Mari Susun Biaya Bangun Rumah secara Terperinci

Biaya Bangun Rumah supaya Hemat

Biaya bangun rumah memang menjadi salah satu momok yang menakutkan bagi sebagian orang. Apalagi jika punya penghasilan pas-pasan.

Membangun rumah rasanya seperti sebuah mimpi. Yang terpenting adalah melakukan perencanaan dengan tepat untuk meminimalkan datangnya permasalahan.

Biaya Bangun Rumah

Sebagai awalan, Anda perlu mengetahui kisaran anggaran dasar yang dibutuhkan sehingga Anda bisa menetapkan target menabung demi bisa mulai mewujudkannya.

Salah satu pilihan rumah yang terjangkau di kantong adalah rumah minimalis. Rumah minimalis memang memiliki beragam tipe. Keunggulan dalam hal ini, Anda bisa menyesuaikan bujet yang dimiliki dengan tipe rumah yang dikehendaki.

Tipe rumah minimalis terbagi atas tipe 21, tipe 36, tipe 45, dan tipe 60. Angka-angka tersebut menunjukkan luas bangunan per meter persegi. Tetapi, angka tersebut belum termasuk luas tanah. Yang Anda perlu prioritaskan sekarang adalah biaya membangun rumah dengan tipe yang diinginkan.

Memulai Perincian Biaya Membangun Rumah

Memulai Perincian Biaya Membangun Rumah

Biaya membangun rumah akan dipengaruhi oleh beberapa faktor-faktor berikut ini, yaitu:

  • Biaya tukang
  • Biaya jasa desain/arsitek
  • Biaya bahan bangunan
  • Biaya jasa lain yang tidak terduga

Biaya tukang

Biaya tukang tergantung kepada sistem yang ingin digunakan. Rata-rata ada yang menginginkan dibayar secara harian. Namun, ada juga yang dibayar dengan sistem borongan. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya.

Jika dirata-rata, biaya tukang untuk harian berkisar antara Rp100 ribu – Rp150 ribu tergantung daerah atau kota masing-masing. Tentu akan berbeda jika Anda membandingkan harga tukang di pusat ibukota dengan harga jasa tukang di pinggiran Jakarta. 

Cara menghemat biaya tukang adalah dengan membawa tukang dari desa, semisal dari daerah Jawa Tengah. Anda berpeluang mendapatkan kesepakatan harga tukang lebih murah di area pedesaan luar kota. Hanya saja, Anda perlu menjamin tempat tidur dan makan sehari-hari mereka.

Biaya jasa desain/arsitek

Jasa arsitek atau jasa desain rumah memang mahal. Tetapi, harga tersebut sepadan dengan manfaat yang diberikan. Dengan bantuan seorang arsitek, Anda bisa mendapatkan bangunan yang kokoh, tahan lama, serta enak dipandang.

Bisa saja Anda tidak menggunakan jasa seorang arsitek. Akan tetapi Anda harus memahami seluk-beluk konstruksi bangunan agar menjadikannya bisa bertahan lama.

Untuk kisaran biaya desain dipatok per meter persegi, yaitu sekitar Rp200 ribu sampai dengan Rp700 ribu. Semakin sulit desain dan permintaan yang harus dikerjakan, maka semakin mahal pula tarif yang ditetapkan. 

Biaya bahan bangunan

Soal biaya bangunan, faktor tempat atau daerah memegang peranan penting. Harga semen di Jakarta dengan harga semen di Jawa Timur saja sudah berbeda. Otomatis akan berdampak kepada perkiraan biaya dasar.

Menghitung perkiraan biaya bahan bangunan bisa dihitung dengan kebutuhan bangun rumah per meter diukur dengan luas rumah.

Dengan begitu, Anda perlu mengetahui dulu luas bangunannya. Sebagai contoh, Anda ingin membangun rumah minimalis tipe 21. Artinya luas rumah yang akan dibangun adalah seluas 21 meter persegi.

Katakanlah harga satu meter persegi dipatok sekitar Rp3 juta. Artinya Anda perlu menyiapkan dana sekitar Rp63 juta untuk membangun rumah minimalis tipe 21.

Harga tersebut belum termasuk biaya jasa desain. Komponen biaya jasa tukang pun sebetulnya bisa dimasukkan dalam perhitungan membangun rumah berdasarkan hitungan per meter persegi. Dengan begitu, akan lebih mudah untuk menyiapkan bujetnya sehingga ongkos yang dikeluarkan terukur dan penuh dengan pertimbangan.

Biaya jasa lain yang tidak terduga

Biaya jasa lain yang tak terduga tetap harus dipersiapkan. Termasuk di dalamnya, perizinan mendirikan bangunan seperti IMB dan dokumen-dokumen lain yang diperlukan. 

Selain itu, Anda juga perlu memperhitungkan jika di daerah rumah Anda terdapat kutipan dari preman lokal atau preman desa. Tentu bujet tak terduga ini tetap harus dipersiapkan agar bahan material bangunan tidak ditahan atau dipersulit untuk dibawa ke lokasi pembangunan rumah Anda.

Biaya seperti inilah yang tidak diperhitungkan. Padahal biaya tak terduga seperti ini yang kerap kali membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) membengkak dari yang sudah diperhitungkan oleh arsitek atau kontraktor bangunan. 

Selain itu juga Anda perlu memasukkan anggaran dana untuk membuat sumur, instalasi listrik, biaya penyambungan PLN, serta pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). 

Itulah beberapa komponen biaya bangun rumah yang perlu Anda perhitungkan agar Rencana Anggaran Biaya (RAB) tetap terkendali sehingga rumah dapat diselesaikan sesuai jadwal dan ditempati dengan nyaman. 

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →