Tips Mengatasi Tingginya Biaya Kuliah dengan Jitu

Anggaran Biaya Kuliah

Biaya kuliah yang tinggi menjadi kendala banyak orang yang ingin melanjutkan ke jenjang lebih tinggi demi meraih gelar Sarjana (S1), Magister (S2) dan Doktor (S3). Maka dari itu, demi mengatasi biaya kuliah yang tinggi perlu rencana keuangan yang baik.

Jika Anda sedang melakukan perencanaan keuangan, maka harus memasukkan anggaran untuk pendidikan. Hal itu bisa membantu Anda pada saat biaya kuliah yang tinggi. Yang terutama, Anda jangan pernah berpikir bahwa pendidikan bukan suatu investasi. Itu salah besar karena manfaat pendidikan akan dirasakan untuk seumur hidup..

Rincian Biaya Kuliah

Rincian Biaya Kuliah

Pada saat Anda merencanakan kuliah, maka akan ada biaya kuliah yang harus dibayarkan. Pada dasarnya, perincian biaya kuliah hampir sama  antara perguruan tinggi negeri (PTN) dengan perguruan tinggi swasta (PTS). Berikut tiga rincian biaya kuliah tersebut.

Uang kuliah tunggal (UKT) / Biaya operasional pendidikan (BOP)

Kuliah di PTN identik lebih murah bila dibanding PTS. Jika kuliah di PTN, maka Anda hanya akan diminta untuk membayar uang kulitah tunggak (UKT) atau biaya operasional pendidikan (BOP). Namun, itu tergantung PTN yang Anda tuju, apakah mereka menggunakan UKT atau BOP.

Setiap PTN memiliki besaran tiap UKT dan BOP yang berbeda sebagaimana tergantung kepada kebijakan masing-masing kampus. Perbedaan yang mendasar antara UKT dengan BOP adalah sistem penghitungan besaran biayanya.

Jika UKT, hitungannya berdasarkan prinsip berkeadilan. Artinya, adil terhadap kemampuan tiap mahasiswa dalam membayar biaya kuliah. Biasanya UKT dipisahkan menjadi beberapa golongan, tinggal disesuaikan saja dengan kemampuan finansial pribadi untuk masuk golongan yang mana.

Setidaknya ada enam kelompok biaya UKT, yaitu:

  • Kelompok pertama di kisaran Rp500 ribu.
  • Kelompok kedua Rp1 juta.
  • Kelompok ketiga Rp2,5 juta.
  • Kelompok keempat Rp4 juta.
  • Kelompok kelima Rp5 juta.
  • Kelompok keenam Rp6 juta.

Sedangkan sistem BOP menggunakan prinsip pembagian ranah ilmu setiap jurusan dan keperluan mahasiswa di setiap jurusan. Untuk ranah ilmu jurusan biasanya dibagi menjadi empat kelompok, yaitu:

  • Ranah sosial-humaniora.
  • Ranah sains.
  • Ranah rekayasa.
  • Ranah kedokteran. 

Kelompok itu sengaja ditentukan sebagaimana setiap rumpun memiliki besaran kebutuhan yang berbeda. 

Selanjutnya dari sisi keperluan mahasiswa, setiap jurusan dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu:

  • Jurusan yang fokus pada keilmuan.
  • Jurusan yang mengarah keterampilan sebagai pelengkap.
  • Jurusan yang membutuhkan pengalaman praktik secara intensif.

Uang pangkal dan Sistem Kredit Semester (SKS)

Sebagian PTN memiliki aturan bahwa jika mahasiswa sudah membayar UKT atau BOP, maka tidak perlu membayar biaya pendidikan lainnya sebagaimana ada beberapa PTN (negeri) yang menyelenggarakan jalur masuk mandiri sehingga mahasiswanya dikenakan biaya awal semacam uang pangkal. Hal semacam itu kerap ditemukan di seluruh PTS.

Kuliah di PTS (swasta) tidak mewajibkan mahasiswanya untuk membayar UKT maupun BOP. Namun, setiap calon mahasiswa diharuskan untuk membayar uang pangkal. Biaya ini dikeluarkan cukup satu kali saja, ketika awal masuk kuliah. 

Biasanya uang pangkal selalu masuk dalam rincian biaya PTS karena pembiayaan perkuliahan dan gedung ditanggung sendiri oleh pemilik universitas maupun institusi. Tanpa ada subsidi yang diberikan oleh pemerintah seperti yang terjadi di PTN. Tidak heran, mahasiswa PTN terbebas dari uang pangkal.

Tidak hanya itu, di PTS juga harus membayar uang semester yang besarannya tetap yang biasanya dibayar setiap awal semester. Selain biaya semester, beberapa PTS juga mengharuskan mahasiswanya membayar sistem kredit semester (SKS).

Biasanya satu mata kuliah terdiri atas dua sampai tiga SKS. Jadi setelah membayar biaya semester, maka mahasiswa PTS harus membayar biaya setiap SKS yang diambil. Jika Anda mengambil banyak SKS, maka dana yang akan dikeluarkan pun lebih besar.

Biaya tambahan lainnya

Tidak semua mata kuliah membutuhkan praktikum atau aktivitas yang dijalankan di laboraturium kampus. Namun untuk jurusan teknik, kedokteran, dan sejenisnya, pasti membutuhkan praktikum. Ketika ada itu, maka Anda harus mempersiapkan biaya tambahan lainnya. 

Ketika Anda ingin membeli perlengkapan kuliah dan membiayai kehidupan sehari-hari juga harus mengeluarkan biaya tambahan lainnya. Untuk itu harus dihitung secara matang agar biaya tambahan ini tidak membengkak.

Tips Mengatasi Biaya Kuliah Tinggi

Tips Mengatasi Biaya Kuliah Tinggi

Demi mengatasi biaya kuliah yang tinggi, maka tentu saja Anda harus menemukan cara yang ampuh demi bisa tetap menimba pendidikan sampai tinggi. Berikut cara yang bisa dilakukan.

Mencari beasiswa

Jika Anda seorang murid yang berprestasi di sekolah, maka ada program beasiswa yang bisa diikuti. Dengan begitu, Anda bisa melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar yang tinggi dengan potongan harga atau bahkan gratis.

Untuk memperoleh beasiswa, Anda harus mencari tahu informasi sebanyak-banyaknya. Anda juga harus mempersiapkan diri untuk menjalani tes seleksi. Setidaknya ada beberapa lembaga pendidikan yang memberikan jalur beasiswa, yaitu:

  • Perguruan Tinggi.
  • Lembaga Pemerintahan.
  • Lembaga Swasta.
  • Yayasan Pendidikan.
  • Beasiswa Non Formal.

Menjadi peserta tabungan pendidikan

Tabungan pendidikan dinilai sangat terjamin sebagaimana hal ini mengikuti program dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Tabungan pendidikan kebanyakan memiliki jangka waktu 2-10 tahun..Jika Anda belum memiliki rekening tabungan pendidikan, maka tidak ada salahnya untuk memulai dari sekarang.

Kredit tanpa agunan (KTA)

Kredit tanpa agungan atau KTA bisa digunakan untuk memperoleh biaya pendidikan. Keuntungan dari pengajuan KTA, Anda tidak perlu menjaminkan suatu aset. Tidak adanya jaminan, bunga yang dipatok juga tinggi bisa mencapai 4% per bulan. 

Pada saat ingin mengajukan KTA, pastikan Anda membayar cicilan setiap bulannya untuk menghindari kredit macet. Jika macet, maka nama Anda akan masuk dalam daftar hitam. Akhirnya jika ingin memperoleh kredit kembali, maka Anda sangat susah mendapatkannya.

Belajar sambil bekerja

Demi membiayai kuliah, maka Anda bisa bekerja sambil belajar. Saat ini, sudah banyak perusahaan yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menjadi pekerja magang. Memang gaji yang Anda terima tidak terlalu besar, tapi sangat cukup membantu keuangan saat membiayai kuliah.

Investasi

Investasi juga merupakan salah satu cara untuk membiayai kuliah Anda. Investasi yang bagus bisa berupa properti dan emas. Sebab, investasi keduanya selalu mengalami kenaikan dan sifatnya hingga jangka panjang.

Selayaknya tidak perlu cemas atas semua biaya kuliah yang telah dikeluarkan karena semua pengeluaran itu akan membuat kehidupan finansial Anda menjadi lebih baik di masa mendatang. 

Itulah artikel ringkas terkait biaya kuliah. Intinya, biaya kuliah tinggi bukanlah hambatan. Anda hanya perlu menemukan cara yang tepat untuk mengelola keuangan pribadi. Setelah Anda berhasil melakukannya, maka tidak ada kesulitas untuk menggapai gelar pendidikan yang tinggi.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →