Cara Menghitung Bunga Deposito [Plus Bunga Terbaru 2020]

Cara menghitung bunga deposito dan keuntungan depositio

Cara menghitung bunga deposito menjadi salah satu hal terpenting yang harus kamu ketahui sebelum membuka deposito. Besar kecilnya bunga deposito sangat dipengaruhi bunga acuan Bank Indonesia (BI). 

Saat bunga acuan BI naik, bunga deposito juga naik. Begitu juga sebaliknya. Meski tergantung banget sama kebijakan BI, deposito tetap jadi primadona banyak orang lho.

Gak percaya? Informasi dari OJK tahun 2017 menyebut lebih dari 70 persen orang-orang Indonesia menempatkan dananya dalam bentuk simpanan, termasuk deposito. 

Mereka menganggap deposito aman karena ada perlindungan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Dengan kata lain, kalau ada krisis, dana deposito gak bakal hilang.

Meski begitu faktanya gak sedikit dari mereka yang masih kurang paham cara hitung bunga deposito. Biar gak bingung lagi, baca penjelasan dari Lifepal yuk di bawah ini.

Cara menghitung bunga deposito

Cara menghitung bunga deposito itu gak sesederhana mengalikan bunga dengan dana depositonya. Cara menghitung bunga deposito dilakukan dengan rumus: Bunga Deposito =  Bunga x Dana Pokok Deposito x 30 hari x 80% (pajak) / 365 (hari).

Ilustrasi cara menghitung bunga deposito

Syarif bekerja udah tiga tahun. Selama itu pula ia cuma punya tabungan, padahal niatnya mau nilai uangnya meningkat. Baca artikel sana sini serta dengar dari mana-mana, Syarif berpikir untuk menaruh dana tabungannya ke deposito aja.

Dengan gaji Rp 7 – 8 juta tiap bulan, Syarif rutin sisihkan 20 persen buat ditabung hingga terkumpul Rp 50 juta. Dia berniat buat mendepositokan Rp 40 juta.

Setelah mencari informasi secara online, juga masukan dari kawan-kawannya, jadilah Syarif buka deposito di Bank BRIAS dengan bunga enam persen selama tiga bulan.

Karena cuma tahu bunganya besar, Syarif kemudian bertanya-tanya dalam hati: berapa besar bunga yang diterima tiap bulan? Bagaimana cara hitungnya?

Rasa penasaran Syarif terpuaskan setelah bertanya. Customer service BRIAS memberitahu Syarif cara hitungnya. Begini ucapan CS tersebut:

  • Syarif dapat bunga sebesar Rp 157.808,219 per bulan 
  • Cara menghitung bunga deposito yang didapat Syarif: 6% x Rp 40 juta x 30 x 80% / 365.

Sebesar 6% itu bunga, Rp 40 juta itu dana yang dimasukkan Syarif, 30 adalah 30 hari (satu bulan), 80 persen itu hitungannya dikenai pajak (pajak deposito 20 persen), dan 365 itu maksudnya 365 hari alias satu tahun.

Akhirnya, Syarif paham ternyata bulan pertama dia bakal terima pemasukan pasif sebesar Rp 157 ribu. Makin besar dana yang dimasukkan, makin besar juga bunga yang didapat. Syarif pun berencana bakal tambah lagi depositonya.

Ngomong-ngomong soal pajak, peraturan ini berlaku cuma buat dana deposito di atas Rp 7,5 juta lho ya. Pajak deposito sendiri itu sama dengan pajak penghasilan (PPh) yang udah diatur dalam PP 131 Tahun 2000, KMK-51/KMK.04/2001, dan SE-01/PJ.43/2001.

Kalkulator deposito

Buat memudahkan kamu dalam cara menghitung bunga deposito, berikut ini kalkulator deposito yang bisa digunakan sebagai simulasi perhitungan. Kalkulator ini juga memperhitungkan pajak bunga deposito sebesar 20 persen.

Apa itu deposito?

Deposito adalah produk simpanan bank dengan bunga di atas tabungan dan boleh diambil setelah jangka waktu tertentu.

Singkatnya, kalau kamu taruh dana di simpanan ini dengan bunga deposito 6 persen selama 3 bulan, dana plus bunganya baru boleh diambil setelah disimpan selama 3 bulan.  

Jangka waktu penyimpanannya sendiri beragam, dari 3 bulan, 6 bulan, hingga 12 bulan. 

Cara kerja deposito

Tepat saat kamu menandatangani surat persetujuan pembukaan rekening deposito, saat itulah investasimu mulai berjalan.

Sejumlah uang akan disetorkan nasabah sesuai dengan ketentuan yang berlaku di tiap-tiap bank. Besaran nominal setoran awal memengaruhi besaran suku bunga yang akan didapatkan nasabah.

Suku bunga ini bersifat terkunci. Artinya, dalam beberapa waktu ke depan, uangmu akan tersimpan di bank dan dikembalikan pada periode waktu tertentu yang sudah disepakati, beserta pula bunga yang akan kamu dapatkan.

Periode waktu tertentu atau jatuh tempo merupakan jangka waktu yang telah disepakati nasabah dan bank untuk menyimpan uang nasabah hingga saat yang tepat uang tersebut bisa dikembalikan kepada nasabah.

Beragam penawaran jatuh tempo yang disediakan, mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, hingga 24 bulan. Saat waktu jatuh tempo, kamu bisa menarik deposito tanpa dikenakan penalti.

Biasanya perusahaan atau bank akan menentukan beberapa aspek perjanjian, seperti biaya penalti apabila ada nasabah yang ingin menarik deposito sebelum jatuh tempo.

Apabila nasabah ingin deposito dapat diinvestasikan kembali secara otomatis pada saat jatuh tempo, bank turut mengatur regulasi tersebut.

Uang yang kamu investasikan tersebut akan dikelola bank dengan mendanai beberapa sektor wirausaha. 

Kamu akan mendapatkan laporan bulanan atau kuartal, baik dalam bentuk kertas maupun elektronik.

Setiap keuntungan berupa bunga deposito akan langsung cair ke saldo deposito milikmu secara otomatis, baik secara bulanan maupun kuartal.

Perubahan bunga deposito dan sistemnya

Karena bunganya yang tinggi inilah banyak orang yang menganggap deposito itu sebagai investasi. 

Sebab return atau untung yang diberikan terbilang cukup besar. Udah gitu taruh dana di deposito gak seribet kalau kamu investasi di instrumen pasar modal semisal saham.

Namun, seperti yang disebutkan sebelumnya nih, jangan harap bunga deposito selalu tetap atau fix selamanya. 

Ada masanya di mana bunga naik atau turun karena dipengaruhi suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

Dan gak cuma bunga yang kena dampak bunga acuan BI, bunga kredit pun juga ikut terpengaruh. Karena itu, gak usah heran nantinya kredit yang kamu bayar lebih besar dari sebelumnya.

Saat melakukan pembukaan deposito, kamu perlu tahu nih soal sistemnya. Deposito itu punya dua sistem: Automatic Roll Over (ARO) dan Non-Automatic Roll Over (Non-ARO).

Seandainya kamu pilih sistem ARO, deposito otomatis diperpanjang setelah jatuh tempo asalkan dana depositnya belum dicairkan. 

Sementara Non-ARO, setelah jatuh tempo, bunga udah gak disertakan lagi. Artinya, dana depositomu gak ada peningkatan lagi karena dianggap gak diperpanjang.

Ketentuan deposito

Ada sejumlah ketentuan deposito yang perlu diketahui saat hendak membuka produk simpanan ini.

  1. Nominal dana yang harus kamu keluarkan untuk membuka deposito minimal setoran awal sekitar Rp 8 juta – Rp 10 juta. Namun, ada bank yang minimum setoran awalnya Rp 1 juta.
  2. Pilihan jangka waktunya (tenor) pun beragam, dari 1, 3, 6, 12, hingga 24 bulan. Semakin lama tenornya, semakin banyak bunga yang akan kamu terima.
  3. Keamanannya dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Namun, cuma deposito yang memenuhi kriteria LPS, yaitu nilainya gak lebih dari Rp 2 miliar dan bunga deposito gak boleh melebihi suku bunga penjamin.
  4. Deposito terdiri dari dua jenis, yakni deposito berjangka dan sertifikat deposito. Deposito berjangka merupakan simpanan berjangka yang penarikannya cuma bisa dilakukan si penyimpan atau nasabah.
  5. Deposito berupa surat berharga yang dikeluarkan bank cuma bisa dicairkan nasabah pemiliknya. 
  6. Apabila deposito berjangka gak bisa dipindahtangankan, lain halnya dengan sertifikat deposito yang bisa dipindahtangankan atau diperjualbelikan.

Pilihan waktu pencairan deposito

Ada perbedaan waktu pencairan deposito berjangka pendek dan panjang. Deposito berjangka pendek, bunga deposito akan dibayarkan pada saat waktu jatuh tempo yang sudah disepakati kedua belah pihak.

Adapun deposito berjangka panjang akan kamu terima setiap tahunnya. Untuk lebih lengkapnya, berikut ini pilihan pencairan bunga deposito.

Waktu deposito Waktu pencairan
Sistem pembayaran tahunan Bunga akan dibayarkan tiap akhir tahun
Sistem pembayaran per semester Bunga akan dibayarkan tiap 6 bulan
Sistem pembayaran per kuartal Bunga akan dibayarkan tiap 4 bulan
Sistem pembayaran bulanan Bunga akan dibayarkan tiap akhir bulan
Sistem pembayaran dwi mingguan Bunga akan dibayarkan tiap 2 minggu
Sistem pembayaran mingguan Bunga akan dibayarkan tiap akhir minggu
Sistem pembayaran jatuh temp Bunga akan dibayarkan saat deposit jatuh tempo

Kelebihan dan kekurangan deposito

Emang apa aja kelebihan dan kekurangan dari deposito?

Kelebihan deposito

  • Bunganya lebih dari bunga tabungan.
  • Bebas administrasi bulanan
  • Gak mudah tergerus inflasi.
  • Gak kayak investasi lain, risiko hilangnya dana itu kecil. Malah gak ada.
  • Dana dijamin LPS sekalipun krisis ekonomi dengan jaminan simpanan hingga Rp2 miliar.

Kekurangan deposito

  • Dibandingkan dengan saham dan reksadana, return-nya masih kalah besar.
  • Bukan instrumen investasi yang ideal buat menaikkan kekayaan secara signifikan.

Perbedaan deposito dan tabungan

Sama-sama berfungsi untuk menyimpan uang, apakah beda tabungan dan deposito? Tabungan bersifat lebih fleksibel ketimbang deposito. 

Maksudnya, dengan tabungan kamu bisa melakukan tarik tunai kapan pun dan di mana pun.

Lain halnya dengan deposito. Kamu memiliki jangka waktu tertentu untuk bisa mencairkan uangmu. 

Apabila kamu memaksakan diri untuk segera mencairkan deposito, kamu bisa dikenakan biaya penalti.

Minimnya godaan untuk melakukan tarik tunai membantu nasabah dalam menyimpan uang untuk jangka waktu menengah hingga panjang.

Tentu hal ini semakin mempermudahmu dalam mengatur keuangan pribadi dan menyimpang uang.

Salah satu keuntungan berdeposito adalah suku bunga deposito lebih tinggi daripada tabungan.

Meskipun lebih tinggi, kamu gak bisa langsung mencairkannya. Kamu tetap harus menunggu hingga jatuh tempo nanti. 

Oleh karena itu, deposito menjadi salah satu instrumen investasi yang bersanding dengan reksa dana, saham, dan obligasi.

Keuntungan lainnya yang gak didapatkan nasabah tabungan tetapi didapatkan nasabah deposito adalah minimnya risiko kerugian yang menimpa nasabah.

Jadi, gak heran, deposito kerap kali digunakan sebagai pilihan portofolio investasi.

Perbedaan deposito dan asuransi

Ada pun perbedaan asuransi dan deposito, antara lain:

  1. Premi asuransi murni tidak dapat diambil kembali karena manfaat asuransi baru bisa dirasakan apabila mengalami risiko-risiko yang dipertanggungkan.
  2. Dana deposito dapat diambil ketika jatuh tempo. Dana deposito yang diambil tersebut telah dipotong pajak sebesar 20 persen.
  3. Premi asuransi murni tidak bertumbuh karena bunga, tetapi sebagai kontribusi untuk menanggung kerugian-kerugian yang diakibatkan risiko-risiko yang dipertanggungkan dengan limit tertentu, bahkan lebih besar dari jumlah premi yang dibayarkan.
  4. Dana deposito bertumbuh karena bunga yang disesuaikan dengan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).
  5. Asuransi murni punya masa aktif dalam jangka waktu tertentu. Begitu masa aktif selesai, pemilik polis otomatis tak lagi mendapat manfaat-manfaat asuransi.
  6. Deposito punya jangka waktu penyimpanan tertentu buat menumbuhkan nilainya. Begitu jangka waktu selesai, deposito otomatis berlanjut atau ditarik seluruh dananya oleh nasabah.
  7. Persoalan antara pemilik polis asuransi dan perusahaan asuransi melibatkan Badan Mediasi Arbitrase Asuransi Indonesia (BMAAI) sebagai pihak yang melakukan mediasi dan ajudikasi.
  8. Persoalan kesulitan bank dalam membayar dana deposito melibatkan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai pihak yang memberi jaminan perlindungan terhadap dana nasabah.

Daftar bunga deposito terbaru bank-bank di Indonesia

Perubahan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) memengaruhi besaran bunga yang dipatok setiap bank. Berikut ini besaran bunga terbaru dari sejumlah bank.

Dari penjelasan di atas, udah jelas bukan mengenai deposito dan cara hitung bunga deposito? Dengan gitu, kamu gak usah bingung lagi seandainya bunganya naik atau turun.

Sedikit buat pengingat aja nih, deposito emang cocok buat yang baru pertama kali investasi. 

Namun, buat bikin kekayaanmu berlipat, deposito bukan pilihan yang tepat. Udah lihat sendiri tadi kan, Syarif aja cuma dapat ratusan ribu buat uang yang ia tanam.

Jadi, lihat-lihat dulu ya sebelum berinvestasi. Pastikan juga instrumen yang kamu pilih udah cocok banget sama financial plan ke depan.

Semoga artikel soal bunga deposito ini bermanfaat!