Rincian Biaya Hidup di Jogja, Tempat Tinggal hingga Transportasi

biaya hidup di jogja

Yogyakarta memiliki daya tarik tersendiri. Gak kalah dengan Bali, banyak orang yang ingin berlibur di Yogyakarta hingga menetap untuk jangka waktu yang panjang. Kalau seperti itu, berapa biaya hidup di Jogja”font-weight: 400;”>worth it untuk hidup di sana?

Bisa dikatakan Yogyakarta menjadi kota terbesar kedua di Indonesia yang menjadi tujuan destinasi wisata. Bukan hanya wisatanya saja yang menarik perhatian melainkan sebagai kota pendidikan, banyak para calon mahasiswa mencari kampus di Yogyakarta.

Kultur dan suasana kehidupan di sana yang hangat hingga banyak orang yang sepulang dari Yogyakarta atau hanya melihat dari dunia maya kerap mengatakan bahwa Jogja selalu punya cerita.

Sebagai salah satu kota termurah di Indonesia berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) kamu hanya membutuhkan kurang dari Rp3 juta untuk hidup di Yogyakarta selama satu bulan.

Sementara untuk sepasang suami-istri atau keluarga yang ingin pindah ke Yogyakarta pun, biaya di kota pendidikan ini lebih murah daripada kota-kota besar lainnya yakni R9,5 jutaan. Berikut ini rincian biaya hidup di jogja yang wajib kamu tahu.

Biaya tempat tinggal

Hal pertama menjadi pertimbangan saat ingin berkunjung ke kota orang adalah di mana kamu akan tinggal untuk sementara waktu. 

Baik cuma untuk liburan, tinggal selama beberapa bulan, untuk menempuh pendidikan, hingga berencana untuk pindah tempat tinggal, kamu harus mencari tahu terlebih dahulu berapa biaya hidup di Jogja berupa tempat tinggalnya. 

Sembari mencari tahu biaya tempat tinggal, kamu juga bisa sekaligus mencari tahu biaya utilitas yang akan kamu keluarkan nanti. Beberapa tempat tinggal atau sewa penginapan sudah termasuk utilitas, tetapi gak sedikit juga biaya sewa belum termasuk biaya utilitas.

Disarankan untuk kamu yang mencari penginapan atau indekos bagi para mahasiswa, sebaiknya mencari indekos yang biaya sewanya sudah termasuk biaya listrik, air dan internet.

Untuk kamu yang ingin tinggal untuk berlibur, tinggal sementara beberapa bulan, hingga mencari indekos untuk mahasiswa ada pilihan harga untuk penginapan. Mulai dari Rp100 ribu hingga Rp250 ribu per bulan kamu udah bisa tinggal di Yogyakarta dengan ukuran ruangan dan fasilitas terbatas dan lokasi di pinggiran kota.

Ada pilihan lain dengan harga Rp400 ribu hingga Rp1 juta per bulannya dengan ukuran ruangan yang cukup nyaman, kamar mandi di dalam dan biaya listrik sudah menjadi tanggungan si pemilik penginapan tetapi tidak dilengkapi fasilitas seperti perabotan.

Sementara itu, untuk kamu yang berencana menetap dalam jangka waktu panjang di Yogyakarta atau berencana untuk pindah tempat tinggal, kamu bisa memilih tempat tinggal eksklusif dengan harga Rp1 juta hingga Rp2 juta per bulan yang sudah dilengkapi dengan perabotan dan AC. Gak jarang juga terdapat fasilitas kolam renang.

Ada juga apartemen yang disewakan dengan perkiraan biaya antara Rp2 juta hingga Rp4 juta per bulan dan rumah kontrakan dengan biaya Rp5 juta hingga Rp10 juta per bulan.

Biaya transportasi

Sekalipun Yogyakarta termasuk ke dalam kota besar di Indonesia, tetapi biaya transportasinya pun terbilang murah dibandingkan kota besar lainnya di Indonesia. Pilihan pertama adalah bus Trans Jogja dengan tarif Rp3.500 ke mana saja alias gak perlu mikirin seberapa jauh kamu akan pergi.

Sementara itu, untuk angkutan kota dan bus lainnya tarifnya kurang dari Rp6 ribu. Apabila kamu ada keperluan untuk keluar kota seperti ke Kutoarjo atau Solo kamu bisa naik Kereta Rel Listrik (KRL) dengan biaya flat yakni Rp8.000.

Gak cuma angkutan kota, bus, dan kereta saja, tetapi kamu juga bisa mencoba moda transportasi lain di Yogyakarta seperti becak dan ojek online.

Proteksi diri saat berlibur dengan asuransi perjalanan terbaik

Sekalipun biaya hidup di Jogja murah, kamu tetap perlu mempersiapkan dana asuransi untuk memproteksi perjalanan kamu agar lebih aman dan nyaman. Dengan memiliki asuransi perjalanan, perjalanan kamu akan terasa lebih nyaman karena gak perlu khawatir dengan berbagai risiko.

Adapun manfaat yang akan kamu rasakan, di antaranya.

  • Biaya medis. Kebanyakan polis memberikan pertanggungan biaya medis selama perjalanan. Hal itu sudah termasuk biaya rawat inap dan pengobatan akibat sakit atau terluka dalam perjalanan.
  • Biaya evakuasi medis. Bila membutuhkan evakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan secepatnya, perusahaan asuransi akan mengurus keperluan tersebut.
  • Kompensasi kehilangan bagasi. Jika maskapai penerbangan kehilangan bagasi kita, perusahaan asuransi akan memberikan ganti rugi.
  • Santunan kematian dan disabilitas. Jika terjadi kematian atau cacat akibat kecelakaan pada orang yang ditanggung, perusahaan asuransi  akan memberikan dana santunan kepada keluarganya.
  • Kompensasi kerusuhan. Apabila kita bepergian ke suatu wilayah, kita tidak bisa meramalkan kejadian yang akan terjadi. Bisa saja kebetulan terjadi kerusuhan saat kita berada di sana. Proteksi perjalanan menanggung risiko kerugian yang terjadi karena hal tersebut. 
  • Biaya perjalanan darurat. Apabila terjadi sesuatu yang mengharuskan kita pulang ke tempat asal, kita bisa mengklaim biaya tersebut kepada penjamin asuransi perjalanan. 
  • Kompensasi kehilangan paspor. Kehilangan paspor di negara tujuan bisa menjadi sangat merepotkan. Mau tak mau harus mengajukan kehilangan paspor dan pembuatan paspor baru, yang tentunya tidak gratis. Apabila sudah mendaftar asuransi, kita punya hak untuk mengklaim biaya tersebut.
  • Biaya hukum . Risiko tuntutan hukum dari pihak lain tetap ada bahkan saat bepergian ke luar negeri. Bisa jadi kita tidak sengaja menyebabkan orang terluka atau merusak properti orang lain. Apabila hal ini terjadi, perusahaan asuransi akan membayar biaya hukum tersebut.
  • Kompensasi penundaan penerbangan. Pada kondisi tertentu, maskapai seringkali menunda, mengalihkan, atau membatalkan penerbangan. Kondisi ini bisa menimbulkan kerugian pada penumpang, misalnya tiket hotel yang sudah dibeli. Apabila memiliki polis proteksi perjalanan, kita akan mendapatkan kompensasi.
  • Pertanggungan tambahan (rider). Ada beberapa hal yang tidak mendapat tanggungan dari perusahaan asuransi tetapi kita masih bisa peroleh kalau menambah premi. Beberapa rider atau pertanggungan tambahan yang bisa diambil, antara lain: olahraga ekstrem, penyakit yang sudah diderita sebelum berangkat (pre-existing condition), dan risiko rawan perang.
  • Biaya makan dan minum

    Biaya hidup di Jogja seperti makan dan minum juga cukup murah. Ada banyak varian makanan yang murah meriah di Yogyakarta, mulai dari Rp5 ribu hingga Rp10 ribu. Bahkan harga segitu kamu udah bisa makan mewah dengan lauk ayam.

    Bila kamu hitung biaya makan untuk satu hari Rp10 ribu, sehari kamu makan 3 kali sehari. Berarti biaya makan dan minum satu hari sebesar Rp30 ribu. Dalam satu bulan kamu hanya perlu mengeluarkan biaya makan dan minum sebesar Rp900 ribu.

    Biaya belanja rutin bulanan

    Selama hidup di kota orang, selain memenuhi kebutuhan tempat tinggal, makan, dan transportasi, kamu juga perlu memikirkan belanja bulanan rutin seperti perlengkapan kebersihan dan mandi yang mencakup sabun, sampo, dan sikat gigi hingga bahan makanan.

    Daripada harus selalu membeli makanan dari luar, kamu juga bisa membuat makanan sendiri. Oleh karena itu, penting untuk memasukkan biaya pembelian bahan makanan ke dalam listing biaya belanja bulanan. Di Yogyakarta, setidaknya kamu hanya perlu menyiapkan Rp300 ribu untuk biaya belanja bulanan.

    Biaya hiburan dan rekreasi

    Perihal biaya hiburan dan rekreasi, sebenarnya biaya untuk kebutuhan ini tergantung masing-masing individu. Sebab, kebutuhan akan hiburan dan rekreasi tergantung bagaimana gaya hidup kamu.

    Meskipun begitu, kamu gak perlu khawatir tentang biaya hiburan dan rekreasi di Yogyakarta. Pasalnya, kamu hanya perlu mengeluarkan uang Rp50 ribu untuk sekadar nongkrong di cafe estetik dan instagramable.

    Biaya hidup kuliah di Jogja

    Biaya kuliah yang dimaksud bukanlah biaya semesteran melainkan biaya lainnya sebagai penunjang kegiatan perkuliahan kamu. Misalnya saja biaya fotokopi buku, mencetak tugas, membeli alat tulis dan kebutuhan lainnya.

    Bahkan, gak jarang juga untuk kamu yang aktif organisasi di kampus diperlukan biaya khusus untuk beberapa kegiatan kampus yang memerlukan biaya seperti menginap di villa. Sebaiknya kamu menyiapkan biaya kuliah setidaknya Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per bulan.

    Bila bulan ini uang tersebut gak kamu gunakan, bisa menjadi tabungan atau penambahan pemasukan di bulan depan.

    Biaya tak terduga

    Untuk keperluan apapun itu, biaya tidak terduga harus dipersiapkan. Kamu gak pernah tahu apa yang akan terjadi dan menimpa kamu di keesokan harinya. Misalnya, di tengah jalan kamu harus mengganti ban yang bocor.

    Atau, tiba-tiba kamu gak bisa mencuci dan menggosok pakaian jadi harus membawa pakaian kotor ke jasa laundry. Beberapa pengeluaran yang gak masuk ke dalam rencana bisa saja terjadi.

    Untuk itu, sisihkan setidaknya Rp1 juta sebagai biaya tak terduga. Uang inipun bisa kamu andalkan sebagai uang tabungan di kemudian hari saat kamu gak perlu mengeluarkan dana darurat.

    Kalkulator dana darurat

    Meskipun biaya hidup di Jogja murah, penting sekali memiliki dana darurat apalagi saat sedang menetap di kota orang. Kalau tiba-tiba mendapat musibah, kamu tetap merasa aman karena sudah punya dana darurat.

    Berikut ini kalkulator dana darurat dari Lifepal yang bisa membantu kamu untuk mengumpulkan uang per bulannya.

    FAQ seputar biaya hidup di Jogja

    Untuk kamu yang single, biaya hidup di Jogja selama sebulan kurang dari Rp3 juta, sedangkan untuk yang berumah tangga biaya hidup di Jogja mencapai Rp9,5 juta. Lindungi finansial kamu dari hal-hal tak terduga dengan asuransi jiwa.

    • Tempat tinggal
    • Transportasi
    • Makan dan minum
    • Belanja bulanan
    • Hiburan dan rekreasi
    • Biaya tak terduga
    • Biaya kuliah

    Mulai dari Rp100 ribu hingga Rp10 juta per bulan. Untuk lebih lengkapnya, kamu bisa klik link di bawah ini.