5 Cara Mudah Memangkas Tingginya Biaya Hidup di Jakarta

Biaya hidup di Jakarta kian tinggi (Shutterstock).

Buat kamu yang tinggal di Ibu Kota, tentu sudah paham seberapa tingginya biaya hidup di Jakarta. Tapi buat yang merantau, pasti kaget deh dengan besarannya. Gak cuma biaya hidup yang pokok saja, biaya untuk nongkrong juga termasuk tinggi. 

Tapi, kamu jangan mudah terlena dengan gaya hidup di Jakarta. Kalau terlena, berapapun gaji yang kamu dapatkan, bisa aja ludes dalam waktu yang cepat. Ludes dalam artian habis karena digunakan untuk hal-hal yang sebenarnya tidak perlu, misal belanja, nongkrong, dan lain-lain. 

Oleh sebabnya, kamu perlu menerapkan beberapa langkah hemat yang cerdas untuk bisa bertahan hidup di Jakarta. 

Memangnya, berapa sih biaya hidup di Jakarta rata-rata?

Rata-rata biaya hidup di Jakarta

Kota Jakarta (Shutterstock).
Kota Jakarta (Shutterstock).

Badan Pusat Statistik (BPS) sendiri pernah membuat survei tentang biaya hidup di Jakarta tahun 2018 silam. Data tersebut menunjukkan berapa rata-rata pengeluaran warga Jakarta untuk makanan dan non makanan. 

Data biaya hidup di Ibu Kota berdasarkan BPS 

1. Makanan, butuh Rp 800 ribuan 

Untuk biaya konsumsi khususnya makanan di Jakarta terus mengalami kenaikan setiap tahunnya. Dari data yang dipaparkan oleh BPS dari tahun 2007 sampai 2018 cenderung mengalami kenaikan. 

Tahun 2018, warga yang tinggal di Jakarta harus menggelontorkan setidaknya Rp 847.847 per bulan dan per kepala saja. Jadi kalau kamu tinggal bersama dengan pasangan atau anak, tinggal dikalikan saja. 

Kalau dibandingkan dengan provinsi lainnya, pengeluaran makanan di Jakarta ini paling tinggi. 

2. Biaya non-makanan Rp 1,1 jutaan 

Sama halnya dengan makanan, untuk pengeluaran non-makanan di Jakarta juga terbilang paling tinggi dibandingkan provinsi lainnya, besarannya mencapai Rp 1.191.310 per bulan, per kepala. Pengeluaran yang masuk dalam kelompok ini di antaranya adalah bayar listrik, bayar telepon, bayar air, dan asuransi kesehatan. 

Perkiraan biaya hidup di Jakarta berdasarkan gaya hidup pekerja milenial saat ini

Tapi sayangnya pengeluaran di Jakarta itu gak cuma makanan dan non-makanan saja. Tapi ada juga nongkrong-nongkrongnya, jajan ini itu, transportasi, biaya kos-kosan, dan lain-lain. Apalagi kan besaran angka biaya hidup dari BPS itu sudah ketinggalan zaman, tepatnya tahun 2018. Kira-kira berapa biaya hidup di Jakarta saat-saat ini, 

Berikut ini perkiraan pengeluaran per bulannya bila kamu seorang pekerja, tinggal di kos-kosan daerah pusat Jakarta, dan menggunakan transportasi umum untuk bekerja. 

 

Pengeluaran  Biaya (perkiraan)
Kosan Rp 1,5 juta
Konsumsi 3X Sehari dengan estimasi biaya sekali makan Rp 20 ribu Rp 1,8 juta 
Transportasi sekitar Rp 30 ribu/hari Rp 900.000
Biaya hiburan, (1 kali nonton, 2 kali nongkrong di mall, 3 kali ngopi cantik) Rp 610.000
Total  Rp 4.810.000

 

Harga di atas itu hanya sebuah perkiraan, tapi mungkin bisa lebih besar tergantung dari kebutuhan dan gaya hidupmu sehari-hari. 

Kalau menurutmu besaran segitu terbilang besar untuk biaya hidup di Jakarta, kamu sebenarnya bisa menerapkan berbagai cara untuk memangkasnya. Berikut ini tips yang bisa kamu lakukan. 

Tips memangkas biaya hidup di Jakarta yang begitu besar 

Makan jadi biaya besar hidup di Jakarta (Shutterstock).
Makan jadi biaya besar hidup di Jakarta (Shutterstock).

1. Cara memangkas biaya tempat tinggal, cari kosan yang gak pakai AC dan kamar mandi luar 

Mengingat biaya kosan di Jakarta sangat mahal, beda seperti kota-kota lainnya, kamu bisa mengakalinya dengan mencari kosan termurah. Seperti apa kriteria kosan termurah? Biasanya kosan murah tidak menggunakan AC dan kamar mandi luar. 

Kalau harga kosan AC seharga Rp 1,5-3 juta, kosan yang gak pakai AC harganya bisa jauh lebih murah, mulai dari Rp 600-900 ribuan. Lumayan kan bisa memangkas banyak! 

2. Memangkas biaya konsumsi 

Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk memangkas biaya konsumsi sehari-hari. 

    • Memasak sendiri dalam jumlah porsi yang besar. Jadi bisa dimakan untuk sarapan, bekal makan siang, dan makan malam.
    • Bawa botol minum sendiri ke mana-mana. Hal ini terbilang sepele sih, tapi kalau dipikir-pikir bisa hemat  banyak juga. Coba kalau kamu beli botol sendiri yang harganya Rp 5.000, terus kamu butuh sekitar tiga botol untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh, jadi Rp 15 ribu perhari. Kalau kamu bawa botol kan bisa diisi minuman dari kosan dan kantor. 

 

  • Manfaatkan promo-promo makanan. Kamu juga bisa memangkas biaya jajan dengan memanfaatkan promo-promo menarik yang sering ditawarkan. 

 

3. Memangkas biaya hiburan 

Biaya hiburan juga bisa kita pangkas lho! Misalnya yang tadinya nongkrong di kafe sebulan tiga kali, jadi dua kali, ke mal sebulan dua kali jadi satu kali. 

Selain itu, hiburan kini juga sudah semakin luas, misalnya dengan berlangganan layanan video streaming dan musik platform. Biar lebih murah, coba kamu ajak temanmu berlangganan paket keluarga, dari pada sendirian. Karena paket keluarga harganya jauh lebih murah untuk per orangnya. 

4. Memangkas biaya transportasi dengan nebeng sama teman yang searah 

Tips yang ini memang terlihat sedikit pelit dan menyusahkan teman, tapi percayalah dengan nebeng teman kamu bisa memangkas banyak pengeluaranmu serta berkontribusi mengurangi angka kemacetan dan pencemaran lingkungan.

Biar gak kelihatan nyusahin banget, kamu bisa menawarkan bantuan patungan bensin ke teman yang kamu tebengin dan bawa helm sendiri ya! 

5. Berhenti utang! 

Salah satu yang membuat biaya hidup di Jakarta tinggi adalah tingkat utang mereka sendiri. Padahal kalau buat makan dan transport doang sih cukup-cukup aja. Oleh sebabnya kamu mesti pikir-pikir lagi deh buat ngutang, apalagi kalau ngutangnya termasuk utang produktif yang hanya untuk memenuhi gaya hidup saja. 

Usahakan untuk tidak menggunakan kartu kredit! Karena dengan kartu kredit meskipun gak punya uang kamu jadi gampang gesek sana-sini. Kalau pengin sesuatu lebih baik nabung dan realisasikan saat uang itu terkumpul. 

Itulah lima cara memangkas biaya hidup di Jakarta yang bisa kamu lakukan. Memang agak menyiksa sih buat kamu yang doyan foya-foya, tapi percayalah semua itu demi kesehatan finansialmu! (Editor: Winda Destiana Putri).