Pengin Sukses Bisnis Startup? Siapkan Dulu Tim Impianmu!

Sukses bisnis startup (Shutterstock)

Mendirikan perusahaan startup gak semudah membalikkan telapak tangan, meski bisnisnya berada di bidang teknologi, bisnis startup punya kompleksitas yang luar biasa tinggi dan hampir mirip dengan bisnis konvensional.

Hampir semua kebutuhan hidup seperti transportasi umum, layanan mengantar makanan dan minuman, sampai layanan kesehatan juga sudah ada startup-nya. Semua bisa dilakukan hanya dengan bermodalkan teknologi digital alias internet.

Tren anak muda saat ini yang lebih senang berinovasi lebih, ketimbang harus duduk berjam-jam mengerjakan pekerjaan yang itu-itu saja di sebuah bank, juga turut melanggengkan eksistensi startup.

Apalagi, kerja di startup terkenal dengan lingkungan dan tempat kerja yang sangat fleksibel, seperti kantor Gojek.

Indonesia bisa dibilang sebagai surganya startup untuk berkembang. Bahkan, beberapa kini sudah menjadi decacorn, seperti Gojek, yang valuasinya di atas US$ 10 miliar. 

Lalu ada lagi startup dengan gelar unicorn seperti Tokopedia, Ovo, BukaLapak yang kini nilainya puluhan triliun Rupiah.

Kamu yang berjiwa muda pasti termotivasi untuk bisnis startup. Untuk memulainya, kamu perlu mempersiapkan dulu tim yang solid.

Berikut, tips kamu sukses membangun tim kamu sendiri alias dream team seperti dikutip dari Business.com:

1. Bangun budaya startup-mu

Bisnis startup
Bisnis startup

Hal pertama yang harus kamu perhatikan pertama saat memulai bisnis startup adalah, menyiapkan tim yang berbudaya baik. Serta mengetahui seperti apa budaya yang ideal bagi tim kerjamu nanti. 

Kamu bisa menerapkan aturan budaya kerja yang menurutmu ideal. Bagaimana cara mengetahuinya?

Yaitu, dengan cara membaca referensi budaya kerja di perusahaan besar seperti Gojek atau Tokopedia. Ambil sisi positif bagaimana budaya kerja mereka agar bisa sukses seperti sekarang

Setelah itu, kamu pastikan rekan-rekan tim kerjamu memiliki satu visi dan misi dengan perusahaanmu, dan punya semangat tinggi untuk menggapai cita-cita bersama.

Jadi ketika nanti kamu berniat untuk merekrut rekan kerja baru, rekan-rekanmu bisa menanamkan budaya startup yang telah mengakar. Ingat lho, gak sedikit startup yang akhirnya gagal dan shut down lantaran memiliki budaya kerja gak sehat. Jangan main-main deh sama urusan rekrutmen.

Baca juga: Jangan Kaku! Begini Jadi Trik Kandidat Menarik Saat Wawancara di Startup

2. Berikan contoh yang baik kepada rekanmu

Bisnis startup
Bisnis startup

Namanya pemimpin pasti bakalan jadi contoh dan panutan bawahannya. Kalau kamu memiliki bisnis startup dan punya banyak rekan, cobalah kerjakan pekerjaanmu sendiri, jangan hanya asal menyuruh saja. Kalau kamu mengerjakan sendiri, rekan-rekanmu akan respek besar.

Contoh lainnya, cobalah datang lebih dulu dan pulang paling terakhir. Balas email-email baik dari klien atau rekanmu dengan cara cepat. 

Yang terpenting, kerjakan sendiri, jangan hanya menyerahkan tugas kepada orang lain. Mendelegasikan tugas itu boleh, akan tetapi pastikan hal itu dilakukan kepada orang yang tepat.

Dengan memberikan contoh baik tersebut, secara gak langsung kamu telah menerapkan budaya disipilin di startup milikmu. Kalau dipertahankan, budaya tersebut akan mengakar dan akan membuat timmu jadi terbiasa.

Startup memiliki budaya kerja yang berbeda dengan korporasi. Semua pekerja startup akan dianggap setara, baik yang jabatannya adalah staf, supervisor, manajer, hingga CEO dan founders sekalipun. 

Wajar saja, organisasi perusahaan ini memang gak besar. Ruang kerja pun seringkali dibuat tanpa sekat.

Baca juga: Christian Sugiono, Artis Anti-Mainstream yang Pelopori Startup

3. Selalu menepati janji

Bisnis startup
Bisnis startup

Gak hanya diterapkan dalam bisnis startup aja, tapi semua profesional memang harus menepati janji. Janji seperti pondasi dasar kamu meraih kesuksesan.

Cobalah tepati janji sekecil apapun janji kamu itu. Misalnya kamu janji makan siang dengan rekanmu, hingga janji bertemu dengan klien.

Kamu harus menepati semua janji-janji yang kamu buat. Kebiasaan ini akan membantu kamu membangun budaya rekan tim yang taat pada ketepatan waktu yang sangat baik bagi bisnis startup yang tengah kamu bangun.

Dalam dunia kerja, PHP (pemberi harapan palsu) adalah pihak yang pasti dimusuhi banyak orang. Cobalah untuk menghilangkan kultur buruk seperti itu.

PHP dalam karier itu beragam lho, ada PHP dalam kenaikan jabatan, PHP diberikan bonus, dan lainnya. 

4. Tetapkan tujuanmu

Bisnis startup
Bisnis startup

Setiap bisnis startup pasti memiliki tujuan di awal sebelum memulainya. Nah, tetapkan tujuan startupmu, mau ke mana arahnya jangan sampai hilang arah.

Banyak dari startup yang harus terpaksa gulung tikar karena ketidaksolidan rekan sati tim. Penyebab ketidakharmonisan ini salah satunya karena tujuan-tujuan yang kerap berubah di tengah jalan.

Ketidakcocokan ini bisa terjadi di level founders, atau bahkan di level manajer atau staf sekalipun. 

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

Pastikan saja, walau argumentasi bermunculan secara bertubi-tubi, visi misinya tetap sama. Kalau visi misinya berubah, maka bisnis startup yang kamu dirikan bakal terancam eksistensinya.

5. Sabar

Bisnis startup
Bisnis startup

Namanya bisnis, bukan hal instan. Di awal kamu membangun startup, pasti masih sepi klien dan sepi pengunjung. Itu merupakan hal yang wajar terjadi.

Tapi, suatu saat kamu juga dituntut untuk tumbuh dengan bergerak secepat kilat. Pokoknya, segala hal yang mustahil tentu bisa diwujudkan di perusahaan startup, termasuk membangun kesuksesan secepat kilat. 

Namun sabar tetaplah yang utama. Sabar pun tidak cukup karena sembari bersabar, kamu mesti melakukan evaluasi, analisa dan lain sebagainya.

6. Beranilah untuk berubah arah

Melakukan perubahan bisnis bukan perkara mudah, tapi kamu mesti berani melakukan perubahan arah

Mengubah bisnis bukanlah perkara yang mudah.Mereka yang gak setuju dengan caramu akan melabelimu dengan kata labil dalam memimpin perusahaan.

Namun patut diingat, pivot adalah suatu hal yang mesti dilakukan untuk menyelamatkan bisnis startup milikmu.

Ada kalanya, jenis layanan atau bisnis yang sudah dijalani dinilai gak bisa menghasilkan apa-apa. Baik dalam jangka waktu pendek maupun panjang.

Ketimbang bisnis ini gagal dan karier segelintir orang jadi tumbalnya,maka alangkah lebih baik untuk diselamatkan dengan cara diubah ke jenis yang lain. 

7. Karyawan bukan “anak buah”

Perlakukan karyawan mu gak sebagai anak buah tapi tim

Ketahuilah bahwa mereka yang kamu rekrut dan bekerja untukmu, tidak layak disebut dengan anak buah. Lho kenapa? Di perusahaan pada umumnya kan gitu?

Kata anak buah memang wajar digunakan dalam istilah di dalam karier. Namun tanpa disadari hal ini menciptakan sebuah aura senioritas yang gak sehat.

Perlakukanlah karyawan layaknya teman atau tim kerja. Hormatilah jerih payah mereka yang bekerja mati-matian membesarkan perusahaannmu.

Tuntun pulalah mereka semua dan ajari mereka agar bisa berkembang dengan baik dari segi karier. Karena tanpa mereka, bisnis startup milikmu gak bakal berkembang atau menjadi sesuatu yang besar di kemudian hari.

Itulah beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk membangun sebuah tim yang apik dan solid untuk menjalankan bisnis startup.

Yang perlu diingat, memulai startup itu tidak hanya tim solid, kamu juga perlu memerhatikan beberapa hal dalam membangun startup. Salah satunya, inovasi.

Tanpa inovasi, percuma saja. Inovasi juga bukan asal inovasi lho, harus ada solusi yang bisa diberikan oleh perusahaanmu pada masyarakat.

Cobalah untuk membuat bisnis startup yang berbeda dari yang lain. Misalnya, Gojek yang saat berdiri di Indonesia belum ada layanan aplikasi serupa. Semoga informasi ini bermanfaat untuk kalian yang berbisnis start up. (Editor: Chaerunnisa)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →