Banyak Pilihan Mulai Kereta Cepat dan Jalan Tol, Gimana Nasib Bisnis Penerbangan?

bisnis penerbangan

bisnis penerbangan

Di penghujung tahun, beramai-ramai nih masyarakat Indonesia memilih buat mudik. Banyaknya pilihan buat mudik, mulai dari jalan tol hingga kereta cepat, lantas gimana dengan nasib penerbangan? 

Ya, selama ini orang lebih memilih buat mudik menggunakan maskapai penerbangan. Belakangan harga maskapai penerbangan memang bikin geleng kepala konsumen, bukan begitu? 

Apalagi saat ini, konsumen disodorkan dengan banyak pilihan buat memutuskan pulang ke kampung halamannya. Mulai jalan tol yang mudah diakses hingga kereta cepat bikin konsumen tergoda buat mencobanya. 

Melihat hal tersebut PT Angkasa Pura II (Persero) tengah mewaspadai adanya moda transportasi seperti kereta cepat Jakarta-Surabaya. Pasalnya nih dengan keberadaan kereta cepat, hal tersebut bikin pamor bisnis penerbangan bakal terancam. 

Seperti dikutip dari Okezone.com, Minggu, (22/12) Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengutarakan bahwa saat ini bisnis penerbangan tengah memasuki era baru. Persaingan bikin industri penerbangan harus gerak cepat nih mengingat banyak alternatif transpotasi umum yang bisa digunakan. 

“Saat ini itu memasuki new (baru), kondisi normal yang baru itu seperti ini. Tol trans Jawa sudah tersambung. Kita mengawasi jalan tol trans Jawa, trans Sumatera,” ujarnya di Terminal III Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten seperti dikutip dari Okezone.com.

Baca juga: Kayak Hotel Bintang Lima, Ini 10 Kabin Pesawat Terbaik di Dunia

Pilihan moda transportasi bikin bisnis penerbangan dihadapkan persaingan

bisnis penerbangan
Hiruk pikuk Bandara Soekarno Hatta Internasional, (Ilustrasi/Shutterstock).

Banyaknya pilihan dan semakinnya pintar konsumen dalam memilih transportasi buat mudik, ia yakin bahwa transportasi udara masih jadi primadona. Mengapa? Melihat kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan. 

“Masih akan jadi primadona. Karena pertama kecepatan karena negara kita kan negara kepulauan,” tambahnya tegas. 

Berbeda dengan Direktur Teknik Angkasa Pura II Djoko Murjatmodjo yang mengatakan bahwa dengan keberadaan kereta cepat Jakarta-Surabaya mampu mengancam bisnis penerbangan. Khususnya nih buat rute dari Jakarta menuju Surabaya. 

Gak cuma itu, ia pun juga mengungkapkan ketidak percayaan diri industri penerbangan dengan adanya jalan tol. Perbaikan infrastruktur jalan tol sangat mempengaruhi rute penerbangan dari dan menuju Medan yang mengalami penurunan seiring adanya tol Trans Sumatera. 

“Kalau di Jawa (penurunan penumpang) akibat infra darat yang membaik. Jalan tol naiknya cukup tinggi. Baru kasus seperti ini. Kalau Jakarta-Surabaya ada Kereta cepat abis rute penerbangan Jakarta Surabaya,” tambah Djoko.

Namun Djoko pun masih menyimpan rasa optimis bagi industri penerbangan dalam negeri yang bakal tetap tumbuh tinggi. Jika dibandingkan dengan negara Eropa, bisnis penerbangan Indonesia masih relatif tinggi. 

“Pada saatnya mereka akan demand ini akan tumbuh terus. Pada saatnya akan tumbuh terus. Pertumbuhan transportasi udara masih cukup dominan. Eropa pertumbuhannya enggak sampai 3%. Indonesia masih 4%,” pungkasnya. 

Nah kamu yang memutuskan buat mudik Natal dan Tahun Baru, lebih memilih transportasi udara atau darat nih? Itu dia secuil cerita dari bisnis penerbangan Indonesia yang saat ini dihadapkan dengan persaingan. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma)

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis