Lebih Aman Bayar Nontunai dengan Bilyet Giro

bilyet giro

Begitu banyak instrumen pembayaran yang telah menjadi bagian dari aktivitas finansial kita. Nah, bagi Anda yang ingin mentransfer dana non tunai bisa menggunakan bilyet giro.

Sedikit gambaran, bilyet giro adalah surat perintah dari nasabah kepada bank penyimpan dana untuk memindahbukukan sejumlah dana dari rekening yang bersangkutan kepada rekening pemegang yang namanya telah tertera di dalam surat.

Penjelasan tersebut merupakan versi Bank Indonesia (BI) dalam laman resminya. Selembar kertas menyerupai cek ini dikategorikan sebagai salah satu instrumen pembayaran nontunai di dalam kelompok uang giral.

Mari kita bedah lebih mendalam mengenai apa itu bilyet giro, serba-serbinya, dan bedanya dengan cek. Let’s go!

Bilyet Giro dan Cek adalah Dua Hal yang Berbeda, Lho!

bilyet vs cek

Setelah mengetahui artinya, kita harus paham apa itu cek agar bisa mengetahui perbedaannya.

Dalam laman BI, cek dijelaskan sebagai surat perintah tidak bersyarat untuk membayar sejumlah dana sesuai yang tercantum di mana penarikan cek dapat dilakukan baik atas nama (menampilkan nama dan bank penerima) maupun atas penunjukan (tidak melampirkan nama dan bank penerima). Cek masuk kategori surat berharga, jadi bisa diperdagangkan.

Agar bisa memahami perbedaan bilyet giro dan cek lebih dalam, mari kita perhatikan tabel berikut ini.

Indikator Bilyet Giro Cek
Syarat formal – Terdapat nama “Bilyet Giro”

– Terdapat nama penarik

– Jumlah dana dipindahbukukan

– Tempat dan tanggal penarikan

-Nama dan nomor rekening pemegang

Nama bank penerima

– Terdapat nama “Cek”

– Terdapat nama penarik

– Tempat pembayaran

– Tempat dan tanggal    penerbitan cek

– Tanda tangan penarik

Tenggang waktu penawaran 70 hari sejak penarikan bilyet giro Tidak ada
Masa kadaluarsa 70 hari plus 6 bulan setelah tanggal penawaran 70 hari sejak masa penarikan
Pencairan Hanya bisa pindah buku antar bank Tunai dan pindah buku

Agar semakin jelas dalam memahami perbedaan bilyet giro dan cek, berikut tampilan BG dan cek dari laman BI.

Bilyet giro

contoh bilyet giro

Cek

contoh cek

Prinsip dan Hal Terkait dalam Bilyet Giro

prinsip bilyet giro

Namanya alat pembayaran nontunai, pasti ada prinsip dan hal terkait. Pasalnya, cara transfer ini tidak bisa diterbitkan sembarangan agar tidak disalahgunakan. Berikut penjelasan mengenai prinsip dan istilah-istilah pendukungnya.

1. Prinsip

Penerapannya memegang beberapa prinsip sebagai berikut.

  • Sarana perintah pemindahbukuan sehingga pembayarannya tidak dapat dicairkan secara tunai.
  • Tidak dapat dipindahtangankan karena bukan surat berharga dan harus dipindahkan kepada penerima yang namanya tercantum di surat.
  • Diterbitkan dalam mata uang Rupiah.
  • Ditulis dalam Bahasa Indonesia dan bisa ditambahkan padanan katanya dalam Bahasa Inggris.
  • Digunakan sebagai instrumen pembayaran nontunai jika memenuhi syarat formal.

2. Istilah-istilah seputarnya

Dalam hal terkait BG, terdapat beberapa istilah yang harus kita ketahui. Biar ga salah ketika menerbitkan BG, berikut penjelasannya.

  • Rekening giro; adalah giro Rupiah yang dananya dapat ditarik setiap saat lewat bilyet giro maupun cek.
  • Penarik; pemilik rekening giro yang menerbitkan BG.
  • Penerima; pemilik rekening yang tercantum dalam BG untuk menerima sejumlah dana.
  • Bank tertarik; bank yang diperintahkan penarik untuk melakukan pemindahbukuan sejumlah dana lewat BG.
  • Bank penerima; bank yang menatausahakan rekening penerima (akan menerima sejumlah dana).
  • Tanggal penarikan; tanggal yang tercantum pada BG dan merupakan tanggal diterbitkannya BG.
  • Tanggal efektif; tanggal yang tercantum dan merupakan tanggal mulai berlakunya perintah pemindahbukuan.
  • Pemegang BG; nasabah penerima BG yang memperoleh pemindahbukuan dana dari bank tertarik sebagaimana diperintahkan oleh penarik kepada bank tertarik.

Manfaat dan Cara Mencairkan Bilyet Giro

manfaat bilyet giro

Dalam sistem pembayaran nontunai, bilyet giro khususnya bermanfaat bagi pelaku usaha. Berikut sejumlah manfaatnya.

  1. Memudahkan transaksi yang jumlahnya hingga Rp500 juta.
  2. Pencairannya lebih aman karena harus dibawa langsung oleh penerima atau orang lain yang membawa surat kuasa.
  3. Mendapat dana tambahan dari bank yang disebut imbal balik uang simpanan giro karena cara pembayaran nontunai ini tidak bisa langsung dicairkan.

Jika ingin coba menggunakan atau mencairkan BG, ada prosesnya sebagai berikut.

  1. Tidak bisa langsung karena ada tanggal penerbitan dan tanggal efektif.
  2. Tidak bisa mencairkan karena meski sebagai alat pembayaran nontunai, wujudnya surat perintah pemindahbukuan.
  3. Dana baru bisa dicairkan jika bank sudah mentransfer dana ke penerima.

Selain itu, kita juga harus mengetahui bahwa ada kemungkinan pihak bank untuk menolak pemindahbukuan BG dikarenakan hal-hal berikut.

  • Tidak memenuhi syarat.
  • Pencantuman tanggal efektif tidak dalam tanggal tenggang waktu pengajuan.
  • Terdapat koreksi/coretan yang tidak ditandatangani oleh penerbit.
  • Bank mencurigai BG diisi orang lain.
  • Diblokir pembayarannya.
  • Rekening giro penarik ditutup.
  • Dana yang tersedia tidak cukup.
  • Tanda tangan tidak sesuai.

Dengan sejumlah tingkat keamanan, bisa dibilang bilyet giro lebih aman dibandingkan cek! Namun, penggunaannya kembali lagi kepada Anda dan kebutuhan pribadi. Pertimbangannya, apakah penerima atau relasi bisnis Anda bersedia menunggu pembayaran?

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →