Cara Memulai Bisnis Properti yang Ideal, Begini Tahapannya

Hukum ekonomi menyebut bumi tidak pernah bertambah besar, kecuali makin tua karena waktu. Maka tanah adalah sumber daya yang terbatas. Saat jumlah manusia terus bertambah, tanah akan menjadi sesuatu yang diperebutkan untuk dimiliki. Idiom ini pun jamak didengar, yaitu siapa yang menguasai tanah luas, maka ia akan menguasai dunia. 

Karena sifatnya yang terbatas dengan kecilnya kemungkinan mengalami harga jual yang fluktuatif, tanah dan bangunan atau yang disebut dengan properti menjadi salah satu aset lindung manusia saat ini. Tidak heran, orang beramai-ramai ingin memiliki properti, selain sebagai pemenuhan kebutuhan dasar juga sebagai investasi.

Tertarik untuk memulainya? Mari kenali seluk beluk bisnis properti berikut.

Jenis-Jenis Bisnis Properti 

Terdapat berbagai macam faktor yang mendorong seseorang untuk berkecimpung di bisnis properti. Salah satu penggerak memulainya adalah kepastian akan peningkatan nilai dan pendapatan.

Nah, bagi yang ingin memulai bisnis ini sebaiknya kenali terlebih dahulu apa saja yang termasuk ke dalam bisnis properti itu sendiri. Berdasarkan penggunaannya, ada lima jenis.

  1. Bangunan komersial berupa bangunan, perkantoran, ruko, toko, hotel dan motel.
  2. Bangunan perumahan yang terdiri atas rumah tinggal dan kondominium atau apartemen.
  3. Bangunan industri seperti industri berat, industri ringan, gudang, perkantoran, dan lahan parkir industri. 
  4. Bangunan fasilitas umum yang terdiri atas rumah sakit, perguruan tinggi,  gedung-gedung pemerintahan, dan pompa bensin. 
  5. Bangunan hiburan seperti gedung bioskop, lapangan golf, museum, sarana olahraga, convention center, dan yang semacamnya.

Alasan Terjun ke dalam Bisnis Properti

Tertarik untuk memulai bisnis properti? Ada sejumlah alasan yang menggoda kita untuk terjun ke dalam bisnis properti. Bisnis ini dinilai fleksibel sebagaimana kita yang sudah memiliki pendapatan dapat leluasa mengelolanya kapan saja. 

Bagi yang memang berniat menekuninya sebagai sumber penghasilan tetap, tentu terdapat peluang besar untuk meraih cuan yang tinggi.

Masih ragu untuk mencemplungkan diri ke bisnis properti? Coba simak saja sejumlah alasan kenapa bisnis properti saat ini menguntungkan.

1. Investasi menjanjikan

Investasi dan berbisnis properti dinilai cukup menjanjikan terutama di Indonesia. Berkaca pada setiap tahunnya, harga tanah dan bangunan di Indonesia meningkat rata-rata 10-20 persen.

2. Iklim investasi

Indonesia menjadi salah satu lokasi terbaik untuk berinvestasi properti karena stabilitas politik cukup baik. Iklim investasi di Indonesia terbilang cukup baik bahkan sekalipun memasuki tahun politik seperti pada tahun 2019 dan 2020 dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 5 persen. 

Seperti dikutip dari Kontan.co.id, pasar investasi dan ekonomi dalam negeri cenderung stabil.

3. Tren suku bunga murah

Suku bunga acuan di sejumlah negara semakin murah, hal ini juga mengikuti suku bunga acuan Bank Indonesia. Seperti diketahui, BI 7-Day Repo Rate atau suku bunga acuan berlaku sejak September 2018 mencatat penurunan suku bunga sejak bulan September 2019.

Misalnya pada 27 September, BI 7-Day sebesar 5,75 persen lalu sempat naik pada November 2018 menjadi 6 persen dan turun pada Juli 2019 menjadi 5,75 persen. Kemudian, turun lagi pada Agustus 2019 menjadi 5,5 persen dan terakhir September 2019 menjadi 5,25 persen.

Penurunan bunga kredit ini dirasa terbuka lebar dan peluangnya akan terus terjadi. Semakin murah bunga kredit, maka minat masyarakat untuk mengajukan kredit rumah pun meningkat.

4. Janji politik

Rumah menjadi concern pemerintah saat ini dalam rangka mewujudkan janji politik para pemimpin. Misalnya saja, Presiden Joko Widodo pada janji kampanye pada tahun 2014 dan tahun 2019 menjanjikan pembangunan satu juta rumah melalui KPR Subsidi.

Peluang ini tentu dapat dimanfaatkan bagi kita yang ingin berbisnis properti dan menjadikannya sebagai sumber penghasilan tetap atau kita yang ingin mendapatkan pendapatan tambahan. 

Keuntungan Bisnis Properti

Tentu kita semua yang ingin terjun ke sebuah bisnis dengan berharap mendapatkan cuan yang besar, bukan? Termasuk juga pada bisnis bidang ini. Kebanyakan orang sekarang memilih bisnis properti sebagai sumber pendapatan utama karena keuntungan yang berpotensi berlipat.

Apalagi pasar properti di Indonesia saat ini masih terbuka lebar. Ambil contoh, bisnis perumahan yang pangsa pasarnya masih luas.

Dilansir dari Kompas.com, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka kebutuhan rumah atau backlog sebanyak 11,4 juta unit pada tahun 2015. Data BPS menunjukkan sekitar 82,8 persen masyarakat Indonesia sudah memiliki rumah sendiri, sementara sisanya sebanyak 17,2 persen masih menyewa, tinggal bersama orang tua, atau bahkan belum memiliki rumah. Tentu ini menjadi peluang yang besar, bukan?

Lalu apa saja keuntungan berbisnis properti?

1. Kepastian mendapatkan penghasilan

Terutama jika kita memiliki tempat tinggal yang disewakan, maka pastinya kita mendapatkan pendapatan tetap per bulan atau per tahun. Pemilik diuntungkan dengan nilai yang pasti didapat karena tidak mengalami penurunan atau kenaikan drastis sebagaimana penyewa dan pemilik telah menyepakati harga sejak awal.

2. Nilai properti selalu mengalami kenaikan

Dari tahun ke tahun, secara rerata harga properti selalu mengalami kenaikan. Jarang sekali berlangsung stabil, apalagi mengalami penurunan. Dengan kata lain, harga jual lebih berpeluang lebih tinggi dari harga beli.

Tips Memulai Bisnis Properti

Semakin kita yakin untuk memulai bisnis properti ini, maka sebaiknya kita semakin gencar dalam mencari informasi terkait properti yang mau dipilih. Susun juga strategi dan rencana bisnis ke depan dengan selalu mengikuti perkembangan dunia properti. Nah, berikut tips yang bisa membantu kita. 

1. Perhatikan kondisi terkini dan pantau harga properti di pasar

Meski harga properti cenderung naik, tapi kita pun harus paham dan peka terhadap kondisi sekitar. Misalnya, kita harus memahami kisaran harga jual di pasaran. Jadi jangan sampai lebih mahal dibandingkan properti di sekitar dengan spesifikasi yang sama.

Apabila kita memang ingin memberikan harga jual atau sewa yang tinggi, pastikan bahwa ada nilai lebih yang diterima oleh penjual atau penyewa sebagai daya tarik.

2. Identifikasi dari sisi ukuran, pajak, dan nilai di pasaran

Kita harus mampu menaksir nilai properti dari sudut pandang konsumen, namun tentunya yang masih dapat memberikan keuntungan. Hitung benar-benar potensi pengeluaran dari properti yang mau dijual atau disewa.

3. Ketahui rencana ke depan, buy to let atau buy to sell

Target utama harus dapat teridentifikasi dalam rencana bisnis properti, misalnya kapan diputuskan untuk exit dari bisnis properti. Apakah kita berencana untuk berbisnis dengan cara membeli kemudian membiarkan (buy to let) atau memang membeli properti kemudian untuk dijual (buy to sell).

Strategi sudah dibuat, langkah selanjutnya untuk memulai bisnis properti adalah mengenal secara detail karakteristik bisnis properti. Baik strategi buy to let atau buy to sell, pada prinsipnya binis properti harus mempertimbangkan sejumlah hal detail agar tujuan dari bisnis properti tercapai.

6 Tips dari Lifepal untuk Kita yang Mau Berbisnis Properti 

Memiliki intuisi yang tinggi dalam membaca arah perkembangan bisnis di bidang properti adalah sebuah nilai lebih, apalagi jika kita memiliki kecerdasan alami dan jiwa kerja keras dalam memasarkan produk. Namun selain itu, beberapa hal berikut perlu diperhatikan juga sebagai senjata berbisnis.

1. Lokasi

Lokasi menentukan harga dari properti tersebut. Semakin dekat dengan fasilitas umum dan termasuk area pusat bisnis, maka harga yang ditawarkan dalam bentuk sewa atau jual otomatis menjadi lebih tinggi.

2. Profil penyewa

Lakukan seleksi awal bagi calon penyewa dengan menanyakan soal latar belakang kehidupan, pendapat soal bertetangga, hingga hal-hal umum terkait aturan hingga tata krama. 

Apabila merasa jawaban yang disampaikan calon penyewa cocok dengan visi atau misi, maka tidak salah untuk memercayakan properti kita kepada mereka. Demi keamanan, meminta referensi nomor kontak kerabat dari calon penyewa adalah langkah antisipasi yang tepat.

3. Hasil sewa

Mendapatkan pendapatan tetap dari hasil menyewakan memang bagus, tapi sebaiknya disertai dengan perencanaan anggaran pula. Selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, jangan lupa untuk disisihkan untuk renovasi dan investasi untuk ekspansi bisnis.

4. Strategi exit

Tujuan dan perencanaan bisnis kita harus jelas. Kita harus paham kapan saat yang tepat untuk menangkap peluang meraih cuan besar dari penjualan. Langkah ini disebut dengan exit strategy. Pada bisnis properti, langkah ini diambil saat kita sudah memproyeksikan sudah bisa meraih keuntungan bersih dari penjualan pada waktu yang ditargetkan.

5. Potensi untuk nilai tambah

Melakukan renovasi akan menambah nilai properti yang kita miliki. Tentu semakin baru model properti dan bangunan yang kokoh dan nyaman dihuni, maka semakin tinggi harganya.

6. Kemungkinan diskon

Jangan ragu untuk memberikan potongan harga sewa atau jual. Harga yang menarik akan membuat bisnis kita mudah dilirik pelanggan. Sebaliknya, harga yang terlalu tinggi membuat kita menunggu waktu yang terlalu lama untuk mendapat keuntungan.

Semoga kita makin mantap untuk berbisnis properti, ya. Segera mulai selagi ada kesempatan dan waktu.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →