8 Cara Bijak Menyelamatkan Bisnismu dari Ancaman Gulung Tikar

Gulung tikar adalah peristiwa yang gak diinginkan para pengusaha. Wajar saja, karena gak ada pengusaha di dunia ini yang berharap bahwa bisnisnya gagal.

Meski demikian, pasang surut dalam dunia bisnis itu umum terjadi. Gak mungkin dong kamu terus-terusan untung, pasti sesekali juga pernah berada di posisi yang rendah. 

Menderita kerugian hingga kegagalan memenuhi target bisnis harus dilihat secara positif. Anggap saja posisi tersebut sebagai pembelajaran kamu ke depannya.

Ketika bisnismu sedang berada di posisi surut, segeralah memutar otak untuk memulihkan kondisinya. Jangan terlalu lama di posisi tersebut, karena hal ini bisa mengancam eksistensi bisnismu.

Untuk menyelamatkan usahamu dari gulung tikar, lakukan saja beberapa hal di bawah ini.

Baca juga: Pemerintah Tetapkan Enam Langkah Strategis Dongkrak Devisa Pariwisata

1.  Koreksi bisnismu secara objektif

Koreksi bisnismu secara objektif (Shutterstock).

Bila kamu merasa bisnismu mengalami kemunduran, periksa kembali dengan lebih objektif. Cari tahu, apa yang menyebabkan bisnismu gak berkembang. Diskusikan dengan para pemegang saham (kalau ada) atau dengan klienmu.

Periksalah lebih dalam terhadap produk yang kamu keluarkan, layanan yang kamu sediakan, harganya seperti apa, dan tentunya kualitas yang kamu tawarkan apakah memuaskan atau tidak. Dari situ kamu bisa mengetahui pos-pos mana yang dapat diperbaiki sesegera mungkin.

Kalau masalah utamanya sudah ditemukan, kamu bisa mulai merapihkan untuk mengembalikan kondisi finansial perusahaan untuk mewaspadai gulung tikar.

2. Pertimbangan ide karyawan

Pertimbangkan ide karyawan (Shutterstock).
Pertimbangkan ide karyawan (Shutterstock).

Meski kamu seorang atasan, jangan sesekali bersikap egois. Cobalah untuk mendengarkan pemikiran-pemikiran bawahanmu. Karena siapa tahu mereka memiliki ide yang cemerlang yang bahkan belum terpikirkan olehmu untuk mengembalikan performa perusahaan.

Berikan kesempatan kepada mereka untuk berkontribusi lebih. Tapi, jangan terlalu mengumbar kondisi perusahaan yang tengah diintai ancaman gulung tikar, katakanlah apa ide mereka untuk meningkatkan bisnis perusahaan.

Baca juga: Keunikan Budaya Dayak Jadi Daya Tarik dan Kekuatan Festival Budaya Isen Mulang

3. Minta pendapat dari ahli

Minta pendapat seorang profesional (Shutterstock).

Setelah kamu mendapatkan masukan dari karyawan, cobalah untuk mencari bantuan dari kalangan mereka yang ahli di bidangnya. Sebut saja seperti pengusaha-pengusaha sukses yang sudah melewati masalah seperti yang kamu alami.

Pengalaman yang mereka miliki tentu bisa dijadikan acuan untuk menyelamatkan usahamu. Mereka juga sudah banyak menelan asam garam dunia bisnis, dan lebih peka terhadap segala jenis permasalahan yang ada. 

Meminta saran dari mereka merupakan pilihan yang tepat sekaligus menyerap ilmu baru.

Beruntung, kalau orang-orang ekspert di dunia usaha itu merasa iba dengan kamu dan menawarkannya bantuan untuk bisnismu.

4. Jangan abaikan peran media sosial

Jangan abaikan peran media sosial (Shutterstock).

Media sosial memiliki peran besar dalam keberhasilan sebuah bisnis. Zaman secanggih ini, semuanya sudah serba digital. Masyarakat dari yang muda sampai tua hampir rata-rata menghabiskan banyak waktu untuk melongok ke perangkat digital yang terhubung dengan media sosial.

Nah dalam strategi marketing, media sosial bisa menjadi sarana yang murah dan efektif. Buatlah akun perusahaanmu di Facebook, Twitter, Instagram, dan semua platform yang lagi booming sebagai sarana pemasaran.

Tapi, jangan hanya bikin doang, rajin-rajinlah aktif, membagikan konten-konten menarik di akunmu. 

Pasarkanlah produkmu secara masif di sana. Kenali pangsa pasarmu, dan dekati mereka melalui fitur-fitur yang tersedia di medsos. Kalau perlu berlanggananlah layanan iklan berbayar di platform tersebut. Biar produkmu semakin dikenal dan kesempatan mendapatkan lebih banyak klien akan semakin besar.

Baca juga: Visit the Heart of Borneo Menjadi Momentum Kebangkitan Pariwisata Kalimantan

5. Tingkatkan pelayanan ke pelanggan

Tingkatkan pelayanan ke pelanggan (Shutterstock).

Pelanggan atau klien merupakan aspek yang paling menentukan dalam berbisnis. Mengetahui target pasar dan harapan mereka terhadap bisnis kamu adalah hal yang harus kamu lakukan untuk menghindari ancaman gulung tikar.

Coba tanyakan kepuasan mereka dan apa yang perlu diperbaiki dari produkmu. Ikuti keinginan sebagian besar klienmu untuk memperoleh kepercayaan jangka panjang. Soal keuntungan lama-lama nanti akan kembali berangsur membaik dan berbanding lurus dengan kepercayaan yang kamu peroleh.  

6. Meningkatkan efisiensi

Meningkatkan efisiensi (Shutterstock).

Ketika bisnismu di dalam ambang kebangkrutan, hal yang paling perlu kamu lakukan adalah melakukan efisiensi. Kamu bisa melakukan penghematan di dalam pengeluaran rutin. 

Mengurangi biaya operasional sudah menjadi hal yang wajib dilakukan demi keberlangsungan bisnis ke depannya.

Rata-rata sih kalau di Indonesia bisa dilakukan dengan melakukan pemutusan hubungan kerja beberapa karyawan. Tapi hal itu tentu bukanlah keputusan yang bijak, karena ketika kamu memutuskan untuk memecat karyawan, maka kamu harus mempersiapkan uang dalam jumlah banyak sebagai pesangon mereka, yang justru malah membebani keuangan perusahaanmu.

Tapi kamu bisa melakukan penghematan dengan memangkas biaya-biaya lain seperti penggunaan listrik, pengeluaran dana untuk rekreasi kantor, atau bahkan berhenti sejenak untuk memberikan bonus bagi karyawan.

7. Lakukan pivot biar gak gulung tikar

tiga pemain basket
Seperti istilah pada basket, pivot diartikan sebagai upaya mengubah arah bisnis. (Pixabay)

Dalam dunia basket, pivot diartikan sebagai upaya mengubah arah dengan berpijak pada satu kaki. Hal serupa pun kerap dilakukan di beberapa perusahaan termasuk startup. 

Intinya, kamu harus mengubah strategi bisnis namun tetap mempertahankan visinya. Sebut saja seperti Burbn yang berubah jadi Instagram.

Burbn memiliki banyak fitur seperti berbagi foto hingga check in lokasi. Namun hal itu membuatnya jadi tidak fokus. Alhasil, mereka pun melakukan pivot dengan berfokus pada sedikit fitur namun sering digunakan oleh para penggunanya. Pivot yang satu ini kerap disebut zoom in pivot.

Atau kamu juga bisa belajar dari Nintendo yang dulu menjual mainan kartu, penghisap debu, hingga makanan, namun di tahun 1966 dia akhirnya menjadi produsen video game dan console. Kamu pun bisa menyaksikan kesukesan perusahaan Jepang ini hingga sekarang.

8. Jual sahamnya

jabat tangan
Bikin saja kesepakatan untuk jual saham perusahaan. (Pixabay)

Ketika biaya operasional sudah ditekan namun kamu terus mengalami kerugian. Sementara itu, kamu juga merasa buntu untuk menentukan apa yang harus dilakukan, maka jual lah perusahaanmu ke pihak lain.

Tujuan dari menjual perusahaan bukan untuk menyelamatkan bisnis dan kerugianmu semata, melainkan juga untuk menanggung nasib-nasib para karyawan yang bekerja denganmu.

Pilihlah calon pembeli yang bertanggung jawab dan memiliki visi misi yang sama denganmu. Karena dengan ini, kamu gak membiarkan bisnis ini jadi lenyap begitu saja. 

Menjual saham perusahaan ini bisa saja dilakukan secara penuh, atau sebagian. Jika memang hanya sebagian, maka kamu pun masih sah menjadi pemilik usaha ini dan menjabat sebagai salah satu dewan direksi.

Nah meskipun kamu sudah menerapkan delapan tips di atas, ada satu lagi cara yang paling jitu untuk membantumu melewati masa-masa kritis. Yaitu, lebih disiplin terhadap keuangan perusahaan.

Cobalah untuk lebih bijak sesuaikan pengeluaran perusahaan kamu dengan pendapatan yang diterima. Misalnya, ketika pendapatan memuncak drastis, jangan buru-buru untuk menghamburkan keuntungan tersebut untuk hal lain. Cobalah untuk lebih berhemat siapa tahu saja bisa jadi dana darurat kalau perusahaanmu hampir gulung tikar. (Editor: Winda Destiana Putri).

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →