Biaya Hidup di Jepang 2020 [Plus Gaji Rata-Rata di Sana]

Biaya hidup di Jepang

Buat yang pengin kuliah atau kerja di Jepang, penting banget buat cari tahu seberapa besar biaya hidup di sana. Soalnya, perkiraan biaya hidup di Jepang nanti bakal jadi landasan kamu buat siapin bujet.

Jepang emang punya inflasi yang rendah. Namun, inflasi yang rendah itu sepertinya gak memengaruhi beberapa biaya kebutuhan di sana. Malahan, ada biaya yang besarnya bakal bikin kamu keheranan. Apalagi biaya kesehatan nya. Sudah pasti kamu harus siap-siap punya asuransi yang cover area internasional.

Contohnya aja tempat tinggal. Karena begitu mahalnya tempat tinggal di sana, gak sedikit orang Jepang yang memilih warnet sebagai tempat tinggalnya. Menyewa apartemen ukuran 45 meter persegi aja di sana sebulannya memerlukan dana hingga lebih dari 88 ribu yen atau lebih dari Rp 11 juta. Itu belum termasuk pemanas, listrik, dan gas yang besarannya mencapai lebih dari 13 ribu yen atau Rp 1,69 juta per bulan.

Di setiap kota, angka tersebut tentunya gak sama. Asal tahu aja nih. Ada lima kota yang di Jepang yang punya biaya hidup paling mahal. Di urutan pertama adalah Kota Tokyo. Urutan kedua adalah Kota Yokohama. Kemudian Miyazaki di posisi ketiga, Nerima di urutan keempat, dan Osaka di urutan kelima.

Biar makin jelas seberapa besar biaya hidup di Jepang, kita ambil contoh aja biaya hidup di Tokyo sebagai ibu kota Jepang. Dikutip dari expatistan, nih ulasannya.

1. Makanan

Biaya makan di Jepang terbilang mahal. Kalau kamu pengin makan siang di distrik bisnis Kota Tokyo, kamu perlu menyiapkan uang sebesar 1.057 yen atau Rp 137 ribuan.

Beda banget kan misalnya kamu makan di Jakarta. Modal Rp 15 ribu aja udah bisa bikin perut kenyang. Sebagai gambaran gimana mahalnya makanan di Kota Tokyo, berikut ini rincian harga-harganya.

  • Menu makan siang, termasuk minum: 975 yen atau Rp 128 ribuan
  • Burger ukuran besar: 718 yen atau Rp 94 ribuan
  • Ayam tanpa tulang 500 gr: 431 yen atau Rp 56 ribuan
  • Susu 1 liter: 202 yen atau Rp 26 ribu
  • Telur 12 butir: 287 yen atau Rp 37 ribuan
  • Tomat 1 kg: 505 yen atau Rp 66 ribuan
  • Keju lokal: 1.246 yen atau Rp 164 ribuan
  • Apel 1 kg: 640 yen atau Rp 84 ribuan
  • Kentang 1 kg: 381 yen atau Rp 50 ribuan
  • Anggur kualitas baik 1 botol: 1.549 yen atau Rp 204 ribuan
  • Coca cola 2 liter: 220 yen atau Rp 29 ribuan
  • Roti buat dua orang selama satu hari: 239 yen atau Rp 31 ribuan

2. Rumah

Ini tadi yang udah disinggung sebelumnya. Biaya buat tempat tinggal merupakan salah satu biaya hidup di Jepang yang paling mahal.

Gak jauh beda dengan di sini, besar atau kecilnya biaya tempat tinggal dipengaruhi tiga faktor, yaitu lokasi (pusat kota atau pinggiran), jarak ke stasiun, dan usia bangunan.

Pengin tahu seberapa mahalnya biaya tempat tinggal di sana, khususnya Kota Tokyo? Berikut ini rinciannya.

  • Sewa bulanan ukuran 85 meter persegi di lokasi strategis: 182 ribuan yen atau Rp 24 jutaan
  • Sewa bulanan ukuran 85 meter persegi di lokasi normal: 111 ribuan yen atau Rp 14,6 jutaan
  • Sewa pemanas, listrik, gas buat rumah ukuran 85 meter persegi: 15 ribuan yen atau Rp 2,07 jutaan
  • Sewa bulanan ukuran 45 meter persegi di lokasi strategis: 99 ribuan yen atau Rp 13,14 jutaan
  • Sewa bulanan ukuran 45 meter persegi di lokasi normal: 78 ribuan yen atau Rp 10,42 jutaan
  • Sewa pemanas, listrik, gas buat rumah ukuran 45 meter persegi: 11 ribu yen atau Rp 1,45 jutaan
  • Sewa bulanan internet 8 Mbps: 3.746 yen atau Rp 494 ribuan
  • Sewa jasa bersih-bersih per jam: 2.216 yen atau Rp 292 ribuan

3. Pakaian

Biaya hidup di Jepang selanjutnya yang juga mahal adalah pakaian. Kalau di sini kamu modal gak sampai Rp 500 ribu udah dapat celana jeans, di Jepang mengeluarkan uang segitu gak cukup deh. Di sana, celana jeans dijual dengan harga Rp 1,1 juta.

Pengin tahu kisaran harga pakaian di sana? Berikut ini rinciannya.

  • Celana jeans semisal Levis 501 atau sejenisnya: 6.528 yen atau Rp 861 ribua
  • Pakaian musim panas merek Zara, H&M, atau sejenisnya: 4.644 yen atau Rp 613 ribuan
  • Sepatu sepasang merek Nike, Adidas, atau sejenisnya: 7.081 yen atau Rp 934 ribuan
  • Sepatu pantofel sepasang: 13 ribuan yen atau Rp 1,7 jutaan

4. Transportasi

Gimana dengan biaya transportasi di sana? Di Jepang, mobil yang dijual harganya mirip-mirip dengan harga mobil di Indonesia.

Dengan menyiapkan modal lebih dari Rp 300 jutaan, kamu udah bisa mendapatkan mobil dengan spesifikasi yang mumpuni.

Nih rincian biaya transportasi di Kota Tokyo, Jepang:

  • Volkswagen Golf 1.4 TSI 150 CV: 3,27 juta yen atau Rp 431 jutaan
  • Bahan bakar 1 liter: 133 yen atau Rp 17 ribuan
  • Tiket berlangganan transportasi umum sebulan: 9.481 yen atau Rp 1,25 jutaan

5. Kesehatan dan perawatan diri

Karena kesehatan mahal harganya, gimana dengan biaya kesehatan di Jepang? Kamu bisa menghabiskan uang Rp 159 ribuan buat beli obat yang diminum selama enam hari. Lumayan mahal ya?

Nih rincian-rincian biaya kesehatan dan perawatan diri di Jepang.

  • Obat demam 6 hari (Tylenol, Frenadol, atau sejenisnya): 1.333 yen atau Rp 175 ribuan
  • Obat antibiotik 1 boks: 929 yen atau Rp 122 ribuan
  • Kunjungan singkat ke dokter (15 menit): 10.372 yen atau Rp 1,37 jutaan
  • Tampon sebanyak 32 buah: 554 yen atau Rp 73 ribuan
  • Deodoran roll-on 50 ml: 654 yen atau Rp 86 ribuan
  • Shampoo rambut 400 ml: 516 yen atau Rp 68 ribuan
  • Kertas tisu 4 rol: 197 yen atau Rp 25 ribuan
  • Pasta gigi: 238 yen atau Rp 31 ribuan
  • Potong rambut standar: 2.522 yen atau Rp 332 ribuan

5. Entertainment

Mau nikmati hiburan-hiburan yang ada di Jepang? Ini juga termasuk biaya hidup di Jepang yang juga mahal. Gak percaya? Nih rinciannya.

  • Makan malam biasa buat dua orang: 3.268 yen atau Rp 431 ribuan
  • Tiket nonton film (2 tiket): 3.584 yen atau Rp 473 ribuan
  • Tiket nonton teater (2 tiket): 16.766 yen atau Rp 2,21 jutaan
  • Makan malam di restoran Italia: 5.877 yen atau Rp 775 ribuan
  • Cocktail 1 minuman: 809 yen atau Rp 106 ribuan
  • Cappuccino: 500 yen atau Rp 65 ribuan
  • Bir 500 ml: 511 yen atau Rp 67 ribuan
  • Tarif telepon prabayar: 26 yen atau Rp 3.476
  • Keanggotaan gym sebulan: 8.011 yen atau Rp 1,06 jutaan
  • Rokok Marlboro 1 bungkus: 491 yen atau Rp 64 ribuan

Berapa rata-rata gaji bulanan di Jepang?

Orang-orang yang bekerja di Jepang menerima gaji bulanan rata-rata sebesar 282 ribuan yen atau setara Rp 37 jutaan. Data gaji ini diperoleh dari Numbeo.

Dibandingkan dengan gaji di Jakarta yang rata-rata Rp 4,4 jutaan per bulan, gaji di Jepang jelas lebih besar. Namun, soal biaya hidup, biaya hidup di Indonesia lebih rendah dibandingkan Jepang.

Jepang termasuk salah satu negara berbiaya hidup tinggi di Asia. Bahkan, buat ukuran global, biaya hidup di Jepang masih terbilang mahal.

Itu tadi besaran biaya hidup di Jepang. Ternyata gimana pun juga, biaya hidup di Indonesia masih lebih murah ya daripada di Jepang. Namun, bukan berarti kamu mesti mengurungkan niat lho buat ke sana.

Gak ada salahnya kuliah atau bekerja di Jepang. Hitung-hitung jadi pengalaman berharga. Yuk siapin bujet dan nabung dari sekarang!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →