Biaya Apa Saja yang Ditanggung Investor pada Investasi Reksa Dana?

Investasi Reksadana

Saat berinvestasi tentunya akan ada biaya-biaya yang ditanggung oleh investor. Misalnya pada investasi saham, investor akan dikenakan biaya transaksi jual beli, brokerage fee (bila menggunakan broker), adanya pajak penghasilan, dan sebagainya.

Lalu bagaimana dengan investasi reksa dana? Biaya apa saja yang ditanggung investor dalam berinvestasi reksa dana?

Ada tiga kategori biaya reksa dana yang dibagi berdasarkan pihak yang membayar biaya tersebut.

1. Biaya yang dibayar oleh reksa dana

Artinya biaya tersebut dibebankan terhadap reksa dana. Nilai aktiva bersih (NAB) per unit penyertaan yang biasa dijadikan acuan investor sebagai harga suatu reksa dana merupakan harga yang telah dikurangi oleh biaya-biaya tersebut. Jadi investor secara tidak langsung telah membayar biaya ini karena telah termasuk dalam harga reksa dana.

Biaya-biaya yang menjadi beban reksa dana antara lain:

  • Biaya manajer investasi dan bank kustodian
  • Biaya transaksi dan registrasi efek
  • Biaya auditor dan notaris
  • Biaya percetakan dan distribusi pembaharuan prospektus
  • Biaya percetakan dan distribusi bukti konfirmasi serta laporan bulanan reksa dana
  • Biaya pengeluaran untuk keperluan mendesak demi kepentingan reksa dana, dan
  • Pembayaran pajak yang berkenaan dengan biaya-biaya tersebut.

Karena biaya-biaya ini telah masuk dalam perhitungan NAB per unit reksa dana, seringkali investor tidak mengetahui jumlah biaya yang dikenakan. Untuk mengetahui persentase biaya yang dibayarkan reksa dana terhadap total asetnya dapat dilihat pada laporan keuangan reksa dana.

Komponen biaya yang paling besar dalam kategori ini umumnya adalah biaya manajer investasi (management fee), bank agen penjual (jika ada), dan bank kustodian (custodian fee).

Biaya pengelolaan reksa dana seperti biaya broker atau biaya transaksi jual beli saham untuk portofolio reksa dana juga dimasukkan dalam kategori biaya ini.

2. Biaya yang dibayar oleh Perusahaan Aset Manajemen

Umumnya yang termasuk biaya ini berkaitan dengan pembentukan awal reksa dana dan biaya promosi. Artinya jika perusahaan aset manajemen memasang iklan reksa dana di koran atau media massa lainnya ataupun menyewa ahli pemasaran untuk memasarkan reksa dana maka biaya tersebut ditanggung oleh perusahaan aset manajemen.

Biaya-biaya yang menjadi beban perusahaan adalah sebagai berikut:

  • Biaya persiapan pembentukan reksa dana (pembentukan KIK dan dokumen yang diperlukan, termasuk imbalan jasa akuntan, konsultan hukum dan notaris)
  • Biaya pencetakan dan distribusi prospektus awal
  • Biaya administrasi pengelolaan portofolio reksa dana (telepon, fax, fotokopi, transportasi dari manajer investasi dalam menjalankan usahanya)
  • Biaya pemasaran dan promosi
  • Biaya percetakan dan distribusi formulir transaksi (formulir pembelian, penjualan kembali, pengalihan unit penyertaan dan bukti kepemilikan unit penyertaan)
  • Biaya pembubaran dan likuidasi

3. Biaya yang dibayar oleh investor

Biaya inilah yang dibayar langsung oleh investor dalam investasi reksa dana. Biaya yang ditanggung oleh investor adalah sebagai berikut:

  • biaya pembelian unit penyertaan (subscription fee)
  • biaya penjualan kembali unit penyertaan (redemption fee)
  • biaya pengalihan unit penyertaan (switching fee)
  • biaya transfer bank terkait transaksi

Intinya biaya yang dibayar oleh investor merupakan biaya yang terkait transaksi jual beli reksa dana itu sendiri. [Baca: Pahami Jenis-Jenis Transaksi Reksa Dana Sebelum Berinvestasi]

Itulah biaya-biaya yang terdapat dalam investasi reksa dana. Sebelum berinvestasi, alangkah baiknya memperhatikan biaya-biaya yang nantinya akan dibayar oleh investor. Walhasil hasil investasi kita tidak berkurang banyak akibat biaya-biaya tersebut.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →