Begini Cara dan Besaran Biaya Balik Nama Motor [Terbaru]

BPKP sebagai syarat balik nama motor

Saat membeli sepeda motor bekas, hal utama yang harus dilakukan adalah melakukan balik nama atau pengalihan kepemilikan kendaraan bermotor menjadi atas nama sendiri. Lantas, berapa sih biaya balik nama motor?

Ketika kamu tidak segera melakukan balik nama motor, kamu harus siap repot bolak-balik meminjam KTP pemilik sebelumnya untuk mengurus berbagai hal seperti perpanjangan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan).

Belum lagi, kalau ternyata pemilik kendaraan sebelumnya sedang berada di luar kota dalam kurun waktu lama. Yang ada kamu telat perpanjang STNK dan kena denda. Duh, jangan sampai terjadi ya!

Karena itu, Lifepal mau membahas mengenai anggaran yang harus dikeluarkan untuk biaya balik nama motor. Tak hanya itu, mengalami kerusakan sepeda motor kamu akan teratasi apabila memiliki asuransi motor. Simak selengkapnya berikut ini yuk!

Berkas dan dokumen yang harus disiapkan untuk balik nama motor

Supaya proses administrasi berjalan lancar dan cepat, ada baiknya kamu mempersiapkan berbagai berkas dan dokumen berikut ini:

  • STNK asli dan foto copy sebanyak 2 sampai 3 lembar
  • KTP asli dan foto copy pemilik motor lama dan baru sebanyak 4 lembar
  • BPKB asli dan foto copy sebanyak 2 hingga 3 lembar
  • Kwitansi jual beli motor yang sah
  • Materai Rp 6.000
  • Berkas cek fisik motor dari Samsat

Biaya balik nama motor pajak STNK

Untuk memperkirakan kira-kira berapa biaya pajak yang harus kamu bayar nanti, kamu bisa melihatnya di STNK kendaraan sepeda motormu.

Seperti yang tertera di website bprd.jakarta.go.id, berikut perkiraan biaya pajak yang harus kamu keluarkan saat ingin balik nama motor:

1. BBN KB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor)

Biaya balik nama motor BBN KB untuk kendaraan off the road atau motor baru sebesar 10 persen. Sedangkan untuk motor bekas yaitu 2/3 dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Untuk mendapatkan total biaya BBN KB ini mengacu pada besarnya PKB di tahun sebelumnya. Rumusnya yaitu BBN KB = 2/3 x PKB.

Jadi kalau biaya PKB mu sebesar Rp 300 ribu. Maka biaya yang harus kamu keluarkan adalah sebesar Rp 2/3 x Rp 300 ribu = Rp 200 ribu.

2. PKB (Pajak Kendaraan Bermotor)

Pada STNK pasti terdapat kolom untuk biaya PKB dan biayanya pun tidak berubah dari tahun sebelumnya. Bahkan seringkali justru cenderung turun tergantung dari usia kendaraannya.

Jadi untuk biaya yang satu ini kamu bisa melihatnya dari STNK dan menjadi patokan untuk biaya yang akan kamu keluarkan.

3. SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu-Lintas Jalan)

Biaya balik nama motor SWDKLLJ ini sebesar Rp 35 ribu untuk kendaraan roda dua di bawah 250 cc dan ditangani oleh Jasa Raharja.

4. Biaya Administrasi STNK

Kamu juga akan dikenakan biaya administrasi STNK untuk kendaraan sepeda motor yaitu sebesar Rp 25 ribu.

5. Biaya Administrasi TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor)

Untuk biaya balik nama motor administrasi TNKB ini kamu akan dikenakan biaya sebesar Rp 60 ribu.

6. Biaya Pendaftaran

Untuk balik nama motor juga akan dikenakan biaya tambahan buat pendaftaran. Besaran biayanya tergantung pada Samsat masing-masing, tapi berkisar antara Rp75 ribu – Rp100 ribu.

Yuk, kita hitung-hitung perkiraan pajak biaya balik nama motor yang harus kamu keluarkan!

Nama Biaya
Biaya PKB yang tercantum di STNK Rp300 ribu
BBN KB (2/3 x PKB) Rp200 ribu
Biaya SWDKLLJ Rp35 ribu
Biaya Adm STNK Rp25 ribu
Biaya Adm TNKB Rp60 ribu
Biaya pendaftaran Rp75 ribu

Maka total biaya yang harus kamu keluarkan untuk biaya pajak balik nama motor sekaligus perpanjang STNK sebesar Rp695 ribu. Akan tetapi, biaya tersebut belum termasuk denda jika ada keterlambatan.

Biaya di luar pajak

Kalau biaya pajak memang sudah jelas tertera di STNK. Namun, ada biaya lain di luar pajak yang juga harus kamu keluarkan untuk balik nama motor lho, seperti:

  • Tip untuk petugas cek fisik. Sukarela tapi biasanya orang memberikan minimal Rp10 ribu.
  • Biaya pengesahan hasil cek fisik Rp30 ribu.

Jadi total biaya di luar pajak untuk balik nama sepeda motor adalah Rp40 ribu.

Prosedur dan langkah-langkah balik nama motor

Setelah menyiapkan berbagai berkas dan dokumen yang harus dilengkapi, berikut ini adalah prosedur dan langkah-langkahnya saat balik nama motor. 

Mendatangi kantor Samsat

Pertama kali yang harus dilakukan oleh kamu saat berencana membalik nama motor adalah dengan mendatangi kantor Samsat terdekat. Pilihlah kantor Samsat sesuai dengan domisili di mana kamu saat ini tinggal. 

Bagi kamu yang ingin mengetahui seputar informasi lengkap alamat-alamat kantor Samsat dapat mengunjungi situs Badan Pajak dan Retribusi Daerah di www.bprd.jakarta.go.id. 

Nah usai mendapatkan alamat kantor Samsat sesuai dengan domisili, pastikan kamu sudah menyiapkan segala dokumen yang diperlukan. Dokumen-dokumen yang harus dibawa saat itu adalah KTP (red: Kartu Tanda Penduduk), STNK, BPKB, dan kuitansi pembelian kendaraan kamu. 

Jika semua dokumen sudah kamu bawa ke kantor Samsat, jangan lupa untuk memfotokopi semua persyaratan tadi untuk dirangkap dua. Penting untuk membuat rangkap dua dokumen persyaratan saat membalik nama motor kamu, pasalnya petugas setempat akan memintanya untuk diproses selanjutnya. 

Oh iya, pisahkan juga ya antara dokumen-dokumen yang asli dan fotokopi, kamu dapat menyimpannya di dalam map terpisah.

Melakukan tes fisik kendaraan

Setelah melengkapi semua dokumen persyaratan yang diminta, tahap selanjutnya adalah melakukan tes fisik kendaraan kamu. Nantinya motor kamu akan dilakukan tes fisik oleh petugas Samsat.

Usai petugas Samsat melakukan tes fisik pada motor kamu, nantinya akan diberikan hasilnya berupa Nomor Rangka dan Nomor Mesin Kendaraan. Tahapnya tidak sampai disitu saja lho! Setelah mendapatkan hasilnya tadi, kamu harus memberikan hasil tersebut beserta berkas-berkas yang sudah dibawa tadi untuk diserahkan kepada loket tes fisik kendaraan. 

Nantinya, petugas loket akan melakukan verifikasi dokumen-dokumen yang sudah kamu bawa. Tahap selanjutnya, setelah lolos verifikasi dokumen, kamu diwajibkan untuk memfotokopi untuk menjadi beberapa rangkap. 

Setelah itu kamu akan diarahkan untuk mengikuti tes selanjutnya. Jadi jangan heran kalau kamu bakal seharian nih ada di kantor Samsat. 

Melakukan pendaftaran balik nama STNK

Nah jika kamu sudah lolos tahap tes fisik, langsung saja mendatangi loket pendaftaran balik nama yang ada di kantor Samsat. Di loket ini serahkan semua berkas kepada petugas loket BBN di antaranya fotokopi KTP, BPKB, STNK, kuitansi pembelian beserta hasil tes fisik yang sudah kamu dapatkan sebelumnya. 

Nantinya petugas loket balik nama akan memeriksa semua berkas yang diberikan oleh kamu. Setelah itu kamu akan diberikan tanda terima sebagai pengajuan STNK tengah diproses. 

Petugas loket akan mengembalikan semua berkas yang telah diberikan oleh kamu, kecuali STNK asli dan fotokopi. Proses selanjutnya untuk pengambilan STNK baru, kamu akan diminta datang kembali sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh petugas. 

Mendatangi kembali kantor Samsat

Mendatangi kantor Samsat merupakan proses yang juga harus kamu lakukan saat balik nama motor. Hadir sesuai jadwal yang sudah ditentukan, kamu nantinya harus membayar sejumlah biaya untuk mendapatkan STNK baru. 

Penerbitan STNK (Surat Tanda Kendaraan Bermotor) sebesar Rp100 ribu untuk kendaraan baru dan perpanjang. Buat BBN KB (Biaya Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor) kamu akan dikenakan biaya sebesar RP225 ribu dan juga biaya SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalanan) sebesar Rp35 ribu, plus biaya administrasi STNK Rp25 ribu. 

Selain itu kamu juga akan dikenakan biaya TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor) sebesar Rp60 ribu. Jadi biaya yang harus kamu keluarkan sebesar Rp620 ribu. Oh iya biaya ini belum termasuk denda jika kamu mengalami keterlambatan pembayaran sebelumnya. 

Menyambangi Polda

Usai melakukan semua pembayaran, kamu akan diberikan STNK baru. Tapi tahap ini belum selesai, karena masih ada BPKB yang mesti kamu urus. 

Nah demi mengurus dokumen yang satu ini, kamu wajib mendatangi Polda, lantaran kantor Samsat tidak akan mengurusi. Ketika mendatangi Polda, kamu perlu membawa persyaratan yang diminta seperti fotokopi KTP, STNK terbaru, hasil tes fisik kendaraan, kuitansi pembelian motor lalu BPKB asli dan fotokopi. 

Membayar BBN Motor

Untuk membayar BBN, kamu langsung mendatangi loket BBN BPKB yang terdapat di Polda. Di sini kamu akan mendapatkan nomor antrean dan juga formulir Bea Balik Nama BPKB. 

Isi formulir dengan lengkap, selanjutnya kamu melakukan pembayaran sebesar Rp80 ribu di loket pembayaran Bank BRI. Usai membayar lakukan memfotokopi semua dokumen bukti pembayaran dan gabungkan dengan formulir pendaftaran. 

Tahap selanjutnya, bukti pembayaran yang kamu miliki berikan kepada petugas loket balik nama BPKB dan semua dokumen persyaratan. Jika semua sudah kamu lakukan, nantinya akan mendapatkan tanda terima berupa tanggal pengambilan BPKB terbaru. 

Mengambil BPKB terbaru

Tahap terakhir adalah kamu mengambil BPKB terbaru sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan saat menerima tanda terima sebelumnya. Mendatangi Polda menjadi proses yang harus kamu jalani untuk mengambil BPKB terbaru. 

Nah, itu dia cara dan perkiraan anggaran yang harus kamu keluarkan sebagai biaya balik nama motor. Meski sedikit repot tapi mengurus semuanya sendiri tentu akan lebih murah kan biayanya. Semoga membantu! (Editor: Mahardian Prawira Bhisma).

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →