Bisnis Sekecil Apapun Tetap Berpeluang Dapat Untung, Pinjaman Pun Tak Perlu Ditakuti

pinjaman bisnis kecil

”Kalau mau usaha, apapun bisa jadi duit.” Semua orang paham itu sih. Cuma ungkapan itu balik ngundang pertanyaan, “usaha apaan, ya?” Pasti bingung karena buka usaha emang susah-susah gampang, malah kebanyakan susahnya. Kalau mentok jawabnya, mending lanjut lagi dengan pernyataan berikutnya. “Keinginan tanpa usaha, hasilnya pasti nihil!”

Itulah isi pergulatan hati Yeyen beberapa tahun lalu. Pramusaji sebuah kafe di Kemang, Jakarta Selatan, ini akhirnya bertekad bangun usaha sendiri di kampung halaman. ‘Berbisnis itu tak perlu sempurna, yang penting kejar untung dulu.”

Niat awalnya lebih membantu orangtuanya yang usianya lewat setengah abad. Perempuan 32 tahun ini tak ingin orangtuanya terus-terusan bekerja sebagai tenaga upahan di rumah peternakan ayam potong.

Dari gajinya sebesar Rp 3,4 juta per bulan dan dipotong sana-sini untuk biaya hidup dan tinggal di Ibu Kota plus bekal dikirim ke kampung, Yeyen masih bisa sisihkan Rp 600 ribu. Kedisiplinannya menyisakan gajinya selama hampir dua tahun membuat Yeyen punya tabungan Rp 12 juta. Tabungan inilah yang diniatkan sebagai modal awal bisnis di kampung.

Pinjaman bisnis kecil
Sedikit demi sedikit akan menjadi bukit, itulah yang dilakukan Yeyen. Nabung dari Rp 600 ribu sampai jadi 12 juta. (nabung/Twicsy)

Bisnis kecil-kecilannya yang mau dirintis ini pun tak jauh-jauh dari tempat kerja orangtuanya. Dia ingin orangtuanya, dari sekadar kerja serabutan di rumah peternakan ayam, ‘naik kelas’ jadi penyalur ayam potong. Nantinya, ayam potong itu akan disalurkan ke berbagai rumah makan maupun warung yang ada di sekitaran kota.

”Kebetulan ada adik dan sepupu yang bisa bantu. Lagian bapak dan ibu pasti jago pilih ayam potong berkualitas.”  Kata Yeyen dalam hati.

Sementara ini Yeyen masih ragu ajukan utang ke bank mengingat sadar betul skala bisnisnya yang kecil dan baru mulai merintis. Duit simpanannya sementara ini dianggap cukup sebagai modal awal. Toh, modalnya itu digunakan untuk membeli ayam potong, motor bekas, dan biaya operasional keliling tempat pelanggan.

Pinjaman bisnis kecil
Hayo jangan ragu-ragu, harus tegas kalau jadi pengusaha ya (bingung/Extreme Quotes)

Apa yang dilakoni Yeyen adalah bentuk nyata dari usaha mikro atau usaha kecil. Ciri-ciri usaha ini antara lain:

1. Bertujuan sebatas menghasilan pendapatan

2. Belum punya adminisitrasi keuangan karena tak membedakan mana keuangan bisnis dan keuangan keluarga

3. Modal yang terbatas, biasanya diusahakan sendiri

4. Tenaga kerja lebih banyak dari anggota keluarga

5. Pemilik usaha selalu bertindak secara alamiah karena mengandalkan naluri dan pengalaman keseharian

6. Tak ada izin usaha

7. Belum punya akses ke bank

Karena statusnya sebagai usaha kecil-kecilan yang membuat Yeyen tak percaya diri mengajukan pinjaman ke bank. Niat ke bank baru akan dipikirkan jika usahanya sudah menunjukkan prospek dan keuntungan.

”Kalau minjem ke bank ada persyaratan analisis kelayakan usaha dan rencana bisnis sistematis. Soal ini mana aku tahu. Terus itu kan utang, aku takut gagal bayar,” tukasnya.

Tapi pikirannya itu berubah setelah beberapa bulan melihat bisnisnya lumayan menghasilkan. Permintaan pelanggannya terhadap ayam potong cukup tinggi yang pada gilirannya membutuhkan modal lebih banyak lagi.

Pinjaman bisnis kecil
Nah ketika permintaan udah banyak dan kamu butuh modal buat gedein usaha, baru deh pinjam dana ke bank untuk tambahan modal (ayam potong/tribunnews)

Sayang, permohonan Yeyen untuk kredit mikro tak tembus. Tapi karena dia bukan orang yang mudah patah arang, KTA pun dipilih sebagai alternatif.  Opsi ini dirasa lebih nyaman karena persyaratannya lebih mudah ketimbang ambil fasilitas kredit mikro yang sedikit lebih kompleks.

Memang risikonya, pinjaman KTA bunganya relatif tinggi karena masuk kredit konsumtif. Tapi Yeyen percaya diri dengan pilihan ini karena omset dari bisnisnya menyalurkan ayam potong bisa menutupi cicilan per bulan sampai jangka waktunya habis.

Yeyen adalah tipikal orang yang membangun usaha mikro dari nol. Meski butuh modal lumayan besar ketika permintaan ayam potong tinggi, dia tak patah arang untuk mengajukan pinjaman ke bank. Yang paling praktis adalah KTA. Jenis pinjaman ini cocok buat bisnisnya yang perputaran utangnya relatif cepat.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca:Gaji Rp 1 Juta Mau Mengajukan Pinjaman Dana Cepat? Bisa-bisa Saja Loh!]

[Baca: Kalau Emang Berat Nyicil, Coba Ajukan KTA Tenor Panjang di 14 Bank Ini]

[Baca: Mana yang Lebih Cocok Buatmu, KTA konvensional atau Pinjaman Dana Online?]