Biaya Kemoterapi di Indonesia 2020 [Plus Tips Minimalkannya]

Biaya kemoterapi

Kemoterapi erat hubungannya dengan penderita kanker. Kira-kira berapa biaya kemoterapi yang harus dikeluarkan tiap kali tindakan ini dilakukan?

Seperti yang kamu tahu, kemoterapi dilakukan untuk membunuh sel yang tumbuh dengan cepat pada tumbuh. Oleh karena itu, kemoterapi sering digunakan dalam pengobatan kanker karena sel kanker berkembang jauh lebih cepat dibandingkan sel normal pada tubuh.

Pengobatan kemoterapi ini dilakukan dengan tujuan untuk:

  • Menghambat penyebaran kanker
  • Mengendalikan pertumbuhan dan perkembangan kanker
  • Menyembuhkan kanker secara keseluruhan
  • Membunuh sel kanker tersisa pada tubuh pasca operasi
  • Meningkatkan keberhasilan metode pengobatan pra operasi atau kemoterapi yang dikombinasi dengan radioterapi
  • Meringankan gejala yang diderita

Jenis kemoterapi

Berdasarkan tujuan di atas, kemoterapi pun dikelompokkan menjadi beberapa bagian yang juga disesuaikan dengan waktu pemberiannya. Berikut adalah beberapa jenis kemoterapi.

1. Kemoterapi kuratif

Kemoterapi kuratif adalah kemoterapi yang ditujukan untuk menghancurkan semua sel kanker yang ada dalam tubuh. Kemoterapi biasanya dilakukan pada masa awal pengobatan dan sering menjadi satu-satunya pengobatan yang dilakukan.

2. Kemoterapi adjuvan

Kemoterapi ini biasanya dilakukan untuk menghilangkan sisa-sisa sel kanker yang masih tertinggal maupun yang belum diatasi oleh pengobatan yang telah dilakukan sebelumnya, seperti operasi maupun radiasi.

3. Kemoterapi neoadjuvan

Kemoterapi neoadjuvan adalah kemoterapi yang dilakukan untuk mengurangi sel kanker atau ukuran tumor yang ada. Biasanya dilakukan sebelum melakukan pengobatan lain sehingga lebih mudah untuk dilakukan pengangkatan.

4. Kemoterapi paliatif

Kemoterapi ini dilakukan dengan tujuan untuk meringankan gejala yang ditimbulkan sel kanker, menghambat perkembangan sel kanker dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Biasanya kemoterapi ini dilakukan untuk pasien kanker stadium lanjut.

Prosedur kemoterapi

Selain jenisnya yang berbeda, kemoterapi pun dilakukan dengan beberapa cara yang berbeda, yaitu melalui:

  • Infus (intravena)
  • Suntikan
  • Pil
  • Krim
  • Langsung ke area tubuh tertentu seperti ke perut (intraperitoneal), rongga dada (intrapleural), sistem saraf pusat (intrathecal) atau kantung kemih (intravesikal)
  • Langsung ditujukan ke sel kanker

Efek samping kemoterapi

Biaya kemoterapi

Kemoterapi dapat menyebabkan efek samping yang berbeda-beda, ini tergantung dengan tipe dan jumlah obat yang dipakai.

Kadar efek sampingnya pun bisa berbeda antara satu dan yang lainnya, ada yang ringan bisa juga kamu tidak merasakannya sama sekali. 

Ada pun beberapa efek samping yang bisa dialami, yaitu:

  • Mual dan muntah
  • Rambut rontok atau menjadi lebih tipis dan mudah rapuh
  • Kuku menjadi rapuh dan mudah retak
  • Kulit kering dan terasa nyeri serta lebih sensitif saat terkena sinar matahari
  • Rasa lelah
  • Gangguan pendengaran, seperti telinga berdengung (tinnitus), gangguan keseimbangan, bahkan hilangnya pendengaran untuk sementara atau permanen
  • Infeksi
  • Gangguan perdarahan yang dapat menyebabkan proses pembekuan darah tidak normal sehingga menyebabkan mudah memar, berdarah lebih banyak dari biasanya, meski hanya mengalami luka kecil, dan sering mimisan atau mengalami gusi berdarah
  • Anemia
  • Mukositis atau peradangan pada membran mukosa pada saluran pencernaan
  • Tidak nafsu makan
  • Gangguan kesuburan (infertilitas)
  • Gangguan pencernaan, seperti diare atau sembelit
  • Gangguan mental dan kognitif, seperti masalah konsentrasi, pola pikir dan daya ingat jangka pendek bahkan gangguan suasana hati (mood) serta depresi.

Biaya kemoterapi di Indonesia

Biaya kemoterapi sangatlah bervariasi. Hal ini ditentukan banyak faktor seperti jenis dan stadium dari kanker yang dialami, obat yang digunakan, serta banyaknya siklus terapi yang dibutuhkan.

Selain biaya kemoterapi itu sendiri, kamu perlu mempersiapkan biaya perawatan untuk efek samping yang akan muncul.

Efek samping bahkan bisa membuat kamu membutuhkan rawat inap atau kemoterapi lanjutan karena sel kanker belum hilang sepenuhnya atau tumbuh kembali.

Agar kamu bisa mempersiapkan diri dengan baik, berikut ini daftar biaya kemoterapi di beberapa rumah sakit swasta di Indonesia seperti yang dikutip dari Alodokter.

Rumah sakit

Biaya kemoterapi

Lokasi

Rumah Sakit Immanuel Rp 551.000 Bandung
Siloam Hospitals Yogyakarta Rp 434.000 Yogyakarta
Siloam Hospitals TB Simatupang Rp 803.000 Jakarta
Mayapada Hospital Jakarta Selatan Rp 908.000 Jakarta
RS Evasari Awal Bros Rp 550.000 Jakarta
RS Permata Bunda Medan Rp 500.000 Medan
Siloam Hospitals Balikpapan Rp 668.000 Balikpapan
Rumah Sakit Premier Jatinegara Rp 1.220.000 Jakarta
Siloam Sriwijaya Palembang Rp 636.000 Palembang
Mayapada Hospital Tangerang Rp 550.000 Tangerang
RS EMC Tangerang Rp 576.000 Tangerang
Siloam Hospitals Lippo Village Rp 2.000.000 Tangerang
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi Rp 2.000.000 Jakarta
RS Islam Ibnu Sina Pekanbaru Rp 528.000 Pekanbaru
Rumah Sakit Lavalette Rp 400.000 Malang

Pentingnya memiliki asuransi penyakit kritis

Setiap orang memiliki potensi kanker pada dirinya. Ini yang membuat kanker bisa menyerang siapa saja dan kapan saja. Kanker bukan juga penyakit yang mudah untuk disembuhkan, proses pengobatannya pun juga panjang.

Kanker berpotensi untuk membuat pasien meninggal sehingga dikategorikan sebagai penyakit kritis. Ini yang tidak jarang menjadi beban mental tersendiri. Tidak hanya untuk pasien, tetapi juga keluarga. 

Memiliki asuransi penyakit kritis bisa menjadi solusi dalam meringankan beban yang mendera. Asuransi penyakit kritis memberikan santunan tunai atas risiko penyakit kritis.

Ini berlaku dalam berbagai kondisi, entah penyakit pada tahap awal, menengah atau akhir. Santunan ini akan diberikan kepada nasabah atau tertanggung yang masih hidup. Inilah yang membedakan asuransi penyakit kritis dibandingkan dengan asuransi jiwa. 

Ada beberapa penyakit kritis lainnya yang masuk ke dalam tanggungan asuransi, di antaranya jantung, demensia, anemia aplastik kronis, stroke dan tentu saja, kanker.

Penyakit-penyakit ini dikategorikan sebagai penyakit kritis karena dapat menyebabkan kondisi kronis stadium lanjut yang juga mengancam jiwa. 

Meski begitu, daftar penyakit kritis yang dijamin perusahaan asuransi berbeda-beda. Kamu perlu mengeceknya terlebih dahulu sebelum menentukan membeli asuransi penyakit kritis yang mana untuk melindungi diri dan keluarga. Di samping itu, kamu pun perlu mengetahui pentingnya memiliki asuransi penyakit kritis, seperti: 

1. Mencegah kerugian finansial 

Biaya perawatan kesehatan di Indonesia semakin hari semakin mahal. Setidaknya, pada tahun 2018, biaya perawatan kesehatan mengalami kenaikan sampai dengan 11 persen.

Ini yang membuat pengeluaran menjadi membengkak. Ini juga yang menjadi alasan pentingnya untuk memiliki asuransi penyakit kritis untuk menjamin biaya pengobatan dan perawatan di masa depan. 

Dengan memiliki asuransi penyakit kritis, proses perawatan dan pengobatan, termasuk tindakan operasi di dalamnya ditanggung perusahaan asuransi.

Kamu tidak perlu pusing untuk mencari sumber dana atau bahkan perlu menggadaikan atau sampai menjual aset berharga. 

Asuransi penyakit kritis membuat perawatan kamu terjamin, kondisi keuangan keluarga pun tetap stabil. Kamu hanya perlu fokus pada proses pengobatan dan tidak perlu khawatir lagi. 

2. Melatih diri menjadi lebih baik

Memiliki asuransi juga bisa membuat diri menjadi pribadi yang lebih baik, menjadi lebih disiplin, dan pandai berhemat, bahkan mengetahui skala prioritas dengan sangat baik.

Dengan memilih untuk memiliki asuransi, jelas kamu telah memprioritaskan kehidupan masa depanmu dan keluarga.

Kamu pun kemudian menyisihkan uang secara bijaksana dan mengurangi pengeluaran yang tidak perlu. Kamu otomatis menjadi berhemat.

Selain itu, dengan membayar premi asuransi penyakit kritis setiap bulan, kamu pun menjadi pribadi yang konsisten dan disiplin. Demi mendapatkan manfaat maksimal, kamu pun tidak mengabaikan waktu pembayaran setiap bulannya. 

3. Melindungi Diri Sendiri dan Keluarga 

Menyadari bahwa produktivitas dan pemasukan akan berhenti pada saatnya, memiliki jaminan kesehatan merupakan sebuah kewajiban.

Dengan memiliki asuransi penyakit kritis, biaya perawatan kesehatan mulai dari konsultasi dengan dokter, rawat jalan, rawat inap, pemeriksaan, seperti pemeriksaan endoskopi bahkan tindakan operasi pun, ditanggung perusahaan asuransi. 

Jenis asuransi penyakit kritis ini pun memberikan keuntungan tersendiri jika kamu: 

1. Memiliki riwayat penyakit kritis dalam keluarga 

Sebab menurut Ketua Yayasan Kanker Indonesia Prof. Dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD, KHOM, FACP, kasus kanker 8 – 10 persen dipengaruhi oleh faktor genetik. Karena itu, memiliki asuransi penyakit kritis untuk kamu yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit kritis sangat diperlukan. 

2. Kamu adalah tulang punggung keluarga 

Jika kamu adalah kepala keluarga yang juga menjadi tulang punggung, kondisi kesehatan sangatlah memengaruhi kehidupan anggota keluarga yang lain.

Sebab jika kamu terserang penyakit, bahkan yang kritis maka kamu tidak akan mampu untuk mencari nafkah. Ini akan menyebabkan masalah finansial tersendiri. Oleh karena itu, memiliki asuransi penyakit kritis sangat penting untuk menjaga kestabilan keuangan keluarga. 

3. Berusia lebih dari 40 tahun 

Semakin bertambahnya usia, potensi untuk terserang penyakit kritis semakin besar. Ini yang menyebabkan kamu perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan terburuk untuk memiliki asuransi penyakit kritis, terutama kamu yang telah berumur lebih dari 40 tahun. 

Bagaimana memilih asuransi penyakit kritis yang tepat? 

Untuk dapat memiliki polis asuransi penyakit kritis yang tepat, kamu harus mengetahui kebutuhanmu terlebih dahulu. Kamu pun perlu memperhatikan beberapa hal berikut untuk mendapatkan asuransi ideal.

1. Jenis penyakit kritis

Setiap perusahaan asuransi memberikan pertanggungan untuk penyakit kritis yang berbeda-beda. Tidak jarang jumlah penyakit yang termasuk di dalamnya pun tidak sama satu sama lain. Untuk itu, kamu perlu cemat dalam memilihnya.

Pilihlah asuransi yang menanggung penyakit kritis yang umum terjadi, seperti penyakit jantung, diabetes, gagal ginjal, kanker, dan gangguan paru-paru.

Selain itu, kamu pun perlu teliti atas jumlah total jenis penyakit yang ditanggung. Paling tidak, asuransi harus bisa menanggung risiko tidak kurang dari sepuluh penyakit kritis. Hal ini tidak lain dimaksudkan untuk menjadi solusi finansial apabila kamu terserang penyakit-penyakit tersebut.

2. Usia tertanggung

Penyakit kritis umumnya terjadi pada mereka yang telah berusia lanjut. Ini berpengaruh dengan jenis asuransi yang akan dipilih karena harus disesuaikan dengan usia pertanggungannya.

Semakin panjang usia pertanggungannya, semakin baik. Oleh karena itu, kalau kamu bisa mendapatkan asuransi penyakit kritis sampai dengan usia 100 tahun, itu bisa menjadi pilihan terbaik.

3. Besaran uang pertanggungan

Biaya perawatan penyakit kritis tidaklah murah, dibutuhkan banyak uang, bahkan sampai dengan ratusan juta setiap bulannya.

Jika mengacu pada biaya perawatan untuk operasi bypass jantung yang membutuhkan minimal Rp 150 juta pada tahun 2019, kamu setidaknya harus memilih polis asuransi penyakit kritis dengan memberikan uang pertanggungan minimal Rp 200 juta.

Namun, melihat inflasi biaya kesehatan yang terus terjadi, bisa sampai 11 persen pada tahun 2018. Jika diproyeksikan untuk saat ini, polis yang harusnya kamu pilih minimal bisa memberikan uang pertanggungan sebesar Rp 250 juta.

4. Masa bertahan hidup

Masa bertahan hidup atau survival period adalah masa yang ditentukan perusahaan asuransi sebagai batas kemampuan tertanggung dalam bertahan hidup setelah mendapatkan diagnosis sebagai pasien penyakit kritis.

Perusahaan asuransi menerapkan masa bertahan hidup yang berbeda-beda. Ada yang selama 14 hari, 30 hari, 60 hari, atau bahkan sampai dengan 90 hari. Karena itu, perusahaan asuransi yang menawarkan masa bertahan hidup yang pendek adalah yang lebih baik dibandingkan yang lain.

5. Jenis asuransi

Untuk asuransi penyakit kritis lebih disarankan untuk memilih yang murni atau stand alone. Ini karena harga premi yang ditawarkan akan lebih murah. Namun, tetap memberikan manfaat dengan nilai besar. Oleh karena itu, manfaat yang diberikan pun menjadi lebih optimal. 

Tidak ada yang benar-benar menginginkan untuk terserang penyakit, terlebih yang mematikan seperti kanker. Namun, tidak ada yang bisa kita lakukan lebih baik dibandingkan mencegah dan mempersiapkan diri atas kemungkinan terburuk. Asuransi penyakit kritis adalah jawabannya.

Tidak boleh setengah-setengah, kamu pun harus melindungi kesehatan keluarga dengan asuransi terbaik. Untuk mendapatkan yang sesuai kebutuhan, kamu bisa berkonsultasi gratis bersama Lifepal. Caranya mudah! Cukup kunjungi halaman awal situs ini, kamu pun bisa berkonsultasi setelah mengisi form yang telah disediakan. 

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →