Biaya Vaksin Kucing Terlalu Mahal? Ada Asuransinya Kok

biaya vaksin kucing

Biaya vaksin kucing tergolong tinggi. Namun, vaksin kucing sangatlah penting karena menjadi salah satu pencegahan dari penyakit yang mungkin akan timbul. 

Bayangkan saja, ketika kucing tidak divaksin dan suatu saat terserang penyakit, risiko kematian lebih tinggi. Selain itu, pemilik juga harus mengeluarkan biaya lebih untuk memeriksakan kucingnya, belum ditambah biaya rawat inap jika diperlukan.

Nah, kalau kamu memiliki kucing di rumah, sebaiknya mulai memikirkan untuk melakukan vaksinasi. Mari ketahui soal vaksinasi kucing. 

Kenapa kucing harus divaksin?

Salah satu manfaat vaksin kucing adalah untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah terinfeksi suatu agen patogen, terutama virus pembawa penyakit. Terdapat juga vaksin untuk mencegah penyakit akibat infeksi bakteri tertentu.

Sama seperti imunisasi untuk manusia, vaksin kucing dapat mengaktifkan respons imun di dalam tubuh sehingga saat virus asli menyerang, kucing tidak akan mengalami sakit parah seperti kucing yang tidak pernah diimunisasi.

Meskipun demikian, setiap kucing menunjukkan respons yang berbeda terhadap keberhasilan vaksinasi. 

Jenis-jenis vaksin kucing

Vaksinasi kucing dibagi menjadi tiga tahap, yaitu tricat, tetracat, dan rabies. Berikut penjelasan lengkap mengenai tahap vaksinasi pada kucing:

1. Tahap I Tricat

Vaksin ini diberikan pada saat kucing berusia 8-10 minggu sejak kucing dilahirkan. Fungsi vaksin ini bisa melindungi kucing dari bahaya penyakit Feline Panleucopenia, Feline Rhinotracheitis, dan Feline Calicivirus. 

2. Tahap II Tetracat

Vaksin pada tahap dua ini fungsinya sama dengan vaksin sebelumnya, hanya saja ada satu tambahan yaitu melindungi dari virus Chlamydia. Lakukan vaksin tahap dua ini saat kucing berusia 12-14 minggu.

3. Tahap III Rabies

Vaksin rabies dapat mengatasi kucing yang terkena dan menghindari rabies. Rabies sendiri menyerang sistem kekebalan tubuh kucing dan menular pada siapa saja yang melakukan kontak langsung dengannya. Jika kucing terindikasi rabies, maka usahakan kamu selalu menggunakan sarung tangan agar tidak terkena liur atau gigitannya. Berikan vaksin rabies saat kucing berusia 20 minggu. 

Di luar ketiga vaksin dasar tersebut, terdapat vaksin kucing tambahan yang hanya diberikan sesuai rekomendasi dokter, yaitu:

  • Feline leukemia, yakni penyakit serius akibat infeksi virus yang belum ada obatnya. Virus ini menyebar dari kucing ke kucing melalui kontak dengan air liur, feses, urine, dan susu yang dikonsumsi secara bersamaan.
  • Bordetella, vaksin kucing yang bertujuan mencegah infeksi bakteri yang menyerang sistem pernapasan atas. Bordetella dapat menyebabkan kucing bersin dan belekan.
  • FIV, vaksin kucing ini dapat meminimalisir munculnya penyakit yang berhubungan dengan imunodefisiensi.
  • Klamidia, yakni infeksi bakteri yang menyebabkan konjungtivitis pada kucing serta infeksi saluran pernapasan atas.
  • FIP, yakni vaksin kucing yang dapat mencegah mutasi virus corona pada kucing. Tidak seperti pada manusia, virus corona kucing relatif tidak berbahaya, hanya saja memang mudah menular dari kucing ke kucing.
  • Dermatofitosis, yakni infeksi jamur yang mengakibatkan kerontokan bulu serta peradangan kulit. Infeksi ini bisa menular ke manusia yang melakukan kontak langsung dengan area yang mengalami infeksi ini.

Biaya vaksin kucing

Biaya vaksin kucing bisa berbeda-beda tergantung dokter hewan dan klinik hewan yang dipilih. Sebagai informasi, berikut ini 

Umur Kucing

Jenis Vaksin Penyakit

Biaya Vaksin Kucing

8 – 10 Minggu

Tricat

Feline panleukopenia, Feline rhinotracheitis, Feline calicivirus

Rp80.000 – Rp250.000

Tetracat

Feline panleukopenia, Feline rhinotracheitis, Feline calicivirus, Chlamydia

Rp180.000 – Rp210.000

12 -14 Minggu

Tricat

Feline panleukopenia, Feline rhinotracheitis, Feline calicivirus

Rp170.000 – Rp250.000

Tetracat

Feline panleukopenia, Feline rhinotracheitis, Feline calicivirus, Chlamydia

Rp180.000 – Rp210.000

6 Bulan

(yang belum pernah diberi vaksin)

Tricat

Feline panleukopenia, Feline rhinotracheitis, Feline calicivirus

Rp100.000 – Rp250.000

Tetracat

Feline panleukopenia, Feline rhinotracheitis, Feline calicivirus, Chlamydia

Rp180.000 – Rp210.000

Penyakit pada kucing yang bisa menular pada manusia

Bagi kamu yang memprioritaskan kesehatan kucingmu, tentu biaya vaksin kucing tidak menjadi sesuatu yang mahal. Karena kamu menyadari bahwa vaksin penting diberikan agar kucing kesayanganmu terhindar dari berbagai penyakit  yang mematikan.

Penyakit-penyakit tersebut ternyata berisiko juga bisa menulari manusia. Beberapa penyakit yang dimaksud, antara lain:

1. Jamur Kulit

Penyakit jamur kulit disebabkan karena kucing yang tidak dirawat dengan baik. Penyakit yang dikenal juga dengan ringworm ini dapat menular pada manusia dan rentan menular pada anak kecil atau seseorang yang memiliki usia lanjut. 

Dengan rutin memberikan vaksin, dapat mencegah agar jamur kulit pada kucing tidak menular pada manusia. 

2. Toksoplasma

Toksoplasma dapat menular pada manusia melalui feses kucing atau tanah yang tercemar parasit protozoa Toxoplasma gondii. Toksoplasma umumnya ditularkan dari hewan ke manusia. Pada ibu hamil yang mengalami toksoplasma, parasite ini dapat menular pada bayi dalam kandungan.

3. Scabies

Penyakit lainnya yang dapat ditularkan dari kucing pada manusia adalah scabies. Scabies menjadi penyakit yang dapat menyerang bagian kulit kucing. Penyebab penyakit scabies pada kucing adalah infeksi ektoparasit yang disebabkan oleh Sarcoptes scabiei. 

4. Calici atau feline calicivirus 

Penyakit yang menyerang saluran pernapasan atas dan mulut ini disebabkan oleh virus dari famili caliciviridae. Calici merupakan salah satu jenis flu kucing yang paling sering menyerang kucing selain feline herpes virus (FHV). 

Feline calicivirus dapat masuk ke tubuh melalui mata, hidung, dan mulut ketika si pus tidak sengaja menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus. Penularan pun relatif sangat cepat, dengan masa inkubasi 2-4 hari. 

Nah, pencegahan terbaik untuk menghindari infeksi virus calici adalah dengan melakukan vaksinasi. 

5. Feline herpes virus 

Feline herpes virus (FHV) merupakan penyakit yang menyerang saluran pernapasan atas kucing. Virus ini dapat ditularkan antar kucing melalui kontak langsung, termasuk air liur, sekresi mata, atau hidung. Bisa juga dengan menghirup droplet atau percikan yang keluar saat bersin, hingga berbagi mangkuk makanan. 

Penting diketahui, setelah kucing terinfeksi FHV, secara efektif dia akan menjadi pembawa virus seumur hidup karena virus tetap berada di sel-sel saraf. 

Jadwal vaksin kucing

Vaksin tak akan berguna ketika diberikan beberapa hari setelah lahir. Artinya, kalau masih usia 0 hari kemudian divaksin, maka vaksin tidak akan berguna. Karena masih ada antibodi yang dihasilkan oleh induk kucing melalui ASI (Air Susu Ibu). 

Untuk itu, perlu waktu yang tepat untuk pemberian vaksin kucing yang biasanya dilakukan dalam dua tahap. Berikut ini jadwal vaksin kucing:

  • Anak kucing perlu mendapat vaksinasi ketika mereka berusia 6-8 minggu.
  • Tahap kedua pada usia tiga bulan, kucing harus mendapatkan vaksinasi ulangan agar sistem kekebalan tubuh mereka menjadi lebih optimal. Setelah tahapan yang kedua, kucing memerlukan vaksinasi ulang secara rutin setiap tahun.
  • Pada kucing yang lebih tua, vaksinasi dapat dilakukan lebih jarang, yakni setiap 1-3 tahun sekali.
  • Jika kamu tidak mengetahui usia kucing, misalnya ketika mengadopsi kucing yang terlantar jalanan, bawa kucing tersebut ke dokter hewan dan biarkan dokter yang menentukan vaksin yang ia perlukan.

Setelah melakukan vaksinasi lengkap, sebaiknya lakukan juga vaksinasi secara berulang setiap setahun sekali karena vaksin tidak cukup dilakukan hanya sekali. Pemberian vaksin secara berkala bertujuan sebagai booster, yakni agar jumlah antibodi dapat tercapai maksimal.  

Syarat dan efek samping vaksin pada kucing

Sementara, syarat vaksin kucing yang boleh divaksin, yaitu:

  • Kucing dalam keadaan sehat.
  • Tidak ada masalah pada nafsu makannya.
  • Tidak dalam keadaan demam, batuk, pilek, bersin, muntah, dan diare.
  • Tidak ada masalah kulit.
  • Umur sesuai dengan syarat minimal vaksin.
  • Sudah melalui masa adaptasi selama 7-14 hari.

Ada pula efek samping yang mungkin dialami setelah disuntik vaksin kucing, seperti:

  • Reaksi alergi ringan, yaitu alergi yang ditandai dengan munculnya biduran, gatal, kemerahan, bengkak di sekitar mata, bibir, dan leher, serta peningkatan suhu tubuh.
  • Reaksi alergi berat, yaitu alergi yang ditandai dengan kesulitan bernapas, lemah, muntah, diare, gusi pucat, hingga pingsan.
  • Efek samping vaksinasi adalah insiden yang jarang terjadi. Namun jika kucing kamu memperlihatkan reaksi alergi di atas setelah menerima vaksin kucing, periksakan ia ke dokter hewan.

Setelah divaksin, hewan kesayanganmu tidak boleh dimandikan selama seminggu. Mandi bisa jadi kegiatan yang dapat memicu stress. Sehingga setelah vaksin dapat menurunkan daya tahan tubuhnya dan menghambat pembentukan antibodinya.

Selain vaksin, perawatan ini tidak kalah penting

Vaksin tak akan berguna jika tidak didukung oleh perawatan yang baik. Agar sistem kekebalan tubuh kucing semakin baik, maka diperlukan perawatan pendukung di antaranya:

Makanan sehat 

Jangan sembarangan dalam memberikan makanan, karena akan berdampak buruk pada kesehatan kucing kesayanganmu. Salah-salah kalau tidak cocok dengan makanannya, biasanya bulu si kucing akan menjadi rontok, nafsu makan berkurang hingga menyebabkan diare. Maka, pilihlah makanan yang tepat agar si meong tetap sehat dan kebutuhan nutrisinya juga terpenuhi.

Sebagai informasi, makanan pada kucing terbagi menjadi dua jenis, yaitu makanan basah atau wet food dan makanan kering atau dry food dengan berbagai macam merek. Tentunya setiap merek juga memiliki harga yang berbeda tergantung dari kelengkapan nutrisi dan ukuran kemasannya.  

Grooming

Untuk menjaga kebersihan tubuh kucing, kamu harus melakukan grooming. Mulai dari memotong kuku, membersihkan telinga, merapikan bulu hingga memandikan kucing. 

Kamu bisa membawa kucing piaraanmu ke petshop yang menyediakan jasa memandikan kucing secara rutin.  

Vitamin

Vitamin sangat memberikan banyak manfaat, salah satunya menjaga kesehatan kucing kamu. Mulai dari nutrisi, menjaga nafsu makan, hingga membuat bulu menjadi bagus. 

Dokter hewan

Kalau kamu melihat kucingmu dalam keadaan yang tidak baik, sebaiknya langsung membawa ia ke dokter atau klinik hewan agar mendapatkan perawatan yang terbaik. 

Setiap klinik mematok harga yang berbeda-beda tergantung dari harga jasa dokter, perawatan hingga obat-obatan yang dibutuhkan. Jadi selain selain biaya vaksin kucing, kamu perlu perhatikan juga biaya berobat kucing. Umumnya berkisar dari ratusan ribu hingga jutaan.

Ketahui pentingnya asuransi untuk hewan piaraan

Jika kamu sudah menganggap hewan piaraan seperti bagian dari keluarga sendiri, artinya hewan piaraanmu juga berhak mendapatkan asuransi khusus untuk mereka. 

Sama seperti asuransi pada umumnya, asuransi untuk hewan pun bisa menanggung biaya perawatan kesehatan untuk hewan piaraanmu yang sedang sakit atau mengalami kecelakaan. Baik untuk periode yang lama atau sebentar.

Beberapa hal yang ditanggung asuransi hewan di antaranya:

  • Biaya medis untuk orang-orang yang tidak sengaja dilukai atau diserang oleh hewan piaraan. 
  • Pengurusan biaya penguburan hewan piaraan yang telah mati karena masalah kesehatan atau kecelakaan.  
  • Pemilik hewan akan mendapatkan santunan ketika hewan yang dipiara hilang dicuri.
  • Biaya perawatan hewan piaraan yang ditinggal oleh majikan yang harus bepergian agak lama, Selain itu, biaya perawatan juga bisa digunakan saat majikan sedang sakit keras dan harus dirawat beberapa hari di rumah sakit.

Asuransi yang menawarkan perlindungan untuk hewan piaraan

Di Indonesia sendiri sebenarnya belum banyak perusahaan asuransi yang menawarkan produk asuransi untuk hewan piaraan.

Namun asuransi Sinar Mas menjadi salah satu perusahaan asuransi yang menawarkan proteksi untuk hewan piaraan. Perusahaan yang disingkat ASM ini memiliki produk asuransi hewan dengan nama Simas Pet insurance. 

Produk Simas Pet Insurance ini memberikan perlindungan hewan piaraan yaitu anjing dan kucing dari hal-hal yang tidak diinginkan. Simas Pet Insurance memberikan jaminan jika hewan piaraan kamu mengalami risiko kematian akibat kecelakaan, risiko pencurian disertai dengan kekerasan serta risiko tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga. 

Kamu bisa memilih sembilan paket jaminan sesuai dengan kebutuhan. Adapun nilai pertanggungan hingga Rp20 juta. 

Selain Simas Pet, ASM memang salah satu brand asuransi dengan polis terbanyak, lebih dari 60 polis. Produk asuransi lain yang menjadi unggulan Sinarmas adalah asuransi kecelakaan, asuransi kesehatan, asuransi kendaraan, asuransi rumah, dan asuransi syariah. 

Produknya cocok bagi kamu yang sedang mencari asuransi tanpa ribet karena ASM punya fitur online untuk melakukan klaim asuransi.

Tertarik memiliki asuransi hewan piaraan dari ASM? Konsultasikan saja di Lifepal agar kamu bisa mendapatkan informasi yang lebih lengkap beserta perusahaan asuransi lainnya di Indonesia yang turut memberikan perlindungan untuk hewan piaraanmu. 

Tanya jawab seputar biaya vaksin kucing

Biaya vaksin tergantung vaksin. Biasanya untuk vaksin satu kali kisaran Rp150.000 sampai Rp300.000. Jika vaksin dilakukan dua sampai tiga kali, biaya yang dikeluarkan untuk vaksin hewan piaraan bisa mencapai hampir Rp1 juta.
Vaksinasi pada kucing biasanya dimulai pada usia 6-8 minggu. Vaksin, khususnya terhadap virus panleukopenia, rhinotracheitis, dan calici, diulang setiap 3-4 minggu sampai usia kucing 4 bulan. Rabies diberikan setelah hewan berusia >3 bulan.
Pemberian vaksin pada kucing dapat menghindari kucing dari berbagai penyakit yang mematikan maupun dapat menular pada manusia. Melakukan vaksinasi kesehatan pada kucing menjadi pencegahan utama untuk menghindari berbagai penyakit pada hewan piaraan.

1. Jamur Kulit

Penyakit jamur kulit disebabkan karena kucing yang tidak dirawat dengan baik. Penyakit yang dikenal juga dengan ringworm ini dapat menular pada manusia dan rentan menular pada anak kecil atau seseorang yang memiliki usia lanjut.

Dengan rutin memberikan vaksin, dapat mencegah agar jamur kulit pada kucing tidak menular pada manusia.

2. Toksoplasma

Toksoplasma dapat menular pada manusia melalui feses kucing atau tanah yang tercemar parasit protozoa Toxoplasma gondii. Toksoplasma umumnya ditularkan dari hewan ke manusia. Pada ibu hamil yang mengalami toksoplasma, parasite ini dapat menular pada bayi dalam kandungan.

3. Scabies

Penyakit lainnya yang dapat ditularkan dari kucing pada manusia adalah scabies. Scabies menjadi penyakit yang dapat menyerang bagian kulit kucing. Penyebab penyakit scabies pada kucing adalah infeksi ektoparasit yang disebabkan oleh Sarcoptes scabiei.

4. Calici atau feline calicivirus

Penyakit yang menyerang saluran pernapasan atas dan mulut ini disebabkan oleh virus dari famili caliciviridae. Calici merupakan salah satu jenis flu kucing yang paling sering menyerang kucing selain feline herpes virus (FHV).

Feline calicivirus dapat masuk ke tubuh melalui mata, hidung, dan mulut ketika si pus tidak sengaja menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus. Penularan pun relatif sangat cepat, dengan masa inkubasi 2-4 hari.

Nah, pencegahan terbaik untuk menghindari infeksi virus calici adalah dengan melakukan vaksinasi.

5. Feline herpes virus

Feline herpes virus (FHV) merupakan penyakit yang menyerang saluran pernapasan atas kucing. Virus ini dapat ditularkan antar kucing melalui kontak langsung, termasuk air liur, sekresi mata, atau hidung. Bisa juga dengan menghirup droplet atau percikan yang keluar saat bersin, hingga berbagi mangkuk makanan.

Ya, apapun jenisnya kucing wajib diberi vaksin untuk mencegah mereka tidak terlular penyakit yang bisa menular ke manusia, seperti rabies.
Setelah divaksin, hewan kesayanganmu tidak boleh dimandikan selama seminggu. Mandi bisa jadi kegiatan yang dapat memicu stress. Sehingga setelah vaksin dapat menurunkan daya tahan tubuhnya dan menghambat pembentukan antibodinya.
Vaksin Tricat, vaksin kucing ini berguna untuk menghindarkan kucing dari bahaya penyakit berbahaya seperti feline panleukopenia (penyakit karena virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh kucing), feline rhinotracheitis (penyakit herpes pada kucing), dan feline calicivirus (penyakit flu pada kucing).
Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →