Biaya Pembuatan SIM C, A, B, hingga D di Satpas dan Syaratnya

Biaya pembuatan SIM C, A, B, D, dan Internasional

Berapa biaya pembuatan SIM A dan SIM C pada tahun 2021? Lalu bagaimana cara membuat SIM dan Apa syarat yang diwajibkan?

Buat kamu yang pengin buat SIM baru, wajib tahu nih besaran biaya pembuatan Surat Izin Mengemudi yang berlaku resmi dan syarat yang wajib dipenuhi. 

Berlaku resmi di sini maksudnya biaya pembuatan SIM yang sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP). Jadi kalau ada yang bilang biayanya sampai Rp500 ribu, berarti dia pakai jalur gak resmi alias calo.

Yuk, langsung aja kita cari tahu besaran biaya pembuatan SIM sekaligus informasi tambahan soal biaya perpanjangan Surat Izin Mengemudi juga.

Biaya pembuatan SIM C, A, B, D, dan Internasional

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia, biaya pembuatan SIM baru adalah sebagai berikut. 

  • SIM A: Rp120.000
  • SIM B khusus B1: Rp120.000
  • SIM B khusus B2: Rp120.000
  • SIM C: Rp100.000
  • SIM C1: Rp100.000
  • SIM C2: Rp100.000
  • SIM D: Rp50.000
  • SIM D khusus D1: Rp50.000
  • SIM Internasional: Rp250.000

Biaya perpanjangan SIM C, A, B, D, dan Internasional

Berbeda dengan biaya pembuatan SIM, berikut biaya yang kamu perlu keluarkan untuk perpanjangan SIM.

  • SIM A: Rp80.000
  • SIM B1: Rp80.000
  • SIM B2: Rp80.000
  • SIM C: Rp75.000
  • SIM C1: Rp75.000
  • SIM C2: Rp75.000
  • SIM D: Rp30.000
  • SIM D khusus D1: Rp30.000
  • SIM Internasional: Rp225.000

Dengan Rp300 ribu, mobil yang rusak bisa diperbaiki di bengkel resmi berkat manfaat asuransi mobil. Dapatkan diskon hingga 25 persen dengan membeli polis asuransi di Lifepal.

Syarat membuat SIM di Satpas

Menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, syarat-syarat membuat SIM baru dibedakan sesuai dengan jenis Surat Izin Mengemudi yang mau dimiliki.

Jenis SIM yang dimaksud di sini adalah jenis SIM kendaraan bermotor perseorangan dan Surat Izin Mengemudi kendaraan bermotor umum.

Syarat membuat SIM untuk pemilik kendaraan pribadi

Khusus untuk membuat SIM pribadi, berikut ini adalah beberapa syarat yang harus dipenuhi.

Syarat SIM pribadi Keterangan
Usia
  • Usia minimal 17 tahun buat SIM A, SIM C, dan SIM D.
  • Usia minimal 20 tahun buat SIM B khusus B1.
  • Usia minimal 21 tahun buat SIM B khusus B2.
Syarat administratif
  • KTP.
  • Pengisian formulir permohonan.
  • Rumusan sidik jari (dilakukan di lokasi pengurusan SIM).
Syarat kesehatan
  • Sehat jasmani dengan surat keterangan dokter.
  • Sehat rohani dengan lulus tes psikologi (dilakukan di lokasi).
Syarat lulus ujian
  • Lulus ujian teori.
  • Lulus ujian praktik.
  • Lulus ujian keterampilan lewat simulator.
Syarat tambahan membuat SIM B1 Harus memiliki SIM A sekurang-kurangnya selama 12 bulan.
Syarat tambahan membuat SIM B2 Harus memiliki SIM B1 sekurang-kurangnya selama 12 bulan.

Syarat membuat SIM untuk pengendara angkutan umum atau komersial

Lain halnya untuk pengendara angkutan umum atau komersial, berikut ini syarat membuat SIM yang wajib dipenuhi.

Syarat SIM umum Keterangan
Usia
  • Usia 20 tahun kalau membuat SIM A umum.
  • Usia 22 tahun kalau membuat SIM B khusus B1 umum.
  • Usia 23 tahun kalau membuat SIM B khusus B2 umum.
Syarat administratif
  • Melampirkan KTP.
  • Mengisi formulir permohonan.
  • Rumusan sidik jari (dilakukan di lokasi pengurusan SIM).
Syarat kesehatan
  • Sehat jasmani dengan surat keterangan dokter. 
  • Sehat rohani dengan lulus tes psikologi (dilakukan di lokasi).
Syarat lulus ujian teori
  • Memahami pelayanan angkutan umum.
  • Memahami fungsi fasilitas umum dan fasilitas sosial.
  • Memahami cara pengujian kendaraan bermotor.
  • Memahami tata cara mengangkut orang dan/atau barang.
  • Mengetahui tempat penting di wilayah domisili.
  • Memahami jenis-jenis barang berbahaya. 
  • Memahami pengoperasian peralatan keamanan.
Syarat lulus ujian praktik
  • Memahami cara menaikkan dan menurunkan penumpang dan/atau barang di terminal dan tempat tertentu lainnya.
  • Memahami tata cara mengangkut orang dan/atau barang. 
  • Memahami cara mengisi surat muatan. 
  • Memahami etika pengemudi kendaraan bermotor umum. 
  • Memahami pengoperasian peralatan keamanan.
Syarat tambahan membuat SIM A umum Harus memiliki SIM A sekurang-kurangnya 12 bulan.
Syarat tambahan membuat SIM B khusus B1 umum Harus memiliki SIM B1 atau SIM A umum sekurang-kurangnya 12 bulan.
Syarat tambahan membuat SIM B khusus B2 umum Harus memiliki SIM B2 atau SIM B1 umum sekurang-kurangnya 12 bulan.

Cara membuat SIM di Satpas

Kalau sudah melengkapi syarat-syarat administrasi yang diminta, pemilik kendaraan membawa dokumen yang menjadi syarat tersebut ke Kantor Kepolisian Resor (Polres) atau Satpas kemudian melakukan pengurusan SIM di sana.

Dalam proses pembuatan SIM, ada dua tahap ujian yang harus dilalui.

1. Ujian teori

Pada tahapan ujian teori, kamu diharuskan menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar lalu lintas, seperti pertanyaan tentang rambu lalu lintas, marka jalan, dan aturan lalu lintas lainnya.

Peserta dapat memilih apakah ujiannya dengan menggunakan komputer atau menjawab pertanyaan di lembaran kertas tanya jawab.

Peserta yang lulus ujian teori bisa berlanjut ke ujian praktik pada hari yang sama jika masih cukup waktu. Sementara buat yang tidak lulus, berhak mengulang lagi ujian teori seminggu kemudian dan pengulangan ujian teori sama sekali tidak dikenakan biaya.

2. Ujian praktik

Peserta yang lulus ujian teori harus melalui satu tahapan ujian lagi, yaitu ujian praktik. Pada ujian praktik, peserta akan diuji kemampuannya dalam mengendarai sepeda motor.

Ada sejumlah tantangan berkendara yang harus dihadapi peserta dalam ujian ini. Contohnya, ujian praktik untuk mendapat SIM C akan menghadapi tantangan, seperti zig zag, jalur angka 8, letter U, dan tes reaksi menghindar.

Sementara tantangan dalam ujian mendapatkan SIM A adalah tes tanjakan dan turunan, maju mundur, dan lainnya.

Kendaraan yang digunakan untuk ujian praktik telah disediakan Satpas dan peserta boleh memilih kendaraan yang ingin digunakan. Namun, ada pula yang membolehkan peserta menggunakan kendaraan sendiri.

Peserta yang dinyatakan lulus ujian akan mendapat SIM. Sementara peserta yang tidak lulus, berhak mendapat kesempatan untuk mengulang lagi seminggu kemudian tanpa dipungut bayaran.

Kenapa seorang pengendara harus punya SIM?

Surat Izin Mengemudi atau SIM adalah bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan Polri kepada seseorang yang telah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani dan rohani, memahami peraturan lalu lintas, serta terampil mengemudikan kendaraan bermotor.

Ada sejumlah dasar hukum yang membuat Surat Izin Mengemudi itu wajib dimiliki pengendara. Dasar-dasar hukum mengenai Surat Izin Mengemudi meliputi:

  • Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.
  • Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
  • Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 44 Tahun 1993 tentang Kendaraan dan Pengemudi.

Jenis-jenis Surat Izin Mengemudi (SIM)

Secara garis besar, Surat Izin Mengemudi terdiri dari dua jenis, yaitu SIM kendaraan bermotor perseorangan dan SIM kendaraan bermotor umum.

Setiap pengendara bisa mendapat Surat Izin Mengemudi asalkan telah memiliki kompetensi mengemudi yang diperoleh lewat pendidikan dan pelatihan atau belajar sendiri.

Khusus buat Surat Izin Mengemudi kendaraan bermotor umum, kompetensi mengemudinya selain dibuktikan dengan memiliki Surat Izin Mengemudi kendaraan bermotor perseorangan juga harus mengikuti pendidikan dan pelatihan pengemudi angkutan umum.

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 menggolongkan Surat Izin Mengemudi ke dalam beberapa jenis. Berikut ini adalah jenis-jenis SIM tersebut.

  • SIM A: khusus pengemudi mobil penumpang dan barang perseorangan dengan jumlah berat yang diperbolehkan <3.500 kilogram.
  • SIM B khusus B1: khusus pengemudi mobil penumpang dan barang perseorangan dengan jumlah berat yang diperbolehkan >3.500 kilogram.
  • SIM B khusus B2: khusus pengemudi kendaraan alat berat, kendaraan penarik, atau kendaraan bermotor yang menarik kereta tempelan atau gandengan perseorangan dengan berat yang diperbolehkan buat kereta tempelan atau gandengan >1.000 kilogram.
  • SIM C: khusus pengemudi sepeda motor.
  • SIM D: khusus pengemudi kendaraan penyandang cacat.

Belakangan ada perubahan dan penambahan jenis-jenis SIM. Misalnya aja SIM C yang terbagi lagi menjadi SIM C1 buat pengendara sepeda motor 250 – 500 cc dan SIM C2 buat pengendara sepeda motor lebih dari 500 cc.

Begitu juga dengan SIM D yang terbagi menjadi SIM D buat pengendara disabilitas yang mengendarai sepeda motor. Kemudian SIM D khusus D1 buat  pengendara disabilitas yang mengendarai mobil.

Polri berhak untuk mencabut kepemilikan SIM

Berdasarkan Peraturan Kapolri No. 9 Tahun 2012, kepemilikan SIM bisa dicabut oleh Polri jika pemilik melakukan pelanggaran lalu lintas dalam bobot tertentu. Bobot ini akan diukur dalam bentuk poin.

Bobot yang ditentukan oleh Polri sebelum bisa melakukan pencabutan SIM adalah 12 poin. Poin ini dikumpulkan dari beberapa jenis pelanggaran berikut.

  • Poin 1 untuk pelanggaran administrasi.
  • Poin 3 untuk pelanggaran yang menyebabkan kemacetan lalu lintas.
  • Poin 5 untuk pelanggaran yang menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Pada penerapannya, pelanggaran yang dilakukan akan tercatat dalam pangkalan data Polri yang terintegrasi pada Smart SIM pribadi sehingga pemantauan bisa dilakukan secara online.

Modal Rp300 ribu bisa perbaiki mobil yang rusak di bengkel resmi

Karena memiliki kendaraan perlu menyiapkan dana yang gak sedikit, ada baiknya mengantisipasi risiko musibah yang dapat menimbulkan kerugian finansial dengan memiliki asuransi mobil.

Kenapa harus memiliki asuransi mobil? Sebab biaya perbaikan mobil yang besar menjadi ringan karena sebagian besar biayanya ditanggung perusahaan asuransi.

Di Lifepal kamu berkesempatan membeli polis asuransi dengan diskon hingga 25 persen. Untuk mendapatkan jenis asuransi kendaraan yang sesuai kebutuhan, gunakan kalkulator jenis asuransi berikut ini.

Nah kalau kamu sudah dapat referensi jenis asuransi kendaraan yang tepat, giliran mencari tahu berapa premi asuransi yang perlu dibayar tiap tahun. Yuk, cari tahu di sini.

Itu tadi informasi seputar SIM baru, jenis-jenis SIM, syarat-syarat membuat SIM, hingga biaya pembuatan SIM.

Buat kamu yang mau tahu lebih banyak tentang adminstrasi umum atau asuransi? Lihat pertanyaan populer seputar topik tersebut di Tanya Lifepal.

Tanya jawab seputar biaya pembuatan SIM

Berapa biaya pembuatan SIM B2 umum?

Biaya pembuatan SIM B2 umum Rp120.000 sebagaimana yang telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Di mana membuat SIM?

Pembuatan SIM umumnya dilakukan di Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) dengan membawa syarat-syarat yang diwajibkan. Informasi syarat-syaratnya dapat dilihat dalam artikel ini.

Berapa biaya perpanjangan SIM A?

Perpanjangan SIM A akan dikenakan biaya sebesar Rp80.000 sebagaimana yang telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →