Bisnis Warung Indomie Untung Rp18 Juta per Bulan, Kok Bisa?

warung indomie

Kalau kamu ingin mencoba bisnis di bidang kuliner, gak perlu pusing mau bisnis kopi atau kue kekinian. Dengan memulai berbisnis warung indomie bisa membuat kamu meraup omzet mencapai Rp18 juta per bulan, luar biasa bukan? 

Rasa mie instan selalu bikin ketagihan banyak orang dan membuat makanan ini terus diminati di berbagai kalangan. Kamu sering melihat jam operasional buka sampai pagi pun warung indomie mu pasti gak akan sepi.

Pelanggan yang mampir ke warung indomie mu pun luas, mulai dari anak sekolah, mahasiswa, orang kantoran, hingga orangtua yang ingin sekedar duduk santai dan menikmati enaknya indomie. 

Modal yang dikeluarkan pun cukup terjangkau dan kamu gak perlu pusing mikirin konsep ala-ala kafe yang pastinya memerlukan banyak uang. Warung indomie mu akan tetap laris walaupun gak instagramable.

Sampai sini sudah tertarik buat buka bisnis warung indomie? Kalau sudah tertarik, simak tipsnya berikut ini. 

Modal awal membuka warung jualan indomie

Untuk memulai bisnis warung indomie, pastikan kamu sudah menemukan tempat asik strategis pinggir jalan yang enak buat nongkrong lama. Bisa aja sih menyiasati dengan menggunakan rumah sendiri biar hemat dan gak perlu bayar sewa. 

Tapi, kalau tempatmu gak strategis, kayaknya udah harus mulai putar otak buat sewa tempat deh. Berikut rincian modal yang perlu kamu persiapkan untuk membuka usaha warung indomie kalau kamu terpaksa harus sewa tempat.

Kebutuhan Harga
Sewa lapak setahun  Rp 20 juta
Sendok garpu 50 unit Rp 80 ribu
Mangkok 50 unit Rp 700 ribu
Gas elpiji 12 kg 2 buah Rp 800 ribu
Meja dan kursi Rp 3,5 juta
Gelas 50 buah Rp 400 ribu
Total Rp 22.330.000

Lumayan juga ya, buat modal awal usaha warung indomie. Tapi, kalau omsetnya aja puluhan juta tetap worth it dong dengan modal segitu?

Setelah menghitung biaya sewa hingga perlengkapan, kamu juga harus mulai memikirkan biaya operasional warung indomie, seperti bahan-bahan yang digunakan hingga listrik. Yuk, hitung-hitungan biar gak rugi biaya operasional dalam satu hari.

Kebutuhan Harga
Indomie 1 dus (40 bungkus) Rp 92.500
Sambal 3 kg Rp 50 ribu
Kopi instan 100 saset Rp 60 ribu
Listrik Rp 200 ribu
Telur 50 butir Rp 70 ribu
Kornet Rp 17 ribu
Keju Rp 17 ribu
sayuran Rp 50 ribu
Total Rp 556.500

Tabel di atas merupakan kisaran biaya operasional yang harus kamu keluarkan per harinya. Jadi kalau dalam sehari kamu mengeluarkan uang Rp 556.500, maka dalam sebulan kamu mengeluarkan uang Rp 16.95.000.

Menghitung keuntungan bisnis warung jualan indomie

Agar lebih menggiurkan, yuk, ikut menghitung keuntungan bisnis indomie yang omsetnya bisa puluhan juta rupiah 

Menu Harga jual seporsi Harga jual beberapa porsi
Indomie dengan telur Rp 10 ribu Rp 100 ribu (10 porsi)
Indomie dengan telur kornet Rp 13 ribu Rp 260 ribu (20 porsi)
Indomie telur kornet keju Rp 15 ribu Rp 150 ribu (10 porsi)
Telur omelette (2 telur) Rp 15 ribu Rp 300 ribu (20 porsi)
Telur dadar (1 telur) Rp 5 ribu Rp 100 ribu (20 porsi)
Kopi Rp 5 ribu Rp 350 ribu (70 gelas)
Omzet perhari Rp 1.260.00

Jika perkiraan, penjualanmu dalam sehari seperti tabel di atas, maka kamu akan mendapatkan laba kotor sebanyak Rp 1.260.00. Sedangkan keuntungan bersih yang bisa kamu dapatkan yakni Rp 1.260.000 – Rp 556.500 = 703.500. Keuntungan ini kemudian dikalikan dalam satu bulan, maka akan menjadi Rp 21.105.000. Wow!

Kalau kamu konsisten, dalam beberapa hari saja kamu sudah mendapatkan semua modalmu kembali. Kamu bisa menabung atau berinvestasi lebih banyak. 

Tapi, jangan gunakan perkiraan ini 100 persen sebagai patokan ya. Dalam bisnis tentu ada pasang surutnya, hehe. Jadi, sebelum membuka bisnis ini sebaiknya kamu mempelajarinya terlebih dahulu. 

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →