ujian SIM C
Trik berkendara saat proses pembuatan SIM (Carmudi Indonesia)

Sebelum memulai ujian praktek, sebaiknya kamu berdoa terlebih dahulu agar diberi kelancaran dan keselamatan. Usahakan untuk tetap tenang, dan anggap saja itu seperti halnya kita berkendara sehari-hari.

Bagi kalian yang memakai motor bebek, sebaiknya langsung gunakan gigi dua agar gasnya bisa stabil. Sebab, bila menggunakan gigi satu risikonya adalah tarikan yang terlalu spontan.

Dengan bukaan gas yang halus dan tidak spontan ini kita bisa lebih konsentrasi dan menjaga keseimbangan.

1. Melewati jalur zig-zag dan angka 8

Agar tidak mengagetkan saat bermanuver, kamu lebih baik menggunakan rem kaki agar tidak terlalu bingung dan fleksibel. Usahakan bukaan gas pada motor tidak terlalu besar serta stabil. Jangan melakukan buka tutup gas karena membuat laju motor jadi terhentak.

Trik mudahnya, bayangkan saja sedang berkendara melewati banjir. Dalam kondisi ini sebisa mungkin harus menahan gas supaya air tak masuk dalam knalpot.

Kunci melewati rintangan zig-zag maupun angka 8 terletak pada koordinasi rem kaki dan keseimbangan. Jaga pandangan untuk tetap melihat keadaan sekitar, dan untuk memprediksi kemana arah motor akan bergerak dan meliuk.

Rute angka 8 selalu jadi momok di ujian SIM karena sebagian besar peserta gugur di lintasan ini. Dalam mengatasi rintangan ini, kalian harus melakukan trik counter steering di track angka 8.

Counter steering yaitu dengan memposisikan duduk di kiri ketika akan berbelok di kanan, atau sebaliknya dengan menggeser bokong saja. Cara counter steering ini juga bisa dilakukan saat melewati track u-turn atau putar balik.

2. Melewati track menghindar

Track ini dibuat oleh pihak kepolisian untuk menguji kesigapan pengendara apabila terjadi marabahaya tepat di depannya. Untuk melewatinya tidak sesulit track zig-zag atau angka 8, karena di sini kamu cukup fokus berkendara dan mengerem.

Usahakan tidak berkendara terlalu kencang dan lakukan pengereman kaki sembari menunggu lampu menyala. Pilih rute dimana lampu dinyalakan dan kamu akan lulus dengan mudah. Perlu diingat untuk tidak oper gigi lagi meskipun mesin motor mulai menjerit.

Nah, dengan segala keterampilan berkendara ini, semoga kamu lebih mantap menghadapi ujian SIM C dengan jujur. Jangan lagi khawatir karena kamu sebenarnya bisa lolos ujian SIM C dengan mulus tanpa harus nyogok. (Editor: Winda Destiana Putri).