Inspirasi: Bisnis dengan Modal Kecil Antarkan Jody Jadi Raja Steak

makanan mewah

Bisnis modal kecil bisa dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja. Tiada bisnis sukses yang dibangun dalam semalam!

Tampaknya pernyataan itu klop dengan pengalaman H. Jody Broto Suseno. Sosoknya sudah menghiasai berbagai media massa di Tanah Air. Hampir semua media menceritakan keuletan, kegigihan, sekaligus kenekatan pria kelahiran Maret 1974 ini. Kesuksesan membangun bisnisnya sampai menggurita layak dicontoh.

“Setiap orang yang sukses itu dimulai dari impian yang kuat dan sungguh-sungguh.” Itulah nasihat Jody di hadapan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) saat menjadi pembicara dalam acara Studium General di kampus itu. (*Ref 1)

Ayah empat anak itu menekankan betapa banyak orang kadang lupa dengan impiannya. Padahal, bermimpi adalah langkah awal meniti kesuksesan. Dari mimpi itu, Jody lantas memutuskan terjun ke dunia bisnis dengan modal kecil.

Dapat modal hasil jual motor

Modal itu tak didapatnya dari pinjam uang atau pinjaman modal usaha, tapi menjual sepeda motor satu-satunya yang dimiliki. Hasil penjualan motor itulah yang menjadi modal bisnisnya. Sepanjang merintis usaha, tak jarang Jody mesti menerapkan siasat trial and error dan bereksperimen.

Dengan modal pas-pasan yang bukan berasal dari kredit modal kerja itu, Jody bersama istri menjajal peruntungan di usaha jual beli koran. Setelah sekian waktu dianggap kurang memberi hasil, dia banting setir menjadi pedagang parsel.

Bisnisnya itu belum juga memuaskan hati. Giliran bisnis susu segar digelutinya. Kemudian mencoba usaha roti BBG Bebakaran, pernah menjual kaos partai, sampai pada akhirnya menemukan jalan kesuksesan dengan mendirikan usaha Waroeng Steak & Shake.

Keterbatasan modal tak membuatnya patah semangat mencoba bisnis kuliner. Agar irit dan tak perlu pinjam dana dari pihak lain, Jody membuka warung steak itu di teras rumahnya. Usaha terakhir yang difokuskan itu, pelan tapi pasti, berkembang pesat.

Saat merasa kewalahan dan membutuhkan modal lagi untuk ekspansi usaha, Jody lantas mengajak kerabat dan temannya menjadi investor. Dia menerapkan sistem bagi usaha dengan mereka.

Tapi itu hanya sementara. Jody terus menyisihkan keuntungan yang dialokasikan sebagai modal usaha lagi membuka gerai baru. Begitu seterusnya.

Agar bisnisnya berjalan langgeng, Jody senantiasa membuka pintu masukan dari pelanggannya. Termasuk juga memperluas menu dengan menyediakan nasi sebagai teman santap steak. Padahal lazimnya, steak disajikan dengan kentang goreng.

Tak terasa, pria yang hanya lulusan SLTA itu sudah menjadi bos dari 1.300 orang yang bekerja padanya. Ribuan karyawannya itu diserahi tugas mengelola hampir 56 cabang Waroeng Steak & Shake di berbagai kota.

Dalam sebuah kesempatan, dia pernah menyebut omset gerainya per bulan mencapai Rp 500 juta. Bila mau tahu total omsetnya, tinggal kalikan saja dengan jumlah gerainya.

Kisah Jody ini mengajarkan banyak hal. Utamanya adalah kesuksesan tak dalam semalam. Dia mesti berkali-kali mengubah haluan bisnisnya hampir 15 tahun lamanya. Bayangkan, lebih dari satu dekade dihabiskan untuk menemukan bisnis yang cocok sehingga berhak mendapat predikat pengusaha sukses.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →