Pengertian Biaya Jabatan Cara Menghitungnya Berdasarkan Pph 21

biaya jabatan

Sebuah perusahaan melalui pimpinan atau manajemennya harus tahu cara melakukan perhitungan perpajakkan, termasuk di dalamnya mengenai biaya jabatan. Hal tersebut dikarenakan ada peraturan pemerintah yang mewajibkan.

Pernahkah kamu melihat slip gaji dan komponennya di mana salah satu di antaranya tertera tulisan potongan 5% penghasilan bruto. Kenapa harus 5%? Apakah ada dasar peraturannya? Bagaimana perhitungannya?

Yuk, simak informasi selengkapnya berikut ini. 

Definisi biaya jabatan

Biaya jabatan adalah biaya untuk menagih, mendapatkan dan juga memelihara penghasilan, yang merupakan salah satu komponen Pajak Penghasilan (PPh 21) berdasarkan Undang Undang Nomor 36 Tahun 2007 Tentang Pajak Penghasilan.

Pada dasarnya biaya ini merupakan biaya yang diperkenankan sebagai pengurang penghasilan bruto lantaran pegawai pasti mengeluarkan sejumlah biaya untuk melaksanakan pekerjaannya.

Jadi, biaya jabatan dapat dikurangkan dari penghasilan bruto setiap orang yang bekerja sebagai pegawai tetap tanpa memandang tingkatnya dalam lingkup pekerjaan.

Adapun yang dimaksud penghasilan bruto adalah seluruh jumlah penghasilan yang menjadi objek PPh Pasal 21 yang diterima seseorang dalam suatu periode.

Rinciannya terdapat dalam Pasal 21 ayat (3) UU PPh yang mengatur penghasilan pegawai tetap atau pensiunan yang dipotong PPh 21 setiap bulan adalah penghasilan bruto dikurangi biaya jabatan atau biaya pensiun, iuran pensiun, dan Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP).

Ketentuan biaya jabatan

Pengenaan biaya ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 250/PMK.03/2008 yaitu sebesar 5% dari penghasilan bruto yang diterima pegawai. 

Perhitungan biaya jabatan pegawai tetap yaitu dengan pengurangan setinggi – tingginya Rp500 ribu per bulan atau Rp6 juta per tahun.

Jika penghasilan bruto melebihi Rp500 ribu per bulan, maka pajak jabatannya tetaplah sebesar Rp500 ribu, begitu juga dengan kalkulasi per tahunnya.

Ketentuan lain pengenaan biaya ini di antaranya:

  1. Jika mulai dari awal tahun pegawai atau karyawan tersebut sudah berstatus pegawai tetap, maka biaya ini akan mulai dihitung dari bulan Januari sampai dengan akhir tahun saat karyawan atau pegawai yang bersangkutan berhenti bekerja.
  2. Kalau seorang karyawan atau pegawai tersebut baru diangkat sebagai pegawai tetap dalam tahun takwim/kalender, maka biaya ini akan dihitung sejak bulan pengangkatan karyawan atau pegawai sampai akhir tahun atau status berhenti bekerja.
  3. Jika seorang karyawan atau pegawai tersebut telah berhenti bekerja dalam tahun takwim, maka biaya tersebut akan dihitung dari bulan Januari sampai dengan bulan saat karyawan atau pegawai tersebut yang bersangkutan berhenti bekerja.

Simulasi perhitungan  

Berikut contoh cara menghitung biaya jabatan Pph 21 per bulan dan per tahun.

Contoh perhitungan yang kurang dari tarif maksimal

Anggi adalah seorang staf humas yang digaji Rp6 juta per bulan dan tunjangan makan sebesar Rp600 ribu per bulan. Berikut perhitungan biaya jabatan yang ditanggung Anggi:

  • Gaji bulanan: Rp6 juta
  • Tunjangan makan: Rp600 ribu
  • Gaji bruto setiap bulan: Rp6,6 juta
  • Biaya jabatan: Rp6,6 juta x 5% = Rp330 ribu

Jadi, setiap bulannya Anggi membayar Rp330 ribu.

Pengertian Biaya Jabatan Cara Menghitungnya Berdasarkan Pph 21
Pengertian Biaya Jabatan Cara Menghitungnya Berdasarkan Pph 21

Sementara itu, biaya jabatan setahun yang harus dikeluarkan Anggi adalah:

  • Total gaji setahun: Rp72 juta (Rp6 juta x 12 bulan)
  • Tunjangan makan: Rp7,2 juta (Rp600 ribu x 12 bulan)
  • Gaji bruto setahun: Rp79,2 juta (Total gaji setahun ditambah total tunjangan makan setahun)
  • Biaya Jabatan dalam setahun: Rp79,2 juta x 5% = Rp3,96 juta

Contoh perhitungan dengan tarif melebihi batas tarif maksimal

Ahmad menjabat sebagai manajer pemasaran dengan gaji Rp11 juta per bulan uang makan sebesar Rp1 juta per bulan dan tunjangan PPh 21 Sebesar Rp650.000. Berikut ini perhitungan yang dikeluarkan oleh Ahmad selama sebulan adalah:

  • Gaji bulanan: Rp11 juta
  • Tunjangan makan: Rp1 juta
  • Tunjangan PPh 21: Rp650 ribu
  • Gaji bruto setiap bulan: Rp12,65 juta
  • Biaya jabatan: Rp12,65 juta x 5% = Rp632,5 ribu (melebihi tarif maksimal Rp500 ribu)

Dari perhitungan tersebut diketahui ternyata angkanya lebih besar dari tarif maksimal yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Artinya, ia hanya harus membayar Rp500 ribu saja untuk biaya ini. 

Perhitungan tarif dalam setahun: 

  • Total Gaji Setahun: Rp132 juta
  • Tunjangan Makan: Rp12 juta
  • Tunjangan PPh 21: Rp7,8 juta
  • Gaji Bruto Setiap Tahun: Rp151,8 juta
  • Biaya Jabatan dalam setahun: Rp151,8 juta x 5% = Rp7,59 juta (melebihi tarif maksimal yaitu sebesar Rp6 juta)

Berdasarkan hasil perhitungan, angka ini melebihi tarif maksimal sehingga Ahmad hanya membayar sebesar Rp6 juta.

Setelah membaca penjelasan di atas, sekarang kamu tahu apa itu biaya jabatan dan cara menghitung serta ketentuannya. Melakukan perhitungan biaya satu ini sebagai salah satu komponen PPh 21 tertentu adalah satu dari sekian banyak perhitungan yang wajib dilakukan oleh sebuah perusahaan.

Jika kamu memiliki pertanyaan lainnya seputar pajak atau perencanaan keuangan lainnya sekaligus mendapatkan berbagai tips mengelola kebutuhan finansial, langsung saja tanyakan ke para ahli di bidangnya melalui Tanya Lifepal!

Pertanyaan seputar biaya jabatan